Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 49


__ADS_3

Ijab qobul telah selesai, Ismail meninggalkan tempat acara dan pergi dari kerumunan banyak orang.


"Pernikahan macam apa ini" Umpat Ismail melempar jas yang di kenakannya ke arah kursi yang berada di taman belakang rumah.


Ismail membuang nafasnya dengan kasar, serta Mengacak-acak rambut miliknya dengan begitu saja.


"Kau bodoh Ismail" Umpat Ismail pada dirinya sendiri, Ismail duduk di kursi taman dan menanggis


"Rupanya kau bersembunyi di sini" Ucap Zilla menghampiri Ismail yang duduk di taman belakang rumah


"Kenapa kau mengikutiku kemari? Tanya Ismail segera mengusap air matanya


"Di depan banyak orang yang ingin bertemu dengan mu dan ingin mengucapkan selamat atas pernikahan kita" Jawab Zilla tersenyum


"Aku tidak kenal dengan mereka semua, kau saja yang temui mereka. Aku capek harus tersenyum dan pura-pura bahagia di depan mereka semua" Ucap Ismail


"Ku mohon temui mereka, ini semua kulakukan demi Papa. Di sana banyak rekan bisnis Papa. Maafkan aku sudah memaksamu" Jawab Zilla meninggalkan Ismail yang berada di taman belakang


"Iya. Nanti aku menyusulmu, kau pergilah terlebih dahulu" Ucap Ismail membuat Zilla tersenyum


Dengan langkah kaki lunglai Ismail meraih jad yang sudah di lemparnya dan segera Ia pakai kembali. Setelah di lihatnya rapi Ismail pergi ke depan untuk menemui tamu para undangan pernikahan yang ingin mengucapkan selamat atas pernikahannya.


Ismail dan Zilla duduk di kursi pelaminan, banyak antrian tamu yang ingin bersalaman, mengucapkan selamat, dan berfoto dengan mereka.


Satu-persatu Zilla menyalami mereka dan sesekali mereka tertawa, tersenyum saat mereka ingin berfoto dengannya.


"Astaga. Sampai kapan ini? Tanya batin Ismail


"Sabar ya, Mail. Sebentar juga mereka akan pergi" Ucap Zilla berbisik


"Kenapa dia bisa mengetahui ucap batin ku? Tanya batin Ismail


"Sayang senyum sedikit donk" Ucap Zilla yang membuyarkan lamunan Ismail, agar tetap fokus pada pemotretan


"Oh, Iya" Ucap Ismail tersenyum


"Selamat iya Zill. Sekarang kamu sudah menjadi Nyonya Zilla Marzuki" Ucap Rekan bisnis Pak Pandu


"Terimakasih, Pak" Jawab Zilla tersenyum


"Wah... selamat juga untukmu, Mail. Sudah menjadi keluarga besar Pandu" Ucap Rekan bisnis Pak Pandu


"Terimakasih, Pak" Jawab Ismail tersenyum


.


.


Para tamu undangan satu-persatu meninggalkan tempat acara.


Papa Pandu, Zilla, dan Ismail masuk ke dalam rumah. Pak Pandu membukakan pintu rumahnya dengan lebar-lebar untuk Zilla dan Ismail.


"Selamat datang Ismail Marzuki" Ucap Papa Pandu


Ismail tidak menjawab


"Sekarang kau sudah menjadi bagian dari keluarga Pandu. Jaga sikap, tutur bahasamu, dan sopan santunmu. Karena kau sudah mengetahuinya aku adalah Pandu orang normal satu di kota ini" Ucap Papa Pandu


Ismail tidak menjawab


"Apa kau mendengarkan ucapanku, Mail? Tanya Papa Pandu


"Pa... Ismail capek. Biyarkan Ismail istirahat, ya" Sambung Zilla

__ADS_1


"Oh. Silakan-silakan, biyarkan nanti Bu Ain mengambilkan baju ganti untuk Ismail. Kemarin Papa menyuruh Boy untuk memberikan baju-baju baru untuk Ismail" Ucap Papa Pandu


"Tidak usah, Pak. Terimakasih, Aku tidak membutuhkan semua itu" Jawab Ismail lantang


"Hei... Jangan panggil aku Pak. Panggil saja aku Papa, seperti Zilla memanggilku dengan sebutan Papa. Kau sekarang sudah menjadi suami Zilla" Ucap Papa Pandu


"Aku belum terbiasa" Jawab Ismail acuh


"Tidak masalah buatku" Ucap Papa Pandu tersenyum


"Zill. Tolong cepat ganti baju pengantinmu dengan baju biasa. Kita akan pergi ke desa sekarang juga" Perintah Ismail


"Desa? Apa maksudmu, Mail? Tanya Zilla terkejut


"Apa kau belum memberi tahu kepada anakmu? Tanya Ismail kepada Papa Pandu


"Apa apa? Tanya Zilla kepada Papa Pandu


"Iya benar, Nak. Papa belum memberi tahu kepadamu semuanya dan Papa juga tidak sempat menceritakan semuanya kepadamu. Ismail menyetujui pernikahan ini dengan syarat" Jawab Papa Pandu mengusap wajahnya dengan kasar


"Apa syaratnya, Pa? Katakan kepada Zilla, Pa? Tanya Zilla kepada Papa Pandu


"Ismail menerima pernikahan ini dengan syarat. Syarat yang pertama adalah Ismail tidak ingin menerima setengah harta yang Papa miliki. Syarat yang ke dua setelah kalian menikah, kau dan Ismail akan hidup di desa Ismail. Tanpa bantu Papa saat kalian kesulitan masalah uang Dan syarat yang ketiga Papa tidak boleh ikut campur urusan rumah tangga kalian" Jawab Papa Pandu menjelaskan kepada Zilla


"Apa, Pa? Papa berbohongkan kepada Zilla! Zilla tidak ingin hidup miskin dan kesusahan, Pa? Zilla ingin tetap di rumah ini dan tidak akan pernah pergi dari rumah ini" Jawab Zilla menanggis


"Itu syarat dari Ismail dan kau harus mengikutinya" Ucap Papa Pandu


"Ini semua tidak benar kan, Mail. Tolong tarik kembali semua syarat darimu" Ucap Zilla memohon kepada Ismail


"Tidak bisa" Jawab Ismail tegas


"Pa..." Ucap Zilla memohon kepada Papa Pandu


"Tidak bisa. Sekarang kau sudah menjadi istri seorang Ismail Marzuki. Kau harus mengikuti ucapan Ismail" Jawab Papa Pandu membantah


"Susullah Zilla ke kamarnya. Papa tidak akan mencegah kalian untuk pergi dari rumah ini dan rumah ini selalu terbuka untuk kalian" Perintah Papa Pandu


"Hm..." Jawab Ismail


.


.


Ismail pergi menuju ke lantai atas, saat di depan kamar Zilla. Ismail tampak ragu-ragu untuk masuk ke dalam. Sejenak Ismail menunggu di depan pintu kamar Zilla. Setelah Zilla selesai menganti baju pengantinnya, segeralah keluar dari kamar miliknya.


"Kenapa kau tidak masuk saja? Tanya Zilla yang melihat Ismail berada di depan kamar miliknya


"Tidak" Jawab Ismail singkat


"Apa kau akan memakai baju itu saat kita pergi ke desa? Tanya Zilla menunjuk baju Ismail


"Tidak. Kau tunggulah di depan, aku akan meminjam baju ganti kepada Pak Tejo" Jawab Ismail menjelaskan


"Baiklah" Ucap Zilla lirih


Ismail dan Zilla segera pergi dari rumah Papa Pandu, saat di depan rumah mereka berpapasan dengan Boy. Boy berpikir sejenak saat berpapasan dengan pengantin baru itu.


"Mau ke mana mereka? Hotel, bulan madu, atau kemana, ya? Tanya batin Boy


"Kalian mau ke mana? Tanya Boy berteriak dan membalikkan badannya


"Pulang ke rumah suamiku" Jawab Zilla santai

__ADS_1


"Apa?" Jawab Boy Tertawa terbahak-bahak


"Apa ada yang lucu? Sambung Ismail bertanya kepada Boy


"Maaf-maaf seperti tidak ada. Apa aku boleh mengantar kalian pergi? Tanya Boy


"Tidak usah. Terimakasih" Jawab Ismail


"Iya Boy tidak usah" Sambung Zilla


"Oke. Baiklah kalian hati-hati di jalan" Jawab Boy


.


.


Ismail dan Zilla sedang menunggu taxi yang sedang melintas di jalan depan rumahnya. Banyak taxi yang melintas dan berlalu-lalang di depannya. Namun tidak ada satupun yang bisa mereka hentikan.


"Astaga. Sampai kapan kita harus berdiri dan menunggunya" Ucap Zilla mengeluh


"Bersabarlah" Jawab Ismail


"Coba lihatlah itu ada taxi. Kau berhenti dia, siapa tau dia mau mengantarkan kita" Perintah Zilla


"Iya" Jawab Ismail segera melambaikan kedua tangannya untuk menyetop taxi tersebut.


"Akhirnya" Ucap Zilla lirih


"Pak" Panggil Ismail mengetuk kaca jendela taxi tersebut. Dan saat di bukanya ternyata supir adalah orang yang sudah memeras Ismail pada malam hari itu saat kabur dari sekapan Pak Pandu


"Kau" Ucap Ismail memelototkan kedua matanya


"Apa? Tanya Supir taxi


"Kau kan orang yang waktu itu memerasku dengan menaikan harga taxi sampai satu juta kan" Jawab Ismail menunjuk supir taxi tersebut


"Kau salah orang, Pak" Ucap Supir taxi berbohong


"Kau masih saja berbohong kepada ku, ya. Cepat antarkan aku ke desa Bunglon" Perintah Ismail yang masuk ke dalam mobil dan di susul dengan Zilla


"Hm... Aku tidak mau" Jawab Supir taxi menolak


"Ayo, Cepatlah" Perintah Ismail


"Tidak mau. Tempat itu sangat jauh" Jawab Supir taxi menolak


"Aku akan membayarmu" Bujuk Ismail


"Hm..." Supir taxi menghela nafasnya


"Ayo. Jalan tidak" Perintah Ismail memaksanya


"Berikan aku upah 2 juta" Ucap Supir taxi


"Rupanya kau sudah gila, ya" Umpat Ismail


"Aku melihatmu, sepertinya kalian ini orang kaya" Jawab Supir taxi


"Aku orang miskin. Baiklah 800 ribu" Ucap Ismail menaikan harga taxi


"Wah... Baiklah aku akan mengantarkan kalian ke desa Bunglon sekarang juga" Jawab Supir taxi


"Apa kau kenal dia? Tanya Zilla kepada Ismail

__ADS_1


"Tidak" Jawab Ismail singkat


Bersambung... ✍️


__ADS_2