Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 65


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan makan siang, Ismail segera pulang ke rumah untuk makan siang. Sampailah Ismail di depan rumahnya.


"Assalamualaikum" Ucap salam Ismail


"Waalaikumsalam" Jawab Zilla segera menghapus air matanya dan menata kembali penampilannya agar terlihat baik-baik saja saat di depan Ismail


Zilla menuruni anak tangga dengan sangat hati-hati karena masih syok dengan kedatangan Asril secara tiba-tiba. Zilla membukakan pintu rumahnya untuk Ismail.


"Aduh Zilla lama sekali sih, hanya untuk membuka pintu saja" Ucap Ismail mengeluh dan masuk ke dalam rumah


"Maaf" Jawab Zilla lirih


"Hm... iyalah" Ucap Ismail pergi menuju ke arah ruang makan tanpa melihat wajah Zilla


Ismail membuka tudung saji yang berada di atas meja. Saat di lihatnya ternyata Zilla tidak masak untuk makan siang.


"Zilla" Panggil Ismail dari ruang makan


"Iya, Bang" Jawab Zilla berlari menuju ruang makan


"Kamu tidak masak" Ucap Ismail menghela nafasnya


"Maaf, Bang. Hari Zilla tidak masak" Jawab Zilla dengan menundukkan kepalanya


"Hm... Kenapa kau menundukkan kepalamu? Tanya Ismail tidak ingin memarahi Zilla


"Tidak, Bang" Jawab Zilla


"Kau ini ya. Dari tadi cuma menjawab tidak maaf, tidak maaf. Coba angkat wajahmu" Perintah Ismail


Zilla tidak menjawab ucapan Ismail


"Zilla" Ucap Ismail mengangkat wajah Zilla


"Astaga Zilla. Kau habis menanggis iya? Tanya Ismail terkejut saat melihat wajah Zilla


"Tidak Bang. Mataku hanya terkena debu saja, saat aku membersihkan kamar Ibu" Jawab Zilla berbohong


"Kau jangan berbohong Zill. Lihatlah dirimu saat ini! Sebenarnya ada apa dengan mu? Tanya Ismail


"Aku tidak kenapa-kenapa" Jawab Zilla memalingkan wajahnya


"Baiklah kalau kau tidak mau cerita. Aku akan pergi saja" Ucap Ismail melangkahkan kakinya


"Mau pergi ke mana? Tanya Zilla menghentikan langkah Ismail


"Pergi membeli makanan. Kau kan tidak masak" Jawab Ismail tersenyum


"Bang tidak marah dengan Zilla? Tanya Zilla


"Tidak. Marah soal apa? Tanya balik Ismail tanpa menjawab pertanyaan Zilla


"Karena tidak masak" Jawab Zilla lirih


"Tidak. Kau tunggulah sebentar aku akan membeli makanan. Kau ingin makan apa hari ini? Tanya Ismail


"Nasi goreng keju" Jawab Zilla bergembira


"Baiklah. Aku pergi dulu iya" Ucap pamit Ismail


"Hm..." Jawab Zilla menganggukkan kepalanya


Setelah Ismail pergi membeli makanan, Zilla segera mandi dan membersihkan dirinya. Ismail membeli makanan di warung Bu Tia. Bu Tia yang melihat Ismail datang ke warung hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saat mendengarkan Zilla tidak masak.

__ADS_1


"Bu Mail pesan dua nasi goreng keju iya" Ucap Ismail memesan makanan


"Iya. Tunggulah Ibu akan membuatnya" Jawab Bu Tia


Sembari menunggu pesanan makanannya Ismail menelepon seseorang.


"Hallo Assalamualaikum Uswa" Ucap salam Ismail


"Waalaikumsalam Abang" Jawab salam Uswa


"Apa kau besok sibuk? Tanya Ismail langsung


"Tidak. Kenapa Bang? Tanya Uswa


"Besok datanglah ke rumah Abang. Tolong temani Zilla! Perasaan Abang tidak enak. Abang khawatir dengan Zilla, saat Abang pulang tadi Zilla seperti habis menanggis dan penampilannya tidak terlihat seperti biasanya" Jawab Ismail meminta tolong


"Apa yang terjadi dengan Zilla, Bang? Tanya Uswa


"Entahlah. Abang juga tidak mengerti. Besok tolong iya, kau datanglah ke rumah Abang pagi-pagi sekali karena Abang besok ada urusan" Jawab Ismail


"Iya Bang" Ucap Uswa


"Terimakasih" Jawab Ismail mengakhiri teleponnya


"Ismail... Oh Ismail Marzuki" Pangil Bu Tia


"Iya" Jawab Ismail mendekat ke arah Bu Tia


"Ini pesananmu sudah jadi" Ucap Bu Tia


"Berapa Bu? Tanya Ismail


"Udah semuanya lima puluh ribu" Jawab Bu Tia


"Tunggu masih ada kembalian" Jawab Bu Tia


"Kembaliannya buat Bu Tia saja" Ucap Ismail tersenyum


"Wah... Tidak-tidak" Jawab Bu Tia


"Nolak rejeki ni" Ucap Ismail


"Iya sudah kalau kau memaksanya" Jawab Bu Tia mengambil uangnya


"Gitu donk" Ucap Ismail


"Mail..." Panggil Bu Tia


"Iya Bu" Jawab Ismail melihat wajah Bu Tia


"Kamu harus sabar iya menghadapi Zilla" Ucap Bu Tia lirih


"Iya Bu. Bu... Ismail pamit dulu iya. Takut Zilla menunggu" Ucap pamit Ismail


"Oh iya-iya" Jawab Bu Tia


Bu Tia masih berdiri di tempatnya dan melihat perginya Ismail.


"Ya Allah berikanlah kebahagiaan di antara Ismail dan Zilla" Ucap batin Bu Tia memohon kepada Allah SWT


.


.

__ADS_1


Di tempat lain


"Laila" Panggil Doni


"Iya Kak" Jawab Laila menghampiri Kakaknya yang sedang duduk di depan rumah


"Di mana suamimu? Tanya Doni


"Pergi Kak" Jawab Laila lirih


"Pergi kemana? Tanya Doni


"Main Kak katanya gitu. Pas aku tanya tadi" Jawab Laila menjelaskannya


"Kau ini ya Laila. Seharusnya itu cegah Asril agar tidak keluyuran terus" Ucap Doni menyalahkan adiknya


"Maaf Kak" Jawab Laila menundukkan kepalanya


"Kakakmu ini sudah berbaik hati kepada suamimu mau memberikan pekerjaan di tempat Kakak. Eh... Malah masih juga tidak mau bekerja. Maunya apa sih itu bocah" Ucap Doni marah


"Yasudah Kak. Nanti kalau Asril datang aku akan berbicara kepadanya dari hati ke hati. Agar Asril mau bekerja di tempat Kakak" Jawab Laila


"Lihat itu. Suami macam apa, tidak ada rasa tanggung jawab terhadap istri. Luntang-lantung ke sana ke sini" Ucap Doni menujuk ke arah Asril yang baru pulang


"Udah pulang kerja, Kak? Tanya Asril memarkirkan motornya. Karena sedari tadi Kak Doni melihat ke arahnya terus


Kak Doni tidak menjawab pertanyaan Asril dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Kenapa Kakakmu? Tanya Asril kepada Laila


"Itu semua gara-gara kamu, Bang" Jawab Laila geram


"Aku kenapa? Tanya Asril yang tidak mengerti


"Udahlah Bang. Abang pergi sana cari kerjaan dan jangan pulang sebelum dapat kerja" Jawab Laila memalingkan wajahnya


"Oh... Jadi kau mengusirku Laila. Apa kau tidak takut aku akan pergi meninggalkanmu? Aku akan segera menceraikanmu dan selamat sebentar lagi kamu akan hidup menjanda" Ucap Asril berbisik di telinga Laila


"Apa kau sudah gila Asril" Umpat Laila


"Aku bisa melakukan apa saja Laila" Ucap Asril tertawa terbahak-bahak


"Asril" Teriak Laila


"Kalau kau tidak ingin terjadi perceraian di antara kita. Jadi tolong berikan peringatan kepada Kak Doni agar tidak mencampuri urusan rumah tangga kita" Ucap Doni mengancam


"Apa kau sedang mengancam ku Asril? Tanya Laila


Asril tidak menjawab pertanyaan Laila dan malah tertawa terbahak-bahak.


"Plak..." Sebuah tamparan keras yang mendarat di pipi kanan Asril


"Kau. Kau sudah berani menamparku Laila" Ucap Asril menunjuk ke Laila


"A..." Teriak Laila saat melihat Asril akan menamparnya


"Laila" Ucap Kak Astari dari dalam rumah


"Kau bisa selamat hari ini. Tapi, besok kalau kau berani menamparku lagi. Aku akan membuat perhitungan denganmu" Ucap Asril mengurungkan niatnya untuk menampar Laila


Laila berlari menuju ke dalam rumah.


Bersambung... ✍️

__ADS_1


__ADS_2