Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 22


__ADS_3

Ismail pergi ke rumah Andi untuk mengambil beberapa pakaian yang nantinya akan dikenakan saat di desa. Perjalanan dari kota menuju ke desa sangat jauh membutuhkan waktu berjam-jaman meskipun masih satu kota, maklum saja Ismail tinggal di pelosok.


Ismail teringat dengan ucapan saat akan pergi ke kota kalau dia ingin berumah tangga dan ingin menikah serta ingin memiliki rumah sendiri. Ismail berencana pergi ke toko emas terlihat dahulu untuk membeli sebuah cincin kawin sebelum kembali pulang ke desanya.


Ismail rasa cukup dengan pakaian yang dia bawah dalam ranselnya itu dan dia segera memakaikan. Tak lupa juga Ismail menuliskan sebuah surat di atas kertas yang berisikan kalau dia berani kepada Andi yang akan pulang ke desanya untuk beberapa hari. Surat itu Ismal letakkan di atas meja makan yang di tutupi dengan tudung saji makanan.


Ismail bersemangat menuju ke toko emas. Sebelum ke toko emas terlebih dahulu Ismail mengambil uang tunai. Saat dilihat saldo tabungan Ismail berjumlah sangat banyak, Ismail merasa heran.


"Kepada Pak Pandu mengajiku dengan sangat tinggi. Ini tidak sebanding dengan pekerjaanku yang hanya sebagai supir dan mata-mata Zilla" Ucap batin Ismail


"Sudahlah nanti aku tanyakan kepada Pak Pandu saat pulang dari desa" Ucap Ismail


.


.


.


Sampai di toko emas Ismail di sapa oleh beberapa karyanya yang berjaga di sana.


"Selamat siang Pak" Sapa salah satu karyawan


"Selama siang juga" Ucap Ismail dengan senyuman dan langsung menuju arah yang dia tuju yaitu cincin kawin. Ismail hanya melihat cincin yang berjejeran dengan sangat indah dan cantik


"Mau pilih yang mana Pak? Tanya karyawan tersebut


"Aku ingin melihatnya terlebih dahulu" Jawab Ismal


"Oh... Kalau boleh tau mau di berikan kepada siapa? Istri, pacar, adik, kakak. Siapa tau saya bisa membantu Bapak untuk mencarikannya yang cocok? Tanya Karyawan


"Maaf saya belum memiliki Istri. Saya baru akan melamarnya" Jawab Ismail


"Jadi Bapak ingin membeli cincin untuk melamar pacar Bapak? Tanya Karyawan


"Iya seperti begitu" Jawab Ismail


"Sebaiknya yang ini Pak. Ini keluar terbaru koleksi kami belum ada orang yang memilikinya. Hanya ini satu-satunya yang kita buat , ini sangat istimewa untuk orang yang spesial" Ucap Karyawan menunjukkaan salah satu cincin kawin koleksinya


"Berapa? Tanya Ismail


"Tidak mahal kok Pak. Cuma lima puluh juta dengan berat 2 geram masing-masingnya

__ADS_1


"Apa" Ucap Ismail yang merasa terkejut dan mengejutkan orang di sekitarnya mereka langsung melihat ke arah Ismail


"Ada apa sih? Tanya Pembeli yang berada tak jauh dari sampingnya


"Maaf Pak. Bapak ini merasa kaget saat mendengarkan harga cincin yang akan di belinya" Ucap Karyawan


"Kalau tidak punya uang jangan membeli emas" Ucap Pembeli yang berada tak jauh dari sampingnya juga


"Sombong sekali dia" Ucap Batin Ismail


"Maaf sudah mengagetkan" Ucap Karyawan


"Ada-ada saja" Sambung Pembeli yang lainnya


"Jadi bagaimana Pak? Apa Bapak jadi membeli cincin kawinnya? Tanya Karyawan kepada Ismail


Ismail masih membayangkan uang lima puluh juta, seumur hidupnya Ismail belum pernah memegang uang sebanyak itu. Paling banyak mungkin hanya satu juta saja.


"Hah... Ismail menghembuskan nafasnya dengan kasar lima puluh juta bisa ku belikan apa-apa di desa ketimbang harus beli dua cincin kawin ini" Pikir Ismail


"Pak" Panggil Karyawan yang membuyarkan lamunannya


"Eh... Maaf-maaf" Ucap Ismail


"Seperti aku ingin membeli dengan harga yang lebih murah saja. Harga yang tadi kamu tawarkan sangat tinggi dan uangku tidak mencukupinya" Ucap Ismail pelan


"Oh begitu" Jawah Karyawan


"Berikan aku dengan harga dua juta saja" Ucap Ismail


"Harga dua juta ada di sebelah sini" Ucap Karyawan menunjukkaan emasnya yang harga dua juta


"Coba saya lihat yang ini" Ucap Ismail menunjuk salah satu cincin


"Di coba dulu di jari Bapak" Ucap Karyawan


"Iya" Jawab Ismail


Setelah di pakainya ternyata Pas di jari Ismail harganya pun pas di kantong Ismail. Sepertinya Ismal menyukai cincin tersebut.


"Apa Bapak menyukainya? Saya lihat pas di jari Bapak

__ADS_1


"Iya saya suka yang ini" Jawab Ismal


"Bagaimana dengan ukuran jari calon Bapak. Apa Bapak tau ukuran? Tanya Karyawan


"Tidak tau" Jawab Ismail


"Terus kalau sudah di beli. Tapi tidak bisa masuk di jari calonnya bagaimana nantinya? Tanya Karyawan


"Sepertinya ini pas. Aku membeli yang ini tolong di bungkus iya" Ucap Ismail


"Baiklah Bapak tunggu sebentar saya akan membuat notanya" Jawab Karyawan


Tak perlu menunggu lama, karyawan itu memberikan cincin tersebut beserta nota pembeliannya kepada Ismail dan Ismail langsung membayarnya.


"Terimakasih Pak. Semoga menjadi langanan tetap kami" Ucap Karyawan


"Iya" Jawab Ismail


.


.


.


Setelah membeli emas dengan proses yang sangat panjang akhirnya kini Ismail sampai di terminal menumpangi bus jurusan menuju ke desanya. Perjalanan yang melelahkan mengakibatkan Ismail mengantuk di dalam bus.


Ismail pulang ke desanya tidak terlalu dahulu memberikan kabar kepada Ibunya atau Uswa bahkan Hadi sahabatnya. Saat Ismail bekerja di kota Ismail jarang menghubungi keluarganya, Ismail sebenarnya sudah menghubungi napun tidak tersambungkan juga saat ini. Mungkin karena jaringan di desa yang masih susah. Dan bukannya Ismail tidak sayang kepada keluarganya atau melupakan keluarganya. Akan tetapi keadaan yang tidak memungkinkan untuk berkomunikasi dengan lancar.


Ismail membuat kejutan dengan dirinya pulang ke desa dan akan melamar Uswa. Selama ini Ismail sudah mencintai adik angkatnya itu. Ismail berharap cinta di balas oleh Uswa, Ismail begitu yakin dengan keputusannya untuk menikahi Uswa sebagai istri sahnya. Ismail selama ini juga merasa kalau sebenarnya Uswa juga mencintai Ismail. Karena terganggu dengan status kakak adik meskipun tidak sedarah, perasaan itu mereka singkirkan agar tidak menimbulkan rasa canggung di antara mereka.


Ismail menikahi Uswa dengan begitu saat Ismail kembali bekerja lagi di kota tidak menghawatirkan Bu Sukma karena sudah ada Istrinya yang menjaga Ibunya. Ismail berencana setelah menikah dengan Uswa. Uswa akan tetap di desa untuk menjaga Bu Sukma dan Ismail akan tetap kembali bekerja di kota. Setelah hasil kerja Ismail cukup, Ismail akan menetap di desa bersama Uswa dan Bu Sukma beserta anak-anaknya nanti yang akan di lahirkan oleh Uswa.


Itu semua hanya pikiran Ismail dan belum di bicarakan bersama Bu Sukma soal menikahi Uswa dan setelah menikahi Uswa.


Bersambung... ✍️


Jangan lupa berikan komentar kalian


Salam sayang paling di sayangπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Jika kalian suka berikan aku vote, like, komen, share, dan rate. Biyar aku tambah semangat nulisnya. Mohon maaf ini cerita pertamaku yang penulisnya mungkin tak seperti author-author lainnya.

__ADS_1


Berikan dukungan untuk πŸ™


__ADS_2