Past For Future

Past For Future
Bar-bar


__ADS_3

Selesai dengan acara tangis-menangis, kini Bulan dan Bintang berada di taman untuk mencari udara segar.


"Kita duduk disini aja ya Bin" ujar Bulan seraya menghentikan kursi roda Bintang yang ia dorong. Bulan pun duduk di bangku yang ada di taman itu.


"Dimana aja deh" jawab Bintang


"Oh iya, aku tadi udah ngabarin Bayu sama David untuk kesini jenguk kamu. Kamu masih inget kan Bin?" tanya Bulan pada Bintang


"Temen-temen absurd kamu yang waktu kamu ngajak aku liburan kesini itu?" tanya Bintang balik


"Hehehe iya Bin." Bulan menampilkan giginya yang terdapat gingsul di dekat taringnya.


"Tapi mereka aman kan?" tanya Bintang yang khawatir


"Aman kok. Kamu tenang aja. Aku juga awalnya nggak nyangka si Bima bisa ngelakuin itu sama aku" ucap Bulan sendu


"Ya udah yang penting kamu sekarang aman. Nggak akan ada yang bisa macem-macem sama kamu" Bintang memenangkan Bulan


"Iya sih. Tapi sekarang aku nggak bisa keluar-keluar sendiri sembarangan" Bulan mengerucutkan bibirnya


"Siapa bilang? tuh di belakang yang pake baju hitem siapa?" Bintang menoleh kebelakang diikuti oleh pandangan Bulan


"Itu kan bodyguard yang kemarin" ucap Bulan


"Kak Dirga jagain kamu nya nggak setengah-setengah ya" goda Bintang pada Bulan


"Heleh modus aja dia mah." Bulan memutar bola matanya malas


"Tapi kamu cinta kan?" tanya Bintang diiringi dengan kekehan meski hatinya terasa ngilu.


Bulan mendelik ke arah Bintang


"Apaan sih Bin" ujar Bulan malas


"Hehehe" Bintang cengengesan


"Bul, gimana kalau besok kita ke rumah ayah kamu?" tanya Bintang


"Mau ngapain Bin?"


" Emang ke rumah orang tua harus pake alesan dulu?" Bintang menanyai balik Bulan


Bulan terdiam tak menjawab ucapan Bintang. Tiba-tiba suara nyaring dan suara khas cempreng membuyarkan lamunan Bulan dan Bintang.


"Lan sabiiiittt" teriak Bayu dan David secara bersamaan


"Wih. Pas bener. Gue haus banget" David mengambil minuman botol dari tangan Bulan dan meneguknya hingga tandas.


"Woy sengklek!! Itu bekas gue" Ujar Bulan dengan nada sedikit tinggi


"Masa sih? tapi rasanya sama aja" jawab David bodo amat


"Hei bro apa kabar." Bayu menepuk pundak Bintang yang duduk di kursi roda


"Gue baik bro. Kalian gimana? waras??" tanya balik Bintang


"Ya waras lah goblok. Lo pikir kami gila" jawab Bayu dengan candaan


"Mungkin gitu" ejek Bintang


"Uwih untung elo sakit. Kalo nggak udah gue ketekin elo sampe pingsan" canda Bayu yang membuat mereka tertawa garing.


"Lan sabit. Sorry ya untuk masalah Bima. Kami nggak tau kalo dia bakalan nekad kayak gitu" ucap David sembari menepuk pundak Bulan


"Bukan salah kalian kok." Bulan mencoba untuk tersenyum


"Uuuuuh maafin kami yang nggak bisa jagain Bima sengklek ya Lan" Bayu memeluk Bulan dengan bar-bar dari belakang.


" Maaf tuan, silahkan menjauh dari nyonya kami" tegas kedua bodyguard yang melepas paksa pelukan Bayu pada Bulan.


Semua orang menoleh kebelakang.


glegg


"Elo kenapa nggak bilang kalo bawa dua gorila sih Lan" Lirih Bayu dengan takut

__ADS_1


"Kalian berdua mundur dua puluh langkah dari sini. Dia mereka sahabat saya" perintah Bulan pada kedua bodyguard nya


"Baik nyonya. Tapi anda harus menjaga jarak dengan pria. Karna Tuan Dirga akan marah besar nanti" ujar salah satu bodyguard itu dalam mode peringatan


"Iya iya udah sana berisik" usir Bulan pada mereka


"Huuuh aman. Untung aja nggak ada yang kena bogem" David bernafas lega yang membuat mereka terkekeh


"Gue nggak bisa bayangin nasib Bayu nanti kalo sampe itu terjadi. Bisa-bisa ada yang robek sampe dalem." seloroh Bulan yang membuat mereka tertawa sambil membayangkan celana Bayu yang robek.



...Gedung Perusahaan Baskara Group...


ting


Pintu lift terbuka menampilkan wanita muda yang cantik dan modis dengan membawa rantang di tangannya. Perawakannya yang putih nan modelis membuat siapapun terpana. Siapa lagi kalau bukan adik si tampan Dirga, Olivia Baskara.


tap tap tap


Oliv melangkahkan kaki dengan anggunnya hendak menuju ke ruangan sang kakak. Namun langkahnya terhenti saat sudah di depan pintu ruangan kakaknya. Ia menoleh kebelakang.


"Ngapain kak Marcel ngikutin?" tanya Oliv dengan judes


Marcel hanya menaikkan salah satu alisnya lalu menggeser tubuh Oliv agar tidak menghalangi jalannya.


Oliv tercengang saat Marcel melewatinya tanpa basa-basi menyapa layaknya pasangan normal.


"Hiiiiih awas aja kamu kak. Bakal aku buat kamu ngemis-ngemis cinta aku" ucap Oliv kesal sembari menghentakkan kakinya di lantai


cklekk


Oliv nyelonong masuk kedalam ruangan kakaknya lalu mendudukkan dirinya di sofa dengan raut wajah tertekuk.


Dirga mengangkat-ngangkat dagunya seolah bertanya pada Marcel "kenapa dia?" Marcel pun hanya mengedikkan bahunya "entah".


"Permisi Tuan" pamit Marcel pada Dirga


Marcel menoleh untuk menatap Oliv namun Oliv hanya acuh memainkan ponselnya dengan tersenyum-senyum sendiri.


"Dek, ngapain kesini?" tanya Dirga yang masih terfokus pada komputer di depannya tanpa menatap yang ditanya


"Gabut" singkat Oliv


"Kenapa nggak nemuin kakak ipar mu?" tanya Dirga lagi


"Aku nggak tau kak Bulan dimana. Pasti kakak umpetin kan?" tuduh Oliv


"Iya dong." jawab Dirga santai


"Cihh posesif" ejek Oliv pada kakaknya


"Urusin pacar kamu itu. Pagi tadi belum sarapan katanya" ujar Dirga yang sengaja memancing Oliv.


Dari waktu Marcel dan Oliv masuk tadi ia sudah bisa menebak bahwa mereka sedang perang dingin. Untuk itu Dirga memancing Oliv agar memberikan rantangnya pada Marcel.


"Bodo amat" ucap Oliv dengan malas


"Ya udah terserah kamu sih. Asal kamu tau ya. Marcel punya penggemar rahasia yang setiap harinya ngasih bekal di meja kerjanya" ucap Dirga mengompori adiknya


"What??" Oliv yang terkejut pun langsung menyangking rantangnya lalu keluar dari ruangan kakaknya


Dirga hanya terkekeh melihat kelakuan adik dan asistennya yang tak ada manis-manisnya sama sekali. Sebenarnya mana ada yang berani mendekati Marcel yang super kuper dingin dan terkenal galak. Masalah bekal penggemar rahasia hanyalah akal-akalan Dirga.


Oliv masuk ke dalam ruangan Marcel tanpa mengetuk pintu. Sebenarnya ia masih kesal dengan Marcel karna mencuri ciuman pertamanya tanpa permisi. Tapi mau bagaimana lagi? Oliv terlalu kasihan dengan orang yang kelaparan. Serta mencegah pelakor memberi makan pacar nya terlebih dahulu. *Pacar percobaan deng wkwk


"Nih" Oliv meletakkan rantang itu di meja Marcel.


Marcel diam tak bergeming dan tetap fokus pada laptopnya seolah tak menganggap ada orang lain di ruangannya.


"Makasih kek, apa kek." kesal Oliv yang sedari tadi di cueki oleh Marcel


"Saya sudah makan nona" ujar Marcel dengan datar tanpa menoleh ke arah Oliv


"Oooh habis makan bekal dari cewek lain yaaaa" sindir Oliv yang membuat Marcel menatapnya tajam

__ADS_1


"Oooops keceplosan deh" Ucap Oliv pura-pura tidak sengaja


"Saya tidak pernah ingkar janji seperti anda nona" jawab Marcel datar


"Aku??" Oliv menunjuk dirinya sendiri "Oh sorry aku nggak pernah punya selingkuhan yang diem-diem ngasih bekal di tempat kerja yaaa" sindir Oliv yang membuat Marcel mengerutkan keningnya


"Apa maksud anda nona?" tanya Marcel tak mengerti


"Udah nggak usah pura-pura nggak tau. Kak Marcel selingkuh kan?" tuduh Oliv


"Saya atau anda nona? bukankah anda sendiri tadi yang asik bertukar pesan dengan pria lain?" serang balik dari Marcel yang membuat Oliv melotot


"Hei. Jangan asal nuduh." ujar Oliv dengan nada yang sudah agak meninggi


"Kamu juga nuduh aku Liv" jawab Marcel dengan sedikit penekanan


"Aku kan ngomong fakta. Penggemar kak Marcel tiap hari ngasih bekal kan??" ujar Oliv masih dengan nada tinggi


Marcel hanya diam tak menanggapi Oliv yang pasti sedang salah paham itu. Entah dari mana Oliv dapat berita fitnah itu, Marcel pun bingung dibuatnya.


"Tuh kan bener. Oke byeee"


brakk


Oliv keluar lalu membanting pintu ruangan Marcel dengan keras yang membuat Marcel memegangi dadanya.


cklekk


Oliv datang lagi namun hanya menampilkan kepalanya di balik pintu.


"Inget ya kak. Sebenernya aku nggak cemburu. Cuma aku nggak suka aja ada orang yang ingkar janji." Oliv memperingatkan Marcel agar tidak GR.


braaak


Pintu ditutup lagi dengan keras oleh Oliv. Dan lagi, Marcel memegangi dadanya lagi akibat terkejut dengan keberanian Oliv.


cklekk


"Dan satu lagi. Kita belum putus. Jadi jangan mimpi untuk bisa lepas dari Olivia Baskara" Oliv memperingatkan Marcel lagi dengan hanya menampilkan kepalanya.


Kali ini pintu tidak dibanting. Namun pintu di tendang ke dalam dengan keras oleh kaki laknat Oliv.


"Apa gara-gara status pacaran kamu jadi berani bernada tinggi sama aku? Awas aja. Akan aku buat kamu sujud-sujud minta maaf" geram Marcel pada Oliv namun tak bisa di pungkiri bahwa ia juga gemas dengan kelakuan Bar-bar Oliv.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Eh bentar, kasian sepatu Oliv. Sepatu mahal untuk nendang bar-bar, ya Ampun Liv 😭

__ADS_1


Yang gratis like, komen and vote pastinya. Hai readers tersayang!!! Jejaknya jangan lupa biar Author makin lancar halu nya😍😂


__ADS_2