Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 62


__ADS_3

Asril datang menghampiri Kakak iparnya yang berada di tempat kerja.


"Woi... Ada pengantin baru nih" Teriak Jamet melihat Asril


"Berisik lu" Ucap Asril kepada Jamet


"Ngapain lho kesini? Tanya Jamet dengan menaikan salah satu alisnya


"Suka-suka aku lha. Napa lu yang syirik! Udah kerja sana" Perintah Asril


"Wah... Wah... Wah... Dah gak bener ini, berani sekali kau menyuruhku Asril" Ucap Jamet tidak terima


"Kenalin aku mandor baru di sini. Wakil bos pemilik perusahaan kayu ini" Ucap Asril mengulurkan tangannya dan tertawa terbahak-bahak


"Gila lu, As" Umpat Jamet tidak mau menyalami Asril


"Apa mau ngelawan sama bos? Tanya Asril memelototkan kedua matanya


"Iya-iya serah lu dah, As" Jawab Jamet melanjutkan pekerjaannya


Doni yang mendengarkan suara berisik di depan, segera keluar dari ruangannya.


"Asril" Ucap Doni yang melihat Asril berada di tempat kerjanya


"Iya Kak" Jawab Asril menghampiri Kak Doni


"Ada apa kau kemari? Tanya Doni


"Hm... Aku ingin meminta sesuatu kepada, Kak Doni" Jawab Asril dengan ragu


"Apa itu? Katanya saja" Ucap Doni


"Aku ingin motor baru Kak! Aku datang kemari untuk meminta uang kepada Kakak" Ucap Asril dengan percaya diri


"Buahahaha" Jamet tertawa terbahak-bahak mendengarkan ucapan Asril


"Kau bisa diam tidak atau kau akan aku pecat sekarang juga" Teriak Asril kepada Jamet


"Badan lu panas ya, As? Tanya Jamet


"Sudah-sudah. Jamet kau lanjutkan saja kerjamu sana dan kau Asril apa yang kau katakan tadi. Meminta motor" Jawab Doni tidak percaya dengan ucapan Asril


"Motor baru Kak. Asril itu capek pakai motor butut yang setiap pergi selalu saja sial. Pasti ada aja entah itu mogok, ban bocor, atau yang lainnya" Ucap Asril menjelaskan


"Kau itu harus sadar Asril. Sekarang kau sudah menjadi suami adikku, kau harus bertanggung jawab atas adikku Laila. Kau saja masih numpang di rumah ku dan bahkan kau juga numpang makan di rumah ku. Apa kau tidak malu dengan memintaku untuk membelikan mu motor yang baru" Jawab Doni dengan lantang


"Oh... Jadi selama ini Kak Doni keberatan aku dan Laila tinggal dan makan di rumah Kakak. Oke baiklah aku akan bawa pergi Laila dari desa ini" Ucap Asril mengancam


"Jangan. Jangan bawa Laila pergi jauh dari ku. Aku tidak percaya dengan mu Asril. Aku merestui pernikahan mu dengan Laila hanya di karenakan aku kasihan dengan adikku yang sudah jatuh cinta dengan laki-laki tidak punya adab seperti mu" Jawab Doni marah


"Jadi sekarang intinya Kak belikan aku motor atau tidak" Ucap Asril memastikan


"Kau kerja dulu Asril di perusahaan kayuku ini. Mintalah bantuan kepada Jamet agar kau tahu cara bekerja di sini" Perintah Doni


"Aku tidak mau! Aku ingin di kantor saja" Ucap Asril menolaknya

__ADS_1


"Terserah mu. Aku tidak akan memaksamu! Silahkan cari pekerjaan yang lebih baik di luaran sana" Ucap Doni


"Ah... Tidak Kakak, tidak adik sama saja" Umpat Asril pergi


"Jamet" Teriak Asril memanggil Jamet


"Apa? Tanya Jamet saat mendengarkan Asril memanggil namanya


"Pinjam mobilmu sebentar" Ucap Asril


"Maaf, As. Bensinnya habis!" Jawab Jamet berbohong


"Kasih gak kunci mobil lu. Mau nih mobil rongsokan aku bakar sekarang" Ucap Asril mengancam


"Asril" Teriak Doni yang tidak tahan dengan kelakuan Asril


"Mana kuncinya" Ucap Asril meminta kepada Jamet


"Bos. Tolong donk bilangin ke adik iparnya. Beneran deh Bos bensin mobil ku habis" Ucap Jamet memohon kepada Doni


"Dengarkan Asril apa yang Jamet ucapkan" Sambung Doni


"Dasar pelit" Jawab Asril duduk di bawah pepohonan


"Ya sudahlah jangan buat keributan lagi. Aku akan melanjutkan pekerjaanku lagi" Ucap Doni masuk ke dalam ruang kerjanya


"Asril lu mau aku bikinkan kopi" Ucap Jamet kepada Asril


"Boleh-boleh" Jawab Asril


"Nih kopinya sudah jadi" Ucap Jamet meletakkan kopi untuk Asril di samping tempat duduk Asril


"Terimakasih" Jawab Asril


"Oh... Iya kenapa sih lu itu marah-marah dan meminta motor baru ke Pak Doni. Apa lu gak dapat jatah semalam dari Laila? Tanya Jamet


"Jatah semalam sudah, tapi jatah uang dari Kakaknya belum" Jawab Asril


"Benar-benar enak iya jadi lu. Nikah dengan Laila tapi semua biaya di tanggung sama Pak Doni" Ucap Jamet tertawa


"Makanya jadi orang itu ganteng biar para perempuan-perempuan itu jatuh cinta kepada kita" Jawab Asril dengan sombong


"Ye lu ini, As. Eh... Ngomong-ngomong di desa sebelah itu ada perempuan cuantikkk banget dia dari kota. Tapi sayang sudah punya suami. Beh... Perempuan itu cuantik nomer satu di desa Bunglon. Laila lewat, As. Kalau kau ada waktu coba main-main ke desa Bunglon" Ucap Jamet memberitahunya


"Ngapain juga kau kasih tau aku. Kalau dia sudah punya suami" Jawab Asril tidak bersemangat


"Siapa tau aja kau mau cuci mata, setelah bosan dengan Laila" Ucap Jamet berbisik


"Bagus juga ide mu itu" Jawab Asril tersenyum


"Siapa dulu donk. Jamet gitu lho" Ucap Jamet dengan bangga


"Lu habis ini kan makan siang. Udah antarkan aku ke desa sebelah. Aku ingin melihat perempuan yang kau bilang cantik itu se desa Bunglon" Ajak Asril


"Siap Bos" Jawab Jamet

__ADS_1


.


.


Jam sudah menunjukkan waktunya makan siang. Dengan segar Asril dan Jamet pergi ke desa sebelah.


"Wah... Jauh juga iya ternyata" Ucap Asril mengeluh


"Sebentar saja. Sebentar lagi lu bakalaan lihat yang bening-bening" Jawab Jamet tersenyum


"Awas iya kalau lu sampai bohong" Ucap Asril dengan mengepalkan kedua tangannya


"Santai dulu donk As" Jawab Jamet tersenyum


Janet menghentikan mobilnya tak jauh dari rumah Ismail.


"Kenapa kita berhenti? Tanya Asril memelototkan kedua matanya


"Sudah sampai" Jawab Jamet


"Mana orangnya? Tanya Asril yang sedari tadi tidak melihat siapa-siapa di sekitar


"Itu rumahnya" Jawab Jamet dengan menunjuk ke arah rumah Ismail


"Mana" Ucap Asril tidak sabar


"Kita tunggu di sini dulu. Kita tidak boleh ke sana, Hm..." Jawab Jamet tidak melanjutkan ucapannya


"Kenapa? Tanya Asril


"Tunggu lah sebentar, As. Nah cobalah lihat ke rumah itu, aku bilang apakan pasti dia keluar juga dari rumahnya" Jawab Jamet menunjuk perempuan yang keluar dari rumah Ismail


"Apa Zilla" Ucap batin Asril tidak percaya


"Hello Bosku. Lihatnya tidak begitu juga donk" Ucap Jamet


"Eh... Maaf-maaf. Sejak kapan perempuan itu tinggal di rumah itu? Tanya Asril tidak percaya


"Sudah satu bulan sepertinya Zilla tinggal di rumah itu dan menikah dengan Ismail" Ucap Jamet menjelaskan


"Zilla. Menikah" Jawab Asril terbata-bata


Bersambung... ✍️


Mampir berikan ⭐ lima


like


vote


komen


share


berikan hadiah

__ADS_1


Ok. Terimakasih 🤗


__ADS_2