
Mengantar pulang Zilla ke kota
"Andi... Andi..." Pangil Zilla dengan menggedor-nggedor pintu kamar Hadi karena semalam Andi tidur bersama di kamar Hadi, sedang Zilla tidur di kamar tamu
"Heh... Perempuan itu. Ganggu tidurku saja" Ucap Andi
"Biyar aku yang membukanya saja" Ucap Hadi yang sudah terbangun saat subuh tadi
"Ada apa Zilla? Tanya Hadi membukakan pintu kamar miliknya
"Minggir" Ucap Zilla mendorong Hadi
"Astagfirullah" Ucap Hadi
Zilla masuk ke dalam kamar milik Hadi, Zilla menuju tempat tidur di lihatnya Andi masih tertidur pulas. Segera Zilla membuka selimut Andi yang menutupi seluruh bagian tubuhnya.
"Bangun..." Ucap Zilla menarik kaki Andi
Andi yang mendapatkan perlakuan seperti itu kepada Zilla. Langsung terbangun duduk dan mengucek-ngucek matanya.
" Jam berapa ini? Tanya Andi kepada Zilla
"Jam e n a m pagi" Ucap Zilla mengejah hurufnya
"Hoam" Andi menguap
"cepatlah cuci wajah mu dan kita ke rumah Ismail" Perintah Zilla
"Sebentar" Jawab Andi malah kembali tidur
"Andi" Teriak Zilla
"Iya. oke-oke aku bangun, tunggulah di luar tidak ada sopan-sopannya masuk ke kamar laki-laki" Ucap Andi
Zilla tidak menjawab ucapan Andi, Zilla keluar dari kamar milik Hadi tanpa mengucapkan sepatah katapun. Saat Zilla keluar dari kamar Hadi, Zilla berpapasan dengan Bu Zaroh. Bu Zahro membulatkan kedua matanya saat melihat Zilla keluar dari kamar milik Hadi.
"Eh... Ibu. Itu Bu. Eh itu Zilla tadi membangunkan Andi. Jadinya iya masuk ke dalam kamar gitu. Tapi Zilla tidak berbuat apa-apa kok, Bu" Ucap Zilla menjelaskan tanpa Bu Zaroh tanya
"Ayo, sarapan dulu, Nak Zilla!" Ajak Bu Zaroh
"Iya, Bu" Jawab Zilla tersenyum
.
.
.
Di ruang makan sudah ada Bu Zaroh dan juga Zilla. Kemudian di susul dengan Hadi yang sudah rapi mengenakan pakaiannya untuk pergi bekerja.
"Hadi. Kemarilah sarapan terlebih dahulu, Nak!" Ajak Bu Zaroh
"Iya Bu" Ucap Hadi mendekat ke arah Bu Zaroh dan Zilla yang sedang duduk di sana. Hadi menarik kursi di dekat Bu Zaroh dan mendudukinya
"Ibu hari ini masak nasi goreng. Makanlah yang banyak dan Ibu juga sudah menyiapkan makan siangmu nanti" Ucap Bu Zaroh
"Andai saja Ibu ku masih hidup" ucap batin Zilla
"Terimakasih , Bu" Jawab Hadi tersenyum
"Oh iya mana Andi. Kok belum ke sini? Tanya Bu Zaroh
"Masih mandi, Bu. Nanti juga pasti kemari" Jawab Hadi
__ADS_1
"Hm... Gitu iya. Yaudah, Nak Zilla silakan di makan nasi goreng masakan Ibu. Kok bengong aja dari tadi" Ucap Bu Zaroh yang membuyarkan lamunan Zilla
Zilla menyendok nasi goreng tersebut dan membuka mulutnya untuk menerima nasi goreng tersebut namun Zilla merasa mual.
"Huhk... Huhk..." Zilla menutup ke dua mulutnya dan berlari ke kamar mandi. Sampai di kamar mandi Zilla memuntahkan semuanya tanpa menahannya lagi
"Huft..." Ucap Zilla lemas
"Kenapa dengan Zilla? Tanya Bu Zaroh kepada Hadi
"Entahlah Bu. Hadi tidak tau apa-apa" Jawab Hadi
Zilla keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat, Zilla kembali ke ruang makan. Di lihatnya Andi juga menuju ke ruang makan. Zilla berlari menuju ke arah Andi.
"Andi plis antarkan aku ke rumah Ismail!" Perintah Zilla
"Astaga Zill. Kenapa dengan mu? Tanya Andi yang melihat wajah Zilla pucat
"Aku tidak kenapa-kenapa? Antarkan aku sekarang" Ucap Zilla terbata-bata
"Oke-oke pegang tangan ku. Aku akan membantumu untuk berjalan" Jawab Andi
"Ibu... Hadi..." Ucap Andi sampai di ruang makan
"Kemarin lah Andi sarapan bersama kita terlebih dahulu" Ajak Bu Zaroh
"Wah, sepertinya enak sekali. Tapi Andi mohon maaf sekali, Bu. Andi dan Zilla akan pamit untuk ke rumah Ismail" Ucap Andi
"Ke rumah Ismail sepagi ini. Ada keperluan apa dengan Ismail? Ayo, sarapan dulu. An" Ajak Bu Zaroh berulang kali
"Sudahlah Bu mungkin mereka ada keperluan sangat penting yang tidak bisa di tunda. Biyarkan mereka pergi, Bu" Sambung Hadi
"Baiklah Ibu tidak akan mencegah kalian. Pergilah hati-hati kalian di jalan" Ucap Bu Zaroh
.
.
Sampai di rumah Ismail
"An. Apa bener ini rumah Ismail? Tanya Zilla tidak percaya
"Iya benar ini rumah Ismail. Coba pangillah pasti dia keluar dari dalam rumahnya!" Perintah Andi
"Masa sih" Ucap Zilla tidak percaya
"Ismail" Panggil Zilla
"Ismail... Ismail... Mail..." Pangil Zilla berulang kali
"Siapa sih yang datang bertamu di pagi hari begini" Ucap Ismail
Ismail membukakan pintu rumahnya dan setelah di bukanya ada Zilla dan Andi sudah berada di depan rumah.
"Kau" Ucap Ismail menunjuk Zilla
"Tolong Andi bawa perempuan itu pergi dari rumah ku" Perintah Ismail
"Tapikan Is. Perempuan itu ingin bertemu dengan mu" Ucap Andi lirih
"Aku tidak ingin berurusan dengan perencanaan itu" Jawab Ismail menunjuk Zilla
"Perempuan itu hanya ingin tau rumahmu" Ucap Andi
__ADS_1
"Perempuan itu hanya membawa bencana bagiku saja" Jawab Ismail
"Pergi..." Teriak Ismail membalikkan badannya dan hendak masuk ke dalam rumah. Namun dengan segera Zilla menahan lengan Ismail
"Lepaskan tanganmu Zilla" Bentak Ismail
"Aku tidak akan melepaskan mu" Jawab Zilla menantang
"Aku tidak sudi untuk menikahimu" Ucap Ismail
"Apa" Sambung Andi terkejut memelototkan kedua matanya
"Aku akan tetap berada di sini sampai kau mau menikahi ku" Ucap Zilla
"Apa kau bisa melihat ini" Ucap Ismail mengangkat tangannya dan menunjukka kepada Zilla terdapat sebuah cincin kawin yang melingkar di jari manisnya
"Kau bisa melepaskan cincin itu dan kau bisa memutuskan pertunanganmu" Jawab Zilla
"Kau pikir kau siapa bisa berbicara seperti itu kepadaku" Ucap Ismail
"Pergi dari rumah ku sekarang juga. Pergi..." Teriak Ismail
"Aku tidak akan pulang, aku akan tetap di sini" Zilla mulai memangis
"Apa sebenarnya yang sudah terjadi dengan kalian? Aku tidak mengerti dengan semua ini" Sambung Andi yang melihat antara Ismail dan Zilla
Ismail dan Zilla tidak menjawab
"Tolong, Ndi. Bawa dia kembali ke kota! Aku tidak ingin melihat wajah dia" Ucap Ismail memalingkan wajahnya
"Zilla kamu dengar kan apa yang Ismail ucapkan. Sebaiknya sekarang kita kembali ke kota saja" Ucap Andi merayu
"Aku tidak mau Andi. Aku ingin tetap di sini" Jawab Zilla sesenggukan
"Ismail tidak ingin berbicara denganmu bahkan tidak ingin melihat wajah mu. Ayolah jangan begini Zill" Ucap Andi
"Andi..." Jawab Zilla merengek
"Ismail apa kau bisa melihatnya sendiri.Zilla tidak ingin pulang ke kota" Ucap Andi
"katakan apa maumu, Zill? Tanya Ismail
"Aku ingin menikah dengan mu" Jawab Zilla bersemangat
"Jawaban yang sangat konyol" Ucap Ismail tertawa
"Ayo, cepat masuklah ke dalam mobil" Ajak Ismail menyeret Zilla
"Sakit Mail" Jawab Zilla
"Ismail. Jangan kasar-kasar donk sama perempuan" Bentak Andi
"Aku tidak mau berdebat dengannya lagi" Jawab Ismail
"Pulang lah" Ucap Ismail mendorong Zilla untuk masuk ke dalam mobil, namun Zilla tak mau.
"Oke baiklah. Kau tunggu di sini, Zill" Ucap Ismail geram
Ismail berlari menuju ke dalam rumah untuk mengambil dompet dan ponsel miliknya, tak lupa juga Ismail mengunci semua pintu rumahnya. Ismail kembali masuk ke dalam mobil.
"Ayo, Andi jalankan mobilmu dan kita pergi ke rumah Zilla. Aku akan mengantarkan Zilla ke pada Pak Pandu" Ucap Ismail
Bersambung... ✍️
__ADS_1