
Malam hari
Zilla tidak bisa memejamkan matanya, dia terus saja teringat akan Asril pacarnya. Asril... Asril... dan Asril yang ada di pikirannya. Zilla membaringkan tubuhnya dengan melentangkan kedua tangannya dan mata Zilla melihat ke atas langit-langit atap kamarnya.
"Apa yang sudah terjadi dengan mu Asril? Tanya Batin Zilla
"Aku sangat merindukanmu" Ucap Zilla dalam hati
Jam sudah menunjukkan pukul 23:00 malam Zilla ingin tidur tapi matanya tidak bisa di pejamkan dan pikiran masih tertuju kepada Asril. Zilla bangun dan duduk di tepi ranjang tempat tidur dan mulai mengutak-atik ponsel miliknya.
"Aaaa" Teriak Zilla dengan frustasi Mengacak-ngacak rambut miliknya
Zilla beranjak dari tempatnya tidurnya dan pergi mengambil tas dan dompet miliknya. Dia berniat akan pergi ke Bar. Zilla keluar kamar dengan langkah kaki yang mengendap-endap supaya tidak terdengar oleh Papa.
"Zilla mengambil kunci mobil yang berada di laci meja kerja Pak Pandu. Hah... Ternyata Papa tidak memindahkan kunci mobilnya, tidak masalah jika aku memakai mobil Papa lagian kunci mobilku pasti sudah di sembunyikan oleh Papa" Batin Zilla
"Zilla tak lupa juga menjinjing sepatu agar tidak terdengar suara langkah kakinya. Saat berhasil lolos keluar rumah dia merasa lega dan saatnya kini pergi ke Bar" Zilla tersenyum dengan puas
Brem... Suara mobil
Hari sudah malam jalanan pun sudah sangat sepi sehingga tidak ada kendaraan lain yang berlalu lalang. Zilla mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi tanpa memedulikan keselamatannya.
"Berikan aku satu botol minuman" Ucap Zilla
"Ini nona" Terimakasih
Zilla mulai menegak minuman, Zilla menghabiskan beberapa botol minuman dan nampak sudah mabuk berat.
.
.
.
Di tempat lain
Pak Pandu terbangun dari tidurnya karena bunyi ponsel.
"Hallo Bos" Ucap Zoel
"Iya hallo" Jawab Pak Pandu
"Hallo ada apa fail yang Bos minta sudah saya kirim lewat email" Ucap Zoel
"Iya" Jawab Pak Pandu dengan singkat dan mematikan ponsel miliknya
Pak Pandu yang merasa haus ingin minum, Pak Pandu mengambil air yang berada di dekat meja kamar miliknya. Saat air itu hendaknya di tuangkanya ternyata airnya habis. Pak Pandu turun ke bawah untuk mengambil air di dapur. Tanpa Pak Pandu sadari saat melintas ke dapur ternyata pintu ruangan kerja Pak Pandu terbuka.
Pak Pandu mengambil air dari dalam kulkas dan meminumnya. Setelah minum Dia langsung kembali ke kamarnya. Sekilas Pak Pandu teringat akan telepon Zoel yang sudah mengirim email, Pak Pandu ingin melihatnya dan menuju ruang kerjanya.
"Siapa yang ada di ruang kerjaku? Kenapa pintunya terbuka? Tanya batin Pak Pandu
"Apa aku lupa menutupnya" Jawab batin Pak Pandu
Saat Pak Pandu masuk ke dalam ruangan kerjanya ternya tidak ada siapa-siapa. Pak Pandu melihat sekitar ternyata barang yang ada di ruang kerjanya tidak berantakan dan letaknya masih di tempat semula.
"Kalau ada maling. Kenapa barang-barang milik ku masih rapi? Siapa yang sudah masuk ke dalam sini? Tanya batin Pak Pandu
Pak Pandu yang merasa binggung dan penasaran akhirnya memutuskan untuk melihat rekaman Cctv. Saat rekaman di buka ternyata Zilla yang masuk ke ruangan kerja milik Pak Pandu.
"Zilla..." Ucap Pak Pandu
Terlihat jelas Zilla mengambil kunci mobil miliknya yang berada di laci. Pak Pandu yang di buat terkejut oleh Zilla langsung membuka laci miliknya di situ terdapat kunci beberapa mobil miliknya dan salah satunya kunci mobilnya tidak ada di tempatnya.
__ADS_1
"Aaaa sial lagi-lagi anak itu bikin masalah" Teriak Pak Pandu
Pak Pandu menghubungi Ismail.
"Hallo Ismail" Ucap Pak Pandu
"Iya Hallo Pak" Jawab Ismail
"Apa kamu bersama Zilla? Tanya Pak Pandu
"Maaf Pak saya tidak bersama Zilla? Ada apa dengan Zilla? Tanya balik Ismail
"Zilla tidak ada di rumah" Jawab Pak Pandu
"Zilla pergi kemana Pak malam-malam begini? Tanya Ismail
"Kebiasaan buruknya Zilla pasti pergi ke Bar" Jawab Pak Pandu
"Baik Pak. Saya akan mencoba mencari Zilla" Ucap Ismail
"Iya" Jawab Pak Pandu mematikan teleponnya
Saat itu juga Ismail membangunkan Andi dari tidurnya.
"Andi... Andi... Ismail membangunkan Andi yang sedang tidur.
"Kenapa bangunkan aku. Ini masih malam jangan ganggu aku Ismail" Ucap Andi
"Aku pinjam mobilmu di mana kamu menyimpan kunci mobilmu? Tanya Ismail
"Di atas meja itu" Jawab Andi
"Oh...
"Mau mencari Zilla" Jawab Ismail
"Ha... Teriak Andi kaget dengan melototkan kedua matanya
Ismail merasa kaget dengan teriak Andi, Ia sampai lompat dan kejedot pintu saat ingin keluar kamar
"Kenapa? Tanya Ismail
"Bukan drama baru lagi kalau Zilla keluar malam pasti iya mabuk terus bersenang-senang berhubungan **** dengan pacarnya. Jadi kamu jangan kaget saat mendobrak pintu nanti" Jawab Andi dengan santai
"Apa kamu pernah melihat saat Zilla dan pacarnya berhubungan ****? Tanya Ismail
"Iya tidak lah" Jawab Andi dengan tertawa terbahak-bahak
"Dasar Aneh" Ucap Ismail pergi meninggalkan Andi
Pak Pandu melihat arah jarum jam, sudah 30 menit Ismail tidak menelepon.
"Apa Ismail belum menemukan Zilla? Tanya batin Pak Pandu
Menunggu Ismail hanya membuang waktuku saja. Sebaiknya aku menelepon Boy saja.
"Hallo Boy" Ucap Pak Pandu
"Iya Hallo Bos" Jawab Boy
"Cari Zill dan seret dia pulang sekarang juga! Perintah Pak Pandu kepada Boy
"Laksanakan" Ucap Boy
__ADS_1
Boy yang mendapat perintah dari Pak Pandu langsung menuju ke Bar yang biasa Zilla kunjungi dan ternyata benar Zill berada di sana. Ia melihat Zilla dengan seorang laki-laki yang berada di sampingnya.
Boy melangkahkan kakinya menuju ke arah Zilla.
"Siapa kamu? Tanya Bos
"Saya Ismail" Jawab Ismail
Boy yang mendengarkan nama Ismail meresa lega. Ia tadinya beranggapan kalau Ismail orang lain yang mencoba menggoda Zilla.
"Kau boleh pulang. Biyarkan aku saja yang mengantarkan dia pulang" Ucap Boy
"Tapi aku di suruh Pak Pandu membawa Zilla pulang ke rumah" Jawab Ismail
"Aku orang kepercayaan Pak Pandu" Ucap Boy
"Baiklah aku akan pulang" Jawab Ismail dengan nada pelan
Ismail masih berdiri melihat Zilla dan Boy.
"Ayo kita pulang! Ajak Boy kepada Zilla
"Aku tidak mau pulang. Aku mau di sini menunggu Asril" Teriak Zilla
"Papa kamu sudah menunggu kamu di rumah" Ucap Boy mencengkeram tangan Zilla dan mengajaknya pulang
"Tidak mau pulang" Ucap Zilla memberontak mencoba melepaskan tangannya dari cengkeraman Boy
Ismail yang melihat Boy dan Zilla tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa melihat saja dan tanpa berbicara sepatah kata apa pun.
"Pulang" Ucap Boy dengan menggendong Zilla
.
.
.
Sesampainya di rumah Boy menggendong Zilla masuk ke dalam rumah dan ternyata sudah ada Pak Pandu yang menunggu duduk di ruang tamu.
"Kurung dia di kamarnya" Ucap Pak Pandu
Zilla yang mendengarkan Ucapan Papanya mengigit tangan Boy. Boy yang merasa kesakitan akhirnya menurunkan Zilla. Zilla lari ke arah luar rumah, namun tangganyq di cekal oleh Pak Pandu.
"Mau lari kemana kamu? Tanya Pak Pandu
"Aku mau pergi dari rumah ini" Jawab Zilla
Plak... Sebuah tamparan keras yang mendarat mulus dari pipi kiri Zilla
"Dasar anak tidak tau di untung" Ucap Pak Pandu
Plak... Sebuah tamparan keras yang mendarat di pipi kanan Zilla
"Dasar anak tidak berguna" Ucap Pak Pandu
"Boy bawa dia kekamarnya dan kunci kamarnya! Perintah Pak Pandu kepada Boy
"Baik Pak" Ucap Boy menarik lengan Zilla dan membawanya ke kamarnya, Zilla masih memberontak untuk lepas dari Boy. Namun tidak bisa Zilla hanya bisa menanggis.
Bersambung... โ๏ธ
Jangan lupa berikan komentar kalian
__ADS_1
Salam sayang paling di sayang๐๐๐