Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 44


__ADS_3

"Andi cepatlah kemari. Panas ini!" Teriak Zilla


"Kau kesini lah terlebih dahulu untuk meminta maaf" Jawab Andi


"Aku tidak bersalah Andi. Dia saja yang tidak benar mengendarai motornya" Teriak Zilla


"Kau yang salah Zill. Cepat meminta maaf kepadanya" Jawab Andi


"Astaga Andi kau mengerti bahasa atau tidak" Ucap batin Zilla


"Woi... Kemarilah" Ucap Andi


"Aku tidak mau" Jawab Zilla masuk ke dalam mobil


.


.


"Sudah-sudah jangan paksa dia kalau tidak mau" Ucap Hadi yang melihatnya


"Tapi itu anak kalau tidak di begitu kan, entar malah ngelunjak. Lihat saja dirimu sampai seperti ini. Aku minta maaf Hadi, tidak sengaja itu semua di karenakan perempuan sial itu" Umpat Andi


"Jangan berbicara seperti itu kepada perempuan" Jawab Hadi


"Biarlah Zilla orangnya iya seperti itu tadi. Kamu bisa lihat kan" Ucap Andi


"Oh... Jadi pacarmu namanya Zilla" Ucap Hadi


"Pacar" Jawab Andi tertawa terbahak-bahak


"Kalau bukan pacarmu terus siapa mu? Apa tujuan kalian datang ke desa Bunglon ini? Tanya Hadi


"Dia anak Bosku dan datang ke mari untuk bertemu Ismail" Jawab Andi


"Ismail dan Anak Bosmu Zilla. Ada apa dengan mereka? Tanya Hadi


"Aku juga tidak tau Hadi. Apa yang sudah terjadi dengan mereka? Tapi aku punya sebuah rahasia besar tentang Zilla" Bisik Andi kepada Hadi


"Apa itu? Tanya Hadi pelan


"Rahasia nanti aku ceritakan kalau tidak ada itu orang" Jawab Andi menujuk ke arah mobilnya


Zilla sedari tadi menunggu Andi di dalam mobil dengan cukup lama, Zilla sudah tidak sabar lagi untuk menemui Ismail. Akhirnya Zilla turun dari mobil dan berjalan menghampiri Andi dan Hadi.


"Mintalah maaf kepadanya" Ucap Andi yang melihat Zilla berjalan mendekat ke arahnya


"Kau saja lah yang meminta maaf" Jawab Zilla memalingkan wajahnya


"Astaga kau ini Zilla" Ucap Andi geram


"Kamu bisa lihat sendiri kan Andi. Kalau dia itu baik-baik saja dan tidak terluka parah" Jawab Zilla memelototkan kedua matanya


"Hm..." Ucap Andi


"Rumah Ismail masih jauh. Sampai kapan kita akan berhenti di sini? Tanya Zilla


"Zill... Duduklah dan tenanglah aku akan menelepon Ismail untuk datang ke mari" Jawab Andi


"Cepat" Ucap Zilla


"Iya. Sabar napa. Astaga aku meninggalkan ponsel milikku di dalam mobil" Jawab Andi yang tidak menemukan ponsel miliknya di saku celana dan baju


"Ambil" Ucap Zilla lantang


"Ini sebenarnya ada apa sih dengan kalian? Tanya Hadi


"Kau diamlah" Jawab Andi dan Zilla bersamaan


"Iya bener. Kamu diam saja" Ucap Zilla mengulanginya


"Hadi pinjam ponsel mu donk" Ucap Andi


"Ini" Jawab Hadi meminjamkan ponsel miliknya


"Ada pulsanya kan? Tanya Andi


"Iya ada lah" Jawab Hadi


Setelah meminjam ponsel milik Hadi, Andi segera menelepon Ismail.

__ADS_1


"Tring... Tring... Tring..." Suara ponsel milik Ismail


"Hallo" Ucap Ismail


"Ismail kau di mana? Tanya Andi


"Andi. Kenapa kamu meneleponku menggunakan ponsel milik Hadi? Tanya balik Ismail


"Cepatlah kamu kesini di pantai Bunglon. Aku, Hadi, dan Zilla sedang menunggumu" Ucap Andi


"Apa kamu bilang Zilla. Buat apa Zilla ke desa ini? Tanya Ismail


"Untuk menemui mu. Cepat datang lah atau aku akan meningkatkan Zilla di tempat ini sendiri" Jawab Andi mematikan teleponnya


"Andi..." Panggil Ismail namun sudah tidak tersambungkan


"Sial. Berani sekali dia datang ke desaku dan untuk apa dia mencari ku" Ucap Ismail geram


Ismail yang mendengar Zilla berada di pantai Bunglon, dengan segera Ismail mengambil kunci motor miliknya yang berada di atas meja kamarnya. Ismail mengeluarkan motor miliknya yang berada di garasi. Tak lupa juga Ismail menutup pintu rumahnya, serta garasi.


Ismail masih dalam keadaan sakit untuk berjalan saja masih pusing. Di karenakan Zilla, Ismail mengenyampingkan rasa sakitnya itu. Ismail mengendarai motor miliknya dengan kecepatan tinggi agar sampai di pantai Bunglon. Pikiran Ismail sudah tidak karuan.


"Apa lagi yang mereka rencanakan Ya Allah" Ucap Ismail lirih


Setelahnya sampai di pantai Bunglon ternyata benar Zilla berada di sana dengan Andi dan juga Hadi. Ismail mengusap wajahnya dengan kasar.


"Astaga drama apa lagi yang akan dia buat" Ucap batin Ismail menghampiri mereka


"Mail. Bukanya kau kemari pergi ke kota dan kenapa sekarang kau berada disini? Tanya Hadi yang melihat Ismail


"Aku sudah pulang kemarin malam" Jawab Ismail


"Apa" Ucap Hadi terkejut


"Sudah Hadi jangan banyak bertanya kepada Ismail. Sebaiknya kita pulang saja ke rumah, kau ikutlah bersamaku naik mobilku dan untuk motormu suruh lah Bapak itu untuk mengantarkannya ke rumah mu" Ucap Andi menujuk orang yang tidak jauh darinya


" Iya" Jawab Hadi


.


.


"Mail tunggu aku. Berhentilah" Teriak Zilla yang sudah tidak sanggup mengejarnya


"Kau pulang lah Zilla. Aku tidak ingin menemui mu" Ucap Ismail menghentikan larinya


"Aku ingin berbicara denganmu dan ingin menawarkan mu sesuatu. Bekerja samalah dengan ku, Mail" Jawab Zilla


"Aku tidak ingin memiliki hubungan dengan mu dan keluarga mu. Pergilah, ku mohon" Ucap Ismail memohon


"Dengarkan aku dulu" Ucap Zilla mendekati Ismail


"Apa? Tanya Ismail


"Menikahlah denganku" Jawab Zilla serius


"Aku tidak mau" Ucap Ismail


"Aku membutuhkanmu" Jawab Zilla


"Aku tidak membutuhkanmu. Aku sudah memiliki Uswa. Pergilah" Ucap Ismail mengusir


"Aku mohon menikahlah denganku, kau tidak perlu melakukan sesuatu untuk ku. Kau hanya menjadi suami ku saja saat di depan orang lain. Kau tidak harus menyentuh ku dan aku tidak akan melakukan kewajiban ku sebagai seorang Isteri. Aku hanya membutuhkanmu sampai bayiku lahir" Jawab Zilla menjelaskan


"Aku tidak mau. Berhentilah berbica aku akan mengantarmu ke rumah Hadi" Ucap Ismail frustasi dan mengacak-acak rambut miliknya


Ismail menyeret paksa Zilla dengan sangat terpaksa.


"Lepaskan tanganmu Ismail, Sakit" Teriak Zilla


"Tidak aku tidak akan melepaskanmu. Kau dan keluargamu sudah menyusahkan ku saja" Jawab Ismail


"Ismail terimalah aku" Ucap Zilla menangis


"Naiklah. Cepat naiklah, atau aku akan meninggalkanmu di tempat ini" Bentak Ismail


"Tidak mau" Ucap Zilla menangis sesenggukan


"Cepat" Bentak Ismail

__ADS_1


Dengan terpaksa Zilla menaiki motor Ismail, Zilla memeluk Ismail dari belakang dengan erat-erat.


"Lepaskan. Aku tidak bisa bernapas" Umpat Ismail


Ismail mengatakan Zilla ke rumah Hadi, setelah sampai Ismail menurunkan Zilla dengan begitu saja tanpa berpamitan kepada Zilla terlebih dahulu.


"Ismail" Teriak Zilla dan tidak menghentikan Ismail


"Zilla" Ucap Andi yang mendengarkan suara Zilla


"Kenapa dengan dirimu? Tanya Andi


Zilla tidak menjawab pertanyaan Andi dan langsung duduk di depan rumah Hadi.


"Di mana Ismail? Tanya Hadi


"Pulang" Jawab Zilla


"Andi ajaklah Zilla masuk ke dalam rumah. Beristirahat kalian, aku akan pergi ke rumah Ismail sebentar" Ucap Hadi


"Iya" Jawab Andi


.


.


Hadi segera menyusul Ismail ke rumahnya,


"Ismail... Ismail..." Panggil Hadi saat sampai di depan rumah Ismail


"Masuk tidak aku kunci pintunya" Jawab Ismail


"Apa yang terjadi dengan mu dan Zilla? Tanya Hadi langsung


"Aku tidak mengerti dengan semua ini, Aku di jebak oleh Pak Pandu" Jawab Ismail


"Pak Pandu bosmu dan Zilla itu anaknya Pak Pandu? Tanya Hadi


"iya" Jawab Ismail lirih


"Apa. Apa yang terjadi ceritakan kepadaku? Tanya Hadi


"Sebenarnya Pak Pandu memintaku untuk..." Jawab Ismail menghela nafasnya


"Memintaku untuk apa? Tanya Hadi


"Memintaku untuk menikahi anaknya yang bernama Zilla di karenakan Zilla hamil di luar nikah dan sampai saat ini pacar Zilla menghilangkan jejak. Pak Pandu juga sangat membenci Asril pacar Zilla, maka dari itu Pak Pandu memberikan ku sebuah tawaran. Kalau aku menikah dengan Zilla. Maka Pak Pandu akan memberikan setengah harta miliknya kepada ku" Jawab Ismail menjelaskannya


"Apa" Ucap Uswa lirih menjatuhkan obat dan makanan yang akan di berikan kepada Ismail. Uswa terkejut dengan penjelasan Ismail kepada Hadi. Hati Uswa teriris-iris mendengarkan semua itu. Uswa berlari pergi meninggalkan rumah Ismail tanpa mendengarkan penjelasan Ismail yang lainnya


"Uswa" Teriak Ismail yang melihat Uswa berada di depan pintu dan meninggalkannya


"Uswa. Kau belum mendengarkan semua penjelasanku" Ucap Ismail


"Hadi. Kenapa semua jadi begini? Hadi tolong aku, aku tidak ingin mengecewakan semua orang" Ucap Ismail menjatuhkan dirinya ke lantai.


"Ayo, berdirilah. Jangan seperti ini! Uswa, ya untuk Uswa nanti aku akan membantumu untuk berbicara kepadanya" Jawab Hadi membantu Ismail berdiri


"Uswa, Hadi. Uswa..." Ucap Ismail berulangkali memanggil nama Uswa


"Iya aku tau. Astagfirullah Mail badan kamu panas sekali. Apa kamu sakit? Aku akan membawamu pergi ke dokter" Ucap Hadi yang memegang lengan tangan Ismail


"Aku tidak sakit, Hadi. Aku baik-baik saja, cepatlah susul Uswa dan jelaskan kepada dia" Perintah Ismail


"Tidak. Aku akan tetap menjaga mu disini! Aku sangat menghawatirkan keadaan mu" Jawab Hadi


"Pergilah" Teriak Ismail


"Oke aku akan pergi dan menyusul Uswa. Telepon aku jika terjadi sesuatu dengan mu" Ucap Hadi


"Hm" Jawabnya


"Kau itu sangat keras kepala" Ucap batin Hadi


Hadi meninggalkan rumah Ismail dan pergi menyusul Uswa yang entah di mana keberadaannya saat ini.


Bersambung... ✍️


#SELAMAT HARI MINGGU πŸ’‹#

__ADS_1


Salam sayang paling di sayang πŸ˜‚


__ADS_2