Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 6


__ADS_3

Kemarahan Pak Pandu


.


.


.


Allahu akbar Allahu akbar...


Suara adzan subuh berkumandang terdengar sangat jelas. Bagi umat beragama muslim pasti sudah wajib menjalankan sholat subuh dengan khusyuk. Papa Zilla kini sudah bangun beranjak mandi dan mengambil air wudhu untuk sholat.


Namun tidak halnya dengan Zilla Zulaina binti Pandu.


Zilla baru saja pulang dari diskotik dalam keadaaan mabuk berat dan tak sadarkan diri, dia di papah dengan kedua temannya yang bernama Mira dan Nidya.


Di depan rumah ada sebuah tempat duduk yang panjang dan Zilla di tidurkan di situ. Mira dan Nidya merasa engos-engosan memapah Zilla dengan susah payah padahal mereka juga mabuk, namun tidak seperti Zilla. Mira dan Nidya duduk di samping Zilla.


"Zilla-zilla kamu itu anak orang kaya tapi gak dapat kasih sayang dari orang tua kamu sendiri" Ucap Mira


"Benar Mir... Kasih banget sih hidupmu Zill" Sambung Nidya


Hahaha... Mira dan Nidya tertawa bersamaan melihat penderitaan yang di alami oleh Zilla


"Aku suka punya teman seperti Zilla, seperti mesin ATM yang berjalan. Ya gak sih? Tanya Mira kepada Nidya


"Pelorotin aja uangnya, Untung aja dia anak orang kaya kalau anak orang miskin sih aku gak mau berteman dengan dia. Tapi sayang banget kamu bego..." Sambung Nidya dengan memandang wajah Zilla


"Dah biyarkan dia di sini" Ucap Mira


By Zilla... By Zilla... Mira dan Nidya melambaikan tangannya dan berjalan dengan sempoyongan dan tersenyum penuh dengan kegembiraan melihat sahabatnya Zilla dengan keadaan mabuk dan tak sadarkan diri. Hal itu yang membuat hati mereka puas. Mereka sebenarnya hanya merasa iri kepada Zilla. Zilla anak dari keluarga kaya raya sedang mereka hanya anak dari keluarga sederhana.


"Udah ayo kita pergi! Sebelum Papanya melihat kita berdua" Ajak Mira dengan menarik lengan Nidya


"Iya Mir. Ayo Ucap Nidya


.


.


.


Pagi hari

__ADS_1


.


"Ya Allah Nak Zilla kok bisa tidur di sini. Nak-nak kamu dari mana saja semalam. Kalau kamu pergi ke diskotik dosa Nak" Bu ain memegang tangan Zilla dan membangunkan Zilla


"Aku harus membawa Zilla ke kamarnya sebelum Pak Pandu melihat Zilla dalam keadaan seperti ini. Aku merasa kasihan kalau Zilla terus-terusan di marahi oleh Pak Pandu"


"Siapa Bu Ain? Tanya Papa Zilla yang keluar dari dalam rumah dan hendak pergi ke kantor


Bu Ain yang belum sempat membawa Zilla pergi ke kamarnya malah sudah kepergok Pak Pandu.


Zilla... Pak Pandu terkejut melihat Zilla yang tidur di luar


Zilla... Teriak Pak Pandu tetapi teriakan tersebut tidak membangunkan Zilla


"Apa dia mabuk lagi Bu Ain? Tanya Pak Pandu


"Ti... Tidak Pak" Bu Ain menjawab dengan gugup


"Jawab jujur. Jangan kamu bela Zilla terus" Ucap Pak Pandu


"Iya Pak" Bu Ain menundukkan kepalanya


.


"Pak. Apa Bapak sudah siap berangkat ke Kantor? Tanya Pak Tejo


"Iya sebentar lagi" Jawab Pak Pandu


"Bu Ain. Tolong bangunkan Zilla! Kata Pak Pandu yang merasa sudah geram dengan kelakuan anaknya


"Iya Pak" Jawab Bu Ain


"Nak... Nak... Nak... Zilla.


"Zilla... Ayo bangun Nak! Kita masuk ke dalam" Bu Ain mengoyang-goyangkan tubuh Zilla


"Bu Ain" Suara lirih Zilla


"Ayo bangun Nak!" Ucap Bu Ain yang tak di dengarkan oleh Zilla


"Pak Tejo" Ucap Pak Pandu


"Iya Pak" Jawab Pak Tejo

__ADS_1


"Kamu pergi ambil air satu ember dan siram ke Zilla" Ucap Pak Pandu


"Baik Pak. Laksanakan" Jawab Pak Tejo


Pak Tejo yang di suruh Pak Pandu langsung pergi ke belakang dan mengambil air satu ember.


"Ini Pak airnya" Ucap Pak Tejo


"Siramkan air itu ke Zilla" Ucap Pak Pandu yang menyuruh langsung ke Pak Tejo


Pak Tejo kaget dan melihat ke arah Istrinya. Bu Ain memberi sebuah kode agar Pak Tejo tidak menyiram Zilla.


"Cepat siram Pak Tejo. Apa kamu tidak mendengarkan perkataan saya" Ucap Pak Pandu


"Iya Pak saya dengar" Jawab Pak Tejo


Pak Tejo yang di pelototin oleh istrinya ia merasa tidak bisa menolak apa kata Istrinya.


"Pak Tejo siram Zilla. Apa kamu takut kepada Istrimu" Ucap Pak Pandu yang sedari tadi melihat gerak-gerik pasangan suami istri itu


Bu Ain menundukkan kepalanya.


"Pak Tejo sebenarnya kamu bekerja dengan saya atau dengan Istri kamu? Tanya Pak Pandu kepada Pak Tejo


"Bekerja dengan Bapak. Pak" Jawab Pak Tejo


"Kalau begitu siram Zilla" Pak Pandu berbicara dengan nada tinggi karena sudah merasa kesal


Tanpa aba-aba Pak Tejo langsung menyimpan Zilla.


Byur... Suara air yang di siram ke Zilla dia segera bangun dan berdiri mengelap-elap bajunya yang basah dengan tangannya sendiri.


Bu Ain yang merasa kasihan memeluk Zilla dan menangis.


Papa... Zilla terkejut melihat Papa Pandu yang ada di hadapannya sekarang ini.


Singkat cerita Zilla dulunya hanyalah anak manis, anak rumah, dan anak yang sangat menyayangi Papanya dengan seiringnya waktu Zilla kini sudah tumbuh dewasa. Memiliki wajah yang sangat cantik setiap orang yang melihatnya akan merasakan jatuh cinta kepadanya dengan pandangan pertama. Saat memasuki kuliah di Universitas Madya perilaku Zilla berubah dengan sangat derastis. Zilla sering pulang malam, uring-uringan, cara berpakaiannya juga sangat mini dan bahkan suka melawan perkataan orang tuanya. Zilla memiliki sahabat yang bernama Mira dan Nidya. Menurut Zilla Mira dan Nidya orang yang tepat untuk menuangkan seluruh keluh kesah Zilla terhadap Papanya. Namun kenyataannya itu semua salah Mira dan Nidya hanya mengincar uang Zilla saja. Terkadang mereka meminjam uang kepada Zilla untuk membayar keperluan di kampus tetapi uang tersebut malah di peruntukkan membeli sebuah minuman dan mabuk-mabukan di salah satu bar dengan teman-teman mereka. Mira dan Nidya hanya memanfaatkan keadaan dan kebaikan Zilla. Dulunya Zilla tidak tau bar dan setelah Zilla berteman dengan Mira dan Nidya, Zilla pun ikut-ikutan mabuk dan pergi ke bar. Menurut mereka dengan mabuk akan mengurangi beban pikirannya mereka. Toh itu semua hanya tipuan belakang Mira dan Nidya dan sampai akhirnya Zilla bertemu dengan salah seorang teman Mira yang bernama Asril. Mereka sering bertemu di bar itu, seiring berjalannya waktu Asril menyatakan cinta kepada Zilla bahwa selama ini Asril mencintai Zilla. Pada saat itu mereka jadian dan berpacaran hingga saat ini namun Pak Pandu tidak merestui hubungan mereka. Pak Pandu yakin kalau Asril bukanlah orang baik-baik.


Bersambung... โœ๏ธ


Jangan lupa berikan komentar kalian


Salam sayang paling di sayang๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

__ADS_1


__ADS_2