
Boy segera menuju ke kediaman Pak Pandu, Pak Pandu sedari tadi terjaga oleh keberadaan Zilla. Setelah mendapatkan informasi dari Boy, hati Pak Pandu merasa lega karena Zilla di temukannya.
Zilla yang berada di dalam mobil hanya bisa menangis dan tidak bisa berkata apa-apa.
"Maafkan aku yang sudah menampar pipi mu" Ucap Boy
Zilla tidak menjawab perkataan Boy, Zilla malah menangis dengan kencang.
"Apa aku salah bicara? Tanya Boy kepada teman di sebelahnya yang sedang mengemudi mobilnya
"Sepertinya tidak Bos" Jawab Teman Boy
"Kenapa Zilla tambah menangis, berisik sekali ya ampun" Ucap keluh Boy lirih
"Mungkin Zilla terharu Bos" Jawab Teman Boy
"Terharu kenapa? Tanya Boy dengan menaikan salah satu alisnya
"Terharu Bos, karena kita sudah menemukan keberadaanya" Jawab Teman Boy
"Dasar somplak. Zilla itu kabur dari Pak Pandu dan bukan pergi bermain untuk bersenang-senang" Ucap Boy
"Apa yang Bos katakan? Aku tidak mengerti? Tanya Temen Boy
"Sampai kapanpun kamu tidak akan mengerti. Kamu itu u.. A.. Sudah lah fokus menyetir saja" Jawab Boy kesal
"Bos ini bagaimana sih" Ucap Teman Boy
"Astaga. Kenapa aku harus punya teman sepertimu" Jawab Boy lirih
"Kenapa Bos? Tanya Temen Boy memastikan
"Tidak" Jawab Boy singkat
.
.
Sesampainya di kediaman Pak Pandu, Pak Pandu sudah menunggu Zilla di ruang tamu.
"Kita sudah sampai. Ayo, turunlah Zilla! Papamu pasti sudah menunggu mu dengan cemas" Ajak Boy tersenyum
__ADS_1
"Diamlan Boy. Aku tidak ingin berbicara denganmu" Jawab Zilla ketus
Zilla akhirnya turun dari mobil dan berjalan menuju ke dalam rumah. Zilla menenangkan dirinya sendiri untuk menghadapi Papa Pandu. Sampai saat ini Zilla masih ingin mempertahankan anak yang dia kandung agar tidak di gugurkan oleh Papa Pandu.
"Sabar, Nak. Pasti kamu akan baik-baik saja bersama Mama" Ucap Zilla lirih dengan mengelus perutnya yang masih rata
Zilla membuka pintu rumahnya dengan perasaan jengkel terhadap sikap Papa Pandu. Di belakang Zilla masih di ikuti oleh Boy yang berjaga-jaga agar Zilla tidak melarikan diri lagi.
"Krek" Suara pintu terbuka
"Akhirnya kamu pulang juga, Nak" Ucap Papa Pandu yang melihat Zilla masuk ke dalam rumah
Zilla tidak menjawab perkataan Papa Pandu, Zilla hanya berdiam diri saja di depan pintu
"Kemarilah, Nak. Papa sangat menghawatirkan keadaan mu" Ucap Papa Pandu merayu kepada Zilla
"Sudah lah, Pa. Papa tidak usah berekting baik saat di depan Zilla. Zilla benci dengan Papa" Jawab Zilla
"Maafkan Papa. Papa lakukan ini semua demi kebaikanmu" Ucap Papa Pandu
"Kebaikan apa yang Papa inginkan? Papa saja tidak pernah bersikap baik kepada orang lain" Jawab Zilla dengan nada tinggi
"Jaga ucapanmu Zilla. Jangan buat Papa marah dengan keadaan mu saat ini" Teriak Papa Pandu
"Kamu sudah mencoreng nama baik Papa, Zilla. Kamu tidak sadar begitu pentingnya Papa di kota ini. Papa tidak ingin nama Papa buruk di mata orang-orang karena Papa tidak pandai menjaga anak perempuan Papa" Ucap Papa Pandu
"Aku akan menjaga anak ini, Pa. Aku akan merawatnya bersama Asril" Jawab Zilla
"Apa katamu. Asril! Di mana Asril sekarang? Kalau itu anak Asril di mana tanggung jawab dia sebagai Ayah dari bayi yang kamu kandung itu. Ingat Zilla, Papa tidak akan pernah merestuimu untuk menikah dengan Asril" Ucap Papa Pandu dengan tegas menjelaskan kepada Zilla
"Aku juga tidak tau di mana keberadaan Asril saat ini, Pa? Aku sudah mencari Asril. Tapi aku tidak menemukannya, Asril menghilang begitu saja tanpa ada kabar" Ucap Zilla menangis sesenggukan
"Kamu saja tidak tau keberadaan Asril. Pasti Asri sudah mengetahui terlebih dahulu sebelum kamu tahu. Kalau dirimu sedang hamil saat ini, benar-benar licik Asril itu. Sudah berbuat dan tidak mau bertanggung jawab" Ucap Papa Pandu
"Asril tidak seperti yang Papa pikirkan. Asril akan bertanggung jawab untuk menikahi ku. Zilla mohon, Pa. Jangan menyuruh Dokter Fanya untuk mengugurkan kandungan ku ini. Zilla akan merawat dan menjaga anak ini, Pa" Ucap Zilla bertekuk lutut di hadapan Papa Pandu. Papa Pandu yang melihat Zilla bertekuk lutut di hadapan hanya bisa berpaling muka saja.
"Sebaiknya persiapkan diri mu untuk melakukan aborsi besok. Papa tidak ingin menundanya lagi" Ucap Papa Pandu tegas
"Zilla mohon, Pa. Kasihani anak Zilla" Ucap Zilla memohon dan memegang kedua kaki Papa Pandu dengan erat
"Asril tidak ada di sini, bagaimana kamu akan menjawab pertanyaan orang lain yang melihat mu mengandung tanpa suami? Tanya Papa Pandu
__ADS_1
"Zilla akan berdiam di rumah saja selama Zilla hamil" Jawab Zilla percaya diri
"Lambat laun orang-orang pasti akan mengetahuinya juga. Papa tidak ingin hidup dengan cibiran dan hinaan dari orang lain" Ucap Papa Pandu
"Zilla mohon. Turuti perkataan Zilla, Pa" Ucap Zilla memelas
"Kalau kamu masih ingin di anggap sebagai anak Papa. Papa akan menikahkan mu dengan seseorang pilihan Papa" Ucap Papa Pandu
"Menikah? dengan pilihan Papa. Apa Zilla tidak salah mendengarkannya, Pa. Zilla tidak akan pernah menikah dengan pilihan Papa. Zilla hanya akan menikah dengan Asril saja" Jawab Zilla kaget langsung berdiri menghadap ke wajah Papa Pandu penuh dengan intim
"Papa ada dua pilihan untuk Zilla. Pilihan yang pertama Zilla akan menikah dengan laki-laki pilihan Papa atau Zilla mengugurkan kandungan Zilla" Ucap Papa Pandu
"Zilla tidak akan memilih salah satu di antara dua pilihan Papa. Itu pilihan yang sangat konyol" Jawab Zilla tertawa
"Terserah kalau Zilla tidak ingin memilihnya, tinggalkan rumah ini tanpa membawa uang sepeser pun dan tinggalkan semua fasilitas yang Papa berikan selama ini untukmu" Ucap Papa Pandu berkacak pinggang
"Zilla tidak akan pernah berubah pikiran, Pa" Teriak Zilla berlari menuju ke kamarnya karena tidak sanggup lagi mendengarkan perkataan Papa Pandu
Sampai di dalam kamar Zilla membanting pintu kamar miliknya dan mengobrak-abrikkan semua peralatan makeup miliknya.
Prak... Peralatan makeup milik Zilla terjatuh
"Aku tidak butuh semua ini" Ucap Zilla
Zilla berjalan menuju lemari dan di bukanya lemari tersebut. Zilla membuang baju-bajunyaa ke sembarang arah.
"Aku tidak butuh semua ini. Tidak butu h..." Ucap Zilla terbata-bata dengan menangis-nangis sejadi-jadinya
"Tuhan ini tidak adil untuk ku" Teriak Zilla
"Tidak adil untuk ku" Ucap Zilla lirih dan menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidurnya
Bersambung... ✍️
Mohon dukungannya untuk novelku ini dengan cara vote, rate, like, and coment.
Kalau kalian tidak ingin ketinggalan novel ini tolong favorit kan novelku.
Salam sayang 🥰
#SAMA-SAMA BELAJAR#
__ADS_1
Terimakasih ❤️