Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 72


__ADS_3

Beberapa hari ini setelah kedatangan Zilla ke rumahnya. Uswa merasakan hatinya tergerak untuk berkunjung ke rumah Zilla. Uswa mulai bersiap-siap tidak lupa juga membawakan Zilla sedikit kue buatannya. Saat Uswa akan menuju ke depan terdengar suara seseorang yang memanggil namanya.


"Assalamualaikum Uswa" Ucap salam Hadi


"Waalaikumsalam Kak" Jawab salam Uswa dari dalam rumah dan meletakkan kuenya di atas meja ruang tamu


"Kak Hadi. Ada apa Kakak ke rumah ku? Tanya Uswa


"Hm... Apa aku tidak boleh datang ke rumah mu? Tanya balik Hadi tanpa menjawab pertanyaan Uswa


"Bolehlah Kak. Duduklah" Ajak Uswa duduk di depan rumah


"Ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepada dirimu. Jujur saja aku sudah tidak sanggup memendamnya sendiri" Ucap Hadi yang masih berdiri di hadapan Uswa


"Apa itu sepertinya hal penting bagi Kakak? Tanya Uswa melihat wajah Hadi sekilas


"Iya" Jawab Hadi singkat


"Duduklah Kak. Biyar ngobrolnya santai" Perintah Uswa kepada Hadi yang sedari tadi tetap berdiri di hadapannya


"Uswa jujur saya apa yang akan ku ucapkan ini membuat hati mu tidak nyaman setelah ini. Tolong maafkan aku" Ucap Hadi menundukkan kepalanya


"Apa Kak. Katakanlah, jangan membuat Uswa bingung" Jawab Uswa


"Selama ini kita selalu bersama-sama, tanpa sengaja perasaan itu muncul dalam hatiku. Jujur selama ini aku sudah jatuh cinta kepada dirimu. Uswa aku tidak ingin lagi menutup-nutupinya, mau kah kau menjadi istriku" Ucap Hadi menyodorkan sebuah cincin kawin yang sangat cantik kepada Uswa


"Apa" Jawab Uswa terkejut dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Uswa tidak pernah menyadarinya kalau Hadi selama ini menyimpan rasa suka kepadanya dan di tambah lagi Hadi melamarnya secara tiba-tiba


"Jawablah. Apa kau menerimaku? Tanya Hadi


Uswa tidak menjawab pertanyaan Hadi dan Uswa hanya menundukkan kepalanya saja


"Aku tau ini mungkin membuatmu terkejut. Tapi sungguh aku ingin menjadikanmu perempuan satu-satunya yang berada di dalam hati ku" Ucap Hadi jujur


Uswa tidak menjawabnya


"Kenapa kau hanya berdiam diri saja Uswa? Apa kau menolak ku? Tanya Hadi


Lagi-lagi Uswa hanya diam membisu


"Apa kau masih memikirkan Ismail. Apa kau masih menunggu Ismail menjadi duda dan kau akan menikah bersamanya" Ucap Hadi asal


"Apa yang kau katakan Hadi. Jaga ucapanmu" Jawab Uswa memelototkan kedua matanya


"Terus apa? Ayolah Uswa move on. Ismail itu sudah memiliki istri" Ucap Hadi


"Aku sudah melupakan Abang Ismail, Kak" Jawab Uswa membantahnya

__ADS_1


"Kalau kau sudah melakukannya. Ayolah jawab lamaran ku? Tanya Hadi percaya diri


"Maaf aku tidak bisa menjawabnya sekarang" Jawab Uswa memalingkan wajahnya


"Kalau kau begini. Aku yakin kau masih menunggu Ismail. Mau sampai kapan Uswa kau jangan seperti orang bodoh. Jangan tertipu dengan rayuan gombal Ismail" Umpat Hadi


"Jangan berbicara terlalu jauh, Kak. Sebaiknya Kakak pulanglah! Aku tidak ingin berdebat" Perintah Uswa


"Jadi kau mengusirku? Tanya Hadi tidak percaya


"Aku tidak mengusir Kak Hadi. Tapi tolong lah, Kak" Jawab Uswa memohon


"Aku akan menunggu jawaban darimu dalam waktu empat hari. Kalau dalam empat hari ini kau tidak menemui ku dan mengatakannya. Maka sudah pasti kau menolak ku Uswa" Ucap Hadi berdiri dari tempat duduknya


"Insya Allah. Uswa akan memberikan jawaban kepada, Kak Hadi" Jawab Uswa lirih


"Assalamualaikum" Ucap pamit Hadi


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatu" Jawab salam Uswa


Uswa masih duduk di depan rumah melihat kepergian Hadi. Uswa tidak habis pikir ternyata Hadi menyukainya. Uswa bingung selama ini Ia menganggap Hadi adalah sebagai Kakaknya sendiri. Uswa mulai kebingungan harus menjawab apa kepada Hadi. Toh selama ini Uswa tidak memiliki rasa suka kepada Hadi.


Uswa menepikan semua masalah perasaan dirinya dengan Hadi. Uswa masuk ke dalam rumah kembali untuk mengambil kue yang akan di berikannya kepada Zilla nanti. Uswa segera mengunci pintu rumahnya dan segera menaiki sepedanya menuju ke arah rumah Zilla.


Sesampainya di rumah Zilla tampak seperti biasanya sangatlah sepi. Namun ada yang aneh tidak seperti biasanya pintu rumah Zilla terbuka.


"Assalamualaikum" Ucap Uswa dari luar pintu


Tidak ada jawaban


"Zilla" Panggil Uswa


"Waalaikumsalam" Jawab Zilla lirih dan terbata-bata saat mendengarkan suara Uswa


"Abang apa kalian ada di dalam" Ucap Uswa saat tidak ada yang menjawabnya


"Apa kemana iya? Kok tidak ada yang menjawabnya, padahal kan pintu rumahnya terbuka. Ah... Lebih baik aku segera masuk ke dalam dan memeriksanya saja" Ucap batin Uswa


Uswa masuk ke dalam rumah, baru beberapa langkah Uswa melihat begitu banyak darah.


"Darah milik siapa ini? Tanya Uswa kepada dirinya sendiri dan mengikutiku asal darah tersebut


"Zilla" Ucap Uswa berteriak saat mendapati Zilla berada di balik kursi sedang kesakitan dan berlumuran darah


"Uswa tolong aku" Ucap Zilla terbata-bata


"Zilla kau kenapa? Tanya Uswa memangku Zilla dan memeluknya

__ADS_1


"Asril" Jawab Zilla yang sudah tidak hampir terdengar suaranya


"Asril" Ucap Uswa membulatkan kedua bola matanya


"Ah..." Teriak Zilla kesakitan


"Apa yang harus ku lakukan? Apa kau akan melahirkan bayimu? Tunggu kau di sini sebentar Zilla" Ucap Uswa membaringkan Zilla yang masih berada di ruang tamu


Uswa berlari menuju ke arah dapur untuk mengambil air hangat dan kain lap. Uswa kembali berlari tergesa-gesa menuju ke ruang tamu. Uswa yang tidak tau mengenai peroses persalinan menjadi kebingungan. Uswa panik dan tidak menelepon Abang Ismail. Saat ini Uswa hanya fokus kepada diri Zilla yang sudah merasakan kesakitan.


"Ayolah Zilla narik nafas mu dan keluarkan lah. Aku akan membantumu lahiran" Perintah Uswa yang sedikit nervous


Tidak menunggu waktu yang cukup lama akhirnya bayi itu keluar dengan selamat. Uswa mengendong bayi tersebut dalam keadaan yang masih di lumuri oleh darah.


Dari luar terdapat suara mobil pick up milik Ismail. Ismail yang meninggalkan rumah tadi pagi selalu saja terpikir oleh Zilla. Ismail yang keluar dari dalam mobil melihat sepeda Uswa yang berada di bawah pohon. Ismail segera masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum" Ucap salam Ismail terbata-bata saat melihat apa yang terjadi di ruang tamu


"Abang anakmu sudah lahir" Ucap Uswa tersenyum kepada Ismail dengan mengendong bayi tersebut


"Zilla" Teriak segera memangku kepada Zilla dan memeluk Zilla


"Abang maafkan aku" Ucap Zilla lirih


"Bertahanlah Zilla. Aku akan segera membawamu ke rumah sakit sekarang juga" Jawab Ismail yang melihat Zilla semakin pucat dan lemas


"Tidak usah Bang. Aku ingin di rumah saja" Ucap Zilla lirih


"Kau jangan menolaknya Zilla. Maafkan aku tidak bisa menjaga diri mu dengan baik" Jawab Ismail lirih semakin mempererat kuat pelukannya.


"Zilla... Zilla... Zilla" Pangil Ismail panik saat tubuh Zilla lemas dan matanya tertutup


"Zilla... Zilla..." Panggil Ismail berulangkali dengan menepuk pipi Zilla agar sadarkan diri


"Zilla" Teriak Ismail sekuat tenaganya


"Kenapa dengan Zilla, Bang? Tanya Uswa terkejut


"Entahlah Uswa. Abang juga tidak tau" Jawab Ismail menanggis


"Zilla bangun, Zilla... Jangan tinggalkan anakmu Zilla. Kau harus kuat Zilla" Ucap Ismail menanggis sesenggukan


"Abang cepatlah bawa Zilla ke rumah sakit" Perintah Uswa


"Iya Uswa" Jawab Ismail segera mengendong Zilla menuju ke dalam mobil yang sudah terparkir di depan halaman rumahnya.


Uswa mengikuti langkah kaki Ismail dan mengendong bayi tersebut untuk masuk ke dalam mobil menuju ke rumah sakit desa Bunglon.

__ADS_1


Bersambung... ✍️


__ADS_2