
Malam hari Zoel terbangun dari tidurnya gara-gara lapar.
"Perut ini selalu saja bunyi terus membuat diriku terusik" Ucap Zoel segera bangun dari tidurnya
"Bener-bener tidak bisa di ajak kompromi" Ucap Zoel pergi menuju ke ruang makan
Zoel yang sudah berada di dalam ruang makan segera meminum air putih untuk mengganjal perutnya yang terasa lapar. Zoel sudah meminum beberapa gelas air namun tidak merasa kenyang. Zoel duduk di kursi ruang makan dan menyenderkan tubuhnya.
"Seperti ini hidup lelaki jomblo yang belum memiliki pasangan dan tidak mendapatkan perhatian khusus dari orang lain" Ucap Zoel berwajah murung
Zoel melihat di atas meja ada tudung saji,
"Apa ada makanan di dalam tudung saji itu" Ucap pikiran Zoel dengan segera membuka tudung saji tersebut
"Masakan apa ini" Ucap Zoel saat melihat menu masakan itu
"Sepertinya aku belum pernah memakan makanan seperti itu" Ucap Zoel memikirkannya
"Ya sudahlah aku makan saja dari pada aku kelaparan" Ucap Zoel mengambil nasi dan lauk
"Hm... Enak" Ucap Zoel saat memakan masakan Uswa
"Pinter juga dia masak" Ucap Zoel memujinya
Zoel makanan makan tersebut dengan sangat lahap bahkan Zoel sampai menambah lagi makanannya hingga habis. Setelah makan Zoel kembali ke kamarnya dan segera tidur.
.
.
Drama di pagi hari
Seperti biasanya Uswa bangun pagi mandi terus melaksanakan shalat subuh. Setelah shalat subuh Uswa tidak lupa untuk membaca Al-Qur'an dan tadarus. Lantunan ayat demi ayat Uswa ucapkan hingga terdengar nyaring sampai di telinga Zoel. Zoel yang mendengarkan Uswa sedang mengaji merasa terusik. Zoel menutup telinganya dengan bantal miliknya. Walaupun Zoel sudah menutup telinganya tetapi suara tersebut masih terdengar jelas di telinga Zoel. Zoel menutup kembali telinga dengan kedua bantal miliknya dan Zoel semakin terusik hanya bisa membolak-balik tubuhnya ke kanan dan ke kiri.
"Heh... Uswa masih jam berapa sih ini. Aku masih ngantuk" Ucap Zoel bangun dari tempat tidurnya dan duduk di pinggir tempat tidurnya dengan mengacak-ngacak rambut miliknya sendiri
Zoel pergi menuju ke kamar Uswa yang terletak di lantai atas. Di tangga Zoel melangkah kakinya dengan perlahan dan mendengarkan suara lantunan Uswa mengaji
__ADS_1
"Suara itu merdu sekali. Sudah lama rumah ini tidak terdengar lagi oleh suara seorang yang sedang mengaji. Dulu almarhum Ibu masih hidup setiap hari rumah ini di penuhi suara lantunan merdu Ibu mengaji" Ucap Zoel lirih tanpa Ia sadari meneteskan air matanya
Zoel berjalan pelan-pelan menuju ke arah kamar milik Uswa. Sesampainya di depan kamar Uswa, Zoel masih berdiri di depan pintu kamar Uswa yang masih tertutup. Zoel tidak bergerak dan bagaikan patung.
Uswa yang selesai mengaji segera membereskan dan meletakkan mukenanya beserta Al-Qur'an di tempat semula. Uswa memakai jilbab miliknya setelah rapi memakainya Uswa langsung pergi menuju ke dapur untuk membuat sarapan.
"Krekkk" Suara pintu terbuka
"Astagfirullah" Ucap Uswa terkejut saat melihat Zoel berdiri di depan kamar miliknya
"Uswa" Ucap Zoel terkejut
"Apa yang kau lakukan di depan kamar ku? Tanya Uswa dengan memelototkan kedua bola matanya
"Kau itu berisik sekali" Jawab Zoel
"Berisik kenapa? Tanya Uswa santai
"Kau itu jam segini kenapa mengaji? Suara mu itu terdengar sampai di kamar ku. Aku yang mendengarkan suara mu itu terusik dan terganggu tidurku" Jawab Zoel marah
"Astagfirullah kenapa kau berbicara seperti itu! Ini sudah subuh, semua orang juga sudah bangun dan melaksanakan shalat subuh. Apa kau sudah shalat subuh? Tanya Uswa
"Iya jangan begitu. Kau jangan meninggalkan shalat ingat itu" Ucap Uswa mengikutiku Zoel
"Hm" Jawab Zoel
"Sebagai umat beragama kau harus takwa terhadap tuhanmu" Ucap Uswa lagi-lagi menceramahinya
"Kenapa kau mengikutiku? Tanya Zoel menghentikan langkah kaki dan membalikkan tubuhnya untuk melihat Uswa
"Aku ingin pergi ke dapur untuk membuat sarapan" Jawab Uswa
"Kau akan membuat sarapan apa? Tanya Zoel
"Nasi goreng" Jawab Uswa
"Oh... Tolong buatkan aku kopi dan bawa ke kamar ku" Perintah Zoel
__ADS_1
"Iya" Ucap Uswa lirih
Uswa pergi ke dapur langsung membuatkan kopi untuk Zoel, sedang Zoel yang sudah bangun pagi akan melanjutkan pekerjaan kantor yang belum terselesaikan. Zoel segera mengambil laptop di ruang kerjanya dan Ia bawa ke kamar. Zoel duduk di kursi yang berada di ruang kamar miliknya dan mulai menyalakan laptop. Zoel yang sudah mengutak-atik laptop dengan serius terdengar oleh suara paling seseorang dan menghentikan pekerjaannya.
"Pak" Pangil Uswa dari luar kamar
"Iya masuk tidak di kunci kok" Ucap Zoel dari dalam kamar miliknya
"Ini kopinya mau di taruh di mana? Tanya Uswa yang membawa kopi masih panas
"Sini. Kau letakkan di sini saja" Jawab Zoel menujuk mejanya
"Ada yang lain lagi, Pak. Yang bisa saja bantu" Ucap Uswa tersenyum
"Jangan panggil aku dengan sebutan Pak... Pak... Pak... Dan Pak... Aku ini masih muda belum menikah dan aku juga bukan Bapakmu yang kau harus sebut dengan Pangil Pak. Panggil aku Zoel. Z o e l" Jawab Zoel menjelaskannya kepada Uswa dan mengejah namanya dengan benar
"Maaf Zoel" Ucap Uswa menundukkan kepalanya
"Hm... Pergilah dari kamarku" Ucap Zoel mengusirnya
Uswa segera pergi dari kamar Zoel dengan menghembuskan nafasnya dengan lega. Uswa kembali ke dapur berniat untuk mengangkat sisa lauk semalam sebelum Uswa membuat nasi goreng. Uswa membuka tudung saji di atas meja dan makan tersebut sudah habis.
"Di mana makanannya" Ucap Uswa memelototkan kedua bola matanya saat melihat makanannya tidak ada
"Apa Zoel yang memakan makanannya. Tapi seperti tidak, Zoel bilang kan tidak makan saat malam hari" Ucap Uswa
"Apa di rumah ini ada tikus, kucing, dan ha... Tidak mungkin. Tidak mungkin" Uswa menepis semua pikiran buruknya
Uswa mengambil piring tersebut dan segera mencucinya. Setelah itu Uswa memasak nasi goreng, aroma nasi goreng yang di buat oleh Uswa sangat lezat hingga bau itu tercium sampai di hidung Zoel. Pagi itu Zoel tidak seperti biasanya langsung pergi ke kantor dan sarapan di kantor. Melainkan Zoel sarapan terlebih dahulu karena Uswa yang sudah memasak nasi goreng mengajak Zoel untuk sarapan bersama.
Zoel dan Uswa memakan nasi goreng tersebut dengan sangat lahap. Sesekali di antara mereka bertukar pertanyaan soal asal usul keluarga mereka dan tertawa ringan.
"Pukul berapa kau akan pulang ke rumah? Tanya Uswa yang mengantarkan Zoel sampai di depan pintu rumahnya
"Aku hari ini tidak pulang ke rumah. Malam ini aku akan menginap di rumah temanku. Jadi kau tidak perlu menunggu ku lagi, jaga dirimu baik-baik dan kunci rumah ini dengan rapat-rapat" Perintah Zoel tersenyum
"Baiklah" Ucap Uswa dengan membalas senyuman Zoel
__ADS_1
Bersambung... ✍️