Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 93 Season Uswa


__ADS_3

Setelah mengantarkan Aira pergi ke rumah sakit dan menyelesaikan administrasi. Kini saatnya Zoel dan Uswa pergi dari rumah sakit itu. Zoel segera menanjapkan gasnya untuk menuju ke salah satu tempat yang sudah Ia persiapkan untuk Uswa.


"Kak. Kenapa kita balik ke restoran ini? Tanya Uswa dengan melihat wajah Zoel


"Iya. Aku sudah sangat lapar sekali dan tidak bisa menahannya lagi" Jawab Zoel berbohong


"Maaf sudah membuat Kak Zoel repot mengurus Aira" Ucap Uswa lirih


"Iya di maafkan kok" Jawab Zoel tersenyum


"Ayo, Kak" Ajak Uswa segera turun dari mobil


"Iya sebentar" Ucap Zoel yang mengambil sebuah kota kecil yang sedari tadi Ia simpan di dalam mobil miliknya


"Kak" Pangil Uswa saat melihat Zoel belum juga turun dari dalam mobil


"Ayo" Ajak Zoel yang sudah berada di samping Uswa dan jalan berdampingan masuk ke dalam restoran tersebut


"Selamat malam. Bapak/Ibu" Sapa seorang pelayan yang membukakan pintu restoran


"Iya selamat malam" Ucap Uswa tersenyum


"Kita duduk di sana saja" Ucap Zoel dengan menunjuk ke arah tempat yang sudah di siapkan oleh para pelayan restoran


"Kenapa tidak di sini saja? Tanya Uswa yang ingin duduk di dekat pintu


"Jangan di situ. Kita ke sana saja" Jawab Zoel segera berjalan


"Oke" Ucap Uswa mengikuti Zoel


Uswa mengikuti Zoel di belakangnya.


"Duduklah" Ucap Zoel menarik salah satu kursi


"Terimakasih" Jawab Uswa segera duduk


"Iya sama-sama" Ucap Zoel yang masih berdiri di samping Uswa


"Wah... Suara penyanyi itu merdu sekali dan tempatnya sangat romantis" Ucap Uswa menyanyi mengikuti lagu tersebut


"Kau suka dengan lagu itu? Tanya Zoel


"Iya. Lagu yang sangat romantis untuk pasangan kita" Jawab Uswa tersenyum


"Kau tunggu di sini sebentar iya" Ucap Zoel segera pergi


"Kakak mau pergi ke mana? Tanya Uswa yang tidak di dengarkan oleh Zoel


Zoel pergi naik ke atas panggung dan mengambil mikrofon. Sedangkan para pemain musik masih bernyanyi dengan sangat pelan.


"Apa yang akan di lakukan, Kak Zoel iya" Ucap Uswa yang tidak mengerti


"Hallo semuanya mohon maaf menganggu sebentar. Perkenalkan nama saya Zoel Firmansyah pasti salah satu di antara kalian sudah ada yang mengenali diriku. Aku di sini ingin mengucapkan sesuatu kepada perempuan yang duduk di sebelah sana" Ucap Zoel menujuk ke arah Uswa

__ADS_1


"Aku" Jawab Uswa menujuk diri sendiri saat semua pengunjung yang berada di restoran itu melihat wajah Uswa


"Iya perempuan itu yang memakai jilbab warna biru namanya Uswa. Aku di sini cuma ingin mengatakan. Uswa maukah kau menikah dengan ku dan menjadi Ibu dari anak-anakku" Ucap Zoel dengan membuka kotak cincin yang sedari tadi Ia pegang


"Ah... So sweet ya" Ucap salah satu pengunjung


"Apa" Jawab Uswa terkejut dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya


"Uswa sudikah kau hidup bersamaku" Ucap Zoel


"Ayo, Uswa terima saja cinta! Pak Zoel" Jawab salah seorang laki-laki berteriak dan bersorak


"Iya terima saja" Sambung yang lainnya. Bahkan ada beberapa anak muda yang sedang menyiarkan secara langsung melalui Instagram akun pribadi milliknya


"Uswa kemarilah naik ke atas panggung bersama dengan ku" Perintah Zoel kepada Uswa


Uswa dengan malu-malu segera naik ke atas panggung.


"Kak. Apa yang Kakak lakukan? Banyak orang di sini dan aku malu" Ucap Uswa lirih dan berdiri di samping Zoel


"Di depan banyak saksi orang yang melihat cinta kita berdua. Jika Uswa menerima cinta ku tolong terima cincin ini dan pakailah di jari manis mu" Ucap Zoel


Uswa semakin malu dengan ucapan Zoel. Uswa menundukkan kepalanya untuk menutupinya.


"Astaga. Cepat ambil cincin itu dan pakailah. Sebelum aku merebut Zoel dari mu" Teriak seorang Ibu-ibu


"Hu..." Jawab yang lainnya menyoraki Ibu tersebut


"Uswa. Bagaimana? Tanya Zoel


"Ah... Aku juga mau di lamar" Ucap salah seorang perempuan


Zoel dan Uswa turun dari panggung berjalan menuju ke tempat semula.


"Kak. Apa yang Kakak lakukan? Tanya Uswa lagi-lagi


"Iya aku ingin kau menjadi istriku" Jawab Zoel tersenyum


"Bagaimana dengan Nenek? Pasti Nenek tidak akan merestui hubungan kita" Ucap Uswa


"Nenek pasti merestuinya" Jawab Zoel meyakinkan Uswa


"Aku tidak pantas untukmu, Kak. Aku bukanlah wanita berpendidikan tinggi, golongan orang kaya, dan sederajat dengan Kak. Aku hanya seorang perempuan yang miskin, tidak kaya, dan tidak sederajat dengan mu" Ucap Uswa menjelaskannya


"Itu semua tidak penting bagiku. Yang terpenting adalah kau berabeda dari perempuan lain yang pernah aku kenal. Kau seperti bidadari yang di turunkan Allah untuk ku" Jawab Zoel


"Tidak, Kak. Aku hanya perempuan biasa dan bukan bidadari" Ucap Uswa lirih


"Ayo, kita pulang sekarang! Aku sudah tidak sabar lagi untuk memberi tahu Nenek kalau aku secepatnya akan menikahimu" Ajak Zoel


"Bagaimana dengan Rihanna? Bukankah Nenek ingin melihat dirimu menikah dengan Rihanna" Ucap Uswa


"Rihanna. Rihanna itu hanya temanku saja dan tidak lebih. Nenek iya emang menjodohkan ku dengan Rihanna. Tapi aku menolaknya karena aku tau persis Rihanna itu perempuan seperti apa" Jawab Zoel menjelaskannya

__ADS_1


"Kak. Aku tidak ingin mengecewakan hati, Kak. Carilah perempuan lain Kak yang lebih pantas untuk dijadikan istri" Ucap Uswa dengan melepaskan ciumannya


"Jangan di lepas" Ucap Zoel mencegahnya yang melihat Uswa akan melepaskan ciumannya


"Aku tidak bisa menjadi Istri Kakak" Jawab Uswa


"Kau sudah menerima cinta di depan banyak orang. Apa kau ingin mempermainkan ku? Aku tulus mencintaimu dan menerimamu apa adanya" Ucap Zoel


"Kak" Jawab Uswa


"Sudah lah. Kita pulang saja dan segera memberi tahu Nenek" Ucap Zoel


Mereka akhirnya pergi dari restoran itu tanpa makan malam terlebih dahulu. Di rumah Nenek Muna sudah mencemaskan mereka. Karena Zoel dan Uswa pergi dari siang hari dan belum pulang juga. Nenek Muna menunggu Zoel dan Uswa di ruang tamu.


"Tin... Tin... Tin..." Suara klakson mobil milik Zoel


"Itu pasti mereka" Ucap Nenek Muna segera pergi menuju ke luar rumah saat di lihatnya benar ternyata itu suara klakson mobil milik Zoel


Zoel yang melihat Neneknya berdiri di depan rumah segera berlari dan memeluk Neneknya dengan sangat erat.


"Apa yang kau lakukan Zoel. Nenek tidak bisa bernafas" Ucap Nenek Muna ingin lepas dari pelukan Zoel


"Akhirnya Zoel akan menikah, Nek" Ucap Zoel dengan gembira


"Menikah dengan siapa? Tanya Nenek Muna


"Dengan Uswa" Jawab Zoel tersenyum


"Apa. Kau tidak boleh menikah dengan Uswa" Ucap Nenek Muna memelototkan kedua bola matanya dan tidak percaya dengan ucapan Zoel


"Kenapa tidak boleh? Tanya Zoel merengek


"Iya karena Uswa tidak selevel dengan kita" Jawab Nenek Muna masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Zoel dan Uswa


"Pokoknya minggu depan aku harus sudah menikah dengan Uswa. Iya kan sayang" Ucap Zoel dengan mengedipkan salah satu matanya kepada Uswa


"Terserah Nenek. Yang akan menikah itu aku dan bukan Nenek" Jawab Zoel tersenyum


"Zoel apa kau sudah tidak waras. Nenek sudah menjodohkan dirimu dengan Rihanna" Ucap Nenek Muna membentak Zoel


"Apa bukti yang selama ini aku berikan kepada Nenek belum cukup. Rihanna itu kelakuannya seperti perempuan jalang, Nek" Jawab Zoel


"Zoel jaga ucapanmu. Jangan berbicara seperti itu kepada Rihanna" Ucap Nenek Muna dengan lantang


"Tapi itu kenyataan, Nek" Jawab Zoel


"Plak..." Sebuah tamparan yang sangat keras mendarat di pipi kanan Zoel


"Apa Nenek menamparku hanya karena Rihanna" Ucap Zoel segera pergi dari rumah Neneknya


"Ini semua karena dirimu Uswa" Ucap Nenek Muna dengan melihat wajah Uswa


"Maaf, Nek. Sebenarnya aku tidak ingin menikah dengan Kak Zoel" Jawab Uswa lirih

__ADS_1


"Ah..." Ucap Nenek Muna segera pergi dari hadapan Uswa


Bersambung... ✍️


__ADS_2