Past For Future

Past For Future
Salah paham


__ADS_3

.


.


Bulan terbangun dari tidurnya, ia menggeliat namun badannya terasa remuk. Ia mulai mengerjapkan matanya


"Morning Honey" Sapa Dirga


Bulan tak menjawab. Ia masih mengumpulkan nyawanya. Ia mengingat-ingat reka adegan yang terjadi semalam. Malu sangat malu, wajahnya sudah seperti kepiting rebus. Bulan menaikkan selimutnya untuk menutupi wajahnya. Dirga terkekeh melihat kelakuan wanitanya.


"Kenapa malu? Mas udah lihat" Dirga tersenyum lalu menurunkan selimut istrinya.


"Apaan sih mas" Bulan menyusupkan wajahnya di dada suaminya


"Masih sakit?" tanya Dirga


"Masih" jawab Bulan


"Maaf ya" Dirga mengelusi kepala Bulan


dor dor dor dor


"Kakaaaak buka pintunya!!" teriak Oliv dari luar kamar


"Iya bentar!!!" Teriak Dirga yang langsung turun dari ranjang dan memakai celana boxer nya.


Mata Bulan melotot saat melihat pemandangan di depannya. Dirga benar-benar tidak tahu malu memakai celana di depannya.


"Kenapa?" tanya Dirga saat membuka pintu namun hanya mengeluarkan kepalanya


"Kak Marcel udah nungguin di bawah. Kakak nggak mau ke kantor? Oliv udah bangunin kakak dari tadi taukk" ujar Oliv


"Jam berapa ini?" tanya Dirga


"Ya ampun ini udah jam sepuluh kaaak" ucap Oliv


"Aawwwww" teriak Bulan dari dalam kamar


"Eh. Kak Bulan kenapa kak? Awas Oliv mau masuk" Oliv hendak masuk namun ditahan oleh Dirga


"Eeeeitss nggak usah. Bilang sama Marcel 30 menit lagi okee" ucap Dirga langsung menutup pintu buru-buru


"What??? Kak tapi kak Marcel udah 2 jam nungguin" teriak Oliv


Oliv yang kesal dan lelah karna emosi dengan kakaknya pun langsung turun sembari mengomel-ngomel


"Gimana?" tanya Marcel


"30 menit lagi" jawab Oliv ikut medudukkan diri di sofa


"Kenapa hatiku makin sakit. Aku nggak boleh terus-terusan mencintai istri orang kayak gini." gumam Marcel dalam hati


"Kak. Kok diem sih. Ajakin pacarnya ngobrol kek, apa kek. diem aja dari tadi. Aku bukan patung lo" protes Oliv


"Aku mau cake kamu lagi" pinta Marcel


"Ketagihan ya??" goda Oliv


"Hmmm" gumam Marcel


"Cih" Oliv membawa cake yang ke tiga kalinya untuk Marcel


35 menit kemudian Dirga turun ke bawah dengan wajah yang sangat fresh dan bahagia


"Morning semua" sapa Dirga


"Hellooo. Ini udah mau sore kak" kesal Oliv


"Dek, kamu suruh Bik Yun untuk nganterin makan ke Bulan ya" perintah Dirga


"Emang kak Bulan kenapa?" tanya Oliv


"Nggak bisa jalan" singkat Dirga

__ADS_1


sssssshh nyeri hati Marcel karna tau apa yang sebenarnya telah terjadi. Dirga melirik ke arah Marcel. Ia tersenyum menang melihat ekspresi wajah kecewa Marcel.


"Em..." belum sempat bertanya lagi, perkataan Oliv sudah di potong Marcel


"Mari tuan, setengah jam lagi kita akan ada pertemuan dengan klien dari Bali" ucap Marcel


"Oke. Apa sekretaris baru sudah masuk?" tanya Dirga sambil berjalan keluar


"Sudah tuan. Hari ini hari pertama kerjanya. Kita langsung ke kantor tuan" jawab Marcel


"iya" singkat Dirga


Sesampainya di Gedung Perusahaan Baskara Group mereka segera menuju ruangan meeting. Saat di depan pintu masuk, Sekretaris baru itu menyapa atasannya


Seketika mata Dirga dan mata sekretaris itu bertemu. Sekretaris itu tersenyum tipis melihat reaksi Dirga yang terkejut.


"Dita" gumam Dirga dalam hati


"Permisi tuan. Saya sekretaris anda yang baru. Nama saya Dita Puspita. Anda bisa memanggil saya Dita tuan" Ujar sekretaris itu sopan


"Baiklah ayo kita masuk" Marcel mempersilahkan mereka masuk


Meeting berjalan dengan lancar dalam waktu 2 jam hingga menemukan kesepakatan bersama. Dirga yang sedari tadi semangat pun langsung kehilangan semangatnya. Ia segera pulang dan mempercayakan sisa pekerjaannya pada Marcel dan tangan kanan Dirga yang sudah ia perintahkan.



ke esokan harinya


tok tok tok


"Permisi tuan. Anda memanggil saya?" tanya sekretaris baru itu


"Apa tujuanmu bekerja di sini?" to the poin Dirga dengan dingin


"Tentu saja untuk bekerja tuan." Jawab Dita sang sekretaris baru


"Jangan basa-basi" hardik Dirga


"Cih. tentu saja untuk menyakiti istri anda tuan" ujar Dita sinis


"Istri?? Kau mencintai kakaknya bukan istrimu itu" Dita tertawa mengejek


braak Dirga menggebrak meja


"Tau apa kamu? Apa lagi mau mu wanita gila?" Dirga sudah mulai emosi


"Kamu tau aku sudah tergila-gila dengan mu sedari dulu. Tapi kamu malah mencintai Dokter kampungan itu" ucap Dita sengit


"Jangan sebut Alyssa begitu Dita. Dia sudah meninggal" ucap Dirga yang sudah mengeraskan rahangnya


"Lalu kenapa kamu malah menikahi adiknya, Dirga? Aku udah nunggu kamu sekian lama. Saat Alyssa mati aku masih berharap bisa mendapatkan posisi di hatimu. Tapi kamu malah menikahi adiknya!!!" teriak Dita


"Kita itu cuma sahabat ta. Selamanya cuma akan begitu" Dirga mencoba untuk mengontrol diri dan memberi pengertian pada Dita


"Tapi aku nggak nganggep kamu gitu Ga. Aku pengen kita bisa nikah dan bahagia" Dita meraih tangan Dirga namun dengan cepat Dirga tepis


"Keluar!!! Bereskan semua barang-barang mu" teriak Dirga


Dita sudah sangat kecewa dengan perkataan kasar yang di keluarkan oleh Dirga. Saat Dita hendak melangkah pergi, ia melihat seseorang dari balik kaca hendak masuk ke ruangan Dirga. Dita langsung berbalik lagi dan.


cklekkk


praanggg


Dirga segera melepaskan serangan dadakan dari Dita yang menciumnya.


"Sayang" kejut Dirga


Bulan yang baru saja datang tentu saja terkejut dengan apa yang ia saksikan barusan. Suaminya berciuman dengan wanita lain di kantor.


"Maaf ganggu kalian berdua. Sepertinya saya salah ruangan. permisi" ucap Bulan dengan datar. Raut wajah yang selalu ia tunjukkan sebelum menikah dengan Dirga


"Sayang dengerin aku dulu" Dirga segera mendekati Bulan namun Bulan segera berjalan pergi.

__ADS_1


Bulan sudah kehilangan akal. Berlari pun ia akan tetap kalah langkah cepat dengan Dirga. Beruntung ada Marcel di depannya. Ini cara terakhir. Bulan sudah tidak bisa berfikir jernih lagi.


"Marcel antar aku pulang" sapa Bulan dan langsung menggandeng lengan Marcel


Marcel hanya tercengang dengan perlakuan Bulan. Ia tambah tersentak lagi saat Dirga sudah menatapnya tajam.


"Tuan sa..." ucapan Marcel terpotong


"Marcel. Apa kamu tidak dengar?? ayo antar aku pulang" ucap Bulan dengan mengeratkan gandengannya


Marcel diam tak bergeming. Ia tak tahu harus bertindak apa


"Marceeelll ayo" teriak Bulan dengan Isak tangis yang sudah tak bisa ia bendung lagi.


Dirga tertegun. Air matanya pun ikut mengalir saat mendengar teriakan Bulan dengan isak tangis yang tertahan.


"Sayang. Kamu kok malah keluar sih. Ayok lanjutin" ujar Dita yang datang tiba-tiba.


Dirga dan Marcel melotot tak percaya dengan wanita gila itu. Bulan berlalu meninggalkan mereka dengan setengah berlari. Dirga hendak berlari mengejar Bulan, namun di cegat oleh Marcel.


"Gue kira elo laki-laki yang baik. Ternyata nggak kurang dari seorang bed*bah!! " ucap Marcel dengan penuh penekanan


"Elo nggak tau apa-apa mendingan diem breng*k!!!" teriak Dirga yang sudah sangat emosi


bugg


Satu bogeman mentah melayang ke pipi Dirga.


"Kalo Lo nggak bisa jaga perasaan Bulan, biar gue yang ambil alih posisi elo" Ucap Marcel tak kalah berteriak


"Jangan ikut campur urusan pribadi gue bren**k" Dirga membalas bogeman Marcel dengan membabi buta


bug bug bug


Dita tak mampu berkutik lagi. Takut bila ia mengalihkan perhatian mereka malah ia yang terkena bogeman itu.


"Elo urus wanita gila itu. Gue nggak ada waktu untuk ngeladeni elo" Dirga segera berlari menuju lift


Sedangkan Bulan sudah berada di depan kantor dan berlari. Ia berusaha mencari taksi yang lewat namun


"eeeemmmphh"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bulan kenapa ya?


See you next episode guys ♥️ Jangan segan-segan untuk memberi masukan, supaya author lebih baik lagi 🙏

__ADS_1


Jejakmu sangat berarti bagi ku 🤗


__ADS_2