Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 92 Season Uswa


__ADS_3

Uswa yang sudah beberapa minggu di rumah Nenek Muna. Zoel tidak lagi menemui Uswa, setelah Uswa pindah di rumah Nenek Muna. Karenakan Zoel mendapatkan tugas dari kantornya untuk keluar kota. Dengan begitu Zoel tidak melupakan Uswa. Hampir setiap hari Zoel menelepon Uswa hanya sekedar untuk bertanya soal keadaan Uswa. Uswa yang mendapatkan telepon dari Zoel setiap hari tidak mempermasalahkannya, Uswa malah senang yang mendapatkan perhatian dari Zoel.


Hari ini Zoel memberikan kejutan kepada Uswa dengan datang tiba-tiba ke rumah Nenek Muna. Semalam Zoel sempat memberi kabar kepada Uswa kalau dirinya masih berada di luar kota dan belum bisa pulang.


"Tin... Tin... Tin..." Suara klakson mobil milik Zoel


"Siapa Uswa? Tanya Nenek Muna yang mendengarkan suara klakson mobil, sedang duduk santai di ruang tamu dan kakinya di pijit oleh Uswa


"Entahlah, Nek. Itu suara mobil milik siapa" Jawab Uswa yang masih memijit kaki Nenek Muna


"Cepat keluar dan lihatlah siapa yang datang" Perintah Nenek Muna


"Iya, Nek" Ucap Uswa segera pergi ke luar rumah


Saat Uswa sudah keluar rumah, Uswa terkejut melihat kedatangan Zoel secara tiba-tiba.


"Kak Zoel" Ucap Uswa dengan melambaikan tangannya


"Uswa. Apa kabar? Tanya Zoel dengan basa-basi dan menghampiri Uswa yang berdiri di depan rumah


"Alhamdulillah kabar Uswa baik, Kak" Jawab Uswa tersenyum


"Tara..." Ucap Zoel memberikan sebuah kado kepada Uswa


"Apa ini? Tanya Uswa terkejut


"Bukalah" Perintah Zoel


"Apa iya isinya? Uswa jadi penasaran" Ucap Uswa langsung membuka kado tersebut


"Hm... Apa iya isinya" Jawab Zoel


"Ah... Coklat. Terimakasih, Kak Zoel" Ucap Uswa dengan tersenyum


"Uswa. Kau berbicara dengan siapa? Tanya Nenek Muna dari dalam rumah


"Ini Nek..." Ucap Uswa tidak di lanjutkan lagi karena mendapat kode dari Zoel agar tidak menyebut nama dirinya


Sttt


Uswa masuk ke dalam rumah dengan tersenyum.


"Kenapa kau senyuman-senyum sendiri? Tanya Nenek Muna yang melihat Uswa sudah berada di ruang tamu


"Hi. Tidak, Nek" Jawab Uswa


"Siapa itu masuk" Ucap Nenek Muna


"Nenek" Jawab Zoel masuk ke dalam ruang tamu dan segera memeluk Neneknya yang duduk di kursi ruang tamu


"Zoel. Cucu kesayangan Nenek. Kenapa kau kemari tidak mengabari Nenek terlebih dahulu? Tanya Nenek Muna membalas pelukan Zoel


"Zoel sengaja ingin membuat kejutan untuk Uswa" Jawab Zoel dengan melihat wajah Uswa yang duduk di hadapannya


"Oh hanya membuat kejutan untuk Uswa dan tidak untuk Nenek" Ucap Nenek Muna protes


"Maaf. Tapi aku sayang Nenek" Jawab Zoel mencium pipi sebelah kiri Nenek Muna

__ADS_1


"Uswa apa yang di tanganmu itu? Tanya Nenek Muna yang melihat Uswa membawa sesuatu di tangannya


"Oh... Ini Nek. Coklat dari Kak Zoel" Jawab Uswa tersenyum


"Zoel cepatlah kau makan sana" Perintah Nenek Muna


"Zoel masih kenyang, Nek" Ucap Zoel menolaknya


"Kapan kau tiba di kota ini? Tanya Nenek Muna


"Jadi Nek pukul sebelas siang" Jawab Zoel


"Uswa cepatlah kau ganti baju dan bersiap-siap" Ucap Zoel kepada Uswa


"Kalian mau pergi ke mana? Tanya Nenek Muna


"Aku akan mengajak Uswa pergi jalan-jalan, Nek" Jawab Zoel


"Tidak usah pergi! Uswa lagi sibuk. Kau pergi saja sana dengan Rihanna" Ucap Nenek Muna


"Aku ingin pergi dengan Uswa, Nek. Bukan dengan Rihanna" Jawab Zoel


"Heh... Apa kau tidak lihat? Uswa akan melanjutkan memijit kaki Nenek" Ucap Nenek Muna


"Sudahlah Nek besok saja di lanjutkan lagi" Jawab Zoel tersenyum


"Tidak bisa" Ucap Nenek Muna


"Uswa cepat masuk kamarmu dan ganti pakaian itu. Biarkan Bu Sumi yang akan memijit kaki Nenek" Perintah Zoel


"Iya, Kak" Ucap Uswa segera pergi dari ruang tamu


"Tidak, Nek" Ucap Zoel kembali tersenyum


Uswa yang sudah menganti pakaian miliknya segera kembali menemui Zoel dan Neneknya yang masih duduk di ruang tamu.


"Apakah kau sudah siap? Tanya Zoel kepada Uswa yang sudah berada di ruang tamu


"Sudah, Kak" Jawab Uswa


"Nek. Aku dan Uswa pergi dulu iya" Pamit Zoel


"Iya. Kalian hati-hati di jalan dan cepatlah pulang" Ucap Nenek Muna


"Ayo" Ajak Zoel kepada Uswa


"Nek. Uswa pergi dulu iya" Ucap Uswa berpamitan kepada Nenek Muna dan mencium tangannya


"Hm" Jawabnya


Zoel dan Uswa pergi ke salah satu restoran yang berada di kota itu.


"Kita pergi makan dulu iya Uswa" Ucap Zoel kepada Uswa


"Iya, Kak" Jawab Uswa


Saat Zoel dan Uswa sudah berada di depan restoran segera memarkirkan mobil miliknya. Zoel dan Uswa segera turun dari mobilnya dan masuk ke dalam restoran tersebut. Saat akan masuk ke dalam restoran Uswa melihat seorang perempuan yang compang-camping sedang duduk di depan restoran untuk mengemis.

__ADS_1


"Kak sebentar iya" Ucap Uswa


"Kenapa. Kau mau pergi ke mana? Tanya Zoel yang melihat Uswa berjalan ke lain arah


Uswa tidak menjawab pertanyaan Zoel dan langsung menghampiri pengemis itu.


"Uswa" Panggil Zoel segera menyusulnya


"Sebentar, Kak" Ucap Uswa menghentikan langkah kakinya dan membalikkan tubuhnya untuk melihat Zoel


"Pengemis itu sedang sakit Uswa, coba lihatlah perempuan itu. Jangan mendekat" Perintah Zoel mencegahnya


"Kak" Ucap Uswa tersenyum


"Bu ini uang untuk Ibu beli makanan" Ucap Uswa kepada pengemis itu


"Makasih, Nak" Jawabnya dengan mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang memberikan uang kepada dirinya


"Astagfirullah, Aira. Apakah kau Aira temanku" Ucap Uswa terkejut


"Aira" Sambung Zoel dengan lirih yang melihat pengemis itu adalah Aira


"Pergi" Teriak Aira mendorong Uswa hingga terjatuh


"Aw" Ucap Uswa yang merasa kesakitan


"Aira" Bentak Zoel dan membantu Uswa untuk berdiri


"Aira kenapa kau seperti ini? Tanya Uswa kepada Aira


"Aku begini di sebabkan oleh dirimu Uswa. Aku di usir dari tempat kerjaku, Aku di putuskan oleh pacarku, dan saat ini malah aku di usir dari rumah pacarku. Sekarang aku tidak memiliki uang dan tempat tinggal. Bahkan saat ini diriku juga sedang sakit" Jawab Aira menanggis sesenggukan


"Kau sakit apa Aira? Tanya Uswa


"Aku terkena penyakit HIV/AIDS" Jawab Aira tertawa terbahak-bahak


"Uswa. Ayo, kita tinggalkan dia" Ajak Zoel


"Kak tunggu sebentar" Ucap Uswa menolaknya


"Dia sudah gila Uswa" Jawab Zoel


"Aira sedang sakit, Kak dan tidak gila kita harus membawanya ke rumah sakit" Ucap Uswa


"Apa rumah sakit" Jawab Zoel lirih


"Iya, Kak. Kita harus segera membawa Aira ke rumah saki untuk pengobatannya dan aku yang akan bertanggung jawab atas pembiayaan Aira" Ucap Uswa


"Kau tidak perlu membantu dia Uswa. Apa kau tidak ingin apa yang sudah dia lakukan kepada dirimu? Tanya Zoel


"Aku masih ingin, Kak. Tapi di sisi Aira tidak memiliki siapa-siapa cuma aku orang satu-satunya yang mengenal dirinya dan akan menolongnya. Aku merasa kasihan kepada Aira" Jawab Uswa


"Itu karma yang pantas untuknya" Ucap Zoel


"Kak" Jawab Uswa lirih


Setelah terjadi perdebatan yang cukup panjang, akhirnya kini Zoel mengalah. Zoel dan Uswa membawa Aira pergi ke salah satu rumah sakit yang terbaik di kota itu agar Aira mendapatkan perawatan yang cukup baik. Bahkan Zoel siap membayar perawatan Aira selama masuk rumah sakit. Itu semua Zoel lakukan karena Zoel sudah jatuh cinta kepada Uswa. Dengan hadirnya Uswa, Zoel sadar akan dirinya yang selama ini banyak dosa, salah, dan jauh dari Allah.

__ADS_1


Bersambung... ✍️


__ADS_2