Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 29


__ADS_3

Pagi sekali mobil Hadi sudah terparkir di depan halaman rumah Bu Tia. Hadi berencana ingin membantu Uswa membawa barang-barang miliknya yang berada di rumah Ismail untuk di pindahkan ke rumahnya sendiri. Soal kepindahan Uswa sudah di bicarakan tadi malam bersama Bu Zaroh dan Bu Tia, sedangkan Hadi hanya membantu untuk mengangkat barang Uswa dengan mobilnya. Barang milik Uswa sebenarnya tidak terlalu banyak, mungkin hanya baju milik Uswa saja. Niatan baik Hadi ingin membantu Uswa di terima oleh Uswa dengan senang hati. Itung-itung ketimbang membawanya sendiri dengan sepedah.


"Tin... Tin..." Suara klakson mobil milik Hadi


"Assalamualaikum Uswa" Ucap Hadi memberi salam


"Waalaikumsalam" Jawab Uswa dari dalam rumah dan saat pintu di buka ternyata Hadi yang datang untuk bertamu


"Apa kamu sudah siap berangkat sekarang? Tanya Hadi


"Hm... Kak Hadi tunggu sebentar di sini iya. Aku akan menyiapkan sarapan terlebih dahulu untuk Abang Ismail. Soalnya Uswa belum memasukkan makanan untuk Abang Ismail ke dalam kotak tempat makan. Kak Hadi duduklah dulu" Ucap Uswa menunjuk kursi yang berada di depan rumah


"Oh gitu. Iya aku akan menunggumu dengan senang hati" Jawab Hadi tersenyum


"Terimakasih, Kak" Ucap Uswa meninggalkan Hadi


Uswa kembali ke dapur untuk menyiapkan sarapan Abang Ismail. Di dapur sudah ada Bu Tia yang sudah lebih dahulu membantu Uswa menyimpan kotak makan Ismail.


"Bu Tia" Ucap Uswa


"Iya, Uswa. Ibu sudah siapkan sarapan untuk Ismail ini bawalah. Pastikan Ismail memakan sarapannya. Ibu merasa kasihan melihat Ismail seperti kemarin , Ismail sangat kehilangan Bu Sukma" Ucap Bu Tia menyodorkan kotak makanan


"Terimakasih Bu. Sudah membantu ku, maaf merepotkan Bu Tia" Jawab Uswa


"Iya pergilah, Nak. Hati-hati di jalan iya" Ucap Bu Tia


"Iya Bu" Jawab Uswa


"Apa yang di depan tadi Hadi? Tanya Bu Tia


"Iya Bu. Di depan sudah ada Kak Hadi yang sedang menungguku" Jawab Uswa berjalan menuju ke halaman depan di ikuti dengan Bu Tia


"Eh... Ada Nak, Hadi" Ucap Bu Tia basa-basi


"Iya, Bu Tia. Selamat pagi" Ucap Hadi menyapa


"Selamat pagi juga, Hadi" Jawab Bu Tia


"Uswa. Apa kita berangkat sekarang ke rumah Ismail? Tanya Hadi


"Iya Kak. Aku sudah siap" Jawab Uswa


"Bu Tia. Uswa Pamit dulu iya" Ucap Uswa mencium tangan Bu Tia


"Aku juga pamit dulu iya Bu" Sambung Hadi berpamitan kepada Bu Tia dan mencium tangan Bu Tia


"Kalian berdua hati-hati di jalan iya, Nak. Salam untuk Ismail" Ucap Bu Tia


"Iya Bu" Jawab Uswa


"Assalamualaikum Bu Tia" Ucap Hadi


"Waalaikumsalam" Jawab Bu Tia


.


.


.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Ismail.


Ismail masih bermalas-malasan di dalam kamar rasanya tidak ingin melakukan aktivitas apapun di luar rumah. Ismail masih sedih dengan kepergian Bu Sukma. Hari ini hari ke empat Ismail berada di desa, sesuai janji seharusnya Ismail sudah berada di kota dan bekerja kembali di kantor Pak Pandu. Berhubung Ismail masih berduka, Ismail belum bisa kembali lagi ke kota. Meskipun banyak panggilan telepon dari Pak Pandu. Ismail tidak mengangkatnya karena tidak sempat untuk mengabari kabar duka Ibunya yang sudah meninggal dunia.


Tok...


Tok...


Tok...


"Assalamualaikum Abang Ismail" Ucap salam Uswa


Ismail yang berada di kamarnya mendengarkan suara Uswa, Ismail bangkit dari tempat tidurnya dan langsung membukakan pintu untuk Uswa.


"Waalaikumsalam" Jawab Ismail dengan terbata-bata melihat Uswa yang datang ke rumahnya bersama Hadi


"Abang sudah sarapan? ini Uswa membawakan makanan untuk Abang" Ucap Uswa


"Abang tidak ada selera untuk makan, bawalah kembali makananmu itu" Jawab Ismal masuk ke dalam rumah dengan perasaan jengkel karena tidak suka kehadiran Hadi di rumahnya


Uswa dan Hadi mengikuti Ismail yang masuk ke dalam rumah.


"Abang jangan begitu" Ucap Uswa


"Sebaiknya kalian pulang saja, aku tidak ingin bertemu dengan siapapun" Jawab Ismail


"Ismail kamu kenapa sih seperti anak kecil saja" Sambung Hadi


"Hadi tolong, aku tidak ingin berbicara denganmu" Jawab Ismail


"Baiklah kalau kamu tidak mau berbicara denganku. Uswa aku tunggu kamu di luar iya" Ucap Hadi meninggalkan Uswa dan Ismail yang masih berada di ruang tamu


"Hadi" Panggil Uswa yang tidak menghentikan langkah kaki Hadi


"Uswa tolonglah. Abang tidak ingin makan" Jawab Ismail


"Aku akan menangis jika Abang tidak mau makan" Ucap Uswa


"Baiklah akan ku makan makanan darimu jangan menangis iya" Jawab Ismail


"Abang harus menghabiskannya. Jangan sampai ada Satu biji nasi yang tersisa" Ucap Uswa tersenyum


"Iya bawel" Jawab Ismail dengan lahap menyantap makanan yang di bawah Uswa


"Abang... Hari ini Uswa akan memindahkan barang-barang Uswa yang berada di sini ke rumahku sendiri" Ucap Uswa


"Apa" Jawab Ismail tersedak


"Abang-abang sebentar aku akan mengambilkan air minum untuk Abang" Ucap Uswa pergi ke dapur mengambil air minum untuk Abang Ismail


"Apa yang barusan Uswa ucapkan" Ucap batin Ismail


"Abang ini airnya minumlah" Ucap Uswa memberikan air minum yang di bawahnya dari dapur


"Terimakasih" Jawab Ismail


"Uswa sengaja datang ke sini bersama Kak Hadi agar Uswa bisa menumpang mobil milik Kak Hadi untuk membawa barang-barang milik Uswa ke rumah Uswa" Ucap Uswa


"Abang sudah katakan kenapa kamu harus pindah? Jika itu mau mu Abang tidak bisa mencegahnya. Apa kamu yakin akan tinggal sendiri di rumahmu? Tanya Ismail

__ADS_1


"Uswa yakin Bang. Uswa sudah siap untuk tinggal di rumah Uswa sendiri" Jawab Uswa


"Abang takut kalau kamu di jahili sama orang saat kamu tinggal di rumah sendiri. Abang tidak bisa menjagamu secara langsung karena rumah Abang tidak berdekatan dengan rumahmu. Apa Uswa tidak takut berada di rumah sendiri saat malam hari, secara gitu rumah Uswa kan berdekatan dengan kuburan" Ucap Ismail


"Tidak akan terjadi apa-apa Bang, kercayalah semua akan baik-baik saja" Jawab Uswa


"Kalau Uswa takut tinggal sendiri di rumahmu. Labih baik tinggallah bersama Bu Tia, Bu Tia kan sendiri juga tidak ada yang menemani. Apa aku harus mengatakannya kepada Bu Tia. Pasti Bu Tia dengan senang hati akan menerimamu di rumahnya" Ucap Ismail


"Tidak perlu Bang. Uswa tidak ingin merepotkan orang lain" Jawab Uswa


"Baiklah kalau itu keinginan mu. Segera hubungi Abang jika terjadi sesuatu denganmu Uswa" Ucap Ismail


"Baik Bang. Abang Uswa ke kamar dulu iya untuk membereskan baju-baju Uswa" Ucap Uswa


Ismail tidak menjawab ucapan Uswa, Ismail hanya berdiam diri dan membisu.


"Uswa. Abang secepatnya akan menikahimu" Ucap Ismail seketika menghentikan langkah kaki Uswa dan berbalik melihat ke arah Ismail dengan membalas senyuman


Hadi yang sudah menunggu di luar rumah merasa bosan. Dalam pikiran Hadi kenapa Uswa lama sekali keluar rumah. Akhirnya Hadi masuk kembali ke dalam rumah. Mendekat ke arah Ismail yang sedang duduk di ruang tamu.


"Kamu memakan makanan yang di berikan Uswa untukmu? Tanya Hadi yang melihat kotak makan sudah kosong


"Kamu bisa lihat sendiri kan" Jawab Ismail


"Hm... Dimana Uswa? Tanya Hadi


"Di kamarnya lah" Jawab Ismail


"Oh..." Ucap Hadi beroh ria


Mereka duduk berdua tanpa ada yang mengeluarkan suara satu sama lain, Hadi masih setia menunggu Uswa yang masih berada di dalam kamarnya.


"Apa rencanamu selanjutnya? Tanya Hadi memecahkan suasana keheningan di antara mereka berdua


"Mau tau aja rencana orang" Jawab Ismail


"Kamu sepertinya lagi dapat iya, Mail. Dari tadi aku tanya jawabnya sensi terus" Ucap Hadi


"Apa urusanmu" Jawab Ismail


"Hadi tidak ingin meladeni Ismail, mungkin Ismail masih sedih saja dengan kematian Ibunya dan di tambah lagi dengan Uswa yang harus pindah ke rumah" Ucap batin Hadi yang mendengarkan jawaban Ismail seperti itu


"Apa kamu keberatan membawa kopernya? Letakkan di situ saja aku akan membantumu untuk mengangkatnya" Ucap Hafi yang melihat Uswa turun dari tangga


"Ini ringan, Kak. Aku bisa mengangkatnya sendiri" Jawab Uswa


"Aku datang ke sini untuk membantumu Uswa. Buat apa aku berada di sini kalau kamu tidak membutuhkanku" Ucap Hadi mengambil koper yang berada di tangan Uswa


"Terimakasih sudah merepotkanmu, Kak" Jawab Uswa


"Sudahlah ini tidak merepotkan ku" Ucap Hadi


Sedari tadi Ismail hanya melihat dan mendengarkan perkataan antara Uswa dan Hadi. Ismail duduk tanpa memberikan tanggapan apapun kepada mereka. Jauh dari lubuk hati Ismail sebenarnya Ismail cemburu sikap Hadi kepada Uswa terkadang berlebih namun rasa cemburu itu ia kesampingkan. Ismail berfikir kenapa aku harus cemburu dengan Hadi, lagian mana mungkin Hadi menyukai Uswa yang merupakan sudah tunangan sahabatnya.


"Abang. Uswa Pamit dulu iya" Ucap Uswa membuyarkan lamunan Ismail


"Iya" Jawab Ismail


"Aku juga pamit dulu Isma" Sambung Hadi

__ADS_1


"Iya. Kalian berdua hati-hati di jalan, pastikan Uswa sampai di tujuan" Jawab Ismail


Bersambung... ✍️


__ADS_2