
Setelah acara yasinan
Tamu para undangan dan orang-orang sudah meninggalkan rumah Ismail. Ismail sudah naik ke lantai atas terlebih dahulu untuk tidur malam. Zilla yang masih berada di ruang tamu masih kepikiran dengan ucapan Bu Tia saat di dapur tadi. Jam dinding sudah menunjukkan pukul 24:00, Zilla bukanya tidur malah keluar rumah dan pergi meninggalkan rumah Ismail. Zilla berjalan menanggis sesenggukan dan tidak tau arah harus berbuat apa untuk dirinya saat ini, Zilla kabur dari rumah Ismail.
Ismail yang sedang tidur nyenyak, tidak sadarkan diri kalau Zilla sudah pergi dari rumahnya. Acara hari ini membuat lelah Ismail, akibatnya dia tidak terbangun kan saat tidur. Tidak seperti biasanya saat Ismail tertidur biasanya ada Zilla yang selalu membangunkannya hanya sekedar untuk mengambil minum atau bahkan hanya untuk mengipasi Zilla yang karena kepanasan saat tidur.
Zilla berjalan menuju jalan utama yang berada di desa Bunglon. Zilla yang hanya membawa ponsel miliknya. Menyalakan ponsel tersebut dan menekan tanda senter untuk menerangi jalannya. Meskipun Zilla sudah satu bulan berada di desa Bunglon, namun Zilla masih tidak hafal jalannya di karenakan tidak tertulis nama jalan. Di sepanjang jalan Zilla tidak bertemu dengan siapa-siapa di karena sudah tengah malam. Untuk di desa Bunglon jam 21:00 saja sudah sangat sepi, maklum saja namanya juga desa. Tidak seperti tinggal di kota yang dua puluh empat jam orang-orang beraktivitas.
Zilla berjalan sudah sangatlah jauh dari rumah Ismail, Zilla membalikan tubuhnya untuk melihat arah ke belakang sangatlah gelap dan Zilla membalikan tubuhnya untuk melihat ke depan juga sangatlah gelap. Zilla ketakutan dan lututnya gemetar, entah di mana saat ini Zilla berada. Di desa Bunglon keadaan masih sangatlah rimbun, akibatnya jalanan yang di lewati hanya seperti jalan tikus. Di samping kanan kiri Zilla hanya terdapat semak-semak dan rumput-rumput liar yang sudah tinggi.
Zilla semakin mempercepat langkah kakinya, Zilla lelah karena tidak menemukan jalan utama untuk keluar dari desa Bunglon. Saat Zilla mendengarkan suara aneh Zilla tambah ketakutan. Zilla hampir tidak bisa untuk melanjutkan langkahnya. Zilla memberanikan dirinya untuk melanjutkan langkahnya, Zilla memutarkan tubuhnya melihat keadaan sekitarnya namun tidak ada yang mencurigakan. Setelah itu Zilla berlari ke kuat tenaga dari tempat itu. Zilla berhenti berlari karena nafasnya tersengal-sengal. Zilla semakin ketakutan saat dirinya kini berada di tengah-tengah kuburan.
"Aw sakit" Ucap Zilla saat mencubit dirinya sendiri kalau saat ini dirinya benar-benar sadarkan diri dan tidak sedang bermimpi
"Aku harus pulang kembali ke rumah Ismail. Siapa pun itu tolong bantu aku" Ucap Zilla menangis ketakutan
"Kenapa aku harus pergi dari rumah Ismail pada malam hari sih sunguh bodoh sekali diriku ini Zilla" Umpat Zilla pada dirinya sendiri
Zilla menanggis dan mencari jalan untuk keluar dari kuburan tersebut. Zilla melangkahkan kakinya sesekali tanpa sengaja Zilla menginjak makam.
"Oh... Ya Allah maafkan diriku ini. Maafkanlah segala dosaku, maaf aku tidak sengaja menginjak makammu" Ucap Zilla memohon
"Kalau ini kuburan berarti rumah Uswa tidak jauh dari sini" Ucap Zilla mengingat ucapan Ismail kalau rumah Uswa berada di depan kuburan desa Bunglon
"Plisss. Cepatlah Zilla keluar dari tempat ini" Ucap Zilla pada dirinya sendiri
Setelah berputar-putar di dalam kuburan cukup lama. Akhirnya Zilla dapat keluar dari tempat yang sangat menyeramkan itu. Zilla segera menuju ke rumah Uswa, saat di lihatnya rumah Uswa sudah gelap yang menandakan bahwa penghuni rumah tersebut sudah tidur. Zilla duduk di depan rumah Uswa dengan menangis sesenggukan. Zilla tidak mengetuk pintu rumah Uswa karena tidak enak dengan Uswa yang selalu di buat repot olehnya.
Saat Zilla menanggis, Uswa terbangun dari tidurnya karena mendengarkan suara tangisan tersebut. Uswa sempat ketakutan dengan suara tangisan tersebut karena tidak biasanya ada orang yang menanggis di malam hari. Uswa segera mengambil kayu yang sudah Uswa siapkan untuk berjaga-jaga kalau ada orang jahat yang ingin menjahilinya. Uswa berjalan mengendap-endap agar tidak terdengar oleh orang tersebut kalau dirinya sudah terbangun. Uswa melangkah kakinya menuju pintu depan dan suara tangisan tersebut semakin jelas. Uswa membuka pintu rumahnya dengan perlahan-lahan.
"Siapa kamu" Ucap Uswa dengan lantang dan mengangkat kayu tersebut
"Uswa, A..."Teriak Zilla membalikan tubuhnya
"Buk..." Suara pukul tersebut mengenai punggung Zilla
"Zilla apa yang kau lakukan di depan rumah? Dan kau sedang menangis? Tanya Uswa tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini
"Uswa" Jawab Zilla memeluk tubuh Uswa dan menangis kembali
"Ayolah masuk ke dalam rumah ku" Ajak Uswa
Zilla dan Uswa masuk ke dalam rumah, segera mengunci pintu rumahnya kembali. Uswa dan Zilla duduk di ruang tamu.
"Apa yang kamu lakukan tentang malam begini? Tanya Uswa memelototkan kedua matanya
"Aku... Aku... Kabur dari rumah" Ucap Zilla terbata-bata
__ADS_1
"Jadi Abang Ismail tidak mengetahuinya kalau saat ini kau tidak ada di rumah? Tanya Uswa terkejut
Zilla tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya saja
"Kenapa kau bisa berada di depan rumah ku? Tanya Uswa
"Aku ingin menuju jalan utama di desa Bunglon. Tapi, aku tersesat. Saat aku mendengarkan suara aneh, aku ketakutan dan berlari sekuat tenagaku. Setelah itu tanpa aku sadari aku sudah berada di dalam kuburan. Aku takut Uswa" Jawab Zilla menjelaskannya
"Sudah-sudah jangan pernah kau ulangi lagi" Ucap Uswa mencoba menenangkan Zilla
"Kau mau pergi ke mana? Tanya Zilla yang melihat Uswa akan pergi
"Kau tetaplah duduk di sini. Aku akan membutkanmu teh hangat sebentar" Ucap Uswa
"Jangan tinggalkan aku" Ucap Zilla yang masih merasakan ketakutan
"Sebentar" Jawab Uswa pergi ke dapur
Uswa pergi ke dapur untuk membuatkan teh hangat untuk Zilla. Uswa kembali dan melihat Zilla masih ketakutan.
"Ini minumlah. Kau sudah aman berada di rumah ini" Ucap Uswa menyodorkan teh hangatnya kepada Zilla
"Terimakasih" Jawab Zilla segera meminumnya
"Kenapa kau bisa kabur dari rumah? Apa Abang Ismail memarahimu lagi? Tanya Uswa
"Terus kenapa? Tanya Uswa balik
"Aku sakit hati saat aku ingin pergi ke dapur dan mengembalikan sisa minuman teh hangat tadi pagi. Tanpa sengaja aku mendengarkan pembicaraanmu dengan Bu Tia" Jawab Zilla
"Pembicaraan soal apa? Tanya Uswa
"Soal poligami. Apa kau masih mencintai Ismail Uswa? Tanya balik Zilla tanpa menjawab pertanyaan Uswa
"Astaga kau ini berpikir sampai ke situ. Bu Tia itu hanya bercanda saja, mana mungkin Abang Ismail akan berpoligami. Aku sudah melupakan Abang Ismail, saat ini kaulah satu-satunya perempuan yang berada di dalam hati Abang Ismail" Jawab Uswa menjelaskannya
"Aku tidak ingin Ismail berpoligami atau bahkan berbagi suami denganmu. Ismail hanya miliki seorang, saat ini aku sudah jatuh cinta kepadanya" Ucap Zilla dengan lantang
"Dek..."Seketika jantung Uswa berhenti saat mendengarkan Zilla sudah jatuh cinta kepada Ismail
"Kau ini ya, Zilla. Sudahlah kau Istirahatlah di kamarku aku akan menemanimu tidur" Ucap Uswa mengalihkan pembicaraannya
"Aku belum ngantuk, aku masih ingin disini. Kau tidurlah sana, Jika aku mengantuk akan pergi ke kamarmu" Perintah Zilla
"Ya sudah. Aku pergi ke kamarku dulu" Ucap Uswa meninggalkan Zilla yang masih berada di ruang tamu
Zilla terjaga hingga pagi hari dan tidak bisa tidur. Saat terdengar suara adzan subuh Zilla pergi kembali ke rumah Ismail. Sampai di depan rumah Ismail, Zilla segera membuka pintu rumah tersebut yang hanya ia tutup saja tanpa menguncinya. Saat itu Ismail selesai berwujud, keluar dari dapur yang terkejut melihat Zilla masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Dari mana? Tanya Ismail kepada Zilla
"Hm..." Ucap Zilla
"Cepat ambillah air wudhu. Kita akan melaksanakan shalat subuh berjamaah" Perintah Ismail kepada Zilla
Ismail pergi ke lantai atas dan menuju ke kamar, Ismail menata sajadah untuknya dan juga untuk Zilla. Zilla yang sudah mengambil air wudhu segera menuju ke kamar miliknya. Di lihat Ismail sudah menyiapkan sajadah dan mukena. Zilla segera memakainya, Zilla sudah bisa mengikuti gerakan shalat terkadang Zilla juga lupa mengenai bacaannya.
Shalat subuh berjamaah sudah selesai, Ismail membalikkan tubuhnya dan mengulurkan tangannya kepada Zilla. Zilla dengan segera mencium tangan Ismail ini pertama kalinya Zilla shalat berjamaah bersama Ismail dan hatinya sangatlah gembira.
"Abang" Ucap Zilla memanggil Ismail dengan Panggilan Abang
"Apa kau sedang memanggilku Zilla? Tanya Ismail terkejut dengan sikap Zilla yang lemah lembut
"Abang Terimakasih" Jawab Zilla tersenyum kepada Ismail
"Kenapa dengan Zilla? Apa dia sedang ingin merayuku" Ucap batin Ismail
"Abang... Abang... Sayang" Ucap Zilla dengan memegang kedua tangan Ismail
"Apaan sih kamu Zill" Jawab Ismail menepis tangan Zilla
"Abang ini ya. Zilla baik-baikin Abang, malah Abang marah-marah ke Zilla" Ucap Zilla mengeluh
"Abang... Abang... Abang..." Ucap Ismail keluar dari kamar
"Itu panggilan yang pas untuk Abang Ismail" Teriak Zilla dari dalam kamar
Bersambung... ✍️
Hallo buat kalian semua tetap semangat iya untuk mendukung novelku teman-teman☺️
Jangan lupa
rate ⭐ lima
vote
like
komen
share
hadiah
Salam sayang paling di sayang dariku 💋
__ADS_1