Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 63


__ADS_3

Asril yang merasakan pusing tiba-tiba segera meminta Jamet putar balik mobilnya untuk mengantarkannya pulang ke rumah.


"Tolong antarkan aku pulang ke rumah" Ucap Asril lemas


"Kenapa lu? Tanya Jamet yang melihat wajah Asril pucat


"Pusing kepala ku" Jawab Asril memegang kepalanya dengan kedua tangannya


"Iya baiklah. Aku akan mengantarkan mu pulang sekarang juga" Ucap Jamet segera memutar balik mobilnya


"Hm..." Jawab Asril menganggukkan kepalanya


Jamet mengendarai mobilnya cukup lumayan laju. Jamet tidak tega melihat Asril yang kesakitan. Saat tiba di depan rumah Pak Doni, Jamet segera turun dari mobilnya terlebih dahulu. Setelah itu Jamet membukakan pintu mobilnya untuk Asril. Jamet juga membantu memapah Asril yang terlihat tidak sanggup untuk jalan sendiri.


"Assalamualaikum" Ucap salam Jamet


"Waalaikumsalam" Jawab salam Laila dari dalam rumah


Laila yang mendengarkan ucapan salam segera membuka pintu rumahnya. Betapa terkejutnya Laila saat melihat Asril pulang di antara oleh Jamet dalam keadaan seperti itu.


"Astagfirullah, Bang. Kenapa dengan Abang? Tanya Laila kepada Asril


"Berisik. Diamlah kau Laila" Jawab Asril ketus


"Sini Bang. Laila bantu memapah Abang! Jamet tolong bawa ke kamar ku saja" Perintah Laila membantunya


"Di mana kamarmu? Tanya Jamet saat di dalam rumah dan binggung dengan letak kamarnya Laila dan Asril berada di sebelah mana


"Lurus terus nanti di sebelah kiri itu kamarku" Jawab Laila menunjukkanya kepada Jamet


"Hei... Ada apa dengan suamimu Laila? Tanya Astari saat keluar dari dapur yang melihat Asril di papah oleh Laila dan Jamet


"Entahlah, Kak" Jawab Laila singkat


Astari mengikutiku langkah mereka sampai masuk ke dalam kamar milik Laila. Jamet dan Laila membaringkan Asril di atas tempat tidur.


"Astaga laki-laki ini sungguh sangat berat" Ucap Jamet memijit lengannya yang terasa pegal


"Terimakasih, Jamet" Ucap Laila tersenyum


"Sebaiknya kita ke depan saja, biarkan Asril istirahat" Sambung Astari


"Iya, Kak" Jawab Laila segera keluar kamar


Jamet mengikuti langkah mereka untuk keluar kamar milik Laila.


"Jamet, duduklah aku ingin berbicara sebentar denganmu" Ucap Laila mencegah Jamet untuk pulang


"Iya. Apa yang ingin kau bicarakan kepada ku? Tanya Jamet kepada Laila


"Iya sudah kalian berbicaralah, Kakak akan membuatkan minuman untuk Jamet" Sambung Astari pergi ke dapur


"Iya, Kak" Jawab Laila


"Mau tanya soal apa Laila? Tanya Jamet mengulanginya


"Kenapa kau bisa bersama dengan Abang Asril? Tanya balik Laila dengan menaikan salah satu alisnya


"Oh... Itu. Tadi Asril datang ke tempat kerja Pak Doni. Terus gitu Asril marah-marah kepada Pak Doni katanya mau minta di beli motor baru sama Pak Doni" Jawab Jamet menjelaskannya


"Astagfirullah Abang Asril" Ucap Laila tidak percaya

__ADS_1


"Terus-terus habis itu? Tanya Laila meminta Jamet untuk melanjutkannya


"Pak Doni balik marah-marah kepada Asril. Kau itu masih numpang di rumah ku! Makan saja kau juga numpang di rumah ku. Di mana rasa tanggung jawabmu sebagai suami Laila. Aku merestuimu sebab Laila mencintai laki-laki biadap sepertimu" Jawab Jamet dengan memperagakannya


"Ya Allah" Ucap Laila mengelus dada miliknya


"Iya. Pak Doni meminta Asril untuk bekerja di tempatnya. Tapi Asril menolaknya" Ucap Jamet melanjutkannya


"Dan kenapa Asril sampai bisa seperti tadi keadaannya? Tanya Laila memastikannya


"Tadi itu Asril juga sempat meminjam mobilku. Tapi aku menolaknya, terus saat jam makan siang. Aku mengajak Asril pergi ke desa sebelah. Untuk cuci mata melihat perempuan-perempuan cantik" Jawab Jamet tersenyum


"Jamet. Kau sudah mengajak Asril dengan perbuatan-perbuatanmu yang buruk itu" Bentak Laila marah


"Astaga Laila. Kau santai saja kali, aku tadi baru memperlihatkan kepada Asril. Eh... Malah Asril kepada pusing duluan" Ucap Jamet tertawa


"Awas aja. Kalau besok kau ajak Asril lagi" Jawab Laila dengan mengepalkan tangannya


"Weh... Santai Laila" Ucap Jamet tersenyum


"Sudah pulang sana" Laila mengusir Jamet


"Iya-iya aku akan pulang" Jawab Jamet pergi dari rumah Laila


"Assalamualaikum" Ucap salam Jamet


"Waalaikumsalam" Jawab Laila dengan cemberut


"Lho... Dek. Mana Jametnya? Tanya Astari saat melihat Jamet tidak ada di ruang tamu dan segera melihatnya ke luar rumah


"Pulang" Jawab Laila


"Kok pulang. Kan Kakak baru mau kasih minumannya" Ucap Astari


"Apa yang kalian bicarakan tadi dengan Jamet? Tanya Astari


"Tidak ada, Kak" Jawab Laila ketus


"Apa ucapan Jamet melukai hatimu? Tanya Astari


"Udah deh, Kak Tari! Jangan kepo dengan urusan ku" Jawab Laila meninggalkan Kak Astari yang masih berada di ruang tamu dan Laila segera masuk ke dalam kamar


"Tidak biasanya Laila seperti itu dengan ku" Ucap Astari lirih


.


.


Malam hari


Astari dan Laila sedang menyajikan makan malam di ruang makan.


"Kak..." Ucap Laila yang melihat Kak Doni berada di ruang makan


"Abang duduklah. Sebentar lagi makanan akan siap" Sambung Astari


Doni tidak menjawab ucapan Laila dan juga Astari. Doni langsung menarik kursi dan duduk di tempat duduk biasanya.


"Makanan sudah siap" Ucap Astari


"Mari kita makan" Ucap Laila tersenyum

__ADS_1


Astari dan Laila segera duduk di tempatnya masing-masing. Astari mengambilkan nasi untuk Doni terlebih dahulu.


"Segini cukup, Bang? Tanya Astari kepada suaminya


"Cukup" Jawab Doni


"Mau pake lauk apa? Tanya Astari kembali


"Terserah mu saja" Jawab Doni tersenyum


Laila yang berada di samping Doni, sedang memakan makanannya tanpa menghiraukan Kakaknya yang sedang melayani suaminya.


"Laila di mana suamimu? Tanya Doni


"Ada di kamar, Kak" Jawab Laila


"Kenapa? Apa tidak ingin makan malam bersama kita? Tanya Doni kembali


"Asril sakit, Kak" Jawab Laila memberi tahunya


"Apa" Ucap Doni terkejut


"Iya Bang. Tadi Jamet mengantarkan pulang Asril ke rumah. Katanya kepalanya pusing gitu, Bang" Sambung Astari menjelaskan


"Apa benar begitu, Ila? Tanya Doni memastikan


"Iya, Kak" Jawab Laila menganggukkan kepalanya


"Ada-ada saja kelakuan itu bocah. Tadi saat datang ke kantor ku baik-baik saja dan tidak sakit" Ucap Doni tidak percaya


"Itu kan tadi siang, Bang" Jawab Astari dengan menghela nafasnya


"Kak tolong maafkan sikap Asril tadi siang iya. Kata Jamet Asril marah-marah kepada Kak Doni dan meminta Kakak untuk membelikan motor baru" Ucap Laila lirih dan menghentikan makannya


"Sudah lah Laila. Pasti Kakakmu memaafkan Asril. Iya kan Bang" Sambung Astari tersenyum kepada suaminya


"Kau ini ya Astari. Selalu saja membela mereka berdua. Coba sesekali kamu nasehati Laila dan juga Asril" Ucap Doni


"Iya Abang" Jawab Astari


Laila hanya diam saja dan tidak melanjutkan makannya.


"Lho Laila. Ayo, cepat di habiskan makanannya keburu dingin lho, Dek" Ajak Astari


"Iya, Kak" Jawab Laila lirih


Bersambung... ✍️


Berikan dukungan kalian dengan cara💋


Rate ⭐ 5


vote


like


komen


share


dan berikan hadiah kalian

__ADS_1


Terimakasih 🤗


__ADS_2