
Zilla menghubungi nomor ponsel milik Ismail, Zilla menghubunginya berulang kali namun tidak tersambungkan juga. Zilla mulai menghawatirkan Ismail di karena kemarin sudah terjadi pertengkaran di antara Papa Pandu dan Ismail. Zilla memikirkan hal sesuatu yang sangat buruk untuk Ismail.
"Jangan sampai Papa melukai Ismail atau melakukan kejahatan yang buruk lainnya di karenakan tak ingin menyetujui surat perjanjian itu" Ucap Zilla sejak dari tadi mondar-mandir di depan pintu kamar miliknya
"Aku harus mencari Ismail ke mana? Tanya Zilla bertanya kepada dirinya sendiri
"Kalau aku keluar rumah apa Papa akan mengizinkanku. Aaa sudah lah aku harus berkompromi dengan Bu Ain agar tidak melaporkannya ke Papa, saat Papa menelepon Bu Ain dan menanyakan aku" Ucap Zilla
Zilla yang mendapatkan sebuah ide, langsung bersiap-siap untuk pergi. Zilla mengenakan pakaian yang sangat longar tujuan agar tidak ada orang yang mengetahuinya kalau saat ini dia sedang mengandung. Zilla mengambil dompet dan memasukkannya ke dalam tas miliknya beserta ponsel. Zilla menuju ke dapur untuk berpamitan kepada Bu Ain.
"Eh... Nak Zilla mau ke mana? Tanya Bu Ain yang melihat Zilla mengenakan baju dengan rapi
"Bu. Bu Ain tolong dengarkan ucapan saya iya, Bu. Aku akan pergi untuk menemui Ismail, Zilla berharap saat Papa nanti telpon ke Bu Ain dan menanyakan soal Zilla. Bu Ain jawab saja Zilla berada di kamarnya, sudah makan, dan sudah meminum vitamin" Jawab Zilla menjelaskan kepada Bu Ain
"Tapikan, Nak" Ucap Bu Ain membantahnya
"Zilla mohon Bu. Bantu Zilla plis" Jawab Zilla memohon
"Kamu pergi di antar dengan siapa? Tanya Bu Ain
"Zilla naik taxi saja, Bu" Jawab Zilla
"Kok naik taxi. Bu Ain bilang ke Pak Tejo iya untuk mengantarkan Zilla" Ucap Bu Ain
"Pak Tejo. Bukannya Pak Tejo mengantarkan Papa ke kantor" Jawab Zilla
"Tidak, Nak. Bapak Pandu bilang hari ini ingin menyetir sendiri" Ucap Bu Ain
"Aneh. Tidak biasanya Papa ingin menyetir sendiri" Pikir Zilla
"Nak Zilla tunggulah di ruang tamu. Bu Ain akan memberi tahu Pak Tejo" Ucap Bu Ain
"Tidak usah, Bu" Jawab Zilla menahan langkah Bu Ain
"Ya sudah kalau tidak mau. Tapi, Nak Zilla janji iya harus pulang lebih awal sebelum Pak Pandu pulang" Ucap Bu Ain
"Iya Bu" Jawab Zilla
"Hati-hati di jalan. Jaga dedek bayinya baik-baik" Ucap Bu Ain mengelus perut Zilla
"Iya Bu" Jawab Zilla tersenyum
.
.
__ADS_1
.
Zilla pergi meninggalkan rumah, tujuan pertamanya adalah pergi ke rumah Andi. Di karena Ismail sudah tidak bekerja sebagai supir dan tidak mau bekerja di kantor. Pikiran Zilla hanya tertuju ke rumah Andi. Zilla berharap Ismail masih berada di rumah Andi.
Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama, akhirnya Zilla sudah sampai di depan rumah Andi. Rumah Andi tampak sepi dan keadaan di sekitar rumahnya pun juga sepi. Zilla mulai memanggil nama Ismail.
"Ismail" Panggil Zilla
"Hallo selamat siang Ismail" Panggil Zilla lagi
"Andi. Apa kau berada di dalam? Tanya Zilla dari luar rumah
Tidak ada jawaban
"Ismail. Ini saya Zilla ingin bertemu dengan mu. Tolong bukakan pintunya, kita bisa bicara baik-baik" Ucap Zilla membujuk
Tidak ada jawaban
"Ismail Marzuki" Teriak Zilla
Tidak ada jawaban
"Sepertinya tidak ada orang di rumah ini. Lebih baik aku menelepon Andi saja, siapa tau dia mengetahui keberadaan Ismail untuk saat ini" Pikir Zilla
Zilla mengambil ponsel yang berada di dalam tas miliknya. Zilla menekan nomor ponsel milik Andi, setelah tersambungkan.
"Hallo sayang" Jawab Andi
"Andi. Apakah kau tau Ismail sekarang berada di mana? Tanya Zilla
"Aku sekarang berada di kantor sayang. Tunggulah aku pulang dan kita akan bersenang-senang" Jawab Andi sembarang
"Lu mabok iya, An. Yang saya tanyakan itu Ismail M a r z u k i" Ucap Zilla mengejah nama M a r z u k i
"iya benar nama saya Andi Marzuki" Jawab Andi santai
"Benar-benar ya, An. Ku tabok mulutmu itu. Di mana Ismail sekarang? Tanya Zilla
"Di rumah ku lah. Dia kan..." Jawab Andi berpikir sejenak dan tidak melanjutkan ucapannya
"Kan... apa? Jawab yang jelas" Ucap Zilla
"Aku tidak tau lah. Semalam aku pulang larut malam dan tadi pagi juga tidak sarapan bersama Ismail. Aku tidak tahu" Jawab Andi
"Kau kan satu rumah kenapa tidak mengecek Ismail berada di rumah atau tidaknya" Ucap Zilla
__ADS_1
"Aku bukan Bapak kost. Kenapa mencari Ismail? Tanya Andi
"Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan Ismail" Jawab Zilla
"Sudahlah sayang kau terima saja cintaku tulus dan suci ini. Aku tau kau ikut pasti akan bahagia dengan ku. Jangan cari Ismail yang tidak punya masa depan" Ucap Andi merayu
"Tidak sudi" Jawab Zilla singkat
"Sombong sekali dirimu Zilla. Sudah lah cari Ismail sendiri dan jangan gangu aku" Ucap Andi marah
"Beritahu aku terlebih dahulu di mana Ismail? Tanya Zilla memaksa
"Mungkin Ismail berada di rumah, Zill..." Jawab Andi lirih
"Saat ini aku berada di depan rumah mu. Aku sudah berteriak-teriak memanggil nama Ismail. Namun tidak ada yang menjawabnya" Ucap Zilla
"Ke mana perginya Ismail" Pikir Andi
"Kemana? Tanya Zilla balik
"Entahlah. Nanti saja aku kabari kamu, kalau sudah pulang dari kantor. dan kalaupun tidak ada Ismail di rumah atau jangan-jangan Ismail" Jawab Andi
"Jangan-jangan apa Andi. Jangan membuatku cemas memikirkan Ismail" Ucap Zilla
"Apa yang kau cemaskan dari Ismail. Ismail saja bukan saudaramu, temanmu, bahkan bukan pacarmu. Mungkin saja Ismail sudah pulang ke desanya" Jawab Andi sembarang
"Pulang kampung" Ucap Zilla
"Iya pulang kampung. Aku akan pastikan saat aku sampai di rumah. Sudah lah jangan terlalu mengurusi Ismail" Jawab Andi
"Beri tahu aku kalau kamu sudah sampai rumah" Ucap Zilla
" Iya sayang" Jawab Andi
"Sumpah iya Andi, ucapan sayangmu itu membuat diriku seakan-akan ingin memuntahkan sesuatu dan sangat amat menjijikan" Ucap Zilla geram mengakhiri teleponnya
"Tapi... " Ucapan Andi terputus di karena Zilla sudah mematikan ponsel miliknya
"Dasar anak bos sok jual mahal, sok masih perawan. Padahal sudah bolong" Umpat Andi tertawa terbahak-bahak
"Ups..." Ucap Andi menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan melihat keadaan di sekitarnya apa ada orang yang mendengarkan ucapannya atau tidak
"Andi ini kantor bukan pasar" Ucap Andi lirih dan menabok mulutnya sendiri
Bersambung... βοΈ
__ADS_1
#MAAFKAN DIRIKU JIKA MASIH ADA TYPO YANG BERTEBARAN DI MANA-MANA#
salam sayang paling di sayang ππππ