Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 14


__ADS_3

Saat Zilla sampai di rumah.


.


.


.


.


Rumah nampak sepi lampu di ruang tamu pun sudah di matikan. Zilla membuka pintu rumahnya dengan sangat pelan-pelan agar penghuni yang lain tidak mendengarkannya saat ia sampai di rumah pada malam hari.


Zilla sudah menutup pintunya kembali, Zilla baru melangkahkan kakinya. Akan tetapi lampu di ruangan tamu di nyalakan oleh seseorang.


"Dari mana saja jam segini baru pulang? Tanya Papa Pandu


"Keluar sebentar. Bertanya dengan teman" Jawab Zilla


"Kamu itu masih sakit harus jaga kesehatan gak keluyuran. Apa kamu minum lagi malam ini? Tanya Papa Pandu melangkahkan kakinya mendekati Zilla dan mengendus


"Apaan sih Pa... Zilla gak minum" Jawab Zilla dengan ketus


"Bertemu dengan siapa saja kamu di sana? Tanya Pak Pandu balik


"Dengan Mira dan Nidya lha.." Jawab Zilla meninggalkan Papanya yang berada di ruang tamu dan dia menuju ke kamarnya


Pak Pandu yang melihat Zilla pergi hanya diam saja. Dia memilih diam ketimbang harus memarahi Zilla. Dia tidak ingin berdebat yang akhirnya sampai membuat Zilla terluka dan sakit hati. Pak Pandu sudah mengerti apa yang bakal di katakan ketika Zilla marah kepadanya. Hanya satu pertanyaan yang selalu Zilla ucapkan apakah dia anak kandung Pak Pandu atau tidak. Wajar saja Zilla menanyakan itu karena Pak Pandu tidak memperhatikan Zilla dengan baik. Semenjak kematian Istrinya Pak Pandu lebih menyibukkan diri dengan urusan pekerjaannya agar dia tidak mengingat-ingat mendiang Istrinya yang bernama Nilam. Karena Pak Pandu terlalu mencintai Istrinya sehingga sulit untuk di lupakan hal-hal romantis saat bersama Istrinya.


Namun tanggapan Zilla selama ini salah. Zilla beranggapan bahwa Papa Pandu tidak memperhatikan dia dan tidak menyayangi dia. Zilla selama ini lebih dekat dengan Bu Ain karena sejak kecil Zilla di rawat oleh Bu Ain setelah kepergian Bu Nilam istri Pak Pandu. Bu Ain yang memberikan kasih sayang yang sangat tulus kepada Zilla sehingga membuat hati Zilla luluh. Zilla sudah menganggap Bu Ain sebagai Ibunya sendiri. Sebaliknya dengan Bu Ain dia juga mengganggap Zilla seperti anak kandungnya sendiri.


"Dasar anak gak tau di untung" Batin Papa Pandu


Sedari tadi Pak Pandu sudah mendapatkan sebuah pesan dari Ismail. Kalau Zilla keluar rumah pada malam hari ini. Dan laporannya dia hanya bertemu dengan Mira dan Nidya. Di sana juga tidak nampak Asril yang merupakan kekasih Zilla Zulaina binti Pandu.


Setelah Pak Pandu mendapatkan sebuah pesan akhirnya dia memutuskan untuk pulang dan ingin menanyakan langsung kepada anaknya itu.


Tring...


Tring...


Tring...


Ponsel milik Pak Pandu berdering.


"Hallo"


"Hallo Bos. Kita sudah menemukan Asril dan kita sedang mengurungnya di gudang dekat pabrik kita"


"Kasih dia pelajaran yang sangat berharga agar dia mengingatnya dan ingat jangan biarkan dia lolos besok saya akan menemui dia"


"Siap Bos. Laksanakan"


"Asril anak kurang ajar, berani juga nyalinya sudah saya peringatkan berulangkali tapi tidak kapok juga" Batin Pak Pandu

__ADS_1


.


.


.


Pagi hari.


Cahaya matahari menyilaukan masuk ke dalam kamar Zilla. Zilla yang masih bermalas-malasan enggan bangun namun suara ketukan pintu membuat Zilla harus bangun dan segera membukanya.


"Siapa sih pagi-pagi begini udah ketuk pintu? Umpat Zilla


Tok...


Tok...


Tok...


"Iya sebentar" Jawab Zilla


"Saat pintu terbuka ternyata yang ada di hadapannya adalah Papa Pandu.


"Papa... Ada apa? Tanya Zilla


"Cepatlah mandi dan segera turun ke bawah untuk sarapan. Ingat hari ini kamu harus pergi ke kampus. Papa tidak mau tau alasan kamu apa?" Jawa Papa Pandu


"Hm... Iya-iyalah" Ucap Zilla mengacak-acak rambutnya


Zilla masuk ke dalam kamar dengan membanting pintu.


"Iya" Balas Zilla


.


.


"Bu Ain" Panggil Pak Pandu


"Iya Pak" Jawab Bu Ain


"Apa maknanya sudah siap? Tanya Pak Pandu


"Sudah Pak. Silahkan"Jawab Pak Pandu


"Oh iya Bu Ain. Nanti kalau Zilla turun sampaikan Papanya sudah berangkat ke Kantor terlebih dahulu dan nanti ada orang yang akan mengantar jemput Zilla untuk pergi ke kampus. Ingat iya Bu jangan biarkan Zilla membawa mobil sendirian" Ucap Pak Pandu


"Iya Pak nanti saya sampaikan ke Nak Zilla" Jawab Bu Ain


"Terimakasih" Ucap Pak Pandu


Setelah Pak Pandu selesai sarapan Pak Pandu terlebih dahulu ingin menemui Asril dan membuat peringatkan kepadanya.


"Di mana Asril? Tanya Pak Pandu

__ADS_1


"Ada di dalam Bos" Jawab Boy


"Oke. Saya mau kalian keluar semua aku ingin berbicara dengan Asril saja" Ucap Pak Pandu


"Siap Bos" Jawab Boy dengan memberi kode ke anak buahnya agar mengikuti dia keluar


Asril... Asril... Asril... Panggil Pak Pandu dengan cukup keras sehingga membuat Asril yang tidur terbangun juga


"Senang bertemu dengan mu Asril" Ucap Pak Pandu menepuk kedua pipi Asril


"Aku sudah sampaikan ke kamu berulang kali jauhi anakku yang bernama Zilla. Tapi kamu masih saja tidak mendengarkan perkataanku.


"Apa kamu sudah bosan hidup? Bentak Pak Pandu melayangkan satu pukulan tepat di perut Asril


Buk... Buk... Beberapa kali pukulan mendarat di perut Asril dan seluruh tubuh Asril. Asril kini hanya terjatuh lemas.


"Kapan kamu menodai anakku? Tanya Pak Pandu


"Apa maksudmu Om" Jawab Asril


"Jangan panggil saya Om. Kamu bukan siapa-siapa saya mengerti" Teriak Pak Pandu


"Kapan? Tanya Pak Pandu


Jawab Asril!


"Aku hanya melalukan satu kali saat dia mabuk di acara ulang tahun Nidya" Jawab Asril


"Oh jadi kamu melakukannya dengan Zilla tanpa sadar. Jadi kamu sudah memperkosa Zilla begitu" Ucap Pak Pandu dengan mencekik leher Asril


"Apa kamu tidak sadar kalau perbuatanmu itu sangat merugikan Zilla? Tanya Pak Pandu


"Aku sangat mencintai Zilla. Apapun yang berhubungan dengan Zilla aku akan bertanggung jawab Om" Jawab Asril


"Cinta Hahaha... Pak Pandu tertawa terbahak-bahak


"Dengan cinta kamu bilang. Cinta tidak bisa menjamin kehidupan anakku yang layak" Ucap Pak Pandu


"Aku akan berusaha dan mencari pekerjaan yang lebih baik" Jawab Asril


"Aku Pandu orang yang di segani banyak orang tidak akan pernah menerima kamu sebagai menantu saya paham" Ucap Pak Pandu dengan menendang tubuh Asril yang sudah tidak berdaya Asril hanya terdiam dan tidak melakukan serangan balik


Saat Pak Pandu pergi meninggalkan Asril. Asril sudah tidak sadarkan diri.


"Boy! Buang Asril sejauh mungkin!" Ucap Pak Pandu


"Apa dia sudah mati Bos? Tanya Boy


"Belum. Jangan banyak tanya lakukan saja apa yang saya suruh" Jawab Pak Pandu


"Maaf Bos" Ucap Boy


Bersambung... โœ๏ธ

__ADS_1


Jangan lupa berikan komentar kalian


Salam sayang paling di sayang๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


__ADS_2