
Keesokan harinya Uswa sudah berada di rumah Ismail.
"Akhirnya kau datang juga Uswa" Ucap Ismail tersenyum
"Iya, Bang" Jawab Uswa
"Masuklah. Aku akan berangkat kerja! Ucap Ismail
"Hm... Abang sudah sarapan? Tanya Uswa
"Belum. Nantilah Abang mampir makan di warung saja atau tidak makan di warung Bu Tia" Jawab Ismail
"Iya sudah. Abang hati-hati di jalan" Ucap Uswa
"Ini uang untukmu" Ucap Ismail memberikan uang kepada Uswa sebanyak lima ratus ribu
"Untuk apa Abang memberikan ku uang sebanyak itu? Tanya Uswa saat melihat uang tersebut
"Untukmu saja. Siapa tau kau ingin membeli sesuatu" Jawab Ismail
"Simpan saja uang itu Bang, untuk persalinan Zilla nanti pasti membutuhkan banyak uang" Jawab Uswa menolaknya
"Soal persalinan Zilla. Alhamdulillah Abang sudah menyiapkan uangnya. Ambillah uang ini Uswa" Ucap Ismail
"Tidak Bang. Uswa masih memiliki uang simpanan kok" Jawab Uswa menolaknya kembali
"Hm... Baiklah aku akan menyimpan uang ini kembali. Jika kau membutuhkannya bilang saja ke Abang. Abang pasti akan memberikan uangnya" Ucap Ismail tersenyum
"Iya Bang" Jawab Uswa
"Abang pergi dulu. Assalamualaikum" Ucap pamit Ismail
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatu" Jawab salam Uswa
Uswa masuk ke dalam rumah dan mengunci pintunya. Di dalam rumah tidak nampak Zilla, Uswa naik ke lantai atas untuk pergi melihat Zilla. Apa Zilla ada di kamarnya atau tidak.
"Zilla" Pangil Uswa lirih dan membuka pintu kamar milik Zilla dengan perlahan-lahan
"Masih tidur" Ucap Uswa saat membuka pintu kamar Zilla
Uswa memutuskan untuk turun ke lantai bawah, tidak ingin mengganggu Zilla yang sedang tidur pulas. Dari pada Uswa duduk benggong, Uswa berpikir untuk memasak agar saat Abang Ismail pulang sudah ada makanan yang tersaji. Uswa menuju ke dapur, mengeluarkan bahan-bahan untuk memasak. Uswa mulai memotong sayuran.
Di dalam kamar Zilla memanggil nama Ismail berulangkali. Namun tidak ada jawaban dari Ismail. Saat Zilla membuka matanya rupanya Ismail sudah tidak berada di bawah tempat tidurnya. Kasur yang berada di bawah tempat tidurnya sudah terlipat dengan rapi menandakan bahwa Ismail sudah bangun. Zilla turun ke lantai bawah untuk mencari Ismail. Namun tidak menemukan Ismail, malah saat Zilla ke dapur yang dia temui adalah Uswa.
"Uswa kau sedang apa di dapurku? Tanya Zilla
"Memasak untuk mu dan Abang Ismail" Jawab Uswa
"Siapa yang menyuruhmu? Tanya Zilla duduk di meja makan
"Abang Ismail" Jawab Uswa
"Di mana Abang Ismail? Tanya Zilla
"Sudah berangkat kerja. Lagian kau jadi istrinya tidak ada perhatian sama sekali dengan suami mu" Jawab Uswa menyindir
"Apa maksud ucapan mu Uswa? Tanya Zilla memelototkan kedua matanya
"Iya kau lihat saja sendiri. Bangun siang, tidak membuatkan sarapan untuk suami, bahkan suami berangkat kerja kau malah enak-enak tidur" Jawab Uswa menyindirnya lagi
__ADS_1
"Terserah aku. Toh Abang Ismail, sudah tidak marah lagi dengan ku" Ucap Zilla dengan percaya diri
"Oh iya... Abang tidak marah itu karena sudah bosan melihat kelakuan mu seperti itu Zilla" Jawab Uswa
"Ada apa dengan mu Uswa? Sepertinya kau hari ini ingin sekali memojokkan ku dan menyalahkan ku terus? Tanya Zilla
"Itu hanya perasaan mu saja Zill" Jawab Uswa
"Kau tidak akan merebut Abang Ismail dariku kan? Tanya Zilla
"Di mana kau menyimpan garamnya? Tanya Uswa mengalihkan pembicaraannya
"Ada di situ. Di tempat biasanya" Jawab Zilla
"Tidak ada" Ucap Uswa
"Apa habis ya" Pikir Zilla
"Yasudah aku akan membeli garam di warung Bu Tia. Kau mandilah sana" Ucap Uswa
"Iya" Jawab Zilla
"Tutup pintunya dan kunci kembali" Perintah Uswa
"Iya-iya" Ucap Zilla
Uswa pergi tak lama kemudian Zilla menutup pintu dan mengunci pintu rumahnya. Sedari tadi ada seseorang yang sedang mengintai rumah Zilla dari kejauhan. Saat orang tersebut melihat Uswa pergi ke luar dari rumah Zilla. Dengan segera orang itu mendekat dan menuju ke arah rumah Zilla.
"Tok... Tok... Tok..." Suara pintu rumah Zilla di ketuk
"Astaga pasti Uswa melupakan sesuatu" Ucap Zilla dengan segera membuka pintu rumahnya
"Sayang jangan marah-marah kepada ku" Ucap Asril merayu
"Kau mau apa ke sini? Tanya Zilla tidak lagi mencegah Asril untuk masuk ke dalam rumah
"Aku kangen sama kamu dan aku juga kangen sama anakku" Jawab Asril dengan manja
"Kangen-kangen. Jaga ucapanmu Asril, Aku ini sudah menjadi istri orang" Ucap Zilla lantang
"Kau ceraikan saja suamimu itu dan menikahlah denganku" Jawab Asril
"Aku tidak akan pernah bercerai dengan Ismail" Ucap Zilla menegaskan
"Kau jangan berbohong Zilla. Kau itu sangat cinta mati kepada ku. Mana mungkin kau suka laki-laki kampung dan miskin" Jawab Asril menghina
"Jaga ucapanmu Asril. Aku bukan Zilla yang dulu kau kenal. Kecamkan itu baik-baik" Ucap Zilla menujuk ke arah wajah Ismail
"Zilla" Panggil Pak Koni yang saat itu melintas di depan rumah Zilla
"Iya Pak" Jawab Zilla tersenyum
"Siapa dia? Tanya Asril
"Orang lah. Siapa lagi? Namanya juga desa pasti orangnya saling sapa menyapa" Jawab Zilla ketus
"Zill. Plisss ikutlah denganku pergi dari desa ini" Ucap Asril dengan memegang tangan Zilla
"Tidak. Pergilah kau dari rumah ku Asril" Jawab Zilla menolak dan mengibaskan tangannya
__ADS_1
"Ikutlah denganku" Ucap Asril mencekal lengan milik Zilla dan menyeretnya
"Tidak. Lepaskan Asril sakit" Jawab Zilla memberontak
"Aku tidak sabar dengan sikapmu itu. Ini kan yang kau mau dariku" Ucap Asril mempercepat langkah kakinya agar orang lain tidak ada yang melihatnya
"Aku tidak mau ikut dengan mu Asril. Aku sudah tidak mencintaimu lagi" Ucap Zilla menggigit tangan Asril, segera berlari masuk ke dalam rumah dan mengunci pintunya
"Zilla" Teriak Asril marah
"Zilla bukakan pintunya" Panggil Asril dengan menggedor-gedor pintu rumah milik Zilla
"Pergilah Asril. Aku tidak sudi menemui mu lagi" Ucap Zilla dari dalam rumah
"Zilla... Zilla..." Teriak Asril memanggil nama Zilla
"Woi... Ada dengan mu? Tanya Pak Koni yang kembali melintas di depan rumah Zilla
"Tidak, Pak" Jawab Asril menundukkan kepalanya agar orang tersebut tidak mencurigainya
"Pergilah dari rumah itu" Perintah Pak Koni
"Iya Pak" Ucap Asril segera pergi
.
.
Setelah kepergian Asril dari rumah Zilla, datanglah Uswa pulang dari membeli garam di warung Bu Tia.
"Zilla. Assalamualaikum" Ucap Salam Uswa
"Waalaikumsalam" Jawab Zilla membukakan pintu rumahnya
"Apa kau sudah mandi? Tanya Uswa
"Maaf belum. Tadi perutku sakit sekali" Jawab Zilla berbohong
"Yasudah cepatlah mandi! Aku akan ke dapur melanjutkan untuk memasak" Ucap Uswa
"Hm..." Jawab Zilla menggangukan kepalanya
"Untung saja Uswa tidak melihat Asril. Bagaimana besok kalau Asril datang lagi" Pikir batin Zilla
Bersambung... ✍️
MOHON DUKUNGANNYA
Jangan lupa
rate ⭐ 5
vote
like
komen
share
__ADS_1
hadiah