Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 50


__ADS_3

Pada malam hari, setelah magrib Ismail dan Zilla sampai di desa Bunglon. Sebuah taxi terparkir tepat di depan rumah Ismail. Saat Bu Tia selesai melaksanakan shalat magrib berjamaah di masjid, Bu Tia melewati depan rumah Ismail. Bu Tia menghentikan langkah kakinya sejenak. Bu Tia bertanya-tanya dalam hatinya ketika melihat sebuah taxi yang terparkir di depan rumah Ismail.


"Taxi siapa itu? Tanya batin Bu Tia dengan menunjuk taxi tersebut dari kejauhan


"Siapa yang bertamu di rumah Ismail malam-malam begini? Tanya batin Bu Tia semakin penasaran


Bu Tia tetap berdiri dari seberang jalan, saat penumpang taxi tersebut keluar dari taxi yang di tumpanginya. Bu Tia memelototkan kedua matanya, bahkan menggucek-nggucek ke dua matanya dan tidak percaya apa yang di lihatnya untuk saat ini.


"Hah... Ismail dan perempuan itu" Ucap Bu Tia terkejut melihat Ismail dan seorang perempuan keluar dari dalam mobil


"Sebaiknya aku harus ke sana dan menanyakan langsung kepada Ismail. Tapi, tidak... Tidak... Tidak... Aku tidak boleh berpikiran buruk dulu. Lebih baik aku tanyakan besok saja" Ucap Bu Tia mengurungkan niatnya dan melanjutkan langkahnya untuk pulang ke rumahnya


Suasana di desa Bunglon pada malam hari sangatlah sunyi hanya terdengar suara jangkrik dan kodok yang bersautan. Zilla yang baru ke dua kalinya berada di desa Bunglon hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam dan membuang semua kemewahan yang selama ini Papa Pandu berikan.


Ismail mengambil sebuah kunci rumah miliknya yang tersimpan di bawah pot bunga depan rumah. Ismail membukakan pintu rumahnya untuk Zilla dengan lebar-lebar.


"selamat datang di rumahku, Zill" Ucap Ismail tersenyum


"Iya" Ucap Zilla singkat dan duduk di ruang tamu


"Iya benar, Zill. Selamat datang di neraka" Ucap batin Ismail tersenyum


"Apa kau tinggal di sini sendiri? Tanya Zilla saat melihat tidak ada orang lain selain Ismail dan dirinya


"Aku tinggal sendiri" Jawab Ismail


"Di mana ke dua orang tuamu? Tanya Zilla


"Bapakku sudah lama meninggal, Ibuku juga baru empat puluh hari meninggal, dan Uswa juga meninggalkan ku karena dirimu" Jawab Ismail duduk di hadapan Zilla


"Uswa? Siapa Uswa? Tanya Zilla


"Tunangan ku" Jawab Ismail


"Apa dia tinggal bersamamu juga saat itu. Di mana Uswa sekarang? Tanya Zilla


"Iya. Uswa sekarang tinggal di rumahnya sendiri" Jawab Ismail


"Apa Uswa berada di desa ini? Tanya Zilla memastikan


"Iya" Jawab Ismail


"Kenapa Uswa tinggal bersamamu? Tanya Zilla


"Almarhum Ibuku dan Almarhum Ibu Uswa dulunya saat mereka masih hidup mereka adalah sahabat karib. Suatu ketika terjadi sebuah kecelakaan yang mengakibatkan Bapak dan Ibu Uswa meninggal dunia saat bersamaan. Dari situlah Ibuku menjadikan Uswa sebagai adik angkatku. Awalnya aku hanya menerima Uswa sebatas kakak beradik. Namun semakin hari semakin ke sini aku di buatnya jatuh cinta oleh Uswa. Iya, jatuh cinta pada pandangan pertama dan aku tidak mempercayai itu. Suatu ketika aku bermimpi akan hidup berumah tangga bersamanya dan anak-anak kami. Aku pergi ke kota untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Agar kita nantinya tidak kesusahan. Setelah aku pergi ke kota bukannya bekerja dengan giat, malah sebaliknya aku sudah mengecewakannya dan membuat luka di hatinya" Jawab Ismail meneteskan air matanya


"Oh ya. Kamar kamu di sebelah mana? Tanya Zilla mengalihkan pembicaraannya dengan Ismail


"Ada di atas sebelah kiri" Jawab Ismail dengan menunjuk ke arah kamarnya


"Aku akan naik ke atas dan istirahat" Ucap Zilla pergi


"Tunggu. Sebaiknya kau mandilah terlebih dahulu dan gantilah pakaianmu dengan pakaian Ibuku" Jawab Ismail mencegahnya


"Mandi. Pakai pakaian orang yang sudah meninggal. Apa kau sedang menakutiku. Hi..." Ucap Zilla merinding


"Kau sedang hamil. Ibu yang sedang hamil ketika setelah melakukan perjalan jauh harus mandi terlebih dahulu, setelah itu baru tidur. Ini desa dan bukan kota, takutnya pamali. Orang bilang sawanen" Jawab Ismail


"Sawanen apa itu? Tanya Zilla menaikan salah satu alisnya


"Seperti di ikuti setan" Jawab Ismail berbisik di telinga Zilla


"Hah..." Ucap Zilla terkejut langsung menengok ke samping kanan dan kiri


"Kenapa? Tanya Ismail


"Mail-mail apa kamu pikir aku akan takut. Hello Mail ini sudah tahun dua ribu berapa, ya" Jawab Zilla dengan tertawa terbahak-bahak


"Mungkin kau tidak akan pernah mempercayainya hal-hal seperti itu. Aku hanya mengingatkanmu saja" Ucap Ismail


"Sudahlah aku akan pergi mandi! Di mana kamar mandi mu? Tanya Zilla


"Ambillah handuk di kamarku terlebih dahulu, setelah itu kau pergilah untuk mandi. Aku akan menyiapkan baju untukmu di kamarku" Jawab Ismail

__ADS_1


"Hem" Ucap Zilla pergi


Zilla mengambil handuk yang berada di lantai atas kamar Ismail, setelah itu mandi. Sedangkan Ismail pergi ke kamar Bu Sukma untuk mengambilkan Zilla baju ganti. Ismail meletakkan baju ganti di kamar miliknya. Ismail menuju ke kamar mandi dekat dapur bersebelahan dengan kamar mandi yang Zilla gunakan. Suara guyuran air yang jatuh membuat Zilla terkejut.


"Siapa itu? Tanya Zilla


Tidak ada jawabannya


"Apa ada orang di situ? Tanya Zilla


Tidak ada jawabannya


"Jangan main-main denganku, ya!" Ucap Zilla semakin panik


"Aku arwahmu" Jawabnya dengan suara serak


"Apa kau benar-benar hantu? Tanya Zilla


"Benar. Aku adalah orang yang selalu mengikutimu kemanapun kamu pergi" Jawabnya dengan suara serak dan tertawa terbahak-bahak


"Aku tidak takut dengan mu" Ucap Zilla kembali menguyurkan air ke badannya


Ismail mandi dengan tergesa-gesa, Ismail ingin menjahili Zilla kembali dengan suara seraknya itu.


"Tok... Tok... Tok..." Suara pintu kamar mandi di ketuk


Zilla yang mendengarkan suara pintu di ketuk sejenak menghentikan kegiatan mandinya.


"Tok... Tok... Tok..." Suara pintu kamar mandi di ketuk kembali


"Siapa? Tanya Zilla


Tidak ada jawabannya


"Pergilah dari rumah ini. Aku tidak ingin kau berada di rumah ini. Pergi...." Ucap suara serak tersebut


"Kau siapa? Jangan menakut-nakuti!" Ucap Zilla segera memakai handuk dan keluar


Zilla awalnya tidak ingin membuka pintu kamar mandi, Zilla hanya bermain di gagap pintu. Sesekali Zilla memutar gagang pintu tersebut dan kembali menutupnya kembali. Zilla tidak memberanikan diri untuk keluar dari kamar mandi tersebut. Akhirnya Zilla memberanikan diri untuk keluar dari kamar mandi.


"Hah... Apa tadi itu suaramu Mail? Tanya Zilla yang jantungnya hampir copot


"Suara apa? Tanya Ismail balik dan tidak menjawab pertanyaan Zilla


"Suara aneh tadi? Tanya Zilla memastikan


"Apa? Tanya Ismail balik dengan menantang


"Sudahlah minggir sana. Aku akan ganti baju" Jawab Zilla mendorong tubuh Ismail


"Hu..." Teriak Ismail


Zilla pergi ke lantai atas untuk berganti baju yang sudah Ismail siapkan.


"Hm... Baju ini sepertinya sangat kebesaran kalau aku yang memakainya. Tapi, tak apalah. Aku akan tetap memakainya" Ucap Zilla


Setelah memakainya, Zilla bercermin untuk melihat baju yang dia kenakan. Saat di lihat dari cermin baju itu tampak kebesaran di tubuh Zilla. Zilla tersenyum saat melihat dirinya memakai baju yang menurutnya hanya bisa saja. Zilla pergi ke atas tempat tidur dan membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah seharian di penuhi dengan kegiatan. Zilla mulai memejamkan ke dua matanya, namun perut Zilla tidak bisa di ajak kompromi. Zilla lapar dan berteriak menyebut nama Ismail.


"Ismail" Teriak Zilla dari kamar


"Iya" Jawab Ismail saat mendengarkan teriakan itu. Ismail segera menuju ke kamarnya


"Aku lapar" Ucap Zilla melihat Ismail berdiri di depan pintu


"Tidak ada makanan untuk malam ini" Jawab Ismail


"Belikan aku makanan yang enak" Perintah Zilla


"Tidak ada warung yang buka jam segini" Jawab Ismail


"Ini masih jam 21:00 Mail. Lihatlah itu" Ucap Zilla menunjuk jam dinding yang berada di kamar Ismail


"Ini desa bukan kota" Jawab Ismail

__ADS_1


"Aku tidak mau tau kamu harus memasakkanku nadi goreng" Perintah Zilla


"Tidak punya beras" Jawab Ismail


"Apa beras saja kau tidak punya? Tanya Zilla


"Hm..." Jawab Ismail


"Ya sudah aku mau roti saja" Ucap Zilla


"Tidak punya roti" Jawab Ismail


"Apa roti juga tidak punya" Ucap Zilla


"Hm..." Jawab Ismail


"Yang kau punya saja apa cepat bawalah ke mari. Aku sangat lapar, Mail" Perintah Zilla


"Apa kau mau air putih, tunggu sebentar aku akan mengambilkannya untuk mu? Tanya Ismail tersenyum


"Aku lapar, Mail. Kenapa kau tawarkan aku air putih" Jawab Zilla geram


"Aku belum belajar kebutuhan sehari-hari, Zilla" Ucap Ismail


"Jadi selama ini kau makan apa? Tanya Zilla


"Makan dari makanan yang Uswa berikan kepadaku" Jawab Ismail santai


"Apa? Ucap Zilla terkejut


Ismail membalikan badannya dan hendak pergi.


"Kau mau kemana? Tanya Zilla


"Mengambil air putih untukmu" Jawab Ismail


"Tidak usah. Temani aku saja tidur di sini" Ucap Zilla melemparkan bantal dan selimut ke lantai


"Apa maksudmu seperti itu? Tanya Ismail saat Zilla melempar bantal dan selimut ke lantai


"Aku tidak ingin kau tidur bersamaku di satu tempat tidur bersama-sama" Ucap Zilla memalingkan wajahnya


"Siapa juga yang akan tidur bersamamu. Ambil balik itu bantal dan selimut, aku akan tidur di kamar yang lain saja" Jawab Ismail


"Jangan" Teriak Zilla


"Kenapa? Tanya Ismail


"Kau tidurlah di sini saja" Jawab Zilla


"Tidak" Ucap Ismail menolaknya


"Aku takut" Jawab Zilla lirih


"Hm... Iyalah aku akan tidur di bawah untuk malam ini saja, ya" Ucap Ismail


"Iya" Jawab Zilla kembali membaringkan tubuhnya.


Ismail yang berada di bawah tempat tidur sesekali Zilla melihat ke bawah. Zilla tidak bisa memejamkan ke dua matanya. Zilla tidak bisa tidur dengan kondisi yang sangat panas. Saat Zilla berada di rumah, Zilla selalu menyalakan Ac yang berada di kamarnya saat akan tidur.


"Mail... Mail..." Ucap Zilla membangunkan Ismail dengan lirih


"Hm..." Jawab Ismail


"Tolong nyalakan Acnya. Panas sekali kamar ini" Perintah Zilla


"Kau jangan gila Zilla. Aku tidak memiliki Ac" Umpat Ismail


"Tolong nyalakan kipas angin. Panas sekali kamarmu ini, Mail" Perintah Zilla


"Aku tidak punya. Jangan ganggu aku tidur" Ucap Ismail


"Mail..." Ucap Zilla lirih tak di respon oleh Ismail. Zilla terjaga hingga pagi hari dan tidak tidur

__ADS_1


Bersambung... ✍️


__ADS_2