
Saat malam hari Aira kembali bekerja di malam hari. Aira yang keluar dari kamar mengenakkan pakai seksi berjalan mengendap-endap menuju ke luar rumah. Aira tidak mengenakan heels agar tidak terdengar suaranya, melainkan Aira menenteng heelsnya. Saat Aira hendak memegang gagang pintu terdengar suara Uswa yang memanggilnya.
"Aira" Panggil Uswa yang melihat Aira
"Hm..." Ucap Aira membalikan tubuhnya
"Kau mau pergi ke mana? Tanya Uswa mendekat ke arah Aira
"Kerja lah" Jawab Aira santai
"Coba kau lihat pakaianmu itu seksi sekali. Apa kau tidak memiliki pakaian lain yang lebih sopan dan pantas untuk kau kenakan? Tanya Uswa
"Hm... Di tempat ku tidak memperbolehkan ku untuk memakai pakaian yang tertutup. Kau tidurlah dan Jangan menungguku lagi. Aku pergi dulu iya" Jawab Aira segera keluar rumah dan masuk ke dalam mobil miliknya
Uswa masih tetap berdiri di tempatnya dengan penuh tanda tanya di pikirannya.
"Tin... Tin... Tin..." Suara klakson motor milik Aira yang membuyarkan lamunan Uswa
"Iya" Teriak Uswa dari dalam rumah dan segera mengunci pintu rumahnya
Setelah Uswa mematikan lampu ruang tamu langsung pergi menuju ke lantai atas masuk ke dalam kamarnya dan segera tidur.
.
.
POV Aira Kaisara
Di tempat lain
Suara jedag jedug, alunan musik, berkelap-kelip lampu dan bau alkohol tercium di hidung Aira iya bener Aira sudah sampai di tempat kerjanya. Aira bekerja sebagai perempuan panggilan yang melayani laki-laki hidung belang yang siap memberikan banyak uang kepada dirinya hanya dengan memberikan servis terbaiknya. Aira melakukan pekerjaan ini sudah hampir dua tahun saat itu iya kesulitan dalam keuangan.
Aira berkenalan dengan seorang perempuan yang bernama Jubaidah. Saat itu Aira sedang duduk melamun di sebuah pusat perbelanjaan. Bu Jubaidah menghampiri Aira, tanpa Aira sadari Aira sudah menceritakan kisah hidupnya yang sangat pilu. Aira kehilangan ayah tercintanya saat Aira masih memasuki awal semester perkuliahan. Aira kalang kabut dengan semua biaya hidup di kota yang semakin hari semakin mahal. Apalagi Aira kuliah di kedokteran yang menguras begitu banyak uang.
Awalnya Bu Jubaidah menawarkan sebuah pekerjaan sebagai pelayan cafe dengan paruh waktu mengingat Aira masih kuliah. Aira menerima pekerjaan tersebut dan sangat berterimakasih kepada Bu Jubaidah. Aira datang ke tempat kerja yang terlukiskan di kartu nama milik Bu Jubaidah.
"Apa benar ini tempatnya? Tanya batin Aira tidak percaya
Aira segera masuk ke dalam, saat di lihatnya begitu banyak perempuan yang berpakaian seksi dan minim sedang bergelayut di lengan para lelaki hidung belang bahkan mereka tidak malu untuk memamerkan pahanya yang putih dan mulus untuk di pandang dengan cuma-cuma.
"Astagfirullah" Ucap batin Aira
"Malam sayang" Sapa salah satu lelaki hidung belang
"Siapa kau? Aku tidak kenal dengan mu. Singkirkan tanggan mu itu" Teriak Aira gemetar dan mengibaskan tangannya
"Sombong sekali perempuan ini" Teriak lelaki hidung belang tersebut menunjuk ke wajah Aira yang membuat orang-orang di sekitarnya terkejut dan melihat ke arahnya
"Jangan sok jual mahal. Palingan juga sudah jebol gawangnya" Sambung salah seorang berteriak dan menyindirnya
Aira yang mendengarkan hinaan tersebut segera keluar dari cafe itu.
"Tunggu" Ucap seorang laki-laki dari arah belakang yang mengejar Aira
"Kau siapa. Ada apa dengan mu? Aku tidak mengenalmu? Tanya Aira menanggis sesenggukan
"Aku Toni. Aku asisten pribadi Mami Jubaidah" Jawab Toni memperkenalkan dirinya
"Oh" Ucap Aira kembali berjalan
__ADS_1
"Hei... Kau mau pergi ke mana? Bukankah kau datang ke mari untuk bekerja? Tanya Toni
"Aku tidak ingin bekerja di tempat seperti itu" Jawab Aira menghentikan langkah kakinya
"Kau jangan ambil hatilah soal ucapan laki-laki itu. Kau butuh uangkan. Ayolah masuk ke dalam dan segera bekerja" Ajak Toni
"Tidak" Ucap Aira membalikan tubuhnya untuk melihat ke arah Toni
"Iya itu terserah mu sih lagian cari kerja itu susah lho di kota seperti ini. Apalagi di tambah kamu yang masih kuliah. Mana ada orang yang mau mempekerjakan anak kuliahan" Jawab Toni segera pergi
"Tunggu" Ucap Aira
"Apa? Tanya Toni
"Aku ingin bekerja dan aku sangat membutuhkan banyak uang" Jawab Aira melangkahkan kakinya menuju ke arah Toni
"Ayo, masuklah Mami Jubaidah sudah menunggu mu di dalam" Ajak Toni tersenyum
"Mami" Ucap Aira lirih
"Iya kita memanggilnya Mami Jubaidah" Jawab Toni
Toni dan Aira masuk ke dalam cafe tersebut, Aira menundukkan wajahnyanya ketika begitu banyak laki-laki yang sedang melihatnya.
"Ayo, cepatlah berjalan. Jangan seperti siput" Umpat Toni dengan menarik lengan Aira
"Kenapa kita ke sini? Tanya Aira berhenti di depan salah satu ruangan
"Di dalam ada Mami Jubaidah. Cepat masuk ke dalam dan temui" Perintah Toni mendorong tubuh Aira masuk ke dalam ruangan itu
"Hi malam Ibu" Ucap Aira pura-pura tersenyum saat masuk ke dalam ruangan tersebut
"Iya ini Aira datang Bu dan ingin bekerja" Jawab Aira menundukkan kepalanya
"Baguslah kalau begitu. Cepatlah kau ganti pakaian dan ini pakaian untuk mu. Spesial Ibu belikan untuk mu. Kau boleh menganti pakaian mu di sana" Ucap Jubaidah menunjuk toilet yang berada di ruang tersebut
Dengan segera Aira menuju ke toilet dan menganti pakaian miliknya. Betapa terkejutnya Aira saat melihat pakaian tersebut yang di anggapnya kurang bahan itu.
"Pakaian macam apa ini" Ucap Aira dengan melihat pakaian tersebut
"Ya sudahlah aku pakai saja" Ucap Aira memakai pakaian tersebut tanpa melepaskan celana jeans panjang miliknya
Aira yang sudah memakai pakaian tersebut segera keluar dari toilet. Sedangkan bagian dadanya yang terbuka Ia tutupi dengan rambut miliknya yang terurai begitu panjang.
"Apa ini Aira" Ucap Jubaidah memelototkan kedua matanya
"Aku malu Bu" Jawab Aira lirih dengan berusaha menutupi dadanya yang montok dan besar
"Bukalah celana mu itu" Perintah Jubaidah
"Tidak Bu" Ucap Aira
"Aira" Gertak Jubaidah
"Iya-iya Bu" Jawab Aira segera berlari menuju ke toilet untuk melepaskan celana jeans panjang miliknya
"Nah gitu dong. Kan cantik kalau seperti ini" Ucap Jubaidah tersenyum puas
"Hm" Jawab Aira
__ADS_1
"Duduklah di sini. Aku akan memberikan polesan make up di wajahmu yang cantik itu" Perintah Jubaidah
Dengan segera Aira duduk di kursi tersebut, Aira yang mendapatkan riasan wajah sangat cantik tersenyum puas terlihat jelas pantulan cermin di depan.
"Berdirilah" Perintah Jubaidah dengan menurunkan sedikit bagian atas pakaian milik Aira agar terlihat belahan dadanya
"Bu" Ucap Aira mencegah tangan Jubaidah
"Toni" Teriak Jubaidah
"Iya Mami" Ucap Toni yang masih berjaga di luar segera masuk ke dalam ruangan tersebut saat mendengarkan suara Mami Jubaidah
"Kau bisa tunjukkan kamar yang tadi aku sudah katakan kepadamu" Perintah Jubaidah kepada Toni
"Kamar? Maksudnya apa ini? Tanya Aira tidak mengerti
"Cepat bawalah Toni" Perintah Jubaidah dengan memelototkan kedua matanya
"Ayo, cepat ikut denganku" Ucap Toni mencengkeram tangan milik Aira
"Aku mau di bawa ke mana? Tanya Aira memberontak
"Diamlah dan ikuti saja" Bentak Toni
"Tolong" Teriak Aira ketakutan
"Tutup mulut mu itu" Ucap Toni dengan segera membungkam mulut Aira
"Kau masuk ke dalam kamar itu dan berikan layanan yang terbaik untuk laki-laki yang ada didalam kamar itu. Pastikan dia puas malam ini, karena laki-laki itu adalah bos besar di kota ini dan sudah menjadi pelanggan tetap di sini. Masuk" Ucap Toni berbisik di telinga Aira dan mendorong tubuh Aira masuk ke kamar tersebut, sedangkan Toni masih tetap berjaga di depan kamar tersebut untuk mengantisipasi Aira akan kabur
"Deg" Seketika tubuh Aira gemetar tidak mempercayai semua ini bahwa dirinya sudah di jebak
"Malam sayang" Ucap laki-laki tersebut mendekat ke arah Aira
"Berhenti jangan mendekat" Teriak Aira ketakutan
"Jangan takut sayang kita akan bersenang-senang" Ucap laki-laki itu tersenyum dengan segera memeluk Aira
"Lepaskan" Teriak Aira mendorong laki-laki itu dan terjatuh
"Berani sekali kau mendorong ku" Ucap laki-laki itu segera bangun dan berdiri lalu menampar wajah Aira
"Dasar perempuan jalang" Ucap laki-laki tersebut dengan menarik pakaian Aira hingga lolos dari tubuhnya
"Tolong jangan lakukan ini kepada diriku" Ucap Aira menanggis
"Waw. Besar sekali, putih mulus" Ucap laki-laki itu yang masih memandang setiap intens lekuk tubuh Aira
"Jangan" Teriak Aira saat laki-laki itu mulai meremas gundukan kembar miliknya
Aira berlari menuju ke toilet, akan tetapi laki-laki tersebut lebih dahulu mencekal lengan Aira dan memepetkan tubuh Aira di salah satu sudut pojok kamar itu.
"Mau kemana kau sayang. Ayolah bersenang-senang dengan ku" Ucap laki-laki itu berbisik di telinga Aira yang seketika membuat tubuh Aira merinding
"Jangan" Ucap Aira lirih dengan menutupi bagian tubuhnya dengan tangan miliknya
"Sayang" Ucap lelaki itu lagi-lagi berbisik mesra di telinga Aira, hingga Aira terbuai dalam adegan ciuman panas yang Ia pertama kali lakukan dengan lelaki hidung belang yang seumur dengan almarhum Bapaknya
Aira yang sudah tidak memberontak mengikutiku langkah kaki laki-laki itu menuju ke atas tempat tidur dan terjadilah adegan panas di kamar tersebut. Suara desah Aira terdengar sampai di telinga Toni yang membuat adik Toni berdiri dan hendak ikut bercinta.
__ADS_1
Bersambung... ✍️