Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 68


__ADS_3

Setelah kejadian kemarin Uswa tidak pernah lagi berkunjung atau berkomunikasi dengan Zilla maupun Ismail. Sebaliknya Ismail setiap ingin berkunjung ke rumah Uswa selalu saja tidak bertemu dengannya.


"Kenapa semua jadi begini? Tanya Ismail pada dirinya sendiri saat berada di depan rumah Uswa dan tidak mendapatinya


"Di mana Uswa? Apa Uswa pergi ke warung Bu Tia atau jangan-jangan ke Bu Zaroh? Ah... Sudahlah lebih baik aku cari ke warungnya Bu Tia saja. Siapa tau Uswa berjualan kue di sana" Ucap Ismail segera pergi dari rumah Uswa


Ismail mengendarai motor miliknya menuju ke warung Bu Tia. Sesampainya di sana Ismail tidak menemukan Uswa. Bu Tia yang melihat kedatangan Ismail dan langsung pergi. Membuat Bu Tia bertanya-tanya kepada Ismail?


"Oh... Ismail. Kau mencari siapa dan kenapa kau pergi tanpa membeli dagangan ku? Tanya Bu Tia berteriak kepada Ismail saat Ismail menaiki motor miliknya


"Hei Bu Tia. Assalamualaikum" Ucap salam Ismail mendekat ke arah Bu Tia


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatu, Mail. Ada apa kau kemari? Kau tidak ingin membeli dagangan ku? Tanya Bu Tia


"Aku sedang mencari Uswa, Bu. Apa Bu Tia tau di mana Uswa? Tanya Ismail balik


"Oh... Uswa. Kenapa kau mencarinya, sudahlah Mail kau itukan sudah punya Zilla. Biarkanlah Uswa pergi dan menemukan tambatan hatinya" Jawab Bu Tia


"Bukan begitu Bu maksud ku" Jawab Ismail mengaruk kepalanya


"Terus apa Mail? Tanya Bu Tia


"Hm... Kalau di jelaskan sekarang! Ceritanya tidak akan selesai dalam waktu satu jam" Jawab Ismail tersenyum


"Iyalah. Ibu paham, Mail! Cobalah kau pergi ke rumah Bu Zaroh mungkin Uswa berada di sana. Sepertinya, Ibu rasa Uswa dan Hadi itu cocok sekali kalau menjadi pasangan suami istri. Kalau aku jadi Bu Zaroh udah ku suruh tuh si Hadi nikahin Uswa" Ucap Bu Tia tertawa


"Iya sudah Bu. Kalau begitu Ismail pergi ke rumah Bu Zaroh dulu" Pamit Ismail dengan wajah murung


"Tunggu dulu. Buru-buru amat dah! Gimana kabar Zilla sehatkan sama si jabang bayinya? Tanya Bu Tia


"Alhamdulillah mereka sehat Bu! Doakan iya semoga persalinannya lancar" Jawab Ismail tersenyum


"Amin-amin" Ucap Bu Tia mengangkat kedua tangannya


"Ya sudah. Mail pamit dulu, Assalamualaikum" Pamit Ismail


"Waalaikumsalam. Hati-hati Mail" Jawab Bu Tia melambaikan tangannya


"Ada-ada saja Bu Tia... Bu Tia... Dari mana cocoknya coba Hadi dengan Uswa yang ada itu seharusnya Ismail dan Uswa" Ucap batin Ismail segera pergi dari warung Bu Tia


.


.


Sampai di rumah Hadi.


Terlihat Bu Zaroh dan Hadi yang berada di depan rumahnya sedang duduk bersantai-santai.


"Assalamualaikum" Ucap salam Ismail


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatu" Jawab salam Hadi dan Bu Zaroh secara bersamaan


"Wah... Sepertinya lagi santai-santai nih bos ku" Ucap Ismail berbasa-basi


"Biasa aja Mail" Jawab Hadi tersenyum

__ADS_1


"Gimana kabarmu Mail? Lama tidak main ke rumah Ibu" Sambung Bu Zaroh


"Alhamdulillah Bu kabar Ismail sehat. Gimana dengan Ibu? Tanya Ismail balik


"Alhamdulillah kabar Ibu juga sehat. Kau tidak membawa Zilla sekali untuk datang main-main ke sini? Tanya Bu Zaroh balik


"Oh... Zilla ada di rumah, Bu. Sengaja Mail tidak mengajaknya" Jawab Ismail tersenyum


"Biasalah Bu Mail sengaja menyimpan istrinya di rumah" Sambung Hadi


"Iya udah Ibu ke dalam dulu. Kalian berdua lanjut saja ngobrol-ngobrolnya. Oh... Iya Mail kau ingin minum apa? Tanya Bu Zaroh


"Kopi pahit saja, Bu" Jawa Ismail


"Ya sudah Ibu ke belakang dulu" Ucap Bu Zaroh


"Iya Bu" Jawab Ismail


Setelah Bu Zaroh masuk ke dalam rumah Hadi langsung bertanya kepada Ismail. Karena tidak seperti biasanya Ismail datang ke rumahnya secara tiba-tiba dan kalau akan kerumahnya pasti akan meneleponnya terlebih dahulu.


"Ada apa kau kesini? Tanya Hadi langsung


"Aku pikir tadi Uswa berada di sini" Jawab Ismail


"Kau sedang mencari Uswa? Tanya Hadi


"Iya" Jawab Ismail menggangukan kepalanya


"Beberapa hari ini Uswa sudah tidak berkunjung ke rumah ku" Ucap Hadi menjelaskannya


"Kenapa? Tanya Hadi terkejut melihat wajah Ismail yang berbicara seperti itu


"Saat aku pulang kerja keadaan Zilla tidak seperti biasanya. Saat itu juga aku menyuruh Uswa untuk menemani Zilla di rumahku ke esok harinya. Uswa juga memasak makanan untuk kita. Entahlah kenapa saat kita akan melakukan makan siang sikap Zilla berubah seketika langsung marah kepada ku dan juga Uswa. Sampai-sampai Zilla mengatakan kepada Uswa jangan ikut campur urusan rumah tangga kami" Jawab Ismail menjelaskannya


"Apa Zilla tidak tau kalau kau dan Uswa itu adik kakak. Kau juga jadi suami itu harus bisa menasehati Zilla dan menyadarkan Zilla" Ucap Hadi menyalahkannya


"Kok jadi nyalahin aku" Jawab Ismail protes


"Lha tadi buktinya Zilla masih begitu. Kurang bersyukur bagaimana sih Zilla itu, Uswa itu sudah berbaik hati kepadanya. Bahkan sudah mengajarkan segala hal kepada dirinya. Untung-untung saja Uswa tidak berbuat jahat seperti yang lainnya kalau calon tunangannya di rebut kebanyakan perempuan lain pasti uh... Sudah jambak-jambakan terus setiap ketemu" Ucap Hadi


"Tapi menurutku Zilla sedikit demi sedikit sudah bisa merubah sikapnya" Jawab Ismail


"Iya bagus kalau begitu. Jangan membawa Uswa masuk ke dalam rumah tangga kalian. Biarkan Uswa pergi dan jangan kau menyuruh untuk ini, untuk itu. Sepertinya kau menyuruhnya datang ke rumah mu untuk menemani Zilla atau menyuruhnya membantu masak di rumah kalian. Biarkanlah Zilla yang mengurusnya, Zilla sekarang sudah menjadi istri sah mu. Jadi wajar saja misalkan kau memuji Uswa di depannya pasti Zilla akan cemburu" Ucap Hadi menjelaskan


"Hah... Cemburu" Jawab Ismail membuang nafasnya dengan begitu saja dan tertawa


"Iya kau tidak tau perasaan perempuan Mail. Apalagi perempuan yang sedang Hamil" Ucap Hadi


"Hem iyalah. Aku pikir kau selalu bersama Uswa" Ucap Ismail tersenyum


"Kenapa? Kau akan cemburu kalau melihat ku bersama Uswa? Tanya Hadi


"Tidak" Jawab Ismail singkat


"Oh iya usia kandungan Zilla itu sudah berapa bulan? Tanya Hadi

__ADS_1


"Entahlah aku tidak tau juga" Jawab Ismail


"Kau ini. Bawalah Zilla sesekali ke Dokter kandungan. Biar kalian tau kapan waktu bersalinnya. Apa kau tidak akan melakukan acara tujuh bulanannya? Tanya Hadi


"Aku tidak berpikir sampai ke sana" Jawab Ismail acuh


"Kau jangan seperti itu Mail. Walaupun bagaimana juga Zilla itu sudah menjadi tanggung jawabmu" Ucap Hadi menepuk pundak Ismail dan tersenyum


"Nantilah aku akan berbicara dengan Zilla" Jawab Ismail membalas senyuman Hadi


"Gitu donk" Ucap Hadi


"Iya, Had. Aku juga ingin meminta maaf kepada mu soal waktu itu sudah memukulmu terlebih dahulu tanpa sebab" Ucap Ismail menundukkan kepalanya


"Aku sudah memaafkan mu dan aku juga sudah melupakan kejadian itu" Jawab Hadi tertawa


"Kau menertawakan ku? Tanya Ismail


"Tidak-tidak" Jawab Hadi


"Itu tadi tertawa" Ucap Ismail


"Aku berpikir kenapa kau memukulku hanya karena perempuan. Sebab selama ini hubungan kita baik-baik saja dan tidak ada perkelahian di antara kita" Jawab Hadi menjelaskannya


"Soal itu..." Ucap Ismail terpotong


"Sudah lupakan saja" Jawab Hadi


"Terimakasih" Ucap Ismail tersenyum


Bersambung...


Udah hari Senin aja nih guyss...


Tetap semangat ya untuk mendukung novelku klik πŸ’‹


Rate ⭐ 5


vote


like


share


favorit


komen


hadiah


Buah kedondong


Buah salak


klik dong

__ADS_1


masah tidak πŸ˜‚


__ADS_2