Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 24


__ADS_3

Ismail yang melihat kamarnya masih tertata rapi dia merasa senang. Dilihatnya di meja dekat tempat tidurnya ada sebuah foto yang menggambarkan tiga orang di sana dengan tertawa bahagia. Tampak jelas di raut wajah mereka iya itu foto Bu Sukma, Ismail dan Uswa. Foto itu di ambil saat kelulusan sekolah sewaktu Ismail lulus Sma.


Ismail mencoba mengambil foto tersebut dan duduk di pinggir tempat tidur. Ismail mengusap foto itu dan mengatakan.


"Terimakasih sudah tetap berada di dalam keluargaku. Aku sangat mencintai" Ucap Ismail melihat foto Uswa


"Aku akan segera melammarmu dan ku jadikan kau Istriku satu-satunya yang berada di hidupku hingga maut memisahkan kita" Ucap Ismail


Ismail kembali meletakkan foto tersebut ke tempatnya semula. Setelah itu Ismail mengambil cincin yang berada di dalam tas ranselnya yang sudah di belinya sewaktu akan pulang ke desa.


"Cincin ini" Ucap Ismail memegang cincin dan membuka cincin tersebut di hadapan foto Uswa


"Uswa maukah kau menikah denganku dan menjadi Ibu dari anak-anakku" Ucap Ismail bertekuk lutut di depan foto Uswa


"Iya Abang. Aku menerimamu dan ingin hidup bahagia bersamamu dengan anak-anak kita nantinya" Jawab Ismail yang mewakilinya sebagai Uswa


"Apa begitu cara melamar seseorang" Pikir Ismail


Ismail melihat keadaan di sekitarnya, Huft... Ismail menarik nafas dengan lega karena tidak ada orang yang masuk ke dalam kamarnya secara tiba-tiba. Mungkin kalau ada orang yang masuk ke dalam kamar Ismail secara langsung akan tertawa melihat Ismail yang sedang latihan untuk melamar Uswa dengan memperagakan sebagai dirinya dan sebagai Uswa. Ismail celingak-celinguk dan akhirnya tertawa sendiri.


"Astaga apa yang sudah aku lakukan" Ucap Ismail


"Apa aku terlalu bersemangat" Ucap Ismail mengaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


Ismail menyimpan kembali cincinnya ke dalam tas ransel miliknya. Ismail duduk di kursi dan mengambil kertas warna-warni yang berada di dalam laci mejanya. Ismail ingin memberikan sebuah kata-kata untuk Uswa yang akan di berikannya nanti.


Memberikan kata-kata cinta tulus untuk seseorang atau untuk pasangan memang bisa menjadi cara untuk mengungkapkan kasih sayang satu sama lain. Melalui kata-kata ini seseorang bisa menunjukkan perasaan bahagia kepada pasangan saat bisa menghabiskan waktu berdua.


Dengan saling mengungkapkan kata-kata cinta tulus kepada pasangan, bisa menjadi salah satu upaya mempererat hubungan.


Ismail mengambil kertas warna merah dan dia memulai menulis yang berisikan "Kau membuat bahagia lewat cara yang orang lain tak bisa"


Ismail mengambil kertas warna hijau dan dia menulis yang berisikan "Terkadang orang suka bingung membedakan cinta sejati dengan ego, nafsu, dan rasa tidak aman"


Ismail mengambil kertas warna biru dan dia menulis yang berisikan "Celahmu yang akan dianggap sempurna oleh hati yang memang ditakdirkan untukku"


Ismail mengambil kertas warna kuning dan dia menulis yang berisikan "Saat seseorang mencintaimu, mereka tak harus mengatakannya. Kamu akan tahu dari cara mereka memperlakukanmu"


Ismail mengambil kertas warna ungu dan dia menulis yang berisikan "Jatuh hati tidak bisa memilih. Tuhan memilihkan. Kita hanyalah korban. kecewa adalah konsekuensi. Bahagia adalah bonus.


Aksi menulis Ismail tidak sampai di situ saja. Ismail menulis kembali di setiap kertas yang belum terisikan kata. Ismail lelah dan meletakkan pulpennya keatas meja, ia menyenderkan punggungnya ke kursi. Ismail melihat ke atas langit-langit kamar miliknya. Ismail terbayang wajah teduh Uswa tersenyum kepadanya yang terlintas di pikiran Ismail.


"Astagfirullah" Ucap Ismail mengusap wajahnya


Ismail akan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya untuk melupakan Uswa yang masih berada di pikirannya. Saat Ismal melangkah kakinya telah menginjak sesuatu. Ismail melihatnya ke bawah dan ternyata terdapat sebuah kertas warna yang bertuliskan kata yang sudah dia tulis berserakan di lantai begitu banyak.


"Apa yang sudah kulakukan? Tanya batin Ismail


"Kenapa aku meletakkan ke sembarang arah" Ucap Ismail mengambil kertas warna


"Untung dia tidak ada yang membacanya" Ucap Ismail segera membereskan kertas warna dan menyimpannya ke dalam laci meja kamarnya


Ismail mulai membaringkan tubuhnya ke atas tempat tidurnya yang empuk namun Ismail tak kunjung tidur juga. Ismail hanya bisa membolak-balik tubuhnya ke samping kanan dan kiri.


"Ismail... Panggil Bu Sukma yang sudah berada di depan kamar miliknya


"Iya Bu" Jawab Ismail dari dalam kamarnya


"Ibu pikir kamu tidur Nak" Ucap Bu Sukma yang melihat Ismail membuka pintu kamarnya


"Tidak Bu. Aku tidak bisa tidur" Jawab Ismail


"Sebaiknya kamu mandi dulu habis itu sholat Maghrib, makan malam bersama, dan beristirahatlah" Ucap Bu Sukma


"Iya Bu. Sebentar lagi" Jawab Ismail


"Jangan menundanya Nak. Ibu dan Uswa nanti sehabis magrib akan ke rumah tetangga sebelah. Karena mereka sedang ada yasinan malam ini" Ucap Bu Sukma

__ADS_1


"Aku akan ikut kalian Bu" Jawab Ismail


"Tidak usah. Kamu kan baru pulang Nak, pasti capeh beristirahatlah" Ucap Bu Sukma memegang lengan Ismail


"Jangan menolak niat baikku Bu" Ucap Ismail


"Iya sudah Nak. Kalau kamu rasa tidak lelah ikutlah bersama kami yasinan di tetangga sebelah rumah kita. Mendoakan seseorang yang sudah meninggalkan perbuatan yang baik" Jawab Bu Sukma dengan senyum


"Terimakasih Bu" Ucap Ismail


"Iya. Ibu pergi dulu ke belakang iya Nak" Jawab Bu Sukma meninggalkan Ismal


Azan magrib pun sudah mulai terdengar dengan sangat jelas. Ismail, Bu Sukma, dan Uswa melakukan sholat masing-masing di kamarnya. Setelah itu mereka makan malam bersama, di atas meja sudah di sajikan makanan ke sukaan Ismail. Ismail melihat begitu banyak makan di atas meja.


"Kenapa semua menu makanannya kesukaanku? Tanya Ismail


"Duduklah dulu Nak" Ucap Bu Sukma


"Siapa yang memasak ini semua? Tanya Ismail


"Ini semua di siapkan oleh Uswa spesial buat mu Nak" Jawab Bu Sukma melirik ke arah Uswa


"Apa itu benar Uswa? Tanya Ismail kepada Uswa


"Benar Bang" Jawab Uswa


"Wah... Terimakasih iya Uswa. Tau aja kalau aku sedang rindu dengan masakanmu" Ucap Ismail


"Kalau rindu tetaplah di rumah Nak" Jawab Bu Sukma


Ismail tidak menjawab perkataan Bu Sukma, Ismail hanya bisa tersenyum.


"Bang Uswa ambilkan nasinya iya? Tanya Uswa


"Iya boleh-boleh" Jawab Ismail


"Sudah cukup" Jawab Ismail


"Ini Bang" Uswa meletakkan nasinya


"Terimakasih Uswa" Ucap Ismail


"Sama-sama Bang" Jawab Ismail


Dalam hati Bu Sukma yang melihat perlakuan Uswa kepada Ismail membuat hati Bu Sukma bahagia. Mungkin ini waktu yang tepat untuk aku berbicara kepada mereka.


Makan malam pun sudah berlalu, mereka semua bergegas menuju ke tetangga sebelah rumah. Saat tiba di sana ternyata sudah ada Hadi yang datang terlebih dahulu.


"Ismail" Panggil Hadi


"Hadi" Ucap Ismail


"Bagaimana kabarmu? Tanya Hadi kepada Ismail memeluk Hadi


"Kabarku alhamdulillah cukup baik Had" Jawab Ismail membalas pelukan Hadi


"Kamu harus jelaskan kepada ku kenapa setiap aku meneleponmu kamu tidak pernah mengangkatnya? Tanya Hadi


"Nanti akan ku jelaskan semuanya kepada mu. Setelah kita yasinan" Jawab Ismail


"Baiklah" Ucap Hadi


Acara yasinan yang dilakukan di kampung Ismail Hanya membutuhkan waktu satu jam. Setelah di anggapnya selesai, Ismail menemui Bu Sukma dan meminta izin terlebih dahulu untuk melakukan sholat Isya di masjid bersama Hadi sahabatnya.


Mereka melakukan sholat Isya terlebih dahulu sebelum nantinya mereka akan berbicara yang cukup panjang.


"Hey... Jelaskan dulu kenapa? Tanya Hadi

__ADS_1


"Kita sebaiknya duduk di luar saja! Ajak Ismail kepada Hadi


"Mulailah" Ucap Hadi


"Aku hanya bekerja sebagai supir anak majikan sekaligus memata-matai anaknya" Jawab Ismail langsung


"Apa pun pekerjaanmu itu syukuri saja. Yang aku tanyakan kepada kamu tidak pernah mau mengangkat teleponku? Tanya Hadi


"Maaf aku sibuk saat meneleponku. Atau mungkin jaringan. Aku juga sudah mencoba menghubungimu kembali nyatanya susah" Jawab Ismail


"Jangan pernah melakukan hal seperti itu lagi. Kami di sini sangat menghawatirkanmu, sampai-sampai Ibuku saja menyuruhku untuk mencarimu di kota. Mereka khawatir kami di jahati orang saat melakukan perjalanan ke kota" Ucap Hadi


"Iya tadi pagi siang aku sempat bertemu Ibumu di jalan saat aku hendak pulang ke rumah. Aku juga sudah mendengar darinya. Sekali lagi aku minta maaf" Jawab Ismail


"Iya. Apapun yang terjadi dengan mu hubungi saja aku" Ucap Hadi menepuk pundak Ismail


"Aku kembali ke sini hanya mendapatkan izin 3 hari saja dari Pak Pandu Bosku. Aku juga belum memberi tahu Ibu dan Uswa" Jawab Ismail


"Kenapa? Tanya Hadi


"Aku belum siap berpisah lagi dengan mereka" Jawab Ismail


"Kenapa tidak bekerja denganku saja" Ucap Hadi


"Tidak bisa begitu Hadi" Jawab Ismail mengeluh


"Iya aku mengerti perasaanmu" Ucap Hadi


"Aku ingin sebelum pergi kembali ke kota aku akan melamar Uswa terlebih dahulu" Jawab Ismail


"Apa" Ucap Hadi seketika membuat detak jantung Hadi terhenti


"Iya aku sudah lama menyukai Uswa. Aku ingin melamar dia dan menjadikannya dia Istriku satu-satunya. Aku rasa Ibuku juga sudah tau dan akan merestuinya" Jawab Ismail


"Tapikan dia adikmu Ismail" Ucap Hadi membantah


"Tapi kita tidak sekandung" Jawab Ismail tersenyum


"Kamu sudah gila Ismail" Ucap Hadi


"Aku bisa gila karena Uswa" Jawab Ismail


"Jangan sampai Uswa menerima cinta Ismail. Aku tidak rela jika orang yang aku cintai menikah dengan sahabatku sendiri" Ucap batin Hadi


"Hadi..." Panggil Ismail


"Iya" Jawab Hadi


"Kamu sedang memikirkan apa? Tanya Ismail


"Aku sedang berpikir dengan siapa kamu tinggal di kota. Apa kamu kost? Tanya Hadi memalingkan pembicaraannya


"Begitu saja kamu pikirkan. Kenapa kamu tidak tanya langsung ke padaku" Jawab Ismail


"Oh iya ya... Tinggal dengan siapa dan di mana alamatnya? Tanya Hadi


"Aku tinggal di rumahnya Andi" Jawab Ismail


"Andi. Kalau Andi mah aku sudah tau alamatnya dan aku juga pernah menginap di sana" Ucap Hadi


"Hem iyalah" Ucap Ismail


"Yasudah aku antar kamu pulang. Kita bisa lanjutkan besok lagi ceritanya. Sudah malam ini pasti Ibuku sudah kesepian di rumah sendiri!" Ajak Hadi


"Iya. Mari kita pulang" Jawab Ismail


Ismail di antar pulang oleh Hadi karena dari yasinan Hadi mengajak Ismail untuk menumpang di mobilnya.

__ADS_1


Bersambung... ✍️


__ADS_2