Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 55


__ADS_3

Pertama kali Zilla pergi ke pasar desa Bunglon. Zilla pun tidak tahu jalan menuju pasar Bunglon. Zilla berjalan kaki, setia orang yang berpapasan dengan Zilla melihat ke arah Zilla dengan jijik.


"Dasar perempuan gak bener" Ucap salah satu Ibu-ibu yang sedang ngerumpi bergosip dengan memilih sayur-sayuran


Zilla menghampiri mereka dan seolah-olah tidak mendengarkan ucapan mereka.


"Mau beli apa, Dek? Tanya Penjual sayuran


"Beli sayur itu, Bu" Jawab Zilla menunjuk ke sayur tersebut di karenakan Zilla tidak tau nama sayur yang sedang di tunjuk nya


"Udah sana pergi. Amit-amit dah kalau kamu pegang sayuran ini. Aku tidak mau membelinya" Ucap salah satu pembeli


"Ya Allah, Bu. Jangan berbicara seperti itu" Jawab Penjual sayur


"Iya, Bu. Aku tidak jadi beli" Sambung yang lainnya ketus


"Sudah, Bu. Aku tidak jadi beli" Jawab Zilla lirih


"Lho, Dek. Kenapa? Jangan dengarkan mereka. Mereka mah emang gitu orangnya. Mau beli sayur yang mana lagi? Tanya penjual sayur tersebut dengan ramah


"Tidak, Bu" Jawab Zilla menolaknya dengan sopan


"Kalau tidak punya uang. Jangan beli atau kamu mau ngutang" Ucap Ibu-ibu tertawa terbahak-bahak


"Mau tanya Bu. Apa arah pasar Bunglon masih jauh dari sini? Tanya Zilla kepada Penjual sayur


"Masih jauh, Dek. Kamu jalan aja lurus, nanti ada plang tulisan pasar Bunglon kanan jalan" Jawab Penjual sayur menjelaskannya


"Terimakasih, Bu. Aku beli sayur di pasar saja" Ucap Zilla


"Hu..." Sorakan Ibu-ibu yang berada di situ


Tidak tidak menanggapinya dan langsung pergi dari tempat itu.


"Kalian ini iya, sudah menolak rejeki ku saja. Ya sudah hari ini kalian tidak boleh mengutang sayuran ku lagi" Ucap Penjual sayur ketus


"Kok gitu sih, Bu" Jawab salah satu pembeli


"Iya kalian habisnya begitu" Jawab Penjual sayur


.


.


Zilla sudah jauh melangkah kakinya untuk menuju ke pasar Bunglon. Tapi langkah kaki Zilla tidak sampai-sampai juga di tempat tujuan.


"Astaga. Aku harus berjalan berapa jauh lagi untuk sampai ke pasar" Ucap Zilla menghentikan langkah kakinya dan mengelap keringatnya dengan baju yang ia kenakan


"Tin... Tin... Tin..." Suara bunyi klakson mobil milik seseorang yang sedari tadi mengikutiku Zilla dari belakang tanpa Zilla sadari


Zilla yang mendengarkan suara klakson mobil tersebut langsung membalikkan badannya untuk melihat ke belakang.


"Mobil siapa? Tanya batin Zilla


"Tin... Tin... Tin..." Suara bunyi klakson mobil itu dan orang tersebut menurunkan sedikit kaca mobil milikny


"Astagfirullah" Ucap Zilla terkejut


"Ayo, Naik cantik ke dalam mobil Aa. Aa siap mengantarkan cantik pergi ke mana pun" Ajak Jamet


"Apa? Ucap Zilla menunjuk ke dirinya sendiri


"Iya kamu cantik" Jawab Jamet tersenyum


Zilla melanjutkannya langkah kakinya tanpa mendengarkan ucapan Jamet lagi.


"Cantik tunggu" Ucap Jamet menghentikan langkah kaki Zilla


Zilla tidak menjawab ucapan Jamet dan terus saja berjalan.


"Cantik" Teriak Jamet mengejar Zilla dan meninggalkan mobil miliknya dan berada di tengah jalan


Zilla semakin mempercepat langkah kakinya. Sedangkan Jamet masih mengejar Zilla.

__ADS_1


"Nah kena kamu. Hayo mau lari ke mana" Ucap Jamet mencekal lengan Zilla


"Sakit. Lepaskan tidak" Perintah Zilla dengan berteriak


"Aku tidak akan melepaskannya" Ucap Jamet mengejeknya


"Dasar orang gila" Umpat Zilla menginjak kaki kanan Jamet


"A..." Teriak Jamet kesakitan saat Zilla menginjak kaki kanannya


"Itu pantas untuk mu karena sudah menyentuhku" Ucap Zilla marah dan menunjuk ke wajah Jamet


"Cantik gemesin deh kalau lagi marah. Apa tambah gemes" Jawab Jamet ingin mencubit pipi Zilla


"Hei..." Teriak Zilla menepis tangan Jamet


"Aa antar iya. Cantik mau pergi ke mana? Tanya Jamet


"Bukan urusanmu" Jawab Zilla kembali berjalan


Jamet terus saja mengikuti Zilla dari belakang. Zilla yang merasa di ikuti oleh Jamet dari belakang merasa jengkel dan masar.


"Stop" Teriak Zilla marah


"Kenapa? Tanya Jamet santai


"Kenapa kamu mengikutiku? Tanya balik Zilla dan tidak menjawab pertanyaan dari Jamet terlebih dahulu


"Aku akan mengantarkan mu kemanapun cantik pergi. Walaupun itu harus berjalan kaki berdua dengan mu" Jawab Jamet tersenyum


"Dasar orang gila" Umpat Zilla marah


Jamet yang tidak suka mendengar umpat Zilla. Akhirnya Jamet menarik Zilla mendekat ke arah tubuhnya.


"Sombong sekali kau" Ucap Jamet berbisik di telinga Zilla


"Lepaskan" Jawab Zilla memberontak


"Tolong lepaskan tanganmu" Perintah Zilla memohon kepada Jamet


"Diam dan ikut saja dengan ku" Ucap Jamet memaksa dan menarik Zilla dengan paksa


"Tolong" Teriak Zilla meminta bantuan


"Percuma kau berteriak. Tidak akan ada orang yang mendengarkan teriakanmu itu. Apalagi ini jalanan sangatlah sepi" Ucap Jamet


"Kau mau membawa aku pergi ke mana? Tanya Zilla


"Pergi bersenang-senang dengan mu" Jawab Jamet tertawa terbahak-bahak


"Kau" Ucap Zilla terkejut


Zilla langsung menggigit tangan Jamet, Jamet yang merasakan kesakitan di tangannya. Akhirnya melepaskan Zilla begitu saja, saat Jamet melepaskan Zilla dengan segera Zilla berlari sejauh mungkin dari Jamet.


Zilla lari, lari, dan lari sekuat tenaga dia. Jamet yang melihat Zilla berlari segera mengejarnya. Dari arah jauh ada seseorang yang melintas dengan menaiki sepedanya. Zilla berteriak meminta tolong kepada orang tersebut agar bebas dari kejaran Jamet.


"Siapa yang meminta tolong" Ucap orang yang menaiki sepeda tersebut dan langsung melajukan kecepatan bersepedahnya


Saat berpapasan dengan orang yang sedang berlari tersebut. Dia segera menghentikan sepedahnya.


"Kau Zilla" Teriak Uswa


"Uswa tolong aku ada orang yang ingin memperkosa aku" Ucap Zilla mendekat ke arah Uswa


"Siapa yang kau maksud? Tanya Uswa terkejut


"Aku tidak tau siapa namanya. Dia orang gila dan sangat berbahaya untuk ku" Jawab Zilla memeluk tubuh Uswa


"Kau cobalah tenang dulu, Zill. Tidak ada orang di sini selain aku. Kau aman bersamaku" Ucap Uswa melihat keadaan di sekitarnya


"Cantik kau di mana. Jangan lari" Teriak Jamet dari ke jauhan


"Ah... Itu. Itu suara orang yang ingin memperkosaku" Ucap Zilla ketakutan

__ADS_1


"Tenanglah Zill, Tenangkan diri mu dahulu" Jawab Uswa saat Zilla memeluk dirinya dari belakang tubuhnya Uswa dengan kencang


"Aku akut- aku takut" Ucap rancau Zilla


"Cantik" Ucap Jamet lirih saat melihat Zilla berada di belakang tubuh Uswa


"Apa yang kau lakukan di sini? Tanya Uswa kepada Jamet dengan terkejut


"Aku... Aku hanya lari-lari pagi saja" Jawab Jamet berbohong


"Dia berbohong Uswa. Dia orang yang akan memperkosaku" Ucap tuduhan Zilla kepada Jamet


"He... Perempuan jaga ucapanmu. Aku tidak serendah itu" Jawab Jamet menyangkal


"Dia berbohong Uswa" Ucap Zilla menujuk ke Jamet


"Kau yang sudah berbohong kepada Jamet. Lihat buktinya Zilla ketakutan seperti ini saat melihat mu. Sungguh aku tidak menyangka kau akan berbuat jahat kepada Zilla. Kau harus tau Jamet, Zilla ini emang orang baru di desa ini. Tapi tolong jangan sikapmu dengan Zilla. Kau tau Zilla ini istri Ismail, aku akan melaporkan mu kepada Abang Ismail karena kau sudah berani-beraninya akan melecehkan istrinya. Dan aku juga tidak akan segan-segan melaporkanmu kepada polisi" Ucap ancaman Uswa


"Apa dia Istri Ismail" Jawab Jamet terbata-bata


"Iya" Ucap Uswa lantang


"Kau sedang melawak iya Uswa" Jawab Jamet tidak percaya


"Pergilah dan jangan ganggu Zilla lagi" Ucap Uswa mengusir Jamet


Jamet tidak menjawab dan akhirnya pergi meninggalkan Uswa dan juga Zilla.


"Apa kau baik-baik saja" Ucap Uswa membalikan badannya dan melihat Zilla


"Aku baik-baik saja dan terimakasih" Jawab Zilla memeluk kembali Uswa


"Kau mau pergi ke mana? dan di mana Abang Ismail? Tanya Uswa


"Ismail ada di rumah. Dia menyuruhku untuk pergi ke pasar Bunglon untuk membeli sayuran dan lauk-pauk. Tadi aku ingin membeli sayuran di sana. Tapi Ibu-ibu mengejekku, menertawakanku, dan aku tidak di perbolehkan untuk membeli sayuran di sana. Padahal penjual sayur tersebut mengizinkanku untuk membeli sayurannya" Jawab Zilla menjelaskannya


"Kau yang sabar saja. Orang di desa iya seperti itu kalau melihat orang yang tidak di sukainya" Ucap Uswa


"Aku akan pergi ke pasar atau Isma akan memarahiku lagi" Ucap Uswa pergi dan melangkah kakinya


"Apa kau yakin akan pergi ke pasar dengan berjalan kaki? Arah pasar masih jauh! Ayolah pulang saja, aku akan mengantarkan mu untuk pulang" Ucap Uswa mencegahnya saat melihat Zilla pergi


"Ismail akan marah saat melihatku pulang tanpa membawa barang belanjaan" Jawab Zilla menghentikan langkah kakinya


"Tidak usah belanja. Aku akan memberikan sayur dan lauk untuk kalian. Lihatlah aku hari ini berbelanja cukup banyak" Ucap Uswa menujukkan keranjang belanjanya


"Apa yang kau ucapkan itu benar. Kau akan memberikanku sayur dan juga lauk" Jawab Zilla mendekat ke arah Uswa


"Iya benar" Jawab Uswa tersenyum


"Iya sudah aku tidak jadi pergi ke pasar" Ucap Zilla


"Ayolah naik. Aku akan mengantarkan mu pulang" Ucap Uswa mengajaknya


"Apa kau akan memboncengku sampai di rumah? Tanya Zilla


"Iya. Ayo, naiklah" Jawab Uswa menganggukkan kepalanya


Akhirnya Zilla pulang di bonceng oleh Uswa, sesekali Zilla menggelitik pinggang Uswa dan itu menambah tawa di antara mereka.


Bersambung... ✍️


#Salam sayang paling di sayang dariku πŸ’‹#


Udah hari Minggu aja nih guyss


Kalian pergi ke mana hari ini πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


TETAP DUKUNG NOVELKU IYA


berikan vote, like, rate, komen, n share


jika kalian ada poin lebih boleh dong aku minta hadiah mawar dari kalian πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2