
Malam harinya
.
.
Hari sudah semakin malam dan larut, Pak Pandu masih nampak belum menyelesaikan pekerjaannya. Begitu banyak berkas-berkas bertumpukan di atas meja Pak Pandu yang harus di periksa satu persatu olehnya.
Sejenak Pak Pandu meletakkan pulpennya, meregangkan dasinya yang merasa sesak dan menyenderkan tubuhnya ke tempatnya duduknya.
"Hah... Pak Pandu membuang nafas dengan rasa lega"
"Begitu banyak pekerjaan hari ini yang harus saya selesaikan" Ucap Pak Pandu
Pak Pandu di kantor tidak sendirian di ruangan lain juga masih ada Zoel sang sekretaris yang setiap menemani dan melayani Pak Pandu. Zoel juga merupakan orang kepercayaan Pak Pandu, setelah kematian Ayahnya. Zoel mengantikan posisi Ayahnya yang dulunya juga merupakan mantan sekretaris Pak Pandu. Hubungan Ayah Zoel dengan Pak Pandu hanya sebatas hubungan sahabat. Mereka bersahabat sedari masih sekolah di bangku SMA dan perkuliahan hingga saat ini. Berkat kejujuran Ayah Zoel mampu mengubah persahabatan itu menjadi sebuah keluarga. Ayah Zoel juga sangat berjasa dalam hidup Pak Pandu. Di karenakan Ayah Zoel Pak Pandu mampu hidup hingga saat ini.
Singkat cerita sewaktu jaman Sma Pak Pandu hampir di tabrak oleh seseorang yang tidak dikenalinya. Untung ada Ayah Zoel yang mampu mendorong Pak Pandu hingga terpental dan tidak tertabrak, tapi sayang Ayah Zoel hanya keserempet saja. Bukan Aksi itu saja yang pernah di lakukan oleh Ayah Zoel. Pernah juga dia menggagalkan aksi penculikan Pak Pandu yang berkedok pemerasan uang sebagai imbalannya. Ayah Zoel mampu mengelabuhi para penjaga yang sudah menculik Pak Pandu dan membebaskannya tanpa bantuan polisi. Dari situlah Pak Pandu menganggap Ayah Zoel sebagai saudaranya sendiri.
Dari situlah Ayah Zoel di angkat menjadi anak angkat Ayahnya Pak Pandu dan di kuliahkan hingga keluar negri bersama Pak Pandu. Dengan kata lain bisa di sebut sebagai penjaga Pak Pandu.
Zoel juga mewarisi sifat yang sama persis dengan Ayahnya. Terkait apa yang dilakukan Zoel membuat Pak Pandu teringat sahabat sekaligus adiknya itu.
Astagfirullah... Pak Pandu melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 20:00 dia harus segera pulang ke rumah.
Pak Pandu membereskan kembali berkas-berkasnya ke tempat semula. Pak Pandu mengambil ponsel miliknya yang berada di atas meja dan hendak menghubungi seseorang.
"Hallo" Ucap Pak Pandu
"Hallo juga Pak" Jawab Pak Tejo
"Di mana Pak Tejo sekarang? Tanya Pak Pandu
"Ada di lobi Pak. Apa Bapak ingin pulang sekarang? Saya akan siapkan mobilnya? Jawab Pak Tejo
"Iya siapkan. Aku tunggu di depan" Ucap Pak Pandu
Pak Pandu mengenakan kembali jasnya, serta mengambil tasnya dan menyimpan ponsel miliknya di dalam tasnya tersebut. Sebelum pulang Pak Pandu menghampiri Zoel yang masih ada di ruangannya.
"Zoel" Panggil Pak Pandu
"Iya Pak" Jawab Zoel
"Sudah malam pulang lah. Kita lanjutkan besok saja, aku sudah mengantuk" Ucap Pak Pandu berbasa-basi
"Baik Pak. Silahkan kalau Bapak ingin pulang duluan. Saya masih ingin merapikan ini" Jawab Zoel menunjuk kertas-kertas yang begitu banyak berhamburan di atas meja miliknya
"Baiklah. Jangan pulang larut malam dan jangan kesehatanmu" Ucap Pak Pandu dengan penuh perhatian
"Baik Pak Terimakasih" Jawab Zoel
__ADS_1
Pak Pandu meninggalkan ruangan Zoel dan menuju ke depan. Di sana sudah ada Pak Tejo supir kesayangannya yang siap membawanya pulang ke rumah.
.
.
.
Pak Pandu sampai rumah dan keadaan rumah sangatlah sepi sekali.
"Dimana Orang-orang ini? Pikir Pak Pandu
"Kok sepi? Biasanya ada suara musik yang di putar dengan suara keras" Batin Pak Pandu
Di mana Zilla? Piki Pak Pandu
Iya mencoba mencari Zilla di setiap sudut rumahnya. Namun tak nampak batang hidung Zilla terlihat.
"Bu... Bu Ain... "Panggil Pak Pandu
"Iya Pak. Mau saya siapkan air panas untuk mandi? Tanya Bu Ain
"Tidak. Biarkan saya sendiri yang siapkan. Oh ya... Di mana Zilla aku tidak melihat dia sedari aku pulang dari kantor? Tanya Pak Pandu
"Zilla ada di kamarnya, hm..." Bu Ain merasa cemasdan itu terlihat di wajahnya
"Ada apa Bu dengan Zilla? Apa dia bikin ulah lagi hari ini? Tanya Pak Pandu dengan cemas
"Bagus"
"Tapi Pak" Ucap Bu Ain
"Tapi. Tapi kenapa? Tanya Pak Pandu
"Zilla tidak keluar kamar dari tadi pagi dan dia juga belum makan sampai sekarang" Jawab Bu Ain
"Kenapa tidak mau makan? Bu Ain sudah mengantarkan makanan ke kamarnya? Tanya Pak Pandu
"Belum Pak. Saya ketuk pintunya berulang kali tidak ada jawabannya" Ucap Bu Ain
"Mungkin masih marah Bu"
"Walaupun marah tetep saja kan Pak. Nak Zilla akan merasa lapar kalau tidak makan dari pagi Pak" Ucap Bu Ain
"Iya Bu" Jawab Pak Pandu
Tok... Tok... Tok...
Pak Pandu mengetuk pintu kamar Zilla.
__ADS_1
Zilla... Zilla... Zilla...
Ayo Nak makan malam bersama Papa!
"Zilla kenapa kamu mengurungkan diri di kamar. Keluar Nak" Ucap Pak Pandu
"Zilla jawab pertanyaan Papa. Apa kamu sedang tidur Nak? Tanya Pak Pandu
"Papa minta maaf sudah membuatmu kamu marah dan sakit hati"
"Zilla...
Tok... Tok... Tok...
Pak Pandu yang sudah mengetuk pintu kamar Zilla berulangkali tapi tidak ada jawaban dari Zilla. Pak Pandu makin cemas,
Huffft...
"Coba Bu Ain ambil kunci serep kamar Zilla! Pak Pandu menyuruh Bu Ain segera untuk mengambilkannya
Bu Ain langsung membuka laci di mana tempat untuk menyimpan kunci-kunci rumah.
"Lho kok gak ada di sini iya. Siapa yang memindahkannya? Perasaan kemarin masih ada di sini. Ah... Sebaiknya aku tanyakan saja ke Bapak? Batin Bu Ain
"Buka pintunya Bu!
"Maaf Pak kuncinya tidak ada di laci" Jawab Bu Ain
"Kok gak ada. Siapa yang ambil? Tanya Pak Pandu
"Gak tau Pak" Jawa Bu Ain
"Iya sudah sana Panggil Pak Tejo. Suruh dia untuk mendobrak pintu kamar Zilla. Aku mau pergi mandi dulu" Pak Pandu menyuruh Bu Ain
"Iya Pak.
Bu Ain segera memberitahukan kepada suaminya dengan terburu-buru.
Ada-ada saja ulah Zilla ini seperti ke kanak-kanakan. Kapan dia bisa berubah dan memperbaiki perilakunya.
"Nilam lihat ini anakmu susah di atur" Ucap Pak Pandu sambil menunjuk ke kamar Zilla
Pak Pandu langsung pergi ke kamarnya untuk mandi. Saat Pak Pandu hendak membuka kancing atas baju miliknya. Terdengar sebuah jeritan dari Bu Ain dengan menyebut nama Zilla.
"Pak Pandu terkejut mendengar jeritan Bu Ain. Kenapa dengan Zilla anakku?" Batin Pak Pandu
Bersambung...โ๏ธ
Jangan lupa berikan komentar kalian
__ADS_1
Salam sayang paling di sayang๐๐๐