
Dua Minggu setelah kejadian itu, Bulan sudah tiga kali bertemu dengan psikolog dengan di dampingi Dirga. Bulan pun sudah dua Minggu ini tidak ke kantor karna larangan dari Dirga. Hari ini Dirga menitipkan istrinya di rumah ibu karna ia ada perjalanan bisnis ke luar negeri.
"Saya berangkat dulu ya. Kamu baik-baik disini. Kalo mau keluar ajak Oliv dan udah ada dua bodyguard yang bakal jaga kamu" pamit Dirga
"Ya udah mas hati-hati ya. Jangan lupa kalo udah sampe kabarin" ujar Bulan
"Oke sayang. Dek, kakak nitip kak Bulan ya. Kamu jangan keluyuran sendiri, temenin kakak ipar kamu" titah Dirga
"Siaaap boss. Tapi nggak gratis ya! Bawain Oliv coklat ter enak dari sana" ucap Oliv
"Iya deh kalo nggak lupa" ujar Dirga yang membuat adiknya mencebik kesal
"Ya udah sana berangkat. Nanti ketinggalan pesawat lo" Bulan mengingat kan
"Ya udah saya berangkat dulu ya"
"Hati-hati" Bulan mencium punggung tangan Dirga lalu Dirga menciumi seluruh wajah Bulan berulang kali
"Woyyy kalo mau mesra-mesraan jangan di depan anak bawah umur dong" ucap Oliv dengan kesal yang membuat Bulan merona karna baru sadar kalau ada adik iparnya disini
"Suka-suka dong. Kan udah halal. Kamu cepetan nikah sana sama Marcel kamu itu" jawab Dirga
"iiih nyebelin semua" Oliv meninggalkan dua manusia yang tengah mabuk asmara itu
…
Ting. Satu pesan masuk ke ponsel Oliv
Es Marcel
"dimana?"
Oliv sudah kegirangan saat membaca chat itu.
"aaaaa akhirnya. Pasti dia mau ngajak ketemu nih" Oliv menciumi ponselnya
Oliv
"di rumah"
Es Marcel
"Saya tunggu di kafe X2"
Oliv
"Kalo aku nggak mau?"
Pesan sudah terkirim namun hanya di baca oleh Marcel yang membuat Oliv kesal
"Yaelah. Bukannya di bujuk atau apa kek. Malah di cuekin" Oliv geram sendiri lalu mengirim pesan lagi ke Marcel
Oliv
"otw"
Oliv bersiap dan segera menuruni anak tangga
"Loh. Kamu mau kemana dek? Ini kakak udah masakin loh" ujar Bulan mencegah adik iparnya
"Haduh kak. Maaf ya kak, Oliv buru-buru mau menjalankan misi ketemu calon masa depan. Kakak sisain makanannya ya. Jangan di habisin. Oliv berangkat dulu." Oliv segera berpamitan lalu mengecup pipi Bulan "Emuachh. Bye kakak" Oliv melambaikan tangannya
"Baru aja di ingetin buat nggak keluyuran. Tapi biarin deh, biar hubungannya lancar sama Marcel. hihihi" gumam Bulan
"Nak, Oliv kemana?" tanya ibu yang menghampiri
"Lagi menjalankan misi buk" Ucap Bulan kemudian cekikikan yang membuat ibunya kebingungan.
…
Oliv celingukan mencari Marcel. Hingga ia menemukan pria dengan setelan jas biru laut sedang duduk dengan cool sambil menatap kedatangannya.
"Itu dia" Oliv segera menghampirinya
"Hai kak" sapa Oliv
"Langsung pesen aja" Marcel menyodorkan daftar menu pada Oliv
"Kakak pesen apa?" tanyanya
"Samain aja" jawab Marcel singkat
"oke" Oliv segera memesan makanannya
"Tumben kak Marcel ngajak saya ketemuan" Oliv mencoba memulai topik namun tak ada jawaban dari Marcel yang masih sibuk dengan ponselnya. Ini bukan hal baru bagi Oliv. Ia sudah terbiasa dengan hal ini.
__ADS_1
hening
"Skripsi kamu udah beres?" tanya Marcel
"Udah kok kak. Tinggal nunggu sidang aja" jawab Oliv
"Baguslah" ucap Marcel
"Jadi sebentar lagi kita nikah. Hehehe" ucap Oliv dengan cengengesan
"Saya masih belum bisa melupakan kakak ipar mu" ujar Marcel datar
"Cih. Jadi aku disini cuma mau di jadiin pelampiasan nih. Ya udah deh males mau pulang" Oliv mencebikkan bibir nya
"Kamu pikir kamu nggak menjadikan saya pelampiasan?" ucap Marcel dengan penuh penekanan membuat Oliv urung untuk beranjak
"Maksud kak Marcel?" tanya Oliv
"Saya tau semua tentang kamu. Kakak mu selalu meminta ku untuk mengawasi mu termasuk urusan asmara mu" Marcel menatap Oliv
"ehem" Oliv berdeham. Jantungnya sudah berdetak tak karuan. Perasaannya mulai tak enak
"Pacar kamu Stefano Barack. Setelah lulus S2 malah menikah dengan wanita pilihan orang tuanya. Padahal kalian sudah menjalin kasih saat kamu masih SMA" Marcel menjelaskan semua yang ia ketahui
Oliv diam tak berkutik. Bagaimana bisa Marcel tahu hubungannya dengan Stef. Padahal mereka selama itu black list.
"Kenapa diam? benar kan yang saya bilang nona Olivia Baskara? "
"Iya" Singkat Oliv
"Sekarang jelaskan Kenapa kamu bilang ke semua orang seolah-olah kamu mencintai saya. Apa saya hanya untuk kamu jadikan hiburan untuk mengalihkan sakit hati kamu?" Marcel mengintrogasi Oliv
"Saya memang mau menikah dengan kak Marcel" tegas Oliv
"Jangan gila. Kamu tau kita nggak saling cinta liv. Aku masih mencintai Bulan. Dan perasaan kamu masih utuh untuk mantan kamu yang udah punya anak itu" Marcel mengingatkan Oliv
"Bukankah cinta bisa datang kapan aja kak?" ucap Oliv
Marcel diam sejenak untuk menjawab pertanyaan Oliv
"Aku udah capek sama hubungan yang nggak jelas kak. Aku pengen punya hubungan yang serius." lanjut Oliv
"Apa kamu yakin? Aku nggak yakin bisa suka sama kamu" ucap Marcel
Marcel tampak berfikir dengan perkataan Oliv
"Tapi aku mau kita nggak nikah dulu." Marcel memberi syarat
"Terus gimana kak?" tanya Oliv
"Kita pacaran dulu sebagai masa percobaan. Gimana? Kalau aku bisa suka sama kamu nanti kita lanjut. Tapi kalo nggak ya jangan dipaksa" Marcel memberi tawaran
"Kak Marcel nembak aku nih ceritanya?" Oliv menggoda Marcel
"Ehem. Ya mungkin begitu." jawab Marcel
"Jadi hari ini aku resmi jadi pacar pertamanya kak Marcel?" Oliv sudah berbinar
Marcel hanya diam tak menanggapi ucapan Oliv. "Sebenernya kamu bukan yang pertama Liv" gumam Marcel dalam hati
"Oke. Tapi tetep pake peraturan orang pacaran ya" ucap Oliv
"Peraturan apa?" tanya Marcel
"Selama kita pacaran kakak nggak boleh deket-deket sama cewek lain, Tiap weekend kita jalan, selalu ngasih kabar, Dan sering-sering ketemu. Okee" Oliv menjelaskan peraturan pacarannya
"Oke no problem" singkat Marcel
"Promise?" Oliv menjulurkan kelingkingnya
"Promise" Marcel mengeratkan kelingkingnya dengan Oliv
Oliv tersenyum dengan manisnya. Marcel segera melepaskan tautan kelingkingnya dan menatap ke arah lain
"Gimana kalo habis ini kita jalan?" Tanya Oliv
"Jalan?" tanya Marcel
"Iya. Sebagai perayaan hari jadian kita. Minggu, 31 Oktober 2021. Pas banget sama perayaan Halloween ya. Semoga aja hubungan kita nggak seserem itu nanti. hahaha" ucap Oliv
"Oke. Tapi jangan jauh-jauh" jawab Marcel
"Siap boss. Kita pake moge aja ya" tawar Oliv
"Kamu kesini bawa motor?? Kamu udah di ingetin berapa kali sih Liv. Jangan make motor gede, bahaya." Marcel sedikit kesal dengan Oliv
__ADS_1
"Ya maaf kak pacar. Tadi aku buru-buru biar nggak telat kesini nya. Jangan marah-marah dong, baru aja jadian" Rayu Oliv seraya memegangi tangan Marcel
"Lain kali kamu bawa motor lagi aku sita" ancam Marcel
"Iya deh. Make motornya kalo lagi jalan sama kak Marcel aja" Oliv nyengir kuda
Marcel hanya geleng-geleng kepala dibuat Oliv
…
"Kakak. Oliv pulang" teriak Oliv
"Darimana jam segini baru pulang Liv?" Bulan menghampiri Oliv yang baru datang
"Kakak mau tau aja atau mau tau banget?" canda Oliv
"Kakak nggak kepo sih. Ya udah ayok kakak panasin dulu makanan untuk kamu" ajak Bulan
"Rugi loh kalo nggak Oliv ceritain." ucap Oliv sambil berjalan
"Emang apaan?" tanya Bulan yang tengah mempersiapkan makanan untuk Oliv
"Oliv udah jadian sama kak Marcel" ucap Oliv dengan bangga
...praanggg...
Tutup panci yang di pegang Bulan terjatuh saking terkejutnya.
"Are you serious?"
"of course " Oliv menaik turunkan alisnya
"Congratulation sister" Bulan mencubit pipi Oliv gemas
"Awww. sakit kak" Oliv pura-pura kesakitan
"Eh kak, kayak bau gosong" Oliv mengendus-endus kan hidungnya
"Ya ampuuun makanannya gosong" Bulan segera mengeluarkan makanan dari panci
"Hahaha ya ampun kak. Sampe kayak gini bauknya" Mereka tertawa
"Besok biar Oliv aja deh yang masak kak" ujar Oliv
"Emang kamu bisa masak?" tanya Bulan
"I'm an aspiring chef" jawab Oliv sombong *(aku calon chef)
"Beneran? Kakak nggak nyangka Lo" Ucap Bulan yang terkejut
"Iya kak. Tapi kalo di rumah nggak pernah masak hehehe aslinya sih jago"
"Sama dong kayak kakak. Sebelum nikah kakak juga nggak pernah masak kalo di rumah padahal bisa" Mereka tertawa bersama
…
Malam hari telah tiba. Bulan merebahkan tubuhnya untuk tidur. Ia meraba sampingnya. Biasanya ia selalu tidur berpelukan dengan suaminya. Namun sekarang ia sendiri seperti seorang gadis perawan. Ralat istri perawan maksudnya
drrrrttt drrrrttt
Panggilan video call dari Dirga di ponsel Bulan
" Pucuk dicinta ulam pun tiba" Bulan berbicara dalam hatinya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Next ya
Follow my IG @Hello_Maymune
__ADS_1