Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 86 Season Uswa


__ADS_3

Dua minggu Uswa sudah tinggal bersama di rumah Zoel dan sudah terbiasa dengan keadaan di rumah Zoel. Zoel setiap malam pergi menginap di rumah Saldy dengan alasan rumahnya sedang di renovasi alasan itu di lontarkan kepada temannya agar percaya. Sebenarnya ini semua Zoel lakukan agar tidak terjadi sesuatu apapun antara dirinya dan Uswa. Zoel juga sudah memberi tahu kepada Uswa agar tidak menunggunya lagi ketika pulang malam. Saat pagi hari Zoel kembali pulang ke rumahnya untuk menganti pakaiannya. Hari ini adalah hari minggu di mana Zoel tidak pergi kerja dan hanya bersantai-santai saja di rumah.


"Tin... Tin... Tin..." Suara klakson mobil milik Zoel


Uswa yang berada di dapur mendengarkan suara klakson mobil tersebut segera menuju ke depan dan membukakan pintu rumahnya. Uswa masih berdiri di depan pintu rumahnya dan melihat kearah datangnya Zoel.


"Kenapa kau masih berdiri di situ? Tanya Zoel dengan membawa begitu banyak barang-barang di kedua tangannya


"Saja ingin melihat mu. Apa yang kau bawa itu? Tanya Uswa balik dan menunjuk barang bawaan Zoel


"Pakaian kotorku" Jawab Zoel segera masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu, Zoel meletakkan Pakaian kota itu di bawah meja


"Sini biarkan aku yang mencuci baju" Ucap Uswa menawarkan diri


"Tidak usah. Kau lakukan saja pekerjaan yang di dapur itu. Pasti kau belum menyelesaikannya kan" Jawab Zoel menyenderkan tubuhnya dan mulai memainkan ponsel miliknya


"Aku sudah selesai makan dan beberes. Jika kau ingin makan makanlah sudah ku sajikan makanannya di atas meja" Ucap Uswa yang masih berdiri di depan Zoel


"Kau bangun jam berapa? Dan kenapa semua sudah beres? Tanya Zoel melihat wajah Uswa


"Iya aku bangun seperti biasanya. Biarkan aku yang mencuci pakaian mu saja" Jawab Uswa mengambil pakaian itu di bawah meja dan langsung pergi ke belakang


"Apa tidak merepotkan mu? Tanya Zoel dengan mengikuti Uswa di belakang


"Tidak" Jawab Uswa menghentikan langkah kakinya dan membalikkan tubuhnya


"Terimakasih" Ucap Zoel tersenyum


"Sama-sama" Jawab Uswa membalas senyuman Zoel


"Kau masak apa hari ini? Tanya Zoel yang mereka sudah sampai di ruang makan


"Masak sambal ikan kembung. Kau makanlah aku mau cuci pakaian dulu" Jawab Uswa meneruskan langkah kaki menuju ke belakang


"Uswa" Pangil Zoel


"Iya" Jawab Uswa


"Nanti setelah kau selalu mencuci pakaian itu. Kau siap-siap kita akan pergi ke mall" Ucap Zoel


"Ke mall dengan ku" Jawab Uswa dengan menunjuk dirinya sendiri


"Iya" Ucap Zoel


"Kita pergi ke sana mau beli apa lagi? Persediaan barang-barang di rumah ini masih banyak? Tanya Uswa


"Adalah kita jalan-jalan saja. Apa kau tidak bosan duduk di rumah ini terus" Jawab Zoel


"Bosan juga sih" Ucap Uswa dengan sedikit tertawa


"Nah sekarang kau cepat cuci pakaian itu dan langsung siap-siap" Perintah Zoel


"Siap Bos" Ucap Uswa langsung pergi ke belakang, sedangkan Zoel masih di ruang makan untuk sarapan

__ADS_1


Setelah selesai sarapan Zoel pergi menuju ke kamar miliknya. Zoel membaringkan tubuhnya sejenak di atas kasur empuknya dengan melihat langit-langit kamar miliknya. Beberapa menit kemudian Zoel bangun dan langsung mandi untuk membersihkan tubuhnya, bersiap untuk pergi bersama Uswa.


.


.


Sampai di mall


Zoel mengajak Uswa pergi ke tempat pakaian. Zoel mulai memilih pakaian yang cocok untuk Uswa. Sedangkan Uswa masih saja mengikutiku Zoel di belakang.


"Kau pilihlah sendiri mana yang kau sukai" Ucap Zoel


"Pilih apa? Tanya Uswa yang tidak mengerti


"Ambillah pakaian yang kau suka" Perintah Zoel


"Maaf aku tidak memiliki uang" Jawab Uswa lirih


"Aku yang akan membayarnya dan kau tinggal pilih pakaian mana yang kau sukai" Ucap Zoel tersenyum


"Pakaian ku masih bagus dan tidak perlu lagi untuk membeli pakaian baru" Jawab Uswa menolaknya


"Eh... Cepatlah pilih dan ambil yang kau sukai. Aku bosan lah melihat dirimu yang memakai pakaian itu-itu saja" Ucap Zoel


"Maaf aku pergi ke kota tidak membawa pakaian yang banyak" Jawab Uswa menjelaskannya


"Sudah iya aku tidak mau mendengarkan alasanmu lagi. Cepat pilih" Perintah Zoel memelototkan kedua bola matanya


Uswa yang mendapatkan perhatian dari Zoel segera mulai melihat-lihat dan memiliki pakaian.


Tidak jauh dari arah Zoel dan Uswa ada seseorang yang sedang melihat mereka berdua. Orang tersebut menghampiri Uswa dan Zoel yang berada di toko pakaian itu.


"Hi" Sapanya dan berjalan lenggak-lenggok menuju ke arah Uswa dan Zoel


"Kau" Ucap Zoel menujuk wajah Aira


"Eh... Aira. Apa yang kau lakukan di sini? Tanya Uswa


"Kau membeli perempuan itu dengan harga berapa? Tanya Aira kepada Zoel


"Apa maksudmu berbicara seperti itu kepada ku? Tanya Zoel balik dan tidak menjawab pertanyaan Aira terlebih dahulu


"Jawablah kau beli dengan harga berapa? Tanya Aira dengan santai


"Kau itu perempuan sejenis apa e... Yang tega menjual temannya sendiri kepada laki-laki hidung belang" Jawab Zoel geram dan menunjuk ke wajah Aira


"Suka-suka aku lha. Mau jual siapa" Ucap Aira


"Plak..." Suara tamparan keras yang mendarat di pipi kanan Aira


"Aw... Sakit" Ucap Aira memegang pipinya


"Zoel" Teriak Uswa

__ADS_1


"Kau" Ucap Aira mengangkat tangan kanannya untuk menampar Uswa. Namun Zoel mencegahnya dan mendorong tubuh Aira hingga terjatuh


"Tanganmu itu tidak pantas menyentuh Uswa" Ucap Zoel marah


"Oh jadi sekarang kau sudah punya boyband Uswa" Jawab Aira segera berdiri


"Pergilah Aira dari hadapanku" Bentak Zoel


"Ternyata selera mu rendahan iya Zoel. Kau suka kepada perempuan desa yang sudah tidak perawan" Ucap Aira lantang


Uswa yang mendengarkan ucapan Aira hanya bisa menangis dan berdiri di belakang Zoel.


"Jaga bicaramu Aira. Sebelum aku melakukan hal buruk kepada dirimu" Ucap Zoel


"Kau sudah membelinya dengan harga berapa? Tanya Aira yang tidak tau malu


"Bukan urusanmu. Kau itu perempuan gila" Jawab Zoel segera membawa Uswa pergi dari tempat itu


"Woi" Teriak Aira kepada Zoel dan Uswa pergi begitu saja


"Ah... Sial. Kenapa juga perempuan itu yang mendapatkan Zoel dan kenapa tidak aku yang cantik dan seksi" Umpat Aira marah dan segera pergi dari tempat itu


Aira kembali duduk di salah satu tempat makan yang berada di mall terbesar. Aira menunggu salah seorang yang sudah memesannya dan mengajaknya berkencan buta hari ini.


"Hi Sayang" Panggil laki-laki itu dengan melambaikan tangan segera duduk di sebelah Aira


"Sayang kenapa lama sekali. Aku sudah lama menunggu mu" Ucap Aira manja dan menyenderkan kepalanya ke dada bidang laki-laki itu


"Aira" Teriak Pak Bani yang datang tiba-tiba melihat Aira duduk bermesraan dengan laki-laki lain


"Sayang kau ada di sini" Ucap Aira segera berdiri


"Jadi kau selama ini sudah selingkuh dari ku" Pak Bani menuduhnya


"Tidak sayang. Aku tidak pernah selingkuh dari mu" Jawab Aira membantahnya


"Ah... Dasar perempuan jalang tidak tau di untung. Mulai sekarang kau pergi dari rumah ku dan kembali mobil yang sudah aku berikan kepada mu" Ucap Pak Bani marah


"Sayang aku bisa jelaskan semuanya kepada mu. Laki-laki ini datang dan menggodaku" Jawab Aira berbohong dan laki-laki tersebut yang mendengarkan ucapan Aira hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya saja


"Diam aku tidak mau tau, saat ini juga kita sudah tidak ada hubungan lagi" Ucap Pak Bani langsung pergi begitu saja


"Sayang" Teriak Aira


"Kenapa semua jadi seperti ini" Ucap Aira duduk kembali dan tidak mempercayainya apa yang sudah terjadi dengan hari ini


"Sayang kita pergi, yuk" Ajak laki-laki itu dengan memegang tangan Aira


"Lepas" Bentak Aira pergi meninggalkan laki-laki itu


"Sayang mau pergi ke mana" Teriaknya


"Ah..." Ucap Aira frustasi dan mengacak-acak rambut miliknya

__ADS_1


Bersambung... ✍️


__ADS_2