Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 52


__ADS_3

"Kenapa pintu rumahku terbuka? Bukannya tadi saat aku pergi sudah ku kunci? Tanya batin Ismail memarkirkan motor miliknya di depan rumah


Ismail segera mengambil barang belanjaan yang dia sudah beli di pasar. Ismail membeli kebutuhan sehari-hari, karena saat ini Ismail tidak hidup sendiri melainkan sudah hidup berdua dengan Zilla bahkan sebentar lagi akan memiliki anak.


Ismail membawa semua barang belanjaan masuk ke dalam rumah. Ismail meletakkannya di meja ruang tamu. Di lihatnya ada sebuah bercak darah yang berada di pinggir meja dan sekitar meja.


"Darah" Ucap Ismail terkejut


"Darah milik siapa ini? Atau jangan-jangan Zilla keguguran" Ucap Ismail berlari menuju ke lantai atas


Ismail ingin segera masuk ke dalam kamar miliknya untuk melihat Zilla. Namun sayangnya kamar tersebut di kunci dari dalam.


"Zilla" Panggil Ismail panik


"Zilla bukakan pintunya" Perintah Ismail


Tidak ada jawaban dari Zilla


"Zilla apa kau mendengarkan ku? Ini aku Ismail tolong buka pintunya" Ucap Ismail dengan menggedor-gedor pintu kamar miliknya


Tidak ada jawaban dari Zilla


"Zilla. Tolong minggirlah dari belakang pintu! Aku akan mendobrak pintu kamarnya! Perintah Ismail


Tidak ada jawaban dari Zilla


Tanpa ada aba-aba lagi dari Ismail, Ismail dengan segera mendobrak pintu tersebut. Saat pintu kamar terbuka dan ternyata Zilla sedang tidur pulas.


"Apa yang kamu lakukan Ismail dengan mendobrak pintu kamar? Tanya Zilla terkejut bangun dari tidurnya


"Apa kau terluka? Tanya Ismail duduk di pinggir tempat tidur


"Tidak" Jawab Zilla


"Apa kau sedang keguguran? Tanya Ismail memegang kedua lengan Zilla


"Keguguran? Aku baik-baik saja, Mail. Hanya saja tadi ada perempuan ke sini dan marah-marah" Ucap Zilla


"Perempuan. Siapa namanya? Tanya Ismail


"Entahlah aku tidak mengenalinya. Dia hanya mengaku sebagai tunanganmu dan dia menjambak-jambak rambut hingga Aku berteriak kesakitan" Jawab Zilla menjelaskan


"Apa itu Uswa? Tanya Ismail memastikan


"Entahlah. Dia perempuan yang sangat aneh dan ganas" Jawab Zilla

__ADS_1


"Apa dia memakai jilbab dan orangnya sangat cantik? Tanya Ismail


"Cantikan juga Aku" Jawab Zilla memalingkan wajahnya


"Terus darah milik siapa yang berada di dekat meja dan sekitar meja? Tanya Ismail


"Darah Uswa" Jawab Zilla santai


"Apa" Ucap Ismail terkejut


"Iya darah milik Uswa" Jawab Zilla ulang


"Apa kau sudah melukai Uswa? Tanya Ismail


"Aku tidak melukainya. Aku hanya mendorong dia saja, tapi dia terjatuh dan kepalanya terbentur di pinggir meja" Jawab Zilla lirih


"Pasti kau duluan yang sudah berbuat jahat kepada Uswa!" Ucap Ismail


"Tidak Mail" Jawab Zilla tersenyum


"Sudah-sudah pokoknya kau harus segera minta maaf kepada Uswa!" Perintah Ismail


"Tidak mau" Jawab Zilla


"Harus mau" Ucap Ismail


"Aku tidak bisa masak dan aku tidak mau masak" Jawab Zilla ketus


"Terserah kalau kau mau kelaparan ya, silahkan. Aku akan pergi ke rumah Uswa dan saat aku pulang tolong makanan sudah siap berada di atas meja makan" Ucap Ismail


"Aku tidak mau masak. Tolonglah kau saja yang masak sayang" Jawab Zilla merayu Ismail


"Tidak tergoda dengan kata sayang, sekarang kau Zilla berada di rumahku dan aku sebagai kepala keluarga. Menugaskan dirimu untuk masak, jangan membantah ucapan dari suamimu karena kata orang surga ada di telapak kaki s u a m i" Ucap Ismail mengejanh nama s u a m i


"A... Baiklah Tuan Ismail Marzuki. Saya Zilla Zulaina binti Pandu sebagai istri sah anda akan memasakkan makanan spesial buatmu" Jawab Zilla berdiri dari tempat tidurnya


"Bagus-bagus. Aku pergi dulu ke rumah Uswa" Ucap pamit Ismail


"Hm" Jawab Zilla ketus


"Tolong saat aku tidak ada di rumah kunci rumah ini dengan rapat-rapat dan jika ada orang yang tidak kau kenal jangan bukakan pintunya" Ucap Ismail mengingatkan


"Siap-siap" Jawab Zilla asal


"Mengerti tidak? Tanya Ismail

__ADS_1


"Iya, Mail" Jawab Zilla


Ismail segera pergi ke rumah Uswa untuk menjelaskan semua yang sudah terjadi dengan dirinya saat ini. Ismail hanya bisa pasrah dengan keadaan.


"Uswa" Panggil Ismail sudah berada di depan rumah Uswa


"Uswa ini Abang Mail datang" Panggil Ismail


"Kok sepi, ya. Di mana Uswa? Tanya Ismail


"Apa dia pergi ke luar" Jawab Ismail


"Uswa" Panggil Ismail lantang


Tidak ada sebuah jawaban dari dalam rumah Uswa. Hanya terdengar suara lempar sebuah benda yang terjatuh.


"Prak" Suaranya


"Uswa dengarkan penjelasan Abang Ismail terlebih dahulu" Ucap Ismail panik saat mendengarkan suara benda yang terjatuh


"Uswa" Panggil Ismail berulang kali


"Pergilah Bang. Uswa kecewa dengan Abang" Teriak Uswa dari dalam rumah


"Tolong jangan buat Abang menyesali keputusan ini seumur hidup Abang" Ucap Ismail


"Pergi" Teriak Ismail


"Abang tidak akan pernah pergi dari rumah Uswa sebelum Uswa mendengarkan penjelasan dari Abang" Ucap Ismail


"Tidak ada yang perlu di jelaskan Bang. Semua sudah jelas dan Uswa melihatnya. Abang sudah menjadi milik orang lain dan Abang memutuskan hubungan dengan ku begitu saja" Jawab Uswa menangis


"Keadaan dan ancaman yang memaksa Abang harus menikahi Zilla" Jawab Ismail menanggis


"Oh... Jadi perempuan itu Zilla namanya yang sudah merebut hati Abang dariku" Ucap Uswa tertawa


"Percayalah cintaku tulus hanya untuk mu Uswa. Zilla hanya menumpang namaku saja sebagai nama Bapak untuk anaknya nanti setelah lahir. Zilla hamil di luar nikah dengan pacarnya yang bernama Asril. Asril pergi dan tidak ada kabar, Pak Pandu sebagai Bosku menyuruh ku untuk menikah dengan anaknya yang hamil di luar nikah. Di karenakan Pak Pandu tidak menyukai Asril" Jawab Ismail menjelaskan kepada Uswa


Uswa yang mendengarkannya dari dalam rumah tidak mampu untuk berkata-kata. Uswa menanggis sesenggukan, kini harapan untuk menikah dan berumah tangga dengan Ismail hanya menjadi angan-angannya saja.


"Pergi Bang" Teriak Uswa marah


"Pak Pandu juga mengancam ku, Pak Pandu mengetahui semua seluk-beluk tentang kehidupannku bahkan Pak Pandu tidak segan-segan akan melakukan hal yang sama apa yang sudah terjadi dengan Zilla kepada mu. Aku memang bodoh dan tidak bisa menjaga diri mu. Aku tidak pantas di panggil Abang oleh mu. Sampai kapan pun cinta ku akan selalu bersamamu, percayalah" Ucap Ismail menanggis dan membenturkan kepalanya ke dinding rumah Uswa


"Sudah terlambat Bang. Abang selama ini tidak pernah menceritakan kehidupan Abang di kota" Jawab Uswa lirih

__ADS_1


"Maafkan aku" Ucap Ismail


Bersambung... ✍️


__ADS_2