
Semalaman hingga pagi hari Aira melayani Pak Bani hingga tiada henti mereka mengeluarkan cairan kenikmatan hingga berulang kali. Pak Bani yang usianya sudah memasuki kepala lima. Namun dengan begitu tenaganya masih kuat soal di atas ranjang, bahkan mengalahkan lelaki yang berbadan kekar. Pak Bani merupakan orang pertama yang sudah mengambil keperawanan Aira. Pak Bani masih setia dengan layanan ranjang Aira hingga saat ini, tanpa memilih atau berganti kepada perempuan yang lainnya.
Bahkan hubungan antara Pak Bani sudah hampir dua tahun. Pak Bani tidak hanya memberikan uang untuk kebutuhan hidup Aira melainkan Pak Bani memberikan rumah yang cukup besar untuk Aira tempati saat ini. Mobil yang Aira miliar saat ini juga merupakan pemberian dari Pak Bani.
"Aku capek" Ucap Aira membaringkan tubuhnya di samping tubuh Pak Bani
"Ah..." Jawab Pak Bani segera bangkit dari tempat tidurnya
"Mau pergi ke mana? Tanya Aira yang melihat Pak Bani memunguti baju miliknya yang berserakan di bawah lantai
"Mandi. Aku sudah terlambat untuk pergi ke kantor" Jawab Pak Bani segera masuk ke dalam kamar mandi
"Hm iyalah" Ucap Aira masih bermalas-malasan di atas tempat tidurnya
Pak Bani yang sudah siap untuk pergi ke kantor segera keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi. Pak Bani melihat dirinya di depan cermin dengan merapikan pakaiannya dan juga rambut.
"Sayang" Ucap Aira memeluk Pak Bani dari belakang dan masih tidak menggunakan pakaian
"Hm" Jawab Pak Bani membalikkan tubuhnya untuk menatap wajah Aira
"Aku minta uang donk" Ucap Aira merayu manja di dada bidang Pak Bani
"Uang... Bukannya kemarin aku sudah mentransfer uang kepada mu lima puluh juta. Di mana uang itu? Tanya Pak Bani dengan ******* bibir Aira
"Uang itu sudah habis sayang untuk kebutuhan kuliahku" Jawab Aira berbohong dan nyatanya hingga saat ini Aira sudah tidak lagi kuliah. Bahkan orang tua Aira tidak mengetahuinya, meskipun tiap bulannya Ibu Aira selalu mentransfer uang untuk kebutuhan hidupnya dan kuliahnya
"Kau kemana kan uang sebanyak itu sayang" Ucap Pak Bani melihat wajah Aira
"Kemarin itu di kampus ada kegiatan sosial gitu dan aku harus memberikan sumbangan uang yang kau sudah berikan itu setengahnya" Jawab Aira berbohong
"Oh... Iya kegiatan apa? Tanya Pak Bani
"Sayang... Uang. Transfer dua puluh juta lagi iya" Jawab Aira
"Aira... Aira... Di pikiran mu itu hanya ada uang-uang, dan uang. Kau pikir aku gudang uang" Ucap Pak Bani duduk di pinggir tempat tidur
"Sayang. Kau itu Bos, kau bahkan memiliki begitu banyak usaha. Kalaupun aku hanya meminta uang dua puluh juta itu kan tidak banyak" Jawab Aira membelakangi Pak Bani
"Iya aku tau yang kau minta itu sedikit. Tapi kalau tiap hari begini bisa-bisa aku bangkrut" Ucap Pak Bani
"Iya udahlah" Jawab Aira pergi menuju ke kamar mandi
__ADS_1
"Sayang" Panggil Pak Bani mengikuti Aira yang masuk ke dalam kamar mandi
"Apa? Pergilah aku mau mandi" Ucap Aira mengusir Pak Bani
"Tunggu dulu. Jangan marah gitu, ok... Aku akan memberikan uang itu kepada dirimu dengan satu syarat" Jawab Pak Bani
"Syarat. Apa itu? Tanya Aira
"Malam ini kau harus memberikan ku perempuan yang masih perawan dengan begitu aku akan memberikan uang untuk mu" Jawab Pak Bani tersenyum
"Oh... Jadi udah bosan dengan ku sehingga kau ingin memiliki perempuan lain" Ucap Aira segera menutup pintu kamar mandi
"Bukan begitu sayang. Aku sudah bosan dengan dirimu, Ibarat motor kau itu sudah turun mesin. Sudah tidak hot lagi" Jawab Pak Bani mencegah Aira yang akan menutup pintu kamar mandi dan segera berbisik di telinga Aira
"Pergi" Teriak Aira mendorong tubuh Pak Bani
"Aku bisa saja memberikan uang yang lebih banyak lagi. Asalkan kau bisa mencari perempuan yang masih perawan untuk ku" Ucap Pak Bani tertawa terbahak-bahak dan pergi dari kamar hotel itu
"Dasar tua bangka bau tanah" Umpat Aira yang melihat Pak Bani sudah keluar kamar
Aira kembali masuk ke dalam kamar mandi segera membersihkan tubuhnya. Hari ini Aira pulang ke rumah tepat pukul satu siang.
"Tin... Tin... Tin..." Suara klakson mobil milik Aira
"Aira" Panggil Uswa tersenyum
"Iya" Ucap Aira memeluk Uswa
"Kenapa kau baru pulang? Tanya Uswa
"Tara... Ini untuk mu Uswa" Ucap Aira mengalihkan pembicaraannya
"Apa ini? Tanya Uswa
"Bukalah" Perintah Aira
"Hah... Terimakasih Aira" Ucap Uswa bersemangat
"Cepat makanlah" Perintah Aira
"Sebentar-sebentar aku akan menyiapkan nasi dan piring. Ayolah kita ke ruangan makan dan makan siang bersama- sama dengan ku" Ajak Uswa tersenyum
__ADS_1
"Iya. Ayo" Jawab Aira mengikutiku langkah kaki Uswa menuju ke ruang makan
"Dimana kau dapatkan makanan ini Aira? Tanya Uswa dengan mengambil piring
"Tadi di jalan tanpa sengaja aku melihat menu masakan ini. Rendang jengkol, makanan favoritmu sejak dulukan" Jawab Aira
"Hm" Ucap Uswa dengan mengunyah makanannya
"Apa semalam kau tidur nyenyak? Tanya Aira
"Bosan lah Aira aku harus di rumah terus. Aku ingin kerja! Oh iya di tempat kerjamu lagi membutuhkan karyawan tidak? Tanya Uswa balik tanpa menjawab pertanyaan Aira terlebih dahulu
"Tempat kerjaku" Jawab Aira dengan tersedak
"Maaf-maaf. Ini minumlah" Ucap Uswa menyodorkan segelas air putih untuk Aira
"Ada tidak lowongan pekerjaan di tempat mu? Tanya Uswa lagi-lagi
Aira tidak menjawab pertanyaan Uswa
"Aira" Pangil Uswa
Aira tidak mendengarkan Pangil Uswa
"Oh... Aira Kaisar" Pangil Uswa untuk kedua kalinya dan menepi pundak Aira
"Eh... Iya ada. Apa tadi yang kau tanya kenapa ku? Tanya Aira dengan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal
"Aku bertanya di tempat kerjamu ada lowongan pekerjaan tidak. Siapa tau membuat karyawan gitu. Kau sedang melamun iya Aira? Tanya Uswa menebaknya
"Melamun tidak lah. Iya nanti aku tanyakan kepada Bosku terlebih dahulu ada lowongan atau tidak" Jawab Aira tersenyum dan sesaat dipikirkan terlintas oleh ucapan Pak Bani yang dimana dia harus mencari perempuan yang masih perawan untuk Pak Bani.
"Ye... Malah melamun lagi. Lagi pikir apa sih? Tanya Uswa
"Ha... Tidak-tidak" Jawab Aira berbohong
"Kenapa tidak Uswa saja. Aku yakin Uswa masih perawan secara gitukan dia masih kampung dan kuno. Ok baiklah aku akan segera mengabari Pak Bani untuk mempersiapkan diri dan uang itu. Dengan begitu aku akan memberikan harga yang sangat mahal untuk Uswa. Kalaupun Pak Bani tidak menyanggupi untuk yang aku inginkan. Aku pastikan akan menjual Uswa ke laki-laki hidung belang yang lainnya. Secara Uswa kan perawan" Ucap batin Aira tertawa terbahak-bahak
"Mau ke mana? Tanya Uswa melihat Aira pergi
"Aku mau istirahat. Dan kau harus istirahat juga iya! Persiapkan diri mu untuk malam ini. Kau pasti akan mendapatkan pekerjaan" Jawab Aira segera keluar dari ruangan makan dan sedikit memincinggkan bibirnya
__ADS_1
Bersambung... ✍️