Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 38


__ADS_3

Setelah puas menampar Zilla, Ismail pergi meninggalkan Zilla dengan begitu saja tanpa ada perasaan salah. Ismail menghentikan ojek saat melintas di depan rumah milik Pak Pandu.


"Ojek" Teriak Ismail memanggil ojek dan melambaikan tangannya


"Ojek, Pak? Tanya Tukang ojek


"Iya. Antarkan daya ke kompleks perumahan Merpati" Jawab Ismail menjelaskannya kepada Tukang ojek tersebut


"Mohon di pakai helemnya terlebih dahulu, Pak. Untuk menjaga keselamatan anda saat di jalan" Ucap Tukang ojek memberikan helemnya kepada Ismail


"Iya. Aku akan memakainya" Jawab Ismail segera memakai helem tersebut dan langsung duduk di belakang Tukang ojek


"Sudah siap, Pak? Tanya Tukang ojek


"Sudah. Ayo, jalan lah! Perintah Ismail


Dari seberang rumah Zilla terdapat sebuah mobil yang sedang berhenti tepat di depan rumah Zilla. Orang yang berada di dalam mobil rupanya sedang mengawasi gerak-gerik Ismail. Salah satu di antara mereka ada yang menelepon seseorang.


"Hallo Bos" Ucap Boy


"Bagaimana? Tanya Pak Pandu


"Ismail baru saja pulang dari rumah Bapak" Jawab Boy


"Apa? Buat apa dia ke rumah ku? Awasi Ismail, ikut kemanapun dia pergi. Pastikan jangan sampai pergi dari kota ini! Perintah Pak Pandu dengan tegas kepada Boy. Di lain sisi Pak Pandu juga terkejut dengan jawaban Boy


"Siap Bos" Jawab Boy mengakhiri teleponnya


"Ayo, Jalan ikut Ismail! Ajak Boy kepada Anak buahnya


"Siap'' Ucapnya


"Bos kenapa sih kita harus mengikuti langkah Ismail kemanapun dia pergi. Ada apa dengan Ismail? Secara Ismail orang yang hidup biasa-biasa saja dan tidak banyak punya harta. Apa yang Pak Pandu incar dari Ismail? Tanya temen Boy yang lainnya


"Entahlah aku juga tidak mengerti dengan Pak Pandu" Jawab Boy


"Bos... " Pangil yang lainnya


"Apa lagi kalian ini. Sudah ikuti saja motor yang ada di depan kita dan satu lagi jangan banyak bertanya kepada ku" Jawab Boy ketus


"iya-iya baiklah Bos. Siap" Ucapnya


.


.


Di kantor Pak Pandu memikirkan kenapa Ismail pergi ke rumah miliknya setelah di pergi dari kantor. Pak Pandu menunggu kabar dari Bu Ain ataupun Zilla mungkin akan segera meneleponnya kalau Ismail membuat keributan di rumahnya. Namun sudah lima menit lebih Boy menelepon Pak Pandu tetapi tidak ada pangil telepon dari Bu Ain maupun Zilla. Walaupun begitu Pak Pandu masih merasa panik dengan Ismail datang ke rumahnya

__ADS_1


Pak Pandu segera menelepon ke nomor ponsel milik Bu Ain ketimbang harus menelepon Zilla.


"Hallo" Ucap Pak Pandu


"Hallo, Pak" Jawab Bu Ain


"Bu Ain. Apa tadi Ismail datang ke rumah? Tanya Pak Pandu


"Iya, Pak. Tadi Ismail datang ke mari" Jawab Bu Ain


"Apa yang Ismail lakukan di sana? Tanya Pak Pandu


"Entahlah Pak. Ismail aneh sekali, Ismail datang dalam keadaan marah-marah. Ismail berteriak-teriak memanggil nama Zilla dan saat kita keluar dari dalam rumah. Eh... Malah Ismail menampar pipi Zilla dengan sangat keras sampai-sampai Zilla ke sakitan, Pak" Jawab Bu Ain menjelaskan kepada Pak Pandu apa yang sudah terjadi di rumah nya


"Berani sekali Ismail menampar anakku" Ucap Pak Pandu dan mengakhiri teleponnya


Pak Pandu mengusap wajah dengan kasar, Pak Pandu kembali menghubungi Boy dan menanyakan kembali di mana keberadaan Ismail saat ini. Saat teleponnya sudah tersambung Pak Pandu segera mengatakan


"Dimana kalian? Tanya Pak Pandu kepada Boy


"Ada di depan komplek perumahan Merpati" Jawab Boy


"Tetap awasi dan ikuti Ismail kemanapun dia pergi" Ucap Pak Pandu tegas dan mengakiri teleponnya


Mobil Boy masih terparkir di sekitar kompleks perumahan Merpati.


Ismail sejenak duduk di pinggir tempat tidur miliknya, Ismail memijat kepala yang terasa pening. Ismail mengingat ucapan Bu Sukma selama hidupnya yang pernah berpesan kepada dirinya. Jangan terlalu percaya kepada orang lain yang baru saja kita kenal.


"Astagfirullah. Ucapan Ibuku benar" Ucap Ismail lirih


Aku memang benar-benar bodoh.


"Bodoh... Bodoh... Bodoh" Ucap Ismail berulangkali dengan memukul kepalanya sendiri


Ismail mengambil tas ransel miliknya yang berisikan baju miliknya. Ismail segera mengendong tas ransel tersebut. Ismail keluar dari kamar dan menutup pintu kamar miliknya kembali. Tak lupa juga Ismail mengunci kembali pintu rumahnya. Ismail akan kembali ke desa hari ini juga, sampai-sampai Ismail tidak menggabari Andi kalau dirinya akan pergi dan tidak kembali lagi ke kota ini.


"Lebih baik aku bekerja di desa saja dengan begitu hidupanku akan tenang, ketimbang hidup di kota dengan orang-orang aneh dan tidak punya otak" Umap Ismail menghentikan salah satu taxi saat dia sudah berada di depan jalan kompleks perumahan Merpati


"Selamat pagi, Pak" Sapa Supir tadi tersebut


"Iya pagi juga, Pak. Tolong antarkan saya ke terminal bus" Ucap Ismail memberitahunya


"Baik, Pak" Jawab Supir taxi


"Coba kalian lihat, bukannya itu Ismail. Kenapa dia membawa tas ransel dan menghentikan taxi itu? Mau pergi ke mana dia? Tanya salah satu anak buah Boy yang menunjukkan kearah Ismail saat melihat Ismail keluar dari kompleks perumahan Merpati


"Kalau ini jangan banyak bertanya. Cepat ikuti mobil itu! Perintah Boy

__ADS_1


"Gawat ini aku harus segera melaporkan hal ini kepada Pak Pandu" Ucap Boy


"Hallo Bos" Ucap Boy


"Hallo. Ada apa? Tanya Pak Pandu


"Ismail membawa tas ransel dan sekarang dia berada di dalam taxi entah akan pergi ke mana? Kita masih mengikutinya, Pak" Jawab Boy menjelaskan


"Tetap ikut Ismail kemanapun perginya. Kalau Ismail berencana untuk pulang ke desa. Tolong tangkap dan sekap Ismail di gudang dekat pabrik kita" Ucap Pak Pandu memberi perintah kepada Boy


"Baik Bos" Ucap Boy mengakhiri teleponnya


Setelah mobil yang di tumpangi Ismail berhenti, ternyata dugaan Pak Pandu benar. Ismail akan pulang ke desa, Boy dan anak buahnya di dalam mobil masih merencanakan untuk menangkap Ismail agar tidak curi saat orang melihatnya.


Ismail masih berjalan menuju ke bus yang bertujuan ke desanya. Ismail merasakan adanya orang yang mengikuti langkahnya. Sejenak Ismail menghentikan langkah kakinya dan membalikan badannya, setelah di lihatnya ternyata tidak ada orang. Ismail kembali berjalan dengan agak cepat. Lagi-lagi perasaan Ismail ada orang yang sedang mengikuti langkahnya dari belakang. Ismail kembali menoleh ke belakang dan saat di lihatnya ternyata tidak ada orang. Kemudian Ismail berjalan sekencang mungkin untuk meninggalkan jejaknya agar tidak ada orang yang mengikutinya.


Saat Ismail berlari, keluarlah para anak buahnya Boy yang bersembunyi di balik belakang bus-bus itu. Terjadilah peristiwa kejar-kejaran di antara Ismail dan Boy. Anak buah Boy hampir tidak menemukan Ismail karena di situ banyak bus yang terparkir. Boy dan anak buahnya mengecek satu persatu bus tersebut. Saat masuk ke dalam bus dilihat lagi-lagi tidak ada Ismail. Boy hampir frustasi dengan keberadaan Ismail. Satu jam mencari Ismail yang bersembunyi dan entah di bus yang mana Ia tumpangi.


Satu jam kemudian akhirnya Boy menemukan Ismail. Ismail menumpangi bus dengan tujuan yang berbeda. Ismail juga sudah menganti bajunya dengan warna lain agar Boy dan anak buahnya tidak mengenalinya.


"Mau ke mana kau Ismail? Tanya Boy yang berdiri tepat di depan Ismail yang sedang duduk dengan menundukkan kepalanya


Ismail mencoba berlari menuruni bus tersebut, saat hendak keluar ternyata sudah ada anak buah Boy yang sudah berjaga-jaga di bawah.


"Kau pikir, aku tidak akan mengenalimu dan kau pikir akan lolos dariku" Ucap Boy berbisik ke telinga Ismail


"Ikuti kami dan jangan memberontak atau aku akan berbuat lebih jauh lagi" Ucap Boy menekankan ucapannya


Saat Ismail masuk ke dalam mobil milik Boy Ismail ingin melepaskan cengkraman tangan anak buah Boy.


"Hei... Tenanglah" Ucap Boy yang melihat Ismail memberontak


"Lepaskan tangan kalian" PerintahBoy kepada anak buahnya


"Kalian mau membawaku kemana? Tanya Ismail kepada mereka


"Ke tempat yang pantas di mana kamu berada" Jawab Boy tertawa


Bersambung... ✍️


HAI-HAI KALIAN SEMUA PARA PENDUKUNG NOVEL PAPA UNTUK ANAKKU.


Jangan lupa iya berikan like, komen, dan share 🥺


Jika kalian punya vote dan hadiah boleh donk kalian berikan untuk novelku PAPA UNTUK ANAKKU.


Buat kalian yang sudah memberikannya berkah iya buatmu, semoga di lancarkan pekerjaannya

__ADS_1


Salam sayang paling di sayang dariku❤️


__ADS_2