
Keesokan harinya
Uswa yang sedang menyiram tanaman di kebun belakang di hampir oleh Nenek Muna.
"Kau ingin menikah dengan Zoel? Tanya Nenek Muna yang sudah berada di belakang Uswa
"Nenek" Jawab Uswa terkejut
"Jawablah. Apa kau ingin menikah dengan Zoel? Nenek Muna bertanya kembali
"Hm..." Jawab Uswa dengan menundukkan kepalanya dan tidak menjawab pertanyaan Nenek Muna
"Apa kau tidak punya mulut? Tanya Nenek Muna geram melihat Uswa yang berdiam diri saja dan menundukkan kepalanya
"Nek" Jawab Uswa lirih
"Sudah sana pergi siap-siap kita akan pergi ke salon langgananku. Aku tidak ingin melihat dirimu saat menikah nanti dengan penampilan yang sangat kucel. Apa kata orang nanti" Perintah Nenek Muna
"Ke salon" Ucap Uswa terbata-bata
"Iya. Cepat sana ganti pakaian mu! Nenek akan menunggumu di ruang tamu. Lima menit dan jangan lama-lama" Perintah Nenek Muna
"Iya, Nek. Uswa segera berlari menuju ke kamar miliknya dan berganti pakaian. Sedangkan Nenek Muna pergi menuju ke ruang tamu dan duduk di sana
Nenek Muna yang duduk di ruang tamu melihat Bu Sumi yang sedang melintas dan memanggilnya.
"Sumi. Kau kemarilah" Ucap Nenek Muna memanggilnya
"Iya. Nek" Jawab Bu Sumi segera mendekat
"Hm. Aku dan Uswa akan pergi ke luar sebentar. Tolong kau jaga rumah ini baik-baik! Dan tolong beri tahu kepada Randy untuk menyiapkan mobilnya" Perintah Nenek Muna kepada Bu Sumi
"Iya, Nek" Ucap Bu Sumi segera pergi memberi tahu kepada Randy
Uswa yang sudah siap segera turun ke lantai bawah untuk menemui Nenek Muna yang sudah menunggu dirinya.
"Apa kau tidak memiliki pakaian lain? Tanya Nenek Muna kepada Uswa melihat pakaian Uswa yang hanya itu-itu saja
"Kenapa dengan pakaian Uswa, Nek? Tanya Uswa balik tanpa menjawab pertanyaan Nenek Muna terlebih dahulu
"Kau ini tidak mengerti atau pura tidak tau" Ucap Nenek Muna
Uswa tidak menjawab pertanyaan Nenek Muna hanya mengeleng-gelengkan kepalanya saja.
"Aduh... Uswa. Sudah lah lupakan saja. Ayo, kita pergi sekarang" Ajak Nenek Muna segera berdiri dari tempat duduknya
"Iya, Nek" Jawab Uswa mengikutiku Nenek Muna di belakang
"Randy" Pangil Nenek Muna kepada Randy yang sudah berada di halaman depan rumahnya berdiri di depan mobil
"Mari, Nek. Silahkan masuk" Ucap Randy segera membukakan pintu mobilnya
"Ayo, Uswa" Ajak Nenek Muna segera masuk ke dalam mobil diikuti oleh Uswa
"Terimakasih Randy" Ucap Nenek Muna tersenyum
__ADS_1
"Iya, Nek" Jawab Randy menutup mobilnya kembali dan membalas senyuman Nenek Muna
Randy segera masuk kedalam mobil dan mulai menyalakan mesinnya.
"Kita akan pergi ke mana, Nek? Tanya Randy berbasa-basi
"Ke salon langgananku" Jawab Nenek Muna memberitahu kepada Randy
"Oh" Ucap Randy
.
.
Dari semalam Zoel yang pergi dari rumah Nenek Muna dalam keadaan marah, Ia pergi tanpa berpamitan kepada Uswa. Zoel yang masih berada di kantor duduk di kursi kebesarannya mulai menyalakan ponsel miliknya dan akan menelepon Uswa. Zoel segera memencet nomor ponsel milik Uswa. Zoel sudah menelepon Uswa, tapi sayangnya telepon tersebut tidak di angkat oleh Uswa. Zoel kembali menelepon Uswa lagi-lagi tidak tersambungkan juga. Zoel mulai merasa gelisah saat Uswa tidak menjawab telepon darinya.
"Astaga Uswa. Kenapa kau tidak mengangkat telepon ku" Ucap Zoel frustasi
"Apa jangan-jangan Nenek sudah mengusir Uswa" Ucap Zoel segera berdiri dan pergi menuju ke rumah Neneknya
Zoel berlari menuju ke luar kantor. Orang-orang yang ada di kantor terkejut melihat Zoel yang berlari dan terburu-buru.
"Zoel. Kau mau pergi ke mana? Tanya Ismail berteriak
"Aku pergi sebentar" Jawab Zoel yang masih berlari tidak melihat Ismail
"Astaga anak itu. Ada apa dengannya? Tidak seperti biasanya dia seperti itu" Ucap Ismail masuk ke dalam ruangan miliknya
Sesampainya di rumah Nenek.
"Zoel ada apa kau berteriak-teriak. Ibu sampai terkejut mendengarnya" Ucap Bu Sumi
"Bu dimana Uswa? Tanya Zoel
"Uswa pergi" Jawab Bu Sumi
"Pergi. Pergi ke mana? Tanya Zoel terkejut
"Ia pergi dengan Nenek Muna" Jawab Bu Sumi
"Astaga apa yang akan di lakukan Nenek kenapa Uswa" Ucap Zoel
"Uswa pergi dengan Nenek, Zoel. Jadi Uswa aman" Jawab Bu Sumi
"Aman apanya. Bu Sumi tau kan Nenek itu orangnya seperti apa" Ucap Zoel segera pergi dari rumah Neneknya
"Zoel mau ke mana? Tanya Bu Sumi yang tidak di dengarkan oleh Zoel
Zoel masuk ke dalam mobil miliknya dan menelepon Uswa kembali, namun lagi-lagi Uswa tidak menjawabnya. Zoel menelepon Nenek Muna dan tidak di jawab juga.
"A... Sial. Aku harus cari mereka di mana" Ucap Zoel dengan mengacak-ngacak rambut miliknya sendiri
Zoel pergi mencari Uswa tanpa tujuan. Setelah berputar-putar di jalan satu ke jalanan yang lainnya Zoel tidak menemukan Uswa. Zoel teringat oleh nama seseorang dan langsung meneleponnya
"Apa kau bersama dengan Nenek? Tanya Zoel menelepon Randy
__ADS_1
"Iya" Jawab Randy
"Apa Uswa di situ juga? Tanya Zoel
"Iya" Jawab Randy
"Kalian ada di mana? Tanya Zoel
"Kita ada di salon langganan Nenek" Jawab Randy
Zoel yang sudah mendapatkan informasi dari Randy segera mematikan teleponnya dan memutar balik menuju ke salon.
.
.
Nenek Muna dan Uswa sudah masuk ke dalam salon. Sedangkan Randy menuggu mereka di dalam mobil. Nenek Muna dan Uswa baru berjalan beberapa langkah. Nenek Muna dikejutkan oleh seseorang, Nenek Muna melihat orang itu sedang berciuman dan bermesraan di tempat umum tanpa malu. Bahkan mereka tidak menghiraukan orang yang berada di sekitarnya sedang melihat ke arah mereka.
"Oh jadi begini kelakuanmu" Ucap Nenek Muna menghampiri orang itu
"Nenek" Jawab Rihanna terkejut melihat Nenek Muna yang berada di hadapan saat ini
"Ah... Aku tidak habis berpikir kenapa mu. Ternyata apa yang selama ini Zoel katakan kepada ku itu benar dan aku melihatnya hari ini secara langsung" Ucap Nenek Muna tidak percaya dengan kelakuan Rihanna
"Rihanna bisa jelaskan, Nek" Jawab Rihanna
"Sudah aku tidak mau mendengarkan ucapan darimu. Kau tidak pantas untuk Zoel cucu kesayangan ku" Bentak Nenek Muna dan mereka jadi tontonan orang-orang yang berada di salon itu
"Aku pantas menikah dengan Zoel, Nek.Semua ini tidak seperti apa yang Nenek lihat" Ucap Rihanna membantahnya
"Stop Rihanna. Aku tidak ingin mendengarkan alasan dari mulut mu dasar perempuan jalang" Umpat Nenek Muna
"Yang perempuan jalang itu dia, Nek dan bukan aku" Ucap Rihanna menunjukkan wajah Uswa
"Plak" Sebuah tamparan keras yang mendarat di pipi mulus Rihanna sebelah kanan
"Kau tidak berhak berkata seperti itu kepada calon Istri cucuku" Ucap Nenek Muna membela Uswa
"Apa" Jawab Rihanna terkejut dan masih memegang pipinya yang masih terasa sakit
"Ada apa ini? Tanya Zoel yang baru masuk ke dalam salon itu melihat keributan tersebut
"Zoel. Nenek selama ini salah sudah menjodohkan dirimu dengan Rihanna. Nenek hari ini melihatnya sendiri kalau Rihanna kelakuannya seperti jalang" Jawab Nenek Muna melihat wajah Zoel yang baru masuk ke dalam salon itu
"Jadi Zoel tidak salah kan memilih Uswa sebagai calon istri Zoel? Tanya Zoel kepada Nenek Muna
"Tidak. Ayo, kita pergi dari tempat ini! Aku tidak ingin melihat perempuan itu" Ajak Nenek Muna kepada Zoel dan Uswa
"Iya, Nek" Ucap Zoel mengandeng tangan Neneknya dan diikuti oleh Uswa
"Zoel" Teriak Rihanna sekeras mungkin saat melihat Zoel pergi dari tempat itu
Zoel tidak lagi mempedulikan ucapan Rihanna. Zoel mengantarkan Neneknya sampai ke dalam mobil milik Neneknya. Zoel juga meminta izin kepada Neneknya untuk membawa Uswa pergi ke rumah Papa Pandu untuk meminta restu karena sebentar lagi mereka akan menikah. Nenek Muna mengizinkan Uswa pergi bersama dengan Zoel. Dan Nenek segera pulang ke rumahnya bersama Randy.
Bersambung... ✍️
__ADS_1