Past For Future

Past For Future
Buka Puasa ala Dirga


__ADS_3

~Entah sejak kapan daku terpaku padamu. Bahkan saat Bintang ku datang, aku pun enggan untuk berpaling dari mu. -Bulan


.


.


.


.


.


Tin tinnn


Suara klakson membuyarkan Bulan yang tengah menunggu jemputan dari sang suami.


"Kamu kenapa disini Lan?" tanya seorang proia dari balik kaca mobil


"Eh Marcel. Aku nungguin mas Dirga nih" jawab Bulan


"Masih lama? bareng aku aja gimana?? keburu hujan nih" tawar Marcel


"Eh, nggak usah Cel, bentar lagi pasti dateng kok" tolak halus Bulan


"Itu mas Dirga udah dateng Cel" ujar Bulan saat mobil sang suami datang


"Duluan ya. byee" pamit Bulan. Marcel pun hanya tersenyum kecut saat Dirga membukakan pintu untuk Bulan


"Kenapa semakin kesini rasanya semakin sakit Lan?? Andai aku lebih cepat dari Dirga. Mungkin sekarang aku yang ada di sisi kamu" ujar Marcel sambil menatap nanar kepergian mobil Bulan.



Sedari mobil melaju, Bulan dan Dirga sama sekali tak mengeluarkan sepatah katapun. Mereka hanyut dalam pikirannya masing-masing.


"Kita pulang ke rumah ya" ujar Dirga memecahkan keheningan


"Tapi ibuk gimana?" tanya Bulan


"Ibuk tadi nelfon, katanya dia udah nggak papa terus kita disuruh pulang ke rumah kita aja" jelas Dirga yang hanya di jawab deheman tanda mengerti oleh Bulan.


Setelah sampai di halaman rumah mereka, Bulan dan Dirga segera turun dan masuk kedalam kamar.


"Saya mandi duluan ya mas" ujar Bulan


"Jangan formal banget sama suami sayang." jawab Dirga


"Maksudnya?" tanya Bulan tak mengerti


"Jangan saya-saya an. Pake aku-kamu aja" Dirga memberi penjelasan


"Oh. oke deh. Aku mandi duluan ya mas" ujar Bulan lagi


"Tunggu" Dirga mencegah bulan dan menahan tangannya.


"Kenapa mas?" Bulan mengerutkan keningnya


"Mas juga udah gerah nih. Mandi bareng aja yuk" goda Dirga dengan senyum mesumnya.


"Nggak!!" tolak Bulan mentah-mentah


"Yahhh. Nanti sambil mas pijitin deh. Gimana? hmm" Dirga mengedipkan sebelah matanya yang membuat Bulan merinding.


Secepat kilat Bulan mengambil handuk dan berlari sembari berteriak


"Mas Dirga mesuuuuum" teriak Bulan yang membuat Dirga tertawa lepas.



Di lain tempat, Oliv sedang duduk bersama seorang pria yang pernah mengisi ruang hatinya.


"Via, kok diem aja" ujar pria itu ramah


"hmm nggak papa kok" jawab Oliv gugup


flashback on


bruuuk


Seorang pria tak sengaja menabrak Oliv.


"Via. Olivia kan?" tanya pria itu yang membuat Olivia mendongak menatap pria itu


"Stefan" ujar Oliv

__ADS_1


"Hai via. Apa kabar?" tanya Stefan


"Eh. Baik Stef. Gue duluan ya buru-buru nih" pamit Oliv hendak menghindar


"Tunggu Vi" Stefan menahan tangan Oliv agar tidak pergi


"Ada apa Stef?" tanya Oliv gugup


"Kita perlu ngobrol Vi. Sebentar aja, 30 menit" ujar Stefan.


Oliv diam tampak menimbang-nimbang. Terlalu lama bisa-bisa air matanya yang selama ini disembunyikan bisa luruh.


"20 menit" tawar Stefan namun Oliv masih diam


"Oke oke cuma 10 menit. Pliisss" tawar Stefan lagi dan akhirnya di angguki kepala Oliv tanda setuju.


flashback off


"Vi..." Stefan hendak menggenggam tangan Oliv namun Oliv menghindar


"Maafin aku" ucap Stefan lirih


"tujuh menit lagi Stef" ujar Oliv sembari menatap jam tangannya.


"hufft" Stefan menghela nafas panjang sebelum berbicara lagi


"Maafin aku karna nggak milih kamu waktu itu" Stefano menatap manik mata Oliv teduh.


"Itu udah masalalu Stef. Aku juga udah punya calon suami" jawab Oliv bohong


"Bohong." ucap Stefan "Aku tau cinta kamu masih utuh untuk aku Liv" Stefan menggenggam erat tangan Oliv.


"Plis jangan main api Stef. Kamu udah nikah dan aku juga udah punya calon suami" tegas Oliv pada Stefan


"Aku udah urus perceraian aku Vi. Kita bisa barengan lagi" ujar Stefan


"Aku nggak peduli sama urusan kamu Stef. Aku udah milih pria lain yang mau memperjuangkan aku dan mencintai aku apa adanya" tegas Oliv lagi


"Tapi kamu nggak bisa sama pria lain Vi, kamu nggak cinta sama pria itu. Kamu cuma cinta sama aku" jawab Stefan lagi


"Stef, apa kamu nggak mikirin nasib anak kamu yang akan jadi korban broken home? jangan gegabah Stef" Oliv mencoba untuk membuat Stefan mengerti


"Dia bukan anak aku Vi, sebelum nikah sama aku ternyata wanita itu udah hamil duluan. Dan aku udah tes DNA sama anak itu. Dia bukan anak aku Vi. Plis aku mau memperjuangkan kamu kali ini aja kasih aku kesempatan" Stefan masih tak gencar untuk merayu Oliv.


"Nggak akan aku lepas sebelum kamu mau kembali sama aku Vi." tegas Stefan


"Lepasin tangan pacar saya" timpal seorang pria yang baru saja datang


"Hei tuan jangan ikut campur urusan kami" geram Stefan


"Sayang, tangan aku sakit" ucap Oliv pada Marcel


Stefan melepaskan genggamannya karna terkejut dengan Oliv yang memanggil pria itu dengan sebutan 'sayang'.


Marcel segera menarik tangan Oliv dan membawanya ke dalam pelukannya.


"Jangan pernah ganggu calon istri saya. Atau kamu tau sendiri akibatnya" ancam Marcel pada Stefan


"Cih. Aku yakin kalian sedang bersandiwara. Aku tau Oliv itu masih sangat mencintaiku" ujar Stefan sombong


"Tutup mulut anda. Apa anda perlu bukti?" Marcel merangkup wajah Oliv lalu


cuppp


Marcel mencium bibir Oliv yang membuat Stefan melotot tak percaya.


braaak


Stefan menggebrak meja saat matanya menyaksikan hal yang menjijikkan di depannya.


"Apa kau sudah gila?? berciuman di tempat umum" hardik Stefan


"Pulang!" Marcel merangkul bahu Oliv dan membawanya pergi


Marcel membawa masuk Oliv ke dalam mobilnya yang membuat Oliv bingung.


"Kak, aku bawa mobil sendiri" ujar Oliv saat Marcel sudah masuk kedalam mobil


"Diam di tempat" perintah Marcel datar dan dingin


Selama perjalanan tak ada satupun yang mengeluarkan sepatah katapun hingga sampai di mansion orang tua Oliv.


"Kamu ingkar janji" ujar Marcel dingin saat mobil telah berhenti di halaman rumah

__ADS_1


"Aku nggak sengaja ketemu dia kak." Oliv memberikan penjelasan.


"Turun!!" perintah Marcel tegas


"Kak, maaf" Oliv meraih lengan Marcel namun Marcel diam tak bergeming


"Kak..." panggil Oliv lagi dan


cuup


Marcel menyerang Oliv dengan brutal hingga membuat Oliv kuwalahan. Marcel baru selesai dengan bibir Oliv setelah 5 menit yang membuat nafas keduanya tersengal.


"Itu hukuman untuk orang yang ingkar" Marcel menatap Oliv dengan nafas yang memburu.


"Kak, tolong jangan lakuin ini lagi. Kita nggak saling cinta kak!! Aku takut kita kebablasan" ujar Oliv tegas sembari menitikkan air matanya


"Cuma sebatas ini. Kamu tenang aja, aku nggak akan ngerusak kamu. Kalaupun cinta itu nanti ada, aku akan menikahi kamu." jawab Marcel seraya mengusap air mata Oliv.


Oliv semakin terisak. Marcel pun segera membawa Oliv kedalam pelukannya.


"Cinta kamu masih utuh untuk pria itu. Sama denganku. Aku juga masih mencintai Bulan." Marcel mengusap kepala Oliv


"Aku harap hubungan ini bisa mengobati luka kita Liv. Dan aku berharap walaupun kita nggak bersama nanti, nggak akan ada luka yang tercipta dari hubungan ini. " ujar Marcel sembari mengeratkan pelukannya pada wanita yang di anggap adik itu.



...Malam hari di rumah mewah milik sepasang pengantin baru...


"Sayang..." panggil Dirga sambil menoel-noel punggung istrinya


"Dosa lo diemin suami. Di punggungin lagi. Kan pengen peyuk" protes Dirga dengan suara manja nya


"Astaga. Inget umur mas. Persis bayi yang mesti dipopokin." gerutu Bulan dalam hati


"Sayang. Mas udah puasa beberapa hari lo. Udahan dong merajuknya" rayu Dirga


"Wanita gila itu udah terobsesi banget sama mas. Dan dia nekad banget nyosor mas. Kamu tau sendiri kan, nggak ada yang bisa menolak pesona Dirga Surya Baskara yang gantengnya plus plus ini. Makanya kamu harus bersyukur dan beruntung bisa mas cintai sepenuh hati. Kamu juga harus jagain mas biar nggak dilirik orang" Dirga menjelaskan sambil menyombongkan diri


Bulan memutar tubuhnya dan menghadap pada suaminya. Bulan menatap jengah dengan suaminya yang sangat kepedean itu.


"Jangan dilihatin terus. Dicicipin juga nggak papa" ujar Dirga tanpa disaring sembari mengedipkan sebelah matanya genit.


"Boleh ya..." Dirga semakin merapatkan tubuhnya pada Bulan. Bulan mengangguk tanda setuju. Di lain sisi ia juga kasihan dengan Dirga yang harus menahan diri atas hak nya.


Bulan hanya diam saat suaminya mulai berulah membasahi bibirnya, namun ia akhirnya membalasnya saat merasakan getaran aneh di dadanya dan sangat mendambakan Dirga.


Mendapat balasan dari Bulan, Dirga segera melaksanakan kegiatannya pada tubuh Bulan dengan penuh cinta.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Suka sama ceritanya jangan lupa meninggalkan jejak guys. GRATIS TIDAK DIPUNGUT BIAYA🎉🎉 Berikan angin sumringah untuk author dengan like

__ADS_1


, komen, and vote kamu😉


__ADS_2