Papa Untuk Anakku

Papa Untuk Anakku
Episode 82 Season Uswa


__ADS_3

Malam hari sesuai rencana antara Aira dengan Pak Bani. Aira sudah memberikan pesan singkat kepada Pak Bani untuk bertemu di tempat biasanya dan Aira menginginkan imbalan sebuah uang dengan jumlah yang sangat besar yaitu delapan ratus juga. Setelah mendapatkan sebuah pesan singkat dari Aira Pak Bani mensetujuinya. Dengan membalas pesan tersebut dengan ok, namun uang itu akan di transfer setengah dan setengahnya lagi akan Pak Bani berikan setelah puas dengan layanan yang Uswa berikan.


"Uswa" Teriak Aira yang sedang menaiki anak tangga dan menuju ke lantai atas


"Iya" Jawab Uswa dari dalam kamarnya yang mendengarkan suara Aira memanggil namanya


"Apa kau sudah bersiap-siap untuk malam ini? Tanya Aira langsung masuk ke dalam kamar Uswa


"Belum" Jawab Uswa lirih dan duduk di kursi riasnya


"Kenapa ini? Apa kau belum mandi? Tanya Aira melihat Uswa dengan wajah murung


"Aku rasa hatiku tidak enaklah, macam gelisah sedari tadi yang kurasakan. Aku merasakan akan terjadi sesuatu hal buruk" Jawab Uswa menundukkan kepalanya


"Kau ini. Hello Uswa ini sudah tahun berapa? Kau masih saja percaya dengan hal seperti itu. Cepatlah mandi! Di mana pakaianmu aku akan memilihnya untuk dirimu agar malam ini kau terlihat sangat cantik" Ucap Aira


"Itu pakaianku sudah ku tata rapi di dalam lemari. Bukalah" Perintah Uswa


"Iya" Jawab Aira segera membuka lemari tersebut dan mulai memilih pakaian yang cocok untuk Uswa


"Hoam..." Uswa menguap dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Uswa kembali berbaring di atas tempat tidurnya


"Apa kau tidak memiliki pakaian yang lain. Iya yang lebih bagus gitu" Ucap Aira saat melihat pakaian Uswa sudah terlihat kuno dan lusuh


"Aku hanya membawa pakaian itu saja. Lagian kita kan hanya bekerja sebagai pelayan cafe, buat apa coba kita harus berpakaian yang waw gitu" Jawab Uswa segera bangun dan duduk di pinggir tempat tidurnya


"Iya tidak harus begitu. Setidaknya kan ini hari pertama kau kerja. Kau harus menjaga penampilanmu agar terlihat bersih dan rapi. Iya mungkin ini pakaian yang cocok untukmu. Kau pakai ini sajalah" Ucap Aira setelah memilih pakaian dan meletakkannya di atas tempat tidurnya


"Yang ini" Jawab Uswa dengan menunjuk pakaian itu


"Iya. Ya sudahlah aku pergi ke kamar ku dulu dan sekarang kau mandi. Nanti aku akan kembali ke sini lagi untuk make over dirimu" Ucap Aira langsung pergi dari kamar Uswa


Aira turun ke lantai bawah dan menuju ke kamarnya untuk bersiap-siap. Iya juga merias wajah dengan begitu cantik. Setelah Aira selesai berdandan Ia segera pergi ke kamar Uswa dengan membawa peralatan makeup miliknya.


"Uswa" Panggil Aira dan masuk ke dalam kamarnya


"Apa yang kau bawa itu? Tanya Uswa melihat Aira yang membawa sesuatu di tanggannya


"Ini peralatan makeup milik ku" Jawab Aira tersenyum


"Waw... Banyaknya" Ucap Uswa segera mendekat ke arah Aira


"Duduklah Aku akan mengmakeover dirimu" Perintah Aira


"Oke" Jawab Uswa segera duduk


Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama, akhirnya wajah Uswa di sulap oleh Aira menjadi sangat cantik dengan polesan sedikit makeup.


"Cantik sekali dirimu Uswa" Ucap Aira melihat wajah Uswa dari pantulan cermin


"Terimakasih Aira" Jawab Uswa tersenyum


"Sekarang kita sudah dandan cantik dan saatnya kita pergi" Ucap Aira mengandeng tangan Uswa


Aira dan Uswa segera melajukan mobilnya menuju ke tempat yang sudah Aira dan Pak Bani sepakati yaitu bertemu di tempat seperti biasanya.


"Kita sudah sampai" Ucap Aira memarkirkan mobilnya dan segera turun


"Ini tempatnya? Tanya Uswa segera turun dan mengikuti langkah kaki Aira


"Iyalah ini tempatnya" Jawab Aira tersenyum


Uswa yang mengikuti langkah kaki Aira menghentikan langkah kakinya sejenak dan tetap berdiri di depan tempat itu.


"Nanti kau harus lemah lembut iya suaramu" Ucap Aira yang masih berjalan dan tidak melihat Uswa sudah tidak ada di belakangnya


Tidak ada jawaban dari Uswa


"Uswa. Uswa..." Panggil Aira dengan membalikan tubuhnya, setelah di lihatnya Uswa masih berdiri jauh dari hadapannya itu


"Uswa" Teriak Aira berlari dan menuju ke arah Uswa yang masih mematung di sana


"Aira aku takutlah. Aku pulang saja iya" Ucap Uswa memohon


"Kau ini Uswa. Lihatlah kita sudah sampai di depan tempat kerja kita dan kau malah ingin pulang" Jawab Aira dengan memegang tangan Uswa


"Aku takut Aira" Ucap Uswa mengibaskan tangan Aira


"Kau tenanglah Uswa. Kau tidak perlu ketakutan seperti ini" Jawab Aira meyakinkan Uswa


"Ayolah Uswa. Bosku sudah menunggumu jangan kau buat malu diriku. Bisa-bisa nanti aku yang akan di pecat olehnya" Ucap Aira berbohong dan segera menarik tangan Uswa untuk masuk ke dalam tempat itu. Uswa tidak mampu menolaknya lagi Ia hanya bisa mengikuti langkah kaki Aira

__ADS_1


Aira dan Uswa yang sudah masuk di dalam tempat itu terkejut melihat keadaan sekitarnya yang begitu banyak perempuan memakai pakaian yang cukup minim dan sangat seksi.


"Aira ini tempat apa? Aku takut Aira" Ucap lirih Uswa


Aira tidak menjawab pertanyaan Uswa dan terus berlanjut untuk menemui Pak Bani.


"Hi..." Teriak Aira saat melihat Pak Bani duduk di kursi salah satu ruangan dengan menegak minumannya


"Hi... Sayang" Ucap Pak Bani segera bangkit dari tempat duduknya dan mencium pipi Aira


"Jangan begini donk sayang" Jawab Aira berbisik di telinga Pak Bani yang sedari tadi Uswa melihat dirinya dengan sangat jijik


"Aira aku pergi dulu iya" Ucap Uswa segera berlari


"Sayang mau kemana temani Abang bersenang-senang dulu donk" Jawab Pak Bani segera mencekal lengan Uswa


"Lepaskan. Aku tidak kenal dengan dirimu" Ucap Uswa memberontak


"Uswa diamlah. Ini bos aku" Bentak Aira memelototkan kedua bola matanya


"Kau gila Aira. Kau sudah gila" Umpat Uswa


"Sayang cepat bawalah dia pergi. Aku tidak ingin melihat dia terus berteriak-teriak" Perintah Aira kepada Pak Bani


"Oke sayang" Jawab Pak Bani dengan mengedipkan salah satu matanya


"Lepaskan" Teriak Uswa


"Selamat bersenang-senang" Ucap Aira melambaikan tangannya dan tersenyum puas melihat Uswa


"Aira tolong aku. Tolong" Ucap Uswa meminta tolong kepadanya. Dengan segera Pak Bani membungkam mulut Uswa dengan tangan miliknya dan membawa Uswa ke salah satu kamar yang sudah di siapkan oleh Pak Bani


Tanpa Pak Bani sadari ada seseorang yang sedari tadi sudah terlihat geram melihat kelakuan bejat Pak Bani. Orang itu terus mengikuti langkah kaki Pak Bani hingga menuju ke salah satu kamar.


"Dasar laki-laki tidak berguna" Umpat orang itu dalam hati dan mengepalkan kedua tangan miliknya


Pak Bani berhasil membawa Uswa masuk ke dalam kamar tersebut. Beberapa menit kemudian terdengarlah suara.


"Brak..." Suara pintu kamar tersebut di dobrak oleh seseorang lelaki yang tidak Pak Bani kenali


"Siapa kau? Berani sekali masuk ke dalam kamar ku" Ucap Pak Bani yang belum mengunci pintu tersebut


"Ini perempuan yang sudah aku pesan. Kau lancang sekali membawa perempuan ku" Ucap lelaki itu berbohong dan segera menarik Uswa untuk mendekat kepada dirinya


"Apa maksud semua ini? Aku tidak mengerti" Ucap Uswa tidak percaya dengan apa yang mereka bicarakan


"Kau diamlah dan jangan banyak berbicara" Perintah lelaki itu kepada Uswa


"Ayolah kemari sayang" Ucap Pak Bani mendekat ke arah Uswa


"Buk... Buk..." Lelaki itu segera memukul wajah Pak Bani hingga babak belur. Pak Bani yang mendapatkan serangan itu hanya mampu terjatuh dan kesakitan


"Kau ingat sini Bani. Kau lihat wajahku baik-baik Aku Zoel Firmansyah anak ke dua dari Pak Pandu orang terhormat di kota ini dan di segani banyak orang. Aku katakan sekali lagi perempuan ini adalah milikku dan kau jangan menggangu perempuan yang sudah menjadi milikku" Ucap Zoel mencekik leher Pak Bani


"Ah..." Jawab Pak Bani memberontak dan segera berdiri merapikan pakaian miliknya


"Hei anak muda kau jangan terlalu menyombongkan diri mu. Kau ingatlah kau itu cuma anak angkat Pak Pandu dan jangan banyak bermimpi. Sudah sana mati saja ikut dengan Bapakmu yang sudah berada di kuburan" Ucap Pak Bani tertawa terbahak-bahak


"Jaga ucapanmu Bani... Aku bisa saja melaporkan kejadian ini kepada istrimu. Apa kau lupa selama ini kau bergantung hidup kepada istri yang kaya raya itu" Jawab Zoel meludah di depan Pak Bani dan dengan segera Zoel membuka jas miliknya dan Zoel memakainya untuk Uswa kenakan karena sedari tadi Uswa ketakutan dan gemetaran. Zoel membawa pergi Uswa dari tempat terkutuk itu dengan merangkulnya


Zoel membawa Uswa masuk ke dalam mobil dan mengantarkannya Uswa pulang ke rumahnya.


"Pak tolong biyarkan saya pergi! Bapak mau bawa aku pergi ke mana" Ucap Uswa lirih yang duduk di kursi sebelah Zoel yang sedang mengemudi mobilnya


"Kau tenanglah. Aku akan mengantarmu pulang ke rumah mu" Jawab Zoel melihat ke arah wajah Uswa


"Aku tidak punya rumah Pak.Aku takut dengan temanku itu yang sudah membawaku ke tempat yang tadi. Mungkin saja saat ini dia sedang mencari diriku" Ucap Uswa gemetar


"Kalau kau tidak punya rumah terus di mana selama ini kau tinggal? Tanya Zoel


"Aku datang dari desa dan kesini di ajak oleh teman ku. Aku tinggal bersama dia selama beberapa hari" Jawab Uswa


"Dan terus kenapa kau bisa ada di tempat tadi? Tanya Zoel


"Aku meminta dia untuk mencarikan ku pekerjaan. Dia mengatakan kepada diriku untuk bekerja sebagai seorang pelayan di salah satu restoran. Tetapi dia berbohong dan menjebak ku" Jawab Uswa menanggis sesenggukan dan tak mampu lagi berkata-kata


"Kau tenanglah. Kau sudah aman bersama dengan ku. Di mana rumah temanmu itu? Dan sekarang kita harus melihat jalan yang mana untuk sampai ke rumahnya? Tanya Zoel


"Aku tidak tau jalan pulang. Tapi aku masih mengingat nama komplek perumahan itu" Jawab Uswa memikirkannya


"Apa namanya? Tanya Zoel

__ADS_1


"Perumahan Kamboja" Jawab Uswa


"Oke baiklah aku akan mengantarkan mu pergi ke sana" Ucap Zoel melajuka mobil ke kompleks perumahan Kamboja


"Jangan. Kumohon jangan antara aku di rumah itu" Jawab Uswa mencegahnya


"Hei tenanglah aku akan mengantarkan dirimu untuk mengambil barang-barang milik mu saja dan setelah itu kau bisa pergi dari rumah itu" Ucap Zoel tertawa terbahak-bahak melihat wajah Uswa


"Huh..." Uswa membuang nafasnya dengan lega


Sesampainya di komplek perumahan Kamboja.


"Yang mana rumahnya? Tanya Zoel membuka kaca mobilnya


"Yang itu. Rumah cat tembok warna biru laut" Jawab Uswa dengan menunjukkannya


"Sepertinya rumah itu sepi. Mungkin temanmu itu belum datang. Cepatlah kau pergi masuk ke rumah itu dan ambil semua barang-barang milik mu pastikan kau jangan meninggalkan satu barang apapun itu" Perintah Zoel


"Aku takut" Ucap Uswa yang masih duduk di dalam mobil


"Cepatlah turun. Aku akan berjaga-jaga di sini" Perintah Zoel


"Bener iya kau jangan tinggalkan aku" Ucap Uswa memohon


"Iya" Jawab Zoel menganggukkan kepalanya


Uswa segera berlari dan membuat pintu rumah Aira. Uswa tergesa-gesa menaiki anak tangga, Uswa yang sudah sampai di dalam kamar segera mengambil tas miliknya dan memasukkan semua pakaian miliknya tak lupa juga Uswa membawa pakaian basah yang habis Ia cuci. Uswa kembali mengunci pintu rumah tersebut. Uswa segera masuk ke dalam mobil Zoel meletakkan pakaiannya di kursi belakang


"Cepat masuk kita harus pergi" Perintah Uswa yang sudah duduk di dalam mobil


"Kita akan pergi ke mana? Tanya Zoel menyalakan mesin mobilnya


"Entahlah aku juga tidak tau" Jawab Uswa lirih


"Yasudah kau menginap saja di hotel" Ucap Zoel


"Aku tidak memiliki uang. Uangku cuma seratus ribu" Jawab Uswa kembali menanggis


"Apa seratus ribu" Ucap Zoel lagi-lagi tertawa terbahak-bahak mendengarkan jawaban Uswa


Uswa hanya diam menundukkan kepalanya dan menanggis sesenggukan.


Zoel yang merasa tergantung dengan suara tangisan Uswa. Zoel segera menambahkan kecepatan mobilnya agar sampai di rumahnya.


Setelah sampai di rumah Zoel.


"Turun" Perintah Zoel


"Dimana ini? Tanya Uswa segera turun dari mobil Zoel dan mengikutiku langkah kaki Zoel


"Ini rumah ku. Kau malam ini bisa tinggal di rumah ini" Jawab Zoel masuk ke dalam rumah dan menutup kembali rumah tersebut


"Dimana orang tua mu? Tanya Uswa yang melihat keadaan sekitar rumah Zoel yang sangat sepi


"Kedua orang tua sudah lama meninggal. Jadi aku di sini tinggal sendirian" Jawab Zoel menuju salah satu kamar yang kosong di rumah itu dan Uswa masih mengikuti langkah kaki Zoel


"Ini kamar untuk mu. Kau bisa tidur di situ. Istirahatlah" Ucap Zoel melihat wajah Uswa dan pergi


"Kau mau pergi kemana? Tanya Uswa mencegahnya


"Aku akan pergi ke kamar ku" Jawab Zoel menghentikan langkah kakinya


"Jangan pergi dan tetaplah di sini. Aku takut berada di kamar ini sendiri. Kau bisa tidur di sana dan aku akan tidur di tempat tidur itu" Perintah Uswa


"Apa kau menyuruhku tidak di kursi itu" Ucap Zoel tidak percaya


"Kumohon plisss" Jawab Uswa memohon


"Iya baiklah. Dasar perempuan aneh" Umpat Zoel lirih berjalan menuju ke kursi yang tidak jauh dari tempat tidurnya sedang Uswa langsung meringkukkan tubuh di atas tempat tidur


Zoel yang masih belum tidur teringat oleh Andi yang Ia tinggalkan di cafe tersebut tanpa mengabarinya. Zoel segera menelepon Andi,


"Hallo bro. Kau berada di mana sekarang? Tanya Zoel langsung saat panggilan teleponnya sudah tersambungkan


"Di rumah. Kau itu lain kali kalau mau pulang kabari aku terlebih dahulu. Jangan main pergi saja kau tau aku menunggumu di sana berjam-jam" Jawab Andi marah


"Maaf" Ucap Zoel


"Tut... Tut... Tut..." Suara telepon terputus


"Andi... Andi... Gitu aja sudah marah" Ucap Zoel meletakkan ponsel miliknya dan segera tidur

__ADS_1


Bersambung... ✍️


__ADS_2