
"Dasar perempuan biadab" Umpat Ismail
"Sayang" Ucap Zilla lirih yang melihat Ismail sudah marah
"Bukannya Aira tinggal di kota ini untuk kuliah? Tanya Ismail
"Awalnya kuliah. Tapi setelah Aira mengenal Bu Jubaidah yang merupakan Mami dari bos club' malam itu. Jadi Aira menjajakan dirinya kepada lelaki hidung belang Dan sudah tidak kuliah lagi. Dan aku mendapatkan informasi ini dari Andi" Jawab Zoel
"Jadi Andi sudah mengetahui Aira yang seperti itu kenapa Andi tidak menasehatinya? Tanya Ismail
"Andi sudah menasehati Aira dan mengajak Aira untuk bekerja di perusahaan kita. Tapi Aira menolaknya karena gaji di kantor kita kecil dibanding dengan menjajakan dirinya kepada lelaki hidung belang" Jawab Zoel
"Di mana Aira sekarang aku akan membuat perhitungan dengannya? Tanya Ismail
"Ada di rumah sakit" Jawab Uswa lirih
"Kenapa? Tanya Papa Pandu
"Aira sakit HIV/AIDS. Iya itu karma yang harus dia terima secara dia sudah menjebak Uswa dengan menjual Uswa kepada lelaki hidung belang" Jawab Zoel
"Iya bagus kalau seperti itu berarti Aira sudah mendapatkan hukumannya" Sambung Zilla
__ADS_1
"Kenapa kalian bisa tau Aira sakit HIV/AIDS? Tanya Ismail
"Karena kita yang membawa Aira pergi ke rumah sakit. Bahkan aku yang membayar perawatannya" Jawab Zoel
"Kenapa harus kau? Tanya Ismail
Zoel diam dan tidak menjawab pertanyaan Isamail. Uswa pun begitu hanya bisa berdiam diri dan tidak menjawabnya.
"Iya sudah nanti aku akan memberitahu kepada Bu Maimunah" Ucap Ismail
"Jangan, Bang" Jawab Uswa mencegahnya
"Kenapa? Tanya Ismail
"Apa yang kau ucapkan Uswa. Biarkan lah Abang Ismail yang memberi tahu kepada Bu Maimunah. Kau tidak perlu merasa kasiha kepada mereka, setelah apa yang di lakukan Aira kepada dirimu" Sambung Zilla
"Iya bener Uswa. Apa yang sudah di katakan oleh Zilla" Ucap Papa Pandu
Malam itu juga Ismail langsung menelepon Bu Maimunah yang berada di desa.
"Zoel... Uswa... Malam ini kalian menginap di sini saja" Ucap Papa Pandu
__ADS_1
"Iya Zoel. Ini sudah larut dalam" Sambung Zilla
"Tapi aku belum mengabari Nenek Muna" Jawab Zoel
"Kau bisa meneleponnya nanti dan mengabarinya" Ucap Papa Pandu
"Benar itu. Kak Zoel apa selama ini Uswa tinggal di rumah mu? Tapi Zilla
"Awalnya sih Uswa tinggal di rumah ku. Tapi setelah Nenek Muna datang ke rumah ku secara tiba-tiba marah melihat Uswa berada di rumah ku. Dan saat itu juga Nenek Muna langsung membawa Uswa ke rumah Nenek Muna, setelah kita melakukan berdebat yang cukup panjang" Jawab Zoel tersenyum
"Nenek Muna iya begitu orangnya" Sambung Papa Pandu
"Oh... Jadi sekarang Uswa tinggal bersama dengan Nenek Muna" Ucap Zilla
"Iya seperti itu lha, Zill" Jawab Zoel
"Terimakasih Zoel kau sudah menolong Uswa. Aku akan pernah membayangkan jika Uswa tidak bertemu dengan dirimu" Ucap Ismail tersenyum kepada Zoel
"Iya, Bang" Jawab Zoel membalas senyuman Zoel
"Astaga... Aku dan Ismail di sini sudah kesana-kemari mencari Uswa yang pergi tanpa pamit kepada kita. Eh... Malah tau-taunya Uswa berada di rumah Nenek Muna" Sambung Zilla
__ADS_1
"Iya ya. Padahal kita setiap hari bertemu di kantor. Iya salah Abang Ismail juga tidak pernah menceritakan kalau punya adik secantik Uswa" Ucap Zoel dengan mengedipkan salah satu matanya kepada Uswa
Bersambung... ✍️