
~Jika kau tak mencintaiku lalu mengapa kau harus membuat aku yakin dengan kata-kata cinta mu
.
.
.
Dirga berlarian mencari Bulan kesana kemari. Ia terus menelfon Bulan namun nihil. Dirga segera bergegas menuju parkiran dan menuju rumah ibu mertuanya
"Sayaaang. Kamu cepet banget sih ilang nya." Sepanjang jalan mulut Dirga terus komat-kamit dan berdoa semoga Bulan tidak berbuat nekad.
Sesampainya di rumah ibu mertuanya ia segera masuk dan menuju kamarnya dan Bulan.
Cklekk
"Sayang" panggil Dirga namun tak ada sahutan dari dalam. Ia mengecek ke dalam kamar mandi namun nihil
"Sayang kamu dimana?" teriak Dirga
"Nak Dirga kamu kenapa?" tanya ibu yang terkejut dengan teriakan menantunya
"Apa Bulan udah pulang buk?" tanya Dirga
"Loh. Bukannya Bulan ke kantor kamu tadi nganterin makan siang nak?" timpal ibu
"Ya udah Dirga permisi ya Bu" pamit Dirga
Dirga tak putus asa. Ia segera menuju rumah mereka untuk mencari Bulan. Sepanjang perjalanan Dirga terus memukul setir dan berteriak histeris. Ia tak tau kalau Bulan akan datang dan menyaksikan kejadian tadi.
Sesampainya di halaman rumah ia segera turun dan masuk ke dalam rumah sembari memanggil-manggil istrinya
"Sayang Kamu dimana?" teriak Dirga yang langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mereka. Namun saat di periksa ternyata kosong. Tak hanya satu kamar, ia membuka seluruh kamar di rumahnya dan mencari istrinya. Namun hasilnya sama
"Biiik...biiik" teriak Dirga saat menuruni tangga
"Ada yang bisa kami bantu tuan?" tanya para pelayan
"Apa istri saya tadi pulang?" tanya Dirga
"Maaf tuan. Terakhir saya lihat nyonya tadi pagi saat anda sudah berangkat kerja tuan. Katanya mau ke rumah ibunya" ujar salah satu pelayan itu
"Aaaaaaaargghh. Cari istri saya ke setiap sudut ruangan sekarang!!" teriak Dirga. Para pelayan yang sudah ketakutan pun tak berani lagi membantah tuan nya.
tuuut tuuut
"Halo Ga" Sapa orang dari seberang sana
"Ma, apa Bulan kesana hari ini?" tanya Dirga
"Enggak Ga. Bu..."
tuut. Belum sempat ibunya menyelesaikan ucapannya, panggilan sudah di akhiri sepihak oleh Dirga
tuuut tuut
"Halo tuan" sapa orang dari seberang sana
"Kerahkan semua anggota dan cari istri saya sampai ketemu!! Aku percayakan padamu jenius" perintah Dirga yang langsung mematikan ponselnya
"Permisi tuan, Kami sudah mencari ke seluruh ruangan namun memang nyonya tidak ada tuan" ujar salah satu pelayan yang mewakili pelayan lainnya
"Arrrrrrrggghhh" teriak Dirga sembari menendang meja dan membanting semua benda yang ada di dekatnya. Tak ada yang berani mendekat. Dirga sudah seperti orang kerasukan
__ADS_1
…
Sedangkan di tempat lain, orang berjaket hitam berlari terburu-buru untuk menemui tuan nya.
"Permisi Tuan, ada berita penting" ucap pria berjaket hitam itu yang membuat tuannya membalikkan kursi rodanya untuk menghadap orang itu.
"Nona Bulan di culik tuan. Dan saya sudah mengerahkan orang-orang kita untuk mengikuti jejak penculik itu" ujar pria berjaket hitam itu
"Apaaa??? Bagaimana bisa?" teriak orang berkursi roda itu terkejut. Dan tanpa sadar kini ia berdiri
"Anda bisa berdiri tuan?" ujar pria berjaket hitam itu tak percaya. Pria berkursi roda yang tak lain adalah Bintang itu juga terkejut dengan dirinya yang tiba-tiba bisa berdiri.
"Cepat katakan. Bagaimana bisa Bulan diculik??" tanya Bintang sudah tidak tenang
"Tadi saat saya lihat nona keluar dari kantor suaminya, ia dengan berlari dan menangis tuan. Saat hendak mencegah taksi ada sekelompok orang yang membekap mulut nona hingga pingsan" jelas orang berjaket hitam itu
"Kita susul mereka sekarang. Dimana posisi mereka sekarang??" tanya Bintang sambil berlari
"Mereka menuju ke hutan tuan" jawab Orang berjaket hitam
"Naaak. Kamu bisa berdiri nak??" tanya bunda Bintang dengan raut wajah bahagia saat Bintang keluar dari kamar.
"Nanti Bintang jelasin ya Bun. Sekarang Bintang mau nyelamatin Bulan dulu Bun. Bulan diculik" jelas Bintang
"Hati-hati nak. Cepat selamatkan Bulan" perintah bunda
…
Sedangkan di sebuah rumah tua di hutan, Bulan mulai mengerjapkan matanya setelah lama pingsan.
"Aku dimana?" ucap Bulan lirih. Kepala pusing, namun saat hendak menggerakkan tangannya, ternyata tangannya tengah di ikat di tiang kayu rumah itu
"Tolooong" teriak Bulan
"Hai Lan sabit" sapa pria bertopi yang menghampiri Bulan
"Gue dapet apa kalau udah nolongin elo Lan??" tanya Bima
"Maksud elo apa Bim." Tanya Bulan yang kebingungan
"Maksud gue apa?" Dima tersenyum lebar "Elo tau maksud gue Lan" ucap Bima yang sudah membelai wajah Bulan
"Jangan main-main Bim. Ini nggak lucu" teriak Bulan sembari menggelengkan kepalanya untuk menghindari sentuhan Bima
Bima yang merasa di tolak pun langsung mencengkeram dagu Bulan dengan kuat
"Gue nggak main-main Lan. Gue serius sama elo. Tapi kenapa elo lebih milih bekas kakak elo?? Apa elo nggak pernah lihat gue sedikit aja Lan?? Gue cinta sama elo" teriak Bima
"Cinta nggak bisa di paksa Bim. Elo cowok baik, elo juga mapan, elo cowok soleh idaman para wanita. Banyak cewek-cewek yang lebih baik dari gue Bim" ucap Bulan lirih di sela Isak tangisnya
"Tapi kenapa elo nggak tertarik sama gue Lan?? Apa karna gue nggak sekaya suami Lo?" tanya Bima yang sudah tak berteriak lagi dan mengelus dagu Bulan yang merah akibat Cengkramannya.
"Mungkin begitu. Aku rasa dia adalah wanita licik yang sangat matre" timpal seorang wanita yang baru datang
"Ka.. kamu" ucap Bulan terkejut
"Hai nyonya Dirga Baskara" wanita itu berjongkok untuk mensejajarkan diri
"Kalian berdua memang gilaaa!!" teriak Bulan sembari menangis
Mereka berdua tertawa bersama
"Hei nyonya bodoh. Ya kami memang gila. Dan kau tau apa salahmu??" wanita yang tak lain adalah Dita itu memandang sinis Bulan
__ADS_1
"Kau dan kakakmu itu sudah merebut Dirga dariku!!! Aku dari dulu sangat mencintainya. Namun gara-gara kakakmu hubungan ku dan Dirga menjadi rusak!! Dan sekarang kau rupanya yang menjadi penerus kakakmu. Cihh. Menjijikkan sekali" ujar Dita dengan menunjuka-nunjuk kepala dan dada Bulan
"Hahaha" Bulan tertawa yang membuat Dita melotot "Lebih baik kalian berdua menikah saja. Kalian sama-sama telah gila karna tidak mampu memiliki orang yang kalian suka"
plaaaaakkk
Menampar pipi Bulan dengan sangat keras hingga kepalanya menoleh kesamping.
"Dita apa yang kau lakukan!" teriak Bima "Lan, elo nggak papa kan?" tanya Bima dengan mengelus pipi Bulan
Tubuh Bulan bergetar. Pikirannya sudah melayang saat ayahnya melakukan kekerasan fisik padanya. Namun Bulan segera menahan diri hingga pikirannya mengingat saat Bintang mengatakan "Bulan harus jadi wanita yang kuat. Nggak boleh cengeng. Bintang nggak mau punya sahabat yang cengeng. Bul pasti bisa melawan ketakutan dari dalam diri Bul. Bul harus janji sama Bintang. Jangan jadi wanita lemah. Atau Bintang nggak akan mau ketemu lagi sama Bul" Ucap Bintang saat mereka duduk di bangku SMA dan Bulan jadi korban pembulian karna penampilannya.
"Lepasin Bulan sekarang!!!" teriak seorang pria yang baru datang
Mereka bertiga menoleh. Bima dan Bulan terkejut. Sangat terkejut.
Bulan terisak terharu melihat malaikat di depannya. Yang akan selalu jadi malaikat di hidup Bulan.
"Tangkap mereka. Langsung jebloskan ke penjara!" perintah pria itu pada anak buahnnya
Bima sudah berhasil di bekuk. Namun Dita langsung mengeluarkan pisau dari kantongnya dan mengarahkan ke arah leher Bulan.
"Selangkah aja kalian mendekat, aku nggak akan segan-segan membunuh Bulan" ancam Dita
"Dita jangan gila! bukan kayak gini kesepakatan kita di awal!!!" teriak Bima
"Cih, pria bodoh. Dirga nggak akan melepaskan Bulan sebelum Bulan mati hahahaha" Dita tertawa terbahak-bahak merasa dirinya menang
Saat Dita lengah dan sibuk berbicara dengan Bima, anak buah pria itu telah berhasil mendekati Dita dan langsung mendorong Dita hingga tersungkur kemudian melempar pisau yang Dita pegang.
"Kur*ng ajr!!" umpat Dita. Saat ia telah diborgol dan berdiri ia berkata
"Dan kau Bulan. Jangan pernah berharap di cintai oleh Dirga. Karna Dirga hanya menjalankan amanah dari kakakmu. Selamanya hanya seperti itu!!! Jadi kembali saja pada Bima dan lepaskan Dirga untukku" ucap Dita
"Tutup mulutmu wanita gila!!" teriak seorang pria yang baru datang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode guys ♥️
Komen, like, dan vote ya🤗