
Malaikat mencatat semua perbuatan manusia artinya: Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang telah dibisikan oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya. Yaitu ketika kedua malaikat mencatat amal perbuatannya, satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada satu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. [Qaf/50:16-18]
Pak Pandu akhirnya pulang di antar oleh Pak Tejo sedangkan Bu Ain di tugaskan untuk menemani Zilla.
Pak Pandu yang duduk di belakang pengemudi terlihat wajahnya begitu lesu dan murung.
"Yang sabar iya Pak" Ucap Pak Tejo memecah keheningan di antara mereka
"Iya Tejo" Jawab Pak Pandu
.
.
Sesampainya di rumah.
Pak Pandu duduk di ruang tamu, Ia mengambil ponsel miliknya yang berada di saku celananya dan Pak Pandu menyalakan ponsel miliknya untuk menghubungi seseorang.
"Iya aku harus melakukan sesuatu. Kau belum tau persis siapa aku sebenarnya, ini baru awal permainan meskipun aku telah gagal terlebih dahulu menjaga anakku dan kita akan bermain-main dengan senang hati akan ku jadikan kau sasaran empuk ku karena kau orang pertama yang sudah menodai anakku satu-satunya. Akan ku balas perbuatanmu itu"Ucap Pak Pandu
Pak Pandu mencoba menelepon Boy yang merupakan Bodyguard orang-orang pilihan Pak Pandu.
"Hallo" Ucap Pak Pandu
"Hallo Bos" Ucap Boy
"Kerahkan seluruh anak buah mu untuk mencari Asril dan bawah dia ke hadapan ku saat ini juga. Cari dia di seluruh Bar di kota ini" Ucap Pak Pandu
"Baik Bos. Laksanakan"Ucap Boy mengakhiri pembicaraannya
"Aku gak habis pikir apa yang ada di pikirannya Zilla. Bisa-bisanya dia kecolongan, apa yang dia inginkan dan apa yang dia banggakan dari Asril?" Batin Pak Pandu dengan bangkit dari tempat duduknya
Pak Pandu melihat galeri foto yang ada di dalam ponsel miliknya terdapat sebuah senyuman tipis dari bibir mungil Zilla. Zilla tersenyum ceria diantara foto Papa Pandu dan Mama Nilam yang sudah almarhum.
Pak Pandu yang melihat foto keluarga kecilnya nampak tersenyum bahagia tak terasa air matanya mengalir dengan begitu saja. Karena merasa terharu dengan suasananya saat ini.
"Seperti baru kemarin aku menimang dia, putri kecilku yang manis" Kata itu yang terucap dari mulut Pak Pandu
__ADS_1
Aku harus menyembunyikan kehamilan Zilla dari Zilla sendiri. Pada waktunya aku sendiri yang akan mengajak dia untuk pergi mengugurkan kandungan Zilla. Aku tidak ingin memiliki seorang cucu dari anak tengil itu. Aku pastikan akan melenyapkan Asril dari muka bumi ini dan melemparnya ke planet mars. Anak itu sepertinya tidak kapok juga sudah di hajar oleh anak buahku berulangkali. Begitu besar nyalinya untuk bersama dengan anakku.
Pak Pandu semakin di butakan oleh Asril dan sangat murka dengan melihat perilaku Asril. Pak Pandu sudah lama tidak menyukai Asri sejak Zilla membawa Asril ke rumahnya dan mengenalkannya kepada Pak Pandu. Saat untuk pertama kalinya Pak Pandu melihat Asril. Pak Pandu sudah merasakan hal negatif terhadap Asril yang di lihatnya dari cara berbicara, berpakaian, penampilannya, bahkan hal-hal kecil ketika saat bertamu ke rumahnya. Pak Pandu mencurigai Asril bahwa Asril akan berdampak buruk untuk Zilla.
Kejanggalan tersebut terbukti ketika Pak Pandu menyuruh Boy untuk mencarikan informasi tentang asal-usul Asril dan kehidupannya. Ternyata kecurigaannya benar Asril tidak pantas untuk Zilla. Saat itu juga Pak Pandu mencoba menjauhkan Zilla dari Asril. Namanya juga cinta meskipun berbagai cara sudah di lakukan Pak Pandu tetapi tidak bisa menjaukan Zilla dari Asril. Meskipun sudah berulang kali anak buah Pak Pandu menghajarnya dan pernah masuk rumah sakit juga nyata cinta Asril dan cinta Zilla tetap bersatu.
Pernah sekali Asril mencoba melamar Zilla namun Pak Pandu menolaknya di karena Asril tidak masuk ke dalam daftar calon mantu Pak Pandu. Pak Pandu menginginkan calon menantu idaman yang sholeh mampu membimbing Zilla menuju jalan Allah. Kalau soal kaya atau tidaknya Pak Pandu tidak mempermasalahkannya.
.
.
.
Malam semakin larut dan hembusan angin semakin semilir. Jalan kota nampak mulai sepi, terdapat sebuah mobil yang melintas di kendarai dengan sangat laju di dalam berisikan beberapa orang yang bertubuh kekar dan siap untuk menghajar seseorang. Iya benar itu mobil yang di kendarai oleh anak buahnya Pak Pandu yang di utuskan untuk mencari Asril.
"Ayo semua turun cari orang yang bernama Asril" Ucap salah satu Ketua geng itu
Anak buah Pak Pandu sudah mengenali Asril sejak lama jadi wajar saja mereka setiap kali dapat tugas berkaitan dengan Asril langsung tepat pada sasarannya.
Bar pertama
Lantai atas merupakan ruang yang terdapat sebuah kamar VIP bagi orang yang ingin berkencan buta.
Gubrak... Suara pintu terbuka
Aaaa... Teriakan dari para gadis yang berbeda di dalam ruangan
"Maaf sepertinya saya salah kamar" Ucap Boy salah satu anak buah Pak Pandu
"Orang ada di dalam kamar Hanya bisa mengaga mulutnya. Karena aktivitas mereka tergangu"
"Silahkan di lanjutkan" Ucap Boy
.
.
__ADS_1
Apa kalian menemukannya.
"Maaf Bos sepertinya tidak ada Asril di sini" Ucap salah seorang
"Baik kita lanjutkan ke tempat berikutnya" Ucap Boy
Malam semakin larut dan hampir seluruh Bar yang ada di kota sudah di periksa satu persatu Kini tinggal Bar yang terakhir.
"Itu Asril Bos"
Asril yang baru keluar dari bar hendak pergi ke tempat parkir untuk pergi pulang.
Asril yang mendengar teriakan itu, Ia segera masuk ke dalam mobil. Dia sadar kalau itu orang suruhan Pandu dan dia tau apa yang akan dilakukan kepadanya.
Asril menyalakan mesin mobilnya dan melewati mereka dengan begitu saja.
"Ayo kejar mobil itu" Ucap Boy
"Siap bos" Salah seorang menjawab
Terjadilah peristiwa kejar-kejaran antara mobil yang di kendarai Asril dengan mobil yang di kendarai oleh Boy.
"Aaa... Sial. Kenapa mereka masih mengikutimu" Ucap Asril dengan memukul setirnya
"Ayo. Lebih mendekat lagi" Ucap Boy dengan suara lantang
"Baik Bos" Ucap salah satu anak buah Boy
"Apa maunya Mereka. Pasti itu orang suruhan Pak Pandu" Ucap pikiran Asril
"Dasar tua bangka tidak berguna" Umpat Asril
"Masih saja ikut campur dalam urusan cintaku dengan Zilla" Ucap Asril marah
"Bisa-bisanya orang tua itu menghalangi cintaku. Apa dia pikir dia bisa mengalahkanku, lihat saja anaknya yang begitu cintanya kepada ku sampai rela mau tidur dengan ku cih..." Ucap Asril
Bersambung... โ๏ธ
__ADS_1
Jangan lupa berikan komentar kalian
Salam sayang paling di sayang๐๐๐