
Beberapa hari kemudian setelah Uswa tinggal di rumah Nenek Muna. Uswa seperti biasanya selalu bangun pagi untuk melaksanakan shalat subuh di lanjutkan dengan membaca Al-Qur'an lalu membantu Bu Sumi menyiapkan sarapan pagi.
"Hei... Kau sudah bangun, Nak? Tanya Bu Sumi selaku pembantu di rumah Nenek Muna yang melihat Uswa sudah berada di dapur
"Sudah, Bu" Jawab Uswa tersenyum
"Sudah duduk dulu sana" Perintah Bu Sumi
"Tidak, Bu. Aku ingin membantu Ibu menyiapkan sarapan pagi" Ucap Uswa membantah
"Udah biyarkan Ibu saja yang memasak, Nak. Tidak usah repot-repot membantu Ibu" Jawab Bu Sumi tersenyum
"Tidak enak lha, Bu. Kalau di lihat oleh Nenek Muna. Aku di sini kan juga numpang" Ucap Uswa
"Jangan dengarkan ucapan Nenek Muna. Nenek Muna orangnya mah emang seperti itu, Nak. Tapi ngomong-ngomong orangnya baik sih" Jawab Bu Sumi tertawa ringan
"Baik kepada Bu Sumi. Kalau dengan aku asyik marah-marah terus" Ucap Uswa dengan cemberut
"Sabar. Lama kelamaan nanti juga akan luluh kepada dirimu" Jawab Bu Sumi
"Semoga saja, Bu" Ucap Uswa
"Amin" Jawab Bu Sumi mengaminkan
"Apa yang bisa Uswa bantu? Tanya Uswa yang sedari tadi berdiri di samping Bu Sumi
"Ini kamu cuci pakaian saja iya. Biarkan Bu Sumi yang memasak" Perintah Bu Sumi
"Iya, Bu" Jawab Uswa segera mencuci piring yang sudah menumpuk banyak di tempat cuci piring, sedangkan Bu Sumi asyik dengan kegiatan masaknya
"Uswa sudah punya pacar? Tanya Bu Sumi
"Belum, Bu" Jawab Uswa
"Kenapa belum punya pacar? Secara gitu, Nak Uswa kan cantik" Ucap Bu Sumi memujinya
"Kalau hanya cantik saja tidak menjamin punya pacar, Bu" Jawab Uswa
"Tapikan Nak Uswa sholehah, pandai mengaji, pandai memasak. Apa coba yang kurang darimu" Ucap Bu Sumi lagi-lagi memujinya
"Gitu iya, Bu" Jawab Uswa
"Lho harus iya. Punya pacar tidak? Tanya Bu Sumi kembali
"Uswa tidak punya pacar, Bu! Teman laki-laki saja Uswa tidak punya" Jawab Uswa dengan tertawa
"Masah tidak punya teman laki-laki. Gimana kalau Bu Sumi jodohkan dengan Nak Zoel saja" Ucap Bu Sumi
"Jangan, Bu. Masah pembantu suka sama majikannya" Jawab Uswa menolak
"Lho kenapa! Apa salah jika kita sebagai pembantu menyukai majikan kita. Toh kita orang baik-baik dan memiliki pribadi yang tidak buruk" Ucap Bu Sumi
"Biarlah Bu. Uswa memilih jodoh Uswa sendiri" Jawab Uswa
"Hm... Iya-iya" Ucap Bu Sumi dengan menggoreng telur
__ADS_1
"Apa yang kalian bicarakan? Tanya Nenek Muna yang tiba-tiba muncul di dapur
Deg
"Eh... Tidak, Bu" Jawab Bu Sumi menjawabnya
"Apa yang kalian bicarakan. Sepertinya kau sedang membicarakan soal lelaki? Tanya Nenek Muna memastikannya
"Maaf mungkin Nenek salah mendengarkannya" Jawab Bu Sumi
"Aku tidak tuli, Sumi" Ucap Nenek Muna memelototkan kedua bola matanya kepada Bu Sumi Bu
"Maaf, Nek. Aku hanya membicarakan soal Uswa" Jawab Bu Sumi lirih
"Soal apa? Tanya Nenek Muna
"Soal pacar. Aku bertanya kepada Uswa, Apakah dia memiliki pacar atau tidak" Jawab Bu Sumi
"Terus? Tanya Nenek Muna kembali menanyakan
"Uswa tidak memiliki pacar" Jawab Bu Sumi menundukkan kepalanya, sedangkan Uswa masih melanjutkan mencuri piring
"Bu Sumi. Oh... Bu Sumi. Kau tidak perlu bertanya kepada Uswa. Semua orang juga tidak mau memiliki perempuan seperti Uswa" Ucap Nenek Muna dengan melihat Uswa
"Tapi Uswa sholehah, Nek. Bukannya laki-laki menyukai perempuan seperti itu" Jawab Bu Sumi membela Uswa
"Ah... Sudahlah Sumi. Kau tidak akan mengerti apa yang aku ucapan kepada dirimu. Cepatlah selesaikan kegiatan masak mu itu" Ucap Nenek Muna yang masih berdiri di dapur
"Iya, Bu" Jawab Bu Sumi lirih
"Kalian masak apa? Tanya Nenek Muna
"Bagus. Cepat sajikan di atas meja ruang makan. Pastikan semuanya rapi dan bersih" Perintah Nenek Muna segera pergi dari dapur
Uswa yang melihat Nenek Muna pergi dari dapur segera bertanya kepada Bu Sumi.
"Bu. Siapa iya Rihanna itu? Tanya Uswa
"Rihanna itu anak temannya Nenek" Jawab Bu Sumi
"Oh..." Ucap Uswa
"Kenapa? Aduh Bu Sumi itu pokonya tidak suka melihat kelakuan Rihanna. Orangnya itu sok kecantikan dan sombong sekali" Ucap Bu Sumi memberitahu kepada Uswa
"Hm..." Jawab Uswa
Uswa dan Bu Sumi sudah menyajikan makanan di atas meja dengan rapi. Kini saatnya Nenek Muna menunggu kedatangan Rihanna di ruang keluarga. Sedari tadi Nenek Muna sedang duduk-duduk santai di ruang keluarga.
"Nenek" Teriak Rihanna dari luar rumah
"Nenek... Nenek... Bukakan pintunya" Ucap Rihanna dari luar rumah
"Aduh anak itu setiap datang ke rumah ini pasti teriak-teriak tidak pernah kau mengucap salam kebiasaan" Ucap Nenek Muna segera berdiri dari tempat duduknya
"Uswa" Panggil Nenek Muna yang melihat Uswa berjalan melewati ruang keluarga
__ADS_1
"Iya, Nek" Jawab Uswa melihat ke arah Nenek Muna
"Kau pergi bukakan pintu untuk Rihanna. Kupingku penggang mendengarkan suara teriakannya" Perintah Nenek Muna
"Iya, Nek. Uswa akan membukakan pintu untuk Rihanna" Ucap Uswa segera menuju ke depan
Uswa segera membuka kunci pintu rumahnya, setelah di buka pintu rumah tersebut Uswa terkejut melihat Rihanna.
"Kau" Ucap Rihanna saat yang membuka pintunya adalah Uswa
"Rihanna" Panggil Uswa yang sudah mengenal Rihanna sewaktu pergi main golf bersama Zoel
"Apa yang kau lakukan di rumah ini? Tanya Rihanna memelototkan kedua bola matanya dengan tidak percaya
"Aku tinggal di rumah ini" Jawab Uswa yang masih berdiri di depan pintu
"Minggir-minggir" Ucap Rihanna segera masuk ke dalam rumah
"Nenek" Teriak Rihanna yang sudah masuk ke dalam rumah
"Nenek" Teriak Rihanna memanggil nama Nenek. Karena tidak melihat Nenek Muna
"Nenek ada di ruang keluarga. Kau ke sanalah temui Nenek" Perintah Uswa memberi tahu
"Kau diam. Aku tidak ingin mendengarkan suara mu" Ucap Rihanna langsung pergi ke ruang keluarga
"Nenek" Ucap Rihanna saat melihat Nenek Muna duduk di ruang keluarga dan segera memeluknya
"Ada apa Rihanna kau teriak-teriak? Tanya Nenek Muna
"Nenek kenapa ada perempuan itu di rumah ini" Ucap Rihanna dengan menunjuk ke arah Uswa yang sudah berada di ruang keluarga
"Kau mengenalnya? Tanya Nenek Muna memastikannya
"Aku tau lha, Nek. Zoel yang memperkenalkan kepada ku saat kita bertemu di lapangan golf" Jawab Rihanna dengan manja
"Oh begitu rupanya" Ucap Nenek Muna tidak menanggapinya
"Aku tidak suka melihat dia berada di rumah ini. Nenek usir dia saja dari rumah ini" Perintah Rihanna
"Tidak boleh seperti itu Rihanna" Jawab Nenek Muna menolaknya
"Kenapa, Nek? Tanya Rihanna
"Nenek sudah berjanji kepada Zoel untuk tidak mengusir Uswa dari rumah ini" Jawab Nenek Muna memberi tahunya
"Nenek" Ucap Rihanna merengek
"Kau tenang iya. Tidak usah memikirkan Uswa. Sekarang yang harus kamu pikirkan adalah bagaimana caranya mendapatkan hati Zoel. Ok" Jawab Nenek Muna dengan melihat wajah Rihanna
"Nenek harus membantuku iya untuk mendapatkan hati Abang Zoel" Ucap Rihanna tersenyum dan kembali memeluk Nenek Muna
"Iya Sayang" Jawab Nenek Muna
"Apa lihat-lihat. Kau mau menguping pembicaraan kita iya" Ucap Rihanna kepada Uswa. Karena sedari tadi Uswa masih berdiri di ruang keluarga melihat keakraban antara Nenek Muna dengan Rihanna
__ADS_1
"Aku tidak mendengarkannya Rihanna" Jawab Uswa segera pergi dari tempat itu
Bersambung... ✍️