Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 76


__ADS_3

Setelah beberapa hari berada di rumah sakit akhirnya Zilla dan bayinya di perbolehkan pulang oleh Dokter. Sampai di depan rumah mereka segera turun dari dalam mobil.


"Kau turunlah sebentar" Ucap Ismail segera turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu mobilnya.


"Terimakasih" Jawab Zilla lirih


"Biyarkan aku saja yang mengendong Ziko" Perintah Ismail mengambil Ziko dari gendongan Zilla


"Hm" Ucap Zilla memberikannya


Setelah memberikan bayinya kepada Ismail, Zilla berjalan terlebih dahulu untuk masuk ke dalam rumah. Zilla masih duduk di ruang tamu sedang Ismail menidurkan bayinya di kamar mereka.


"Hi Ziko. Papa harap saat kau dewasa nanti tolong jaga Mama Zilla baik-baik iya" Ucap Ismail mencium pipi Ziko sebelah kiri


"Ih... Lucu banget sih anak Papa. Rasanya Papa tidak ingin jauh-jauh dari mu, Nak. Tapi sayang sekali Papa harus pergi dari kehidupan kalian" Ucap Ismail lirih


Zilla dari luar pintu mendengarkan semua ucap Ismail. Tanpa Zilla sadari, Zilla sudah meneteskan air matanya.


"Sejak kapan kau berdiri di situ? Tanya Ismail yang melihat Zilla berada di depan pintu kamarnya


"Aku baru saja sampai di sini" Jawab Zilla berbohong dan segera menghapus air matanya


"Masuklah jangan di depan pintu" Perintah Ismail


"Iya" Jawab Zilla duduk di meja riasnya


"Jadi kapan kau akan mengajukan perceraian kita" Ucap Ismail yang masih berada di samping Ziko


"Secepatnya aku akan mengajukannya" Jawab Zilla lirih


"Aku tidak pernah menyangka akan secepat ini kita berpisah dalam waktu tujuh bulan" Ucap Ismail


"Terimakasih untuk tujuh bulan ini kau sudah menemaniku" Jawab Zilla menahan air matanya dan memalingkan wajahnya


"Iya. Aku harap kau tetap menjaga Ziko dengan baik. Aku yakin kau akan mendapatkan lelaki yang lebih baik dari ku" Ucap Ismail dengan mencium pipi Ziko


"Terimakasih" Jawab Zilla lagi-lagi


"Kau istirahatlah. Aku akan membuatkan makanan untuk mu" Ucap Ismail tersenyum


"Aku tidak lapar. Aku akan memasak sendiri saat aku lapar" Jawab Zilla menolaknya


"Kau ini. Lihatlah dirimu, kau jalan saja masih susah" Ucap Ismail tertawa


"Iya aku bisa sendiri" Jawab Zilla asal


"Sudahlah kau jangan membantahku" Ucap Ismail


"Tring... Tring... Tring..." Suara ponsel milik Ismail


Ismail segera mengambil ponsel miliknya yang berada di saku celananya. Ismail melihat layar ponsel miliknya yang tertuliskan panggilan dari Pak Doni.


"Telepon dari siapa? Tanya Zilla dengan melihat wajah Ismail


"Pak Doni" Jawab Ismail singkat


"Kenapa kau tidak menjawabnya? Tanya Zilla dengan menaikan salah satu alisnya


"Hm" Jawab Ismail segera berbicara


.


.


"Assalamualaikum Pak Doni" Ucap salam Ismail


"Waalaikumsalam Pak Ismail" Jawab salam Pak Doni


"Ada apa Pak Doni meneleponku? Tanya Ismail langsung


"Aku menelepon Bapak sengaja ingin mengundang Pak Ismail beserta Istri Bapak untuk makan malam" Jawab Pak Doni


"Wah... Sebelum terimakasih Pak. Sudah repot-repot mengundang kami sekeluarga untuk makan malam" Ucap Ismail tertawa


"Jadi bagaimana Pak. Apa malam ini Bapak bersedia datang ke rumah habis shalat magrib? Tanya Pak Doni


"Terimakasih Pak. Kami sekeluarga dengan senang hati akan datang ke rumah Pak Doni. Assalamualaikum Pak Doni" Jawab Ismail


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatu" Ucap salam Pak Doni mengakhiri teleponnya

__ADS_1


.


.


"Apa yang Pak Doni bicara? Tanya Zilla yang ingin tau


"Pak Doni mengundang kita untuk makan malam. Apakah kau mau ikut bersamaku makan malam bersama di rumah Pak Doni? Tanya Ismail balik


"Kalau kita pergi ke rumah Pak Doni. Siapa yang akan menjaga Ziko? Kau tau sendiri kan bagaimana keadaan Ziko saat ini" Jawab Zilla


"Kau tenang saja. Aku akan menyuruh Uswa untuk menjaga Ziko. Kita makan malam hanya sebentar saja" Ucap Ismail memberikan solusinya


"Apa Uswa mau? Tanya Zilla


"Pasti mau lah. Tunggu aku akan menelepon Uswa terlebih dahulu" Jawab Ismail


"Iya terserah mu saja" Ucap Zilla


.


.


"Tring... Tring... Tring..." Suara ponsel milik Uswa


"Assalamualaikum, Abang" Ucap salam Uswa segera mengangkat teleponnya


"Waallaikumsalam Uswa. Uswa, apa Abang boleh meminta tolong kepada mu" Jawab Ismail


"Minta tolong apa? Tanya Uswa


"Tolong kau jaga Ziko sebentar. Malam ini aku dan Zilla akan pergi makan malam di rumah Pak Doni. Apa kau bisa Uswa? Tanya Ismail balik


"Iya, Bang. Aku akan menjaga Ziko" Jawab Uswa


"Pokoknya setelah shalat magrib kau langsung ke sini iya" Perintah Ismail


"Iya Bang" Jawab Uswa singkat


"Oke baiklah. Assalamualaikum" Ucap salam Ismail


"Waalaikumsalam" Jawab salam Uswa mengakhiri teleponnya


.


.


"Pergilah Zill. Aku akan menjaga Ziko" Ucap Zilla yang masih mengendong Ziko


"Aku masih ingin bersamanya" Jawab Zilla mencium pipi Ziko


"Hm" Ucap Uswa menghela nafasnya


Datanglah Ismail masuk ke dalam kamarnya yang sudah rapi dan siap pergi.


"Apa kau sudah siap? Tanya Ismail yang melihat Zilla masih mengendong Ziko


"Sebentar lagi. Aku akan menidurkan Ziko terlebih dahulu, sepertinya Ziko akan tidur cepat hari ini" Jawab Zilla tersenyum


"Pergilah Zill. Aku akan menjaga Ziko" Sambung Uswa


"Hm baiklah" Ucap Zilla menidurkan Ziko di tempat tidurnya


"Ayo" Ajak Ismail kepada Zilla


Zilla mengikutiku langkah kaki Ismail dan berada di belakang tubuhnya. Sedangkan Uswa juga berada di belakang mereka.


"Uswa jangan lupa kunci rumahnya iya. Pastikan semua pintu rumah ini tertutup" Perintah Ismail sebelum pergi


"Iya Bang" Ucap Uswa


Uswa masih berada di depan rumah Ismail melihat kepergian Ismail dan Zilla pergi. Uswa segera masuk ke dalam rumah ketika mendengarkan suara tangisan Ziko. Tanpa Uswa sadari, Uswa berlari ke lantai atas menuju ke kamar melihat Ziko. Uswa hanya menutup pintu rumahnya, tanpa menguncinya. Uswa mencoba menenangkan Ziko yang sedang menangis. Uswa bahkan mengendong Ziko dan menyanyikan lagu sholawat. Namun lagi-lagi Ziko tidak berhenti dari menanggisnya.


"Aku harus bagaimana ini Ziko tidak bisa berhenti menanggis" Ucap Uswa panik


"Ziko tenang iya sayang Papa dan Mama pergi sebentar kok. Sekarang Ibu Uswa yang akan menjaga Ziko" Ucap Uswa tersenyum


Ziko tetap menanggis,


"Ziko tunggu di sebentar iya. Ibu akan membuatkan Ziko susu di dapur" Ucap Uswa menidurkan Ziko di tempat tidurnya dan Uswa segera turun ke lantai bawah menuju ke dapur untuk membuat susu

__ADS_1


.


.


Di tempat lain,


Ismail dan Zilla di sambut hangat oleh Pak Doni. Mereka sangat bergembira dengan kedatangan Ismail dan Zilla. Mereka langsung mempersilahkan Ismail dan Zilla masuk ke dalam rumah dan menuju ke ruang makan.


"Terimakasih banyak Pak Ismail dan Bu Zilla. Kalian sudah berkenan datang ke rumah kami" Ucap Pak Doni


"Iya Pak sama-sama" Jawab Ismail tersenyum


"Masih akan ku tunjukkan di mana ruang makan kita" Ucap Pak Doni


Ismail mengikutiku langkah Pak Doni dari belakang. Sedangkan Zilla sedari tadi sibuk melihat foto-foto yang berada di rumah Pak Doni. Tanpa Zilla sadari di situ ada sebuah foto pernikahan Asril dengan Laila di atas lemari di dalam ruang makan yang terletak dengan rapi. Zilla yang mengenali wajah orang tersebut di dalam foto itu segera mendekat dan mengambilnya foto tersebut di atas lemari. Zilla menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Zilla tidak mempercayainya jika foto itu adalah Asril.


"Itu foto adik perempuan saya dan suaminya" Ucap Astari yang sedari tadi melihat Zilla memegang foto pernikahan adiknya


"Adik" Jawab Zilla terbata-bata


"Iya Adikku dan ini suaminya. Mereka sangat cocok bukan" Ucap Astari menujuk ke wajah Laila dan Asril


"Di mana mereka? Tanya Zilla lirih


"Laila masih ada di dalam kamar nanti dia akan ke sini kok. Tapi Asril entah pergi kemana dari pagi belum pulang" Jawab Astari


"Prak..." Suara foto yang di pegang Zilla jatuh


"Apa yang kau lakukan dengan foto itu Zilla? Tanya Ismail segera mendekat ke arah Zilla


"Kita harus pulang, Bang" Jawab Zilla pergi dari ruang makan


"Tunggu ada apa ini" Teriak Ismail


"Ziko dalam bahaya. Asril... Asril... Lihatlah itu foto pernikahan Asril dengan Laila. Asril berada di desa ini, mungkin saja saat ini Asril berada di rumah kita" Ucap Zilla menunjuk ke foto yang telah iya jatuhkan dan segera berlari


"Apa Asril" Jawab Ismail berlari segera menyusul Zilla


"Ada apa ini Astari? Tanya Doni kepada Istrinya


"Entahlah, Bang aku tidak mengerti" Jawab Astari menuju ke halaman depan rumahnya untuk melihat Ismail dan Zilla pergi tanpa pamit terlebih dahulu


Isma dan Zilla segera masuk ke dalam mobilnya dan pulang ke rumahnya. Di perjalanan pulang Zilla tidak berhenti berdoa untuk keselamatan anaknya.


Uswa masih berkutik di dalam dapur membuatkan susu Ziko. Uswa merebuskan air panas untuk Ziko terlebih dahulu di karenakan tidak ada air panas. Ziko yang berada di dalam kamar masih menanggis, semakin membuat Uswa kerepotan.


"Sebentar sayang. Ibu masih merebuskan air untuk mu" Ucap Uswa lirih yang masih berada di depan komputer


Uswa berjalan mondar-mandir. Saat Uswa membalikan tubuhnya sekilas Uswa melihat ada seseorang yang melintas.


"Siapa itu? Tanya Uswa terkejut


"Apa ada orang lain di rumah ini selain aku? Tanya Uswa


"Apa itu hanya perasaan ku saja" Pikir Uswa dan segera mematikan komputernya, menuangkan sedikit air panas ke dalam susu.


Setelah Uswa selesai membuat susu untuk Ziko. Ia segera pergi ke kamar untuk memberikan Ziko susunya. Saat Uswa baru menaiki anak tangga, Uswa melihat kamarnya sudah terbuka.


"Bukannya tadi aku sudah menutup kamarnya" Ucap Uswa segera berlari menuju ke kamar Ziko


"Ziko sayang" Panggil Uswa masuk ke dalam kamar


"Ziko" Teriak Uswa yang melihat Ziko tidak ada di tempat tidurnya


"Ziko kau di mana, Nak" Teriak Uswa mencari Ziko di seluruh kamar miliknya


"Astaga kau di mana, Nak. Bukan tadi Ibu meletakkan mu di tempat tidurmu kok sekarang tidak ada sih. Apa yang harus aku lakukan kepada Zilla dan Abang Ismail. Jika Ziko hilang" Ucap Uswa menanggis sesenggukan


Uswa turun ke lantai bawah untuk mencari Ziko di seluruh sudut rumah Ismail, tanpa terkecuali. Uswa semakin panik ketika mendengar suara klakson mobil milik Ismail. Uswa berlari menuju ke halaman depan rumah dalam keadaan menangis dan tidak sanggup berkata-kata.


"Uswa ada apa dengan mu? Tanya Zilla segera turun dari dalam mobilnya


"Ziko" Jawab Uswa terbata-bata


"Ada apa dengan Ziko katakan" Sambung Ismail


"Ziko tidak ada di kamarnya. Ziko di culik oleh seseorang, Bang" Ucap Uswa menanggis


"Ziko" Teriak Zilla dengan sekuat tenaganya

__ADS_1


Bersambung... ✍️


__ADS_2