
Zilla pergi meninggalkan Fiki dan juga kampus Asril. Zilla dan teman-temannya pergi menuju tempat berikutnya yaitu Cafe Mix di mana tempat itu juga termasuk tempat favorit Asril. Zilla berharap dia bisa menemukan Asril di sana. Mobil yang di kendarai Zilla sudah nampak depan Cafe Zilla dan teman-temannya turun dari mobilnya dan masuk ke dalam.
"Selamat siang Kak" Sapa Pelayan
"Iya selamat siang juga" Ucap Zilla
Zilla mengambil salah satu pelayan yang ada di Cafe tersebut di karenakan Zilla udah kenal.
"Hai Sof" Sapa Zilla
"Hai Kak Zilla. Lama Kakak tidak mampir ke sini? Tanya Sofi
"Iya aku lagi sibuk aja" Jawab Zilla
"Gitu iya Kak" Ucap Sofi
"Boleh aku bertanya Sof? Tanya Zilla
"Boleh. Soal apa" Jawab Sofi
"Apa Asril beberapa hari ini makan atau mampir ke tempat ini? Tanya Zilla
"Asril" Jawab Sofi
"Iya Asril. Aku lagi mencari dia berada di mana" Ucap Zilla
"Hm... Seperti Asril tidak ke sini sudah ada satu minggu Kak" Jawab Sofi
"Apa bener sudah satu minggu. Coba deh kamu ingat-ingat lagi, siapa tau kamu lupa. Soalnya inikan tempat favoritnya dia untuk makan" Ucap Zilla
"Tapi bener Kak. Asril tidak ke sini, coba aku tanya temannku dulu" Ucap Sofi
"Iya" Ucap Zilla dengan wajah murung
Sofi pergi ke belakang untuk memanggil teman yang lainnya agar Zilla percaya kalau Asril sudah satu minggu tidak ke Cafe.
"Lula" Pangil Sofi
"Iya Sof" Jawab Lula
"Sini deh kamu ikut aku ke depan" Ajak Sofi
"Kenapa? Tanya Lula
"Udah ikut aja tidak usah banyak bicara" Jawab Sofi
"Huff... Dia selalu saja begitu" Keluh batin Lula
Lula mengikuti langkah kaki Sofi menghampiri Zilla dan teman-temannya.
"Ini saksinya. Kamu boleh tanya-tanya juga ke dia" Ucap Sofi
"Saksi apa Sof? Tanya Lula benggong yang tidak tau apa-apa
"Hm... Itu" Jawab Sofi
"Siapa nama kamu? Tanya Zilla kepada Lula
"Nama saya Lula Kak" Jawab Lula
"Kamu tau Asril? Tanya Zilla
"Tau Kak. Dia pelanggan setia di tempat kami" Jawab Lula
"Dia pacar aku. Apa kemarin dia makan di sini? Tanya Zilla
"Maaf Kak. Asril sudah lama tidak pernah mampir dan makan ke tempat ini" Jawab Lula
"Apa benar yang kamu ucapkan itu? Tanya Zilla
"Iya benar Kak. Kalau kak tidak percaya coba tanya ke yang lainnya" Jawab Lula
__ADS_1
Zilla semakin frustasi tidak menemukan kebenaran Asril. Dia Mengacak-ngacak rambut miliknya.
"Ya sudah. Kamu boleh pergi" Ucap Zilla menyuruh Lula Pergi
"Iya Kak" Jawab Zilla
"Kamu juga pergi sana" Bentak Zilla kepada Sofi yang masih berdiri di hadapannya
"Iya Kak" Ucap Sofi dengan menundukkan kepalanya
Lula dan Sofi berjalan menuju ke belakang dengan perasaan jengkel.
"Udah di jawab masih aja gak percaya" Teriak Lula dari belakang
"Udah deh Lul. Gak usah ngegas ntar mereka dengar" Ucap Sofi
"Biyarin aja" Jawab Lula
"Dih males banget layanin orang seperti mereka-mereka sih kecantikan" Ucap Lula
"iya emang dia cantik kan" Jawab Sofi
"Kamu kenapa sih Sof? Tanya Lula
"Apa? Tanya balik Sofi
"Aku bicara kamu jawab. Aku bicara kamu jawab" Ucap Lula
"Mau kamu di anggap gila sama orang-orang marah-marah kek gitu" Jawab Sofi
"Serah kamu deh. Awas aja besok kalau ada dia kamu panggil aku lagi" Ucap Lula
"Ye... Kenapa? Tanya Sofi
"Aku malas lihat wajah mereka" Jawab Lula
"Yasudah lah lupakan. Kita sambung lagi pekerjaan kita" Ucap Sofi
.
.
"Gak usah" Jawab Zilla
"Kenapa? Tanya Mira
"Aku lapar mau makan di sini dulu" Jawab Zilla
"Palayan" Panggil Zilla
"Iya Kak mau pesan makanan dan minuman apa silahkan di lihat menu makanannya" Salah seorang pelayan memberikan buku menu kepada Zilla
"Ini aja" Zilla menunjuk ke salah satu makanan dan minuman
"Baik Kak" Ucap Pelayan dan mencatatnya
"Kalian tidak pesan makanan? Tanya Zilla kepada Mira dan Nidya
"Hm...
"Udah nanti aku yang bayarin" Ucap Zilla
"Mbak aku mau ini iya, sama ini juga, dan ini juga" Ucap Nidya menunjuk gambar makanan dan minuman yang ada di buku menu
"Baik Kak" Ucap Pelayan dan mencatatnya
"Banyak banget Nid. Kamu bisa menghabiskan semua makanan itu? Tanya Mira kepada Nidya
"Aku lapar" Ucap Nidya dengan senyum meringis
"Mbak aku ini ajah iya dan minumnya air putih saja" Ucap Mira
__ADS_1
"Baik Kak" Ucap Pelayan dan mencatatnya
"Sebentar iya Kak. Mohon di tunggu" Ucap Pelayan
"Iya" Jawab Mira
Hahaha... Nidya tertawa terbahak-bahak
"Kenapa Nid? Tanya Zilla
"Ini Zill seperti Mira hari ini puasa makan" Jawab Nidya
"Bisa aja kamu Nid ngelawak. Tapi sayang tidak lucu" Ucap Zilla
"Sokor" Sambung Mira
Mereka bertiga menyantap makanannya dengan sangat lahap. Apa lagi Nidya sepertinya dia lagi lapar sampai-sampai memesan beberapa makanan dan di habiskan begitu saja.
"Kenyang juga" Ucap Nidya
"Ok... Aku pamit pulang dulu iya. Sampai ketemu besok di kampus" Ucap Zilla
"Zill... Kamu gak antar kita pulang? Tanya Mira
"Kalian naik taxi saja" Jawab Zilla dengan pergi begitu saja meninggalkan Mira dan Nidya
"Zill... Panggil Mira dan Zilla tidak mendengarkannya
.
.
.
Sesampainya di rumah pukul 18:00
"Lelah sekali hari ini aku mencari Asril dan tidak menemukan dia. Dia berada di mana iya? Apa mungkin dia pergi ke Spanyol untuk menemui orang tuanya. Tapi ini kan belum waktunya liburan. Atau jangan-jangan terjadi sesuatu dengan orang tuanya. Atau mungkin jangan-jangan Asril di culik" Ucap Zilla yang berbicara sendiri di rumah tamu
"Tidak-tidak. Jangan sampai terjadi sesuatu dengan Asril, aku takut kehilangan dia. Apa benar dia punya pacar baru dan menganti nomor ponsel milik.
Isssh... Kenapa pikiranku kacau seperti ini" Teriak Zilla dengan sangat keras
"Kenapa Zill? Tanya Papa Pandu menghampiri Zilla
"Eh... Papa" Jawab Zilla dengan kaget
"Pikiranmu kacau kenapa? Tanya Papa Pandu
"Ini Pa. Zilla dapat tugas lagi dari Dosen mata pelajaran yang Zilla tidak sukai" Jawab Zilla berbobot
"Apa perlu Papa carikan tutor untuk kamu? Tanya Papa Pandu
"Tidak perlu Pa" Jawab Zilla
"Dari pada kamu pusing" Ucap Papa Pandu
"Zilla masih bisa kok Pa" Jawab Zilla
"Kamu dari mana saja. Jam segini baru pulang tadi pagi pamit bilang pulang sore? Tanya Papa Pandu
"Ini kan masih sore juga Pa" Jawab Zilla
"Itu coba kamu lihat jam Zill... Ini udah mau Magrib. Sebaiknya kamu mandi dan sholat" Ucap Papa Pandu
"Iya Pa. Zilla ke kamar dulu" Ucap Zilla meninggalkan Papanya yang masih berada di ruang tamu dengan perasaan lega karena tidak mendengarkan apa yang Zilla ucapkan
Bersambung... โ๏ธ
Jangan lupa berikan komentar kalian
Salam sayang paling di sayang๐๐๐
__ADS_1