Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 54


__ADS_3

Ismail yang melihat Zilla menutup telinganya dengan bantal hanya bisa tersenyum.


"Dasar aneh paling juga tidak pernah shalat" Ucap Ismail lirih


Ismail pergi ke dapur, Ismail mulai mengeluarkan bahan-bahan yang di simpan untuk di masak. Menu hari ini Ismail akan memasak sayu labu dan tempe kecap. Ismail mulai mengiris tempe dan memotong sayur labu tersebut dengan tipis-tipis. Selesai memasak Ismail menaruh semua makanan dan menatanya rapi di atas meja makan. Ismail kembali membereskan dapur dan mencuci peralatan memasak. Sejenak Ismail duduk di kursi ruang makan mengelap keringatnya dengan tisu. Ismail juga berpikir saat masuk ke dalam kamar mandi begitu banyak pakaian Zilla dan pakaian miliknya yang sudah menumpuk di ranjang kotoran dengan berserakan. Ismail kembali pergi ke kamar mandi dan mencuci semua baju miliknya dan milik Zilla.


"Apa dia juga tidak tau cara mencuci pakaian? Tanya batin Ismail mengeluh


"Sampai kapan dia akan mengantungkan hidupnya seperti ini" Ucap Ismail membatin


"Aku harus memberikan pelajaran untuknya agar dia bisa melakukannya sendiri dengan baik. Apa aku harus meminta tolong saja kepada Uswa untuk mengajarinya masak dan membereskan rumah" Pikir Ismail


Ismail sudah membereskan seluruh rumah miliknya yang seharusnya sudah menjadi tanggung jawab Zilla. Ismail sudah tidak bisa lagi menahan rasa laparnya. Ismail segera mengambil piring dan mengambil nasi. Ismail berpikir sejenak kepada Zilla yang seharian ini belum makan. Ismail meletakkan kembali nasi yang sudah di ambilnya dan memasukkan lagi ke dalam tempat nasi.


"Zilla" Panggil Ismail saat masuk ke dalam kamar


"Zilla" Ucap Ismail lirih


Tidak ada jawaban dari Zilla


"Zilla aku sudah masak. Ayo, cepatlah turun dan mari kita makan siang bersama-sama" Ajak Ismail


"Hm..." Ucap Zilla terusik


"Ayo, bangunlah dan makan. Aku tau pasti kamu juga lapar kan" Ucap Ismail


"Hm..." Ucap Zilla


"Aku tunggu kamu di ruang makan. Cepat bangun dan cuci wajah mu" Perintah Ismail


Ismail meninggalkan Zilla yang masih tidur, Zilla mulai membuka matanya dan menguap.


"Apa tadi itu suara Ismail? Tanya batin Zilla


"Atau aku sedang bermimpi" Ucap Zilla mencubit tangannya sendiri


"Aw...Sakit" Ucap Zilla


"Hah... Berarti itu tidak mimpi" Ucap Zilla bersemangat


Zilla segera turun ke bawah dan menuju ke ruang makan. Zilla segera duduk dan langsung mengambil nasi.


"Mau apa kamu? Tanya Ismail yang melihat Zilla


"Makan" Jawab Zilla


"Sana cuci wajah mu dulu. Jorok" Ucap Ismail


Zilla tidak menjawab dan langsung menuju ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Zilla kembali duduk di depan Ismail. Saat di lihatnya menu makanan hari ini Zilla sangatlah tidak berselera untuk makan.


"Kenapa? Tanya Ismail dengan makan


"Tidak" Jawab Zilla


"Aku tau pasti kau tidak mau makan makanan seperti ini" Ucap Ismail


"Aku tidak lapar" Jawab Zilla pergi meninggalkan ruang makan


"Mau ke mana kamu? Tanya Ismail

__ADS_1


"Ke kamar" Jawab Zilla


"Tunggu" Ucap Ismail mencegahnya


"Apa? Tanya Zilla


"Duduklah. Kau harus makan, aku merasa kasihan dengan anak yang kau kandung pasti dia juga lapar" Ucap Ismail mengambil piring nasi yang sudah di ambil oleh Zilla dan mengambilkan lauk


"Aku tidak lapar" Jawab Zilla membantah


"Ayo, duduklah. Nanti kalau aku sudah punya pekerjaan. Aku akan membelikan mu daging dan buah" Ucap rayu Ismail


Setelah dipikir-pikir akhirnya Zilla duduk dan makan makanan menu hari ini dengan lahap.


.


.


Di tempat lain


"Uswa" Pangil Hadi yang ingin bertamu di rumah Uswa


"Assalamualaikum" Ucap salam Hadi


Uswa dari dalam rumah mendengarkan suara Hadi segera pergi ke depan dan membukakan pintu rumahnya untuk Hadi


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatu" Jawab dalam Uswa


"Kak Hadi. Ada apa? Tanya Uswa


"Ini aku membawa makanan untuk mu" Jawab Hadi tersenyum


"Oh iya. Kenapa aku sekarang jarang melihatmu. Apa kau sedang sakit? Tanya Hadi basa-basi


"Tidak sakit kok, Kak. Alhamdulillah Uswa sehat" Jawab Uswa


"Ayo, makanlah. Itu masakan yang buat Ibuku" Perintah Hadi


"Wah pasti enak ini" Jawab Uswa


"Iya donk. Makanlah dan habiskan, jangan sampai ada sisa. Ibu juga tadi mengatakan menyuruhmu untuk datang ke rumah. Aku datang ke sini sekalian menjemputmu" Ucap Hadi menjelaskan


"Kenapa Bu Zaroh memintaku untuk datang ke rumahnya? Tanya Uswa


"Entahlah. Mungkin kau mau di ajak jalan-jalan sama Ibuku" Jawab Hadi asal


"Kemana? Tanya Uswa


"Tidak tau" Jawab Hadi tersenyum


"Hm... Sebentar Kak aku akan menaruh makanan ini ke dalam dulu" Ucap Uswa


"Apa kau mau ikut kerumah ku sekalian? Tanya Hadi


"Iya" Jawab Uswa pergi menaruh makanan yang di bawa oleh Hadi


Hadi yang mendengarkan ucapan Uswa iya. Hadi sangat bersemangat.


"Yes" Ucap Hadi kegirangan

__ADS_1


.


.


"Tin... Tin... Tin..." Bunyi klakson motor miliknya Ismail


"Isma" Panggil Hadi


"Buat apa kau berada di rumah Uswa? Tanya Ismail memarkirkan motornya


"Mengantarkan makanan Uswa dan sekalian jemput Uswa" Jawab Hadi tersenyum


"Kalian mau pergi ke mana? Tanya Ismail


"Kerumah ku" Jawab Hadi


"Oh..." Ucap Ismail ber oh ria saja


"Kau sendiri. Kenapa datang kemari? Tanya Hadi dengan menaikan salah satu alisnya


"Bertemu Uswa lah" Jawab Ismail meninggikan suaranya


"Kak Hadi. Uswa sudah siap" Teriak Uswa saat keluar rumah dan melihat Abang Ismail sudah ada di depan rumahnya


"Kau mau pergi dengan Hadi? Tanya Ismail kepada Uswa


"Hm" Jawab Uswa memalingkan wajahnya dan segera mengunci pintu rumahnya


"Ismail... Aku dan Uswa pergi dulu, ya. Lain kali kita ngobrol-ngobrol lagi" Ucap pamit Hadi kepada Ismail


"Iya" Jawab Ismail lirih


Ismail hanya fokus melihat Uswa, sedangkan Uswa tidak sedikitpun melihat ke arah Ismail. Uswa juga tidak berpamitan kepada Abang Ismail. Uswa melewati Ismail dengan begitu saja.


"Apa kau masih marah dengan ku? Tanya Ismail


Uswa tidak menjawabnya


"Apa kau marah" Teriak Ismail


Uswa tidak menjawabnya


"Uswa" Teriak Ismail dan menghentikan langkah kaki Uswa sejenak. Uswa ingin membalikan badannya dan berbicara dengan Ismail. Namu saat mendengarkan suara Hadi, Uswa mengurungkan niatnya


"Uswa cepatlah" Teriak Hadi yang sudah berada di dalam mobil terlebih dahulu


"Iya. Kak" Jawab Uswa melanjutkan langkahnya dan masuk ke dalam mobil milik Hadi


"Apa kau masih sedih dengan keadaan sekarang ini? Tanya Hadi kepada Uswa saat Uswa masuk ke dalam mobil miliknya


"Sedih kenapa? Tanya Uswa pura-pura tersenyum dan tertawa


"Sedih karena sekarang Isma sudah menikah dengan orang lain" Jawab Hadi dengan pelan-pelan


"Tidak Kak. Itu sudah rencana Allah, aku sudah mengikhlaskan Abang Ismail dengan perempuan itu" Ucap Uswa berbohong


"Kau yang sabar , iya. Secepatnya kau akan mendapatkan jodoh yang lebih baik dari pada Abang Ismail" Jawab Hadi


Bersambung... ✍️

__ADS_1


__ADS_2