
"Zilla" Panggil Ismail saat pulang kerja
"Abang sudah pulang" Ucap Uswa membuka pintu dan tersenyum
"Eh... Uswa. Iya nih! Di mana Zilla? Tanya Ismail
"Ada di dalam Bang. Masuklah" Ajak Uswa
"Hm... Iya iya ya" Jawab Ismail
"Zilla" Panggil Ismail saat masuk ke dalam rumah
Tidak ada jawaban dari Zilla
"Uswa. Abang naik ke kamar dulu iya. Kau tunggu di situ dulu" Ucap Ismail
"Iya, Bang" Jawab Uswa duduk di ruang tamu
Ismail menaiki anak tangga dan sesekali melihat ke arah Uswa yang sedang duduk di ruang tamu.
"Andai saja kau jadi Istriku. Astaga apa yang aku pikirkan" Ucap batin Ismail membuang pikiran itu jauh-jauh
Ismail melanjutkan menaiki anak tangga dan langsung masuk ke dalam kamar.
"A..." Teriak Zilla saat Ismail masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu
"Maaf-maaf aku tidak melihatnya" Ucap Ismail segera menutup matanya dengan kedua tangannya
"Keluar" Teriak Zilla
"Iya aku keluar. Makanya kalau mau ganti baju, Pintunya di kunci lha" Ucap Ismail menyalahkan Zilla
"Tidak usah banyak berbicara, Bang. Cepatlah keluar" Jawab Zilla mengusirnya
Setelah Ismail keluar dari kamar, Zilla berlari menuju pintu dan menguncinya.
"Apa Abang Ismail sudah melihatku? Tanya Zilla pada dirinya sendiri
"Astaga bagaimana kalau Abang melihatnya" Ucap Zilla menutup mulutnya dengan kedua tangannya
Zilla melihat dirinya di depan cermin. Zilla memperhatikan dirinya yang hanya memakai handuk saja dan tersenyum dengan memincinggkan bibirnya.
"Hah... Biarlah" Ucap Zilla tidak mau memikirkannya
Ismail turun ke lantai bawah untuk menemui Uswa yang masih duduk di ruang tamu.
"Ada apa Bang? Tanya Uswa saat melihat Ismail sudah berada di ruang tamu
"Biasalah Zilla. Suka teriak-teriak tidak jelas begini" Jawab Ismail berbohong
"Maaf sudah merepotkan mu. Apa tadi Zilla menyusahkan mu? Tanya Ismail
"Uswa tidak merasa di repotkan kok, Bang. Uswa malah senang kalau bisa membantu, Abang. Zilla tidak menyusahkanku, tho Zilla juga baru bangun tidur" Jawab Uswa menjelaskannya
"Apa? Baru bangun tidur" Ucap Ismail terkejut
"Iya" Jawab Uswa
"Benar-benar ya tu perempuan. Minta di guyur pakai air kalau begitu terus kelakuannya" Ucap Ismail geram
"Abang lapar tidak? Tadi Uswa sudah memasak makanan untuk Abang dan juga Zilla" Ucap Uswa tersenyum
"Iya lapar nih. Tapi tunggu Zilla turun dulu iya. Baru nanti kita makan siang sama-sama" Jawab Ismail melihat ke lantai atas
"Iya, Bang" Ucap Uswa lirih
"Bagaimana dengan usaha berjualan kue mu. Apa masih lancar? Tanya Ismail berbasa-basi
__ADS_1
"Alhamdulillah lancar, Bang" Jawab Uswa
"Lha terus bagaimana dengan hari ini. Apa ada pesan? Tanya Ismail balik
"Hari ini tidak ada pesanan, Bang. Makanya Uswa bisa ke sini saat Abang minta tolong kepada Uswa" Jawab Uswa
"Oh... Abang doakan semoga usaha Uswa lancar dan bisa buka toko kue milik Uswa sendiri" Ucap Ismail berdoa
"Amin, Bang. Kalau sampai Uswa memiliki toko kue sendiri. Terimakasih sudah di doakan" Jawab Uswa tersenyum kepada Ismail
"Ada apa ini? Kok senyum-senyum" Ucap Zilla yang sedang menuruni anak tangga melihat ke arah Uswa
"Apaan sih Zill. Datang-datang bikin orang kaget saja" Ucap Ismail melihat ke arah Zilla
"Iya ada apa? Apa yang kalian ceritakan? Apa kalian lagi membicarakan ku" Ucap Zilla menuduhnya
"Siapa yang membicarakan mu" Jawab Ismail tertawa
"Tu kan lagi ngatain aku" Ucap Zilla
"Tidak Zilla. Kau jangan berburuk sangka terhadap kita. Kita hanya membicarakan soal pekerjaan saja" Sambung Uswa menjelaskannya
"Aku tidak percaya" Jawab Zilla memalingkan wajahnya
"Udah iya sekarang aku tidak ingin berdebat. Aku sudah lapar dan sedari tadi hanya menunggumu untuk turun ke bawah. Nah, sekarang kau sudah turun. Ayo, kita makan bersama Uswa" Ajak Ismail menarik tangan Zilla
Uswa yang melihat mereka berdua hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja.
Ismail segera menarik salah satu kursi untuk Zilla duduki dan setelah itu Ismail menarik kursinya untuk duduk di sebelah Zilla.
"Uswa duduklah" Ucap Ismail yang melihat Uswa masih berdiri
"Iya, Bang" Jawab Uswa segera duduk di samping Ismail
Ismail membuka tudung saji tersebut, saat di bukanya Ismail tersenyum karena Uswa memasak makanan kesukaannya.
"Wah... Sepertinya enak sekali" Ucap Ismail sudah tidak sabar lagi untuk menyantapnya
"Diam aku tidak berbicara dengan mu" Perintah Ismail
"Aku kan punya mulut. Wajar donk kalau aku menjawabnya" Ucap Zilla
"Iya wajar kalau kau tidak berbicara seperti tadi" Jawab Ismail
"Sudah Bang. Tidak baik marah-marah di depan rejeki. Sini piring Abang" Ucap Uswa meminta piring milik Ismail yang sudah di siapkan sedari tadi di atas meja
"Ini" Jawab Ismail memberikan piring miliknya
"Segini cukup, Bang? Tanya Uswa yang mengambilkan nasi untuk Abang Ismail
"Cukup" Jawab Ismail tersenyum
"Uswa ambilkan lauknya iya, Bang. Apa Abang mau tempe goreng? Tanya Uswa
"Mau-mau. Mau yang itu juga" Jawab Ismail dengan manja dan menunjuk ke lauk yang lainnya
"Yang ini? Tanya Uswa menunjuk sayur lodeh
"Iya" Jawab Ismail
Zilla yang sedari tadi melihat perlakuan Uswa terhadap Ismail menjadi geram.
"Sebenarnya yang menjadi istri Ismail itu aku atau Uswa sih" Ucap batin Zilla marah
"Ini Bang. Silahkan dicoba. Enak tidak Bang? Tanya Uswa
"Hm... Enak-enak" Jawab Ismail
__ADS_1
"Terimakasih Abang kalau enak" Ucap Uswa tersenyum
"Aku tidak mau makan" Teriak Zilla segera berdiri dan meletakkan sendok nya begitu saja
"Kenapa? Tanya Ismail kepada Zilla
"Aku tidak nafsu makan" Jawab Zilla memalingkan wajahnya
"Duduklah Zill. Cobalah terlebih dahulu. Ini semua masakan Uswa dan masakan Uswa itu sangatlah enak" Ucap Ismail
"Pokoknya aku tidak mau makan" Teriak Zilla pergi dari ruangan makan
"Tunggu" Ucap Ismail mencegahnya
"Apa" Jawab Zilla membalikan badannya
"Duduk dan makanlah. Apa kau tidak menghargai masakan Uswa. Dia sudah capek memasak ini semua untuk kita. Biasanya kau senang kalau menu makanannya udang asam manis" Ucap Ismail
"Aku tidak menyuruhnya untuk masak! Uswa saja yang soh-soh an masak, agar mendapatkan perhatian dari mu" Jawab Zilla acuh
"Zilla. Kau seharusnya bersyukur kepada Uswa sudah memasak makanan untuk kita dan bukan malah menyalakan Uswa" Ucap Ismail membentaknya
"Bang sudah. Bang, mungkin hari ini Zilla ingin makan makanan yang lain. Jangan menyalahkan Zilla, siapa tau baby ngidam pengen makan yang lainnya" Sambung Uswa menjelaskannya kepada Ismail
"Kau diam Uswa. Jangan Ikut campur urusan rumah tangga ku dengan Ismail" Ucap Zilla lantang
"Kau berani berbicara seperti itu kepada Uswa" Jawab Ismail mendekat ke arah Zilla. Zilla segera berlari dan pergi ke kamarnya
"Bang" Ucap Uswa mencegahnya
"Aku harus memberikannya pelajaran" Jawab Ismail marah
"Jangan salahkan Zilla, Bang. Mungkin babynya tidak ingin makan udang asam manis" Ucap Uswa menjelaskannya
Ismail yang mendengarkan penjelasan Uswa, duduk kembali ke tempatnya.
"Uswa kemarilah temani Abang makan" Perintah Ismail
"Maaf Bang. Sebaiknya Uswa pulang saja" Ucap Uswa menolaknya
"Kenapa? Kalau kau pulang siapa yang akan memakan makanan ini semua? Kau ambilah rantang dan bawalah sebagian makanan ini" Perintah Ismail
"Tidak Bang. Uswa tadi sudah masak! Uswa Pamit pulang Bang. Assalamualaikum" Ucap Uswa menundukkan kepalanya dan pergi
"Uswa" Teriak Ismail yang tidak menghentikan langkah kaki Uswa
"Astaga. Kenapa jadi begini" Ucap Ismail mengusap wajahnya dengan kasar
Bersambung... βοΈ
Berikan dukungan kalian dengan cara π
Rate β 5
vote
like
komen
share
favorit
hadiah
PENGUMUMAN PEMENANG VOTE/ HADIAH MINGGU INI ADALAH othor sendiri wkwkwkπ
__ADS_1
Dengan begitu saja tutup π¨π¨π¨π¨