
Kediaman Pak Pandu
"Pandu keluar kamu" Teriak Ismail saat berada di dalam rumah Pak Pandu. Ismail tidak mempedulikan sopan santun ketika bertemu di rumah orang
"Pandu" Panggil Ismail
Sedangkan Zilla hanya diam saja saat tangan kiri Zilla di cengkraman oleh Ismail.
"Apapun yang terjadi aku harus bisa menikah dengan Ismail" Ucap batin Zilla tersenyum
Di lain sisi Zilla yang sudah tidak tahu keberadaan Asril, membuat Zilla harus memilih pilihan yang sudah di berikan oleh Papa Pandu. Zilla memilih menikah dengan Ismail, Pak Pandu juga memberikan setengah harta miliknya kepada Ismail, dengan begitu hidup Zilla tidak miskin. Zilla tidak ingin hidup dalam kesusahan selama hidupnya.
"Pandu keluarlah dari istana setanmu ini" Teriak Ismail
"Kalau kau tidak keluar aku akan membakar istanamu" Ancaman Ismail geram
"Berani sekali kau berteriak di rumah ku Ismail" Ucap Pak Pandu menuruni anak tangga
"Iya itu yang pantas untuk mu" Jawab Ismail
"Tidak ada sopan santunnya sama sekali" Ucap Pak Pandu
"Iya itu tujuanku" Jawab Ismail mengiyakan saja
"Pa... Lihatlah Isma, dia sudah mencengkeram tangan ku Pa. Sakit...." Sambung Zilla manja
"Lepaskan tanganmu Ismail. Kau tidak berhak berbuat seperti itu kepadanya" Ucap Pak Pandu menegaskan
"Ini jaga anakmu baik-baik" Jawab Ismail melempar Zilla ke arah Pak Pandu
"Kau" Ucap Pak Pandu dengan sigap menangkap Zilla yang hendak terjatuh
"Kau tidak kenapa-kenapa kan, Nak? Tanya Papa Pandu kepada Zilla
"Tidak, Pa" Jawab Zilla tersenyum
"Apa dia menyakitimu? Tanya Papa Pandu kepada Zilla
"Tidak, Pa" Jawab Zilla
"Apa kau yakin? Tanya Papa Pandu meyakinkan kembali kepada Zilla
"Hm..." Jawab Zilla menganggukkan kepalanya
"Drama... Drama... Apa aku sedang melihat drama saat ini, Ck" Ucap Ismail bertepuk tangan
"Diamlah. Aku tidak butuh jawaban mu" Jawab Pak Pandu
"Oke baiklah. Aku sudah kembalikan anakmu dengan selamat. Sudah saatnya aku akan pulang" Ucap Ismail berpamitan
"Tunggu" Jawab Pak Pandu mencegahnya
"Zilla, Papa ingin kau segera pergi ke kamar. Papa ingin berbicara dua mata dengan Ismail" Perintah Papa Pandu
"Tapikan, Pa" Jawab Zilla menolak
"Pergi Zilla" Bentak Papa Pandu
"Zilla mohon, Pa. Jangan sakiti Ismail!" Ucap Zilla memohon
"Ck" Sambung Ismail memalingkan wajahnya ke pada Zilla
"Iya tenanglah. Kau harus istirahat, Nak" Jawab Papa Pandu mengusap kepala Zilla
Saat Zilla menaiki anak tangga sesekali Ia melihat ke arah Papa Pandu dan juga Ismail. Zilla menghawatirkan di antara keduanya.
"Ayo Zilla. Cepat naiklah ke atas" Ucap Papa Pandu
"Iya, Pa" Jawab Zilla lirih
.
__ADS_1
.
Setelah di pastikan sudah tidak ada Zilla. Papa Pandu mendekat ke arah Ismail dan berkata,
"Apa kau berubah pikiran? Tanya Pak Pandu kepada Ismail
"Tidak" Jawab Ismail
"Apa kau tidak ingin setengah dari hartaku? Tanya Pak Pandu kepada Ismail
"Tidak" Jawab Ismail
"Apa kau yakin? Tanya Pak Pandu memastikan
"Iya" Jawab Ismail
"Bagaimana kalau aku akan berbuat hal yang sama apa yang di alami saat ini oleh Zilla kepada Uswa" Ucap Pak Pandu meneror
"Apa kau sudah tidak waras? Tanya Ismail
"Hahaha" Jawab Pak Pandu tertawa terbahak-bahak dan pergi menuju ke ruangan kerja
"Hei... Monster" Ucap Ismail mengikuti langkah Pak Pandu yang menuju ke ruangan kerja
"Tanda tanggani surat perjanjian ini" Ucap Pak Pandu
"Aku Ismail Marzuki tidak akan pernah mentandatangani surat perjanjian itu" Jawab Ismail mendekat dan berbisik di telinga Pak Pandu yang sedang duduk di kursi kerjanya
"Apa kau tidak takut dengan ucapan ku yang tadi? Tanya Pak Pandu
"Tidak. Aku akan pastikan Uswa baik-baik saja bersamaku" Jawab Ismail memelototkan kedua matanya
"Oh... Jangan kau pikir aku tidak tahu keberadaan saat ini di mana Uswa berada. Aku tahu Uswa ada di desa buglon kan" Ucap Pak Pandu mendekat dan berbisik di telinga Ismail
"Apa" Ucap Ismail terkejut dan mengusap wajahnya dengan kasar
"Apa kau pikir aku tidak mengetahui seluk beluk keluarga mu? Aku ini Pandu orang terhebat di kota ini. Mencari soal kehidupanmu itulah sangat kecil" Ucap Pak Pandu
"Mail... Mail..." Jawab Pak Pandu menyebutkan namanya berulang
"Apa maksudmu? Tanya Ismail mencengkeram kerah baju milik Pak Pandu
"Maksud ku. Kau masih saja menanyakan maksud ku? Aku ingin kau menikah dengan Zilla" Jawab Pak Pandu melepaskan tangan Ismail
"Aku tidak ingin menikahi anakmu" Ucap Ismail mencekik leher Pak Pandu
"Aku akan berbuat hal yang sama kepada Uswa" Jawab Pak Pandu mengancam
"Kau sudah gila Pak Pandu, kau tidak akan berbuat hal seperti itu kepada orang lain yang tidak tau apa-apa" Ucap Ismail melepaskan cekikannya
"Uhuk... Uhuk... Uhuk..." Suara batuk Pak Pandu
"Kalau kau tidak percaya aku akan melakukannya saat ini juga. Aku akan menelepon anak buah Boy yang saat ini berada di dekat rumah Uswa" Ucap ancaman Pak Pandu
"Apa" Jawab Ismail terkejut
Pak Pandu mengeluarkan ponsel miliknya yang berada di saku celana miliknya. Pak Pandu menyalakan ponsel tersebut.
"Aku mohon, Pak... Jangan lakukan itu kepada Uswa" Ucap Ismail meneteskan air mata
Pak Pandu tidak menjawab
"Ku mohon jangan lakukan, Pak" Ucap Ismail frustasi
"Uswa aku akan pulang sekarang, tunggu Abang Uswa. Kau akan aman bila bersamaku, tidak akan ada orang yang pernah menyakitimu" Ucap Ismail panik berjalan mondar-mandir di hadapan Pak Pandu
Ismail ingin berlari secepat mungkin untuk bisa menyelamatkan Uswa. Langkah kakinya tercegat saat mendengarkan Pak Pandu berbicara dengan seseorang dan mengeraskan suara panggilannya
"Hallo" Panggil Pak Pandu
"Hallo Bos" Jawabnya
__ADS_1
"Kalian di mana? Tanya Pak Pandu
"Desa Bunglon, Bos" Jawabnya
"Lakukan apa yang sudah kita rencanakan" Ucap Pak Pandu memberi perintah kepada anak buah Boy
"Baik Bos laksanakan" Jawabnya
"Tidak" Teriak Ismail
"Ku mohon jangan lakukan hal itu kepada Uswa" Ucap Ismail bertekuk lutut di hadapan Pak Pandu
Pak Pandu yang melihat Ismail berlutut dan memohon kepadanya hanya bisa tersenyum puas.
"Uswa tidak bersalah dan Uswa tidak pantas mendapatkan perlakukan seperti itu. Aku mohon jangan melakukannya kepada Uswa" Ucap Ismail menangis dengan tersedu-sedu
"Baiklah aku tidak akan melakukannya kalau kau siap melakukan apa yang saya mau" Jawab Pak Pandu
"Aku akan menikahi Zilla. Tapi tolong jangan sakiti Uswa, Uswa adalah hidup dan matiku" Ucap Ismail
"Tanda tanggani surat perjanjian ini" Ucap Pak Pandu melemparkan kertas perjanjian kepada Ismail
"Aku akan menandatanganinya" Jawab Ismail segera mengambil surat perjanjian tersebut
"Bagus. Dua hari lagi kalian akan menikah, kau cukup mempersiapkan dirimu saja. Aku sudah menyuruh orang suruhanku untuk melangsungkan pernikahan kalian. Aku harap saat pernikahan berlangsung kau tidak membuat ulah" Ucap Pak Pandu menegaskan
"Baik. Tapi aku punya syarat" Jawab Ismail
"Apa syarat darimu? Tanya Pak Pandu
"Aku tidak akan pernah menerima setengah harta yang kau berikan kepadaku. Setelah menikah dengan Zilla aku akan membawa Zilla ke desaku dan jangan pernah ikut campur dalam urusan rumah tangga ku. Aku menerima Zilla dengan ikhlas, jika ini takdirku" Jawab Ismail meneteskan air matanya
"Baiklah aku akan mengikuti syarat darimu. Tapi pastikan kau tidak akan pernah menyakitinya" Ucap Pak Pandu menunjuk ke Ismail
"Kita sepakati perjanjian ini" Jawab Ismail mengulurkan tangannya kepada Pak Pandu
"Oke. Sepakat" Ucap Pak Pandu menyalami dan tersenyum
"Aku akan pergi" Ucap Ismail berpamitan
"Mau kemana? Tanya Pak Pandu
"Ke rumah Andi" Jawab Ismail
"Kenapa harus ke rumah Andi? Tidurlah di sini, sebentar lagi rumah ini juga akan menjadi rumahmu juga" Ucap Pak Pandu
"Tidak" Jawab Ismail
"Apa kau ingin kabur dari ku? Tanya Pak Pandu
"Tidak" Jawab Ismail
"Maka dari itu tidurlah di sini, kau bisa memilih kamar mana yang kau inginkan" Ucap Pak Pandu
"Ku mohon izinkan aku untuk pergi ke rumah Andi malam ini" Ucap Ismail
"Baiklah. Silahkan kau pilih kunci mobil ini" Ucap Pak Pandu menunjukka beberapa kunci mobil yang berjejer di laci meja miliknya
"Aku tidak butuh itu" Jawab Ismail saat melihat kunci mobil milik Pak Pandu
"Kenapa? Tanya Pak Pandu
"Aku ingin naik taxi saja" Jawab Ismail
"Terserah kamu saja. Aku mengizinkanmu pergi, tapi awas kalau kau kabur" Ucap Pak Pandu
Bersambung... βοΈ
#Hai-hai para pecinta novel PAPA UNTUK ANAKKU. Tetap setia untuk mendukung karya ku yang satu ini ya. Bagi yang sudah vote atau memberikan hadiah. Aku doakan semoga sehat selalu dan di lancarkan pekerjaan#
Salam sayang paling di sayang dariku π
__ADS_1