Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 30


__ADS_3

Setelah kepergian Hadi dan Uswa dari rumahnya. Ismail membereskan kotak makanan dan segera mencucinya di dapur setelah itu Ismail mandi agar badanya terasa segar dan pikirannya rileks.


Di atas meja dekat kamar tidur Ismail meletakkan ponsel miliknya yang sudah dua hari ini tidak di pegangnya. Ismail melupakan segalanya untuk proses pemakaman Ibunya. Ismail kembali duduk di pinggir tempat tidurnya dengan mengeringkan rambutnya dengan handuk yang basah akibat keramas. Di lihatnya ponsel miliknya yang berada di atas meja. Ismail membuka ponsel miliknya, di sana terdapat banyak panggilan telepon dari Pak Pandu. Astagfirullah aku sudah melupakan Pak Pandu.


Bagaimana ini? Aku tidak mengabari Pak Pandu. Ini sudah hari ke empat aku berada di desa dan seharusnya sudah kembali kemarin ke kota.


"Maafkan aku Pak Pandu" Ucap Ismail lirih dan meletakkan kembali ponsel miliknya


Ismail berniatan untuk pergi ke pantai yang berada didekat rumahnya. Sekaligus menghirup udara segar dan melupakan sejenak beban dalam pikirannya.


.


.


.


Di tempat lain.


Pak Pandu berjalan mondar mandir di ruang kerjanya dengan perasaan penuh dengan tanda tanya memikirkan Ismail yang tidak kunjung kembali datang dari desa. Setiap di telponnya tidak pernah di angkat bahkan sms pun tidak di balas juga.


Di lain hal Pak Pandu juga memikirkan Zilla bertambah hari semakin bertambah usia kandungannya dengan begitu akan terlihat semakin besar perut Zilla. Sebelum Zilla mengetahui kehamilannya, Pak Pandu berniatan hari ini akan mengajak ke Dokter untuk mengugurkan kandungan Zilla. Siap tidak siap, mau tidak mau Zilla harus mengikuti kemauan Pak Pandu. Pak Pandu juga sudah menyiapkan para Bodyguardnya untuk ikut selama ke Dokter kandungan berjaga-jaga di luar agar Zilla tidak melarikan diri saat proses aborsi. Hal ini sudah di rencanakan oleh Pak Pandu dengan matang-matang. Beruntung sekali untuk saat ini tidak ada orang yang membocorkan soal kehamilan Zilla.


Pak Pandu dari kemarin juga sudah menelepon Boy untuk mencari keberadaan Ismail. Pak Pandu memastikan Ismail baik-baik saja. Setelah mendapatkan perintah khusus dari Pak Pandu. Boy menyuruh sebagian anak buanya untuk pergi ke desa tempat tinggal Ismail. Saat itu juga Pak Pandu dapat informasi dari anak buah Boy mengabarkan kalau Ibu kandung Ismail sudah tiada. Berita itu langsung sampai ke telinga Pak Pandu dan kabar lainnya lagi adalah Ismail sudah bertunangan dengan adik angkatnya sendiri yang bernama Uswa. Hal itu membuat geram hati Pak Pandu. Pak Pandu berencana untuk menjauhkan Ismail dan Uswa dengan cara apapun. Dengan begitu Pak Pandu akan berencana menikah Zilla dengan Ismail.


Pak Pandu memiliki dua pilihan untuk Zilla anaknya yang pasti Pak Pandu tidak akan pernah menikahkan Zilla dengan Asril itu sudah terbukti dengan membuang Asril ke dalam hutan yang jauh di jamah oleh orang. Pilihan yang pertama untuk Zilla adalah mengugurkan kandungan Zilla. Pilihan yang kedua untuk Zilla adalah kalau masih ingin hidup bayi itu, maka dia harus siap menikah dengan Ismail sebagai penganti Bapak dari anak tersebut. Agar Pak Pandu seumur hidupnya tidak menanggung malu dengan ulah Zilla yang sudah mencoreng nama baiknya selama ini Pak Pandu sudah pertahankan. Pilihan di antara keduanya cukup berat untuk Zilla lalukan, walau bagaimana pun juga Zilla harus memilih satu diantara dua pilihan tersebut.


Jam sudah menunjukkan pukul 15:00 Pak Pandu keluar kantor dan pulang menuju ke rumahnya. Pukul 20:00 Pak Pandu ada janji bertemu dengan Dokter Fanya untuk mengugurkan kandungan Zilla.

__ADS_1


Pak Pandu sampai di rumah langsung menuju ke kamar. Ingin segera mengistirahatkan tubuhnya yang sudah lelah seharian bekerja. Pak Pandu habis mandi dan akan menaiki tempat tidurnya di kejutkan dengan suara ketukan pintu.


Tok...


Tok...


Tok...


"Pak. Apa Bapak di dalam? Tanya Bu Ain


"Kenapa Bu Ain? Tanya balik Pak Pandu keluar dari kamar


"Maaf Pak seharian ini Zilla muntah-muntah terus dan tidak makan" Jawab Bu Ain


"Berikan Zilla obat anti mual dan vitamin" Ucap Pak Pandu


"Apa sebaiknya kita bawah saja Zilla ke rumah sakit Pak? Tanya Bu Ain


"Aku khawatir dengan keadaan Zilla, Pak. Wajahnya sangat pucat dan lemas" Ucap Bu Ain


"Sudah lah Bu Ain itu tidak tau apa-apa. Paksa Zilla makan, minum obat anti mual, dan minum juga vitaminnya nanti juga sehat lagi" Jawab Pak Pandu


"Tapi kan Pak" Ucap Bu Ain


"Tidak ada tapi-tapi ikuti saja apa perkataanku. Jangan ganggu saya, saya ingin istirahat dan satu lagi tolong bantu Zilla bersiap-siap untuk nanti malam pukul 20:00" Jawab Pak Pandu menutup pintu kamar miliknya


"Astagfirullah" Ucap Bu Ain mengelus dadanya

__ADS_1


Bu Ain kembali ke dapur membuat makanan kesukaan Zilla. Dengan begitu Zilla akan bernafsu makan pikir Bu Ain. Setelah selesai masak makanan kesukaan Zilla, Bu Ain segera kembali ke kamar milik Zilla. Di depan kamar Zilla masih ketat di jaga oleh para Bodyguardnya. Makanya itu tidak ada celah Zilla untuk kabur, bahkan niatan Bu Ain untuk mengeluarkan Zilla dari kamarnya pun dia urungkan karena takut ketahuan. Mereka tidak lengah akan tugas yang di berikan oleh Pak Pandu. Mereka juga bergantian saat jam makan dan mandi.


"Zilla... Bangunlah, Nak" Pangil Bu Ain membangunkan Zilla dari tidurnya


"Ada apa Bu? Tanya Zilla


"Makan dulu, Nak. Ibu sudah membuatkan makanan kesukaanmu coba lihatlah ini" Jawab Bu Ain menunjukka makanan yang berada di pinggir


"Zilla tidak mau makan Bu, lebih baik Bu Ain yang memakannya saja" Ucap Zilla


"Jangan begitu, Nak. Tidak baik untuk kesehatanmu kalau kamu terus-terusan tidak makan. Makan sedikit iya habis itu minum obatnya. Ibu punya kabar gembira malam ini Zilla akan di ajak pergi menemui seseorang oleh Papa Zilla" Ucap Bu Ain berbohong


"Menemui seseorang, Bu. Siapa dia? Apa orang itu Asril" Ucap Zilla seketika duduk di samping Bu Ain


"Mungkin saja" Jawab Bu Ain lagi-lagi berbohong


"Wah... Tidak sabar aku akan segera menemui Asril. Sini Bu makanannya, Zilla akan memakan makanan ini sampai habis dan tak tersisa terus aku akan meminum obatnya" Ucap Zilla bergembira


"Maafkan Ibu, Nak. Ibu sudah berbohong kepada mu" Ucap batin Bu Ain


"Bu... Bu Ain" Pangil Zilla yang membuyarkan lamunan Bu Ain


"Iya, Nak. Kenapa? Tanya Bu Ain


"Tolong iya Bu. Ambilkan gaun Zilla di dalam lemari yang Asril berikan kepada ku saat ulang tahun kemarin. Aku ingin memakai baju itu, pasti Asril akan senang melihat aku memakai baju itu" Jawab Zilla bersemangat


"Baiklah Ibu akan membantu mu untuk bersiap-siap" Ucap Bu Ain

__ADS_1


Lagi-lagi Bu Ain merasa bersalah sudah membohongi Zilla. Sebenarnya Bu Ain tidak tega melakukan ini semua kepada Zilla. Namun keadaan yang membuatnya harus berbohong kepada Zilla.


Bersambung... ✍️


__ADS_2