Past For Future

Past For Future
Culik Oliv!!


__ADS_3

Praakk


Ponsel Bulan dilempar ke dinding dengan kuat dan tanpa ampun hingga hancur. Bulan menoleh kebawah melihat suaminya yang masih terpejam. Dengan segera Bulan memindahkan kepala suaminya.


"Berhenti jadi anak kecil mas!!!" teriak Bulan dengan air mata yang sudah bergelimang.


"Kok malah teriak-teriak sama suami?" Dirga terduduk dan memandang sinis istrinya.


"Mas tu kenapa sih? Kenapa aku dari tadi salah terus??" ucap Bulan dengan penekanan.


"Mas cuma mau diperhatiin sama kamu. Emangnya salah??" Dirga pun berbicara penuh penekanan.


"Tapi mas bisa bilang baik-baik kan sama aku. Nggak usah marah-marah kayak gitu. Mas tu berubah tau nggak" ucap Bulan


"hiks" Dirga menitikkan air mata sambil sesenggukan


"Eh??" Bulan terkejut dengan suaminya.


"Mas..." Bulan menghampiri dan meraih tangannya.


"Gak usah pegang-pegang. Sana pergi!!" usir Dirga pada Bulan.


"Mas tu kenapa sih??" tanya Bulan keheranan.


Bukannya menjawab pertanyaan istrinya, Dirga turun dari ranjang lalu berjalan menuju walk in closet.


"Massss..." panggil Bulan lagi namun tak dihiraukan suaminya.


Setelah keluar dari walk in closet, Dirga sudah berganti pakaian dengan stelan jas.


"Mas mau ke kantor?" tanya Bulan lagi.


"Mau nyari selingkuhan" ketus Dirga.


"Mas kamu.."


brakkk


Pintu kamar ditutup dengan kasar oleh Dirga. Bulan terpaku. Air matanya pun langsung mengalir dengan derasnya.


"Mas, kenapa secepat itu kamu bertindak. Kalau aku salah bilang, bukan malah berlain hati" lirih Bulan dengan isak tangisnya.


"Kenapa kamu kamu nyakitin hati aku setelah hati ini udah terlanjur cinta sama kamu mas?" lanjutnya.


tok tok tok


Pintu diketuk dari luar kamar. Bulan pun segera menghapus air matanya lalu membukakan pintu.


cklekk


"Oliv..."


"Boleh Oliv masuk kak?" tanya Oliv


"Ya udah ayok kita duduk di balkon aja biar enak ngobrolnya." ajak Bulan yang dibalas anggukan kepala Oliv


"Kakak kenapa nangis?" tanya Oliv saat mereka telah duduk di bangku balkon kamar.


"Nggak papa kok Liv. Kamu kayaknya sama Marcel akhir-akhir ini agak renggang. Kenapa?" tanya Bulan mengalihkan pembicaraan


Oliv menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan dari kakak iparnya. Ia ingin mengatakan yang sebenarnya namun takut akan menyinggung kakak iparnya.


"Mungkin karna kami nggak saling cinta kak." ucap Oliv sendu.


"Tapi kenapa kamu bisa pacaran sama Marcel Liv?" tanya Bulan lagi


"Panjang ceritanya kak. Sebenernya kami pacaran cuma untuk melupakan sakit hati kami sejenak. Aku sadar hubungan ini salah. Untuk itu aku mengakhiri hubungan kami." Oliv menjelaskan.


"Kalian putus??" kejut Bulan


"Kenapa secepat itu Liv? Bukannya lebih baik kalian jalani dulu. Cinta itu datang dengan sendirinya nanti." nasihat Bulan


"Nggak semudah itu kak. Kami udah coba. Tapi kayaknya nggak akan bisa untuk diteruskan." jelas Oliv


"Apa kamu udah bicara baik-baik sama Marcel Liv?" tanya Bulan

__ADS_1


"Nggak ada lagi yang perlu dibicarakan kak. Semuanya udah clear. Kami udah nggak ada hubungan apa-apa." jawab Oliv


Bulan hanya diam menyimak ucapan Oliv. Karna ia tau betul Marcel masih menyimpan perasaan padanya. Ia pun tak ingin menyinggung itu pada Oliv.


"Kakak mungkin sedikit kaget sama sikap kak Dirga ya." tebak Oliv


"Maksud kamu gimana Liv?" tanya Bulan


"Kak Dirga itu orangnya super posesif. Dia paling nggak suka orang terdekatnya disentuh atau dilukai." ucap Oliv


"Dari dulu begitu?" tanya Bulan lagi


"Iya. Bahkan aku pun selalu dimata-matai. Semua yang aku lakukan harus sampai ke telinga kak Dirga." imbuh Oliv


Bulan hanya manggut-manggut tanda mengerti betapa posesif nya suaminya itu. Baru saja tadi pagi ia terkena amukan dari suaminya, apalagi saat ia mendengar bahwa suaminya hendak mencari selingkuhan. Nyeri sungguh nyeri hati Bulan. Tapi ia tak ingin menyerah, cintanya sudah terlanjur besar untuk orang yang sudah menjadikannya istri tersebut.



...Gedung Perusahaan Baskara Group...


"Marcel ke ruangan saya sekarang." perintah Marcel dalam sambungan telepon.


cklekk


"Stop berhenti di situ!!" cegat Dirga


"Kau pakai parfum apa hari ini?" tanya Dirga sambil menutupi hidungnya.


"Saya pakai yang biasanya tuan." jawab Marcel


Dirga berlari menuju toilet. Lalu menumpahkan isi perutnya namun hanya cairan kuning yang keluar.


"hoeekk hoekk"


"Tuan apa anda tidak apa-apa?" tanya Marcel hendak mendekat namun dicegah oleh Dirga


"Berhenti. Aku mual mencium parfum mu." cegah Dirga dengan suara yang melemah.


"Apa perlu saya panggilkan dokter tuan?" Marcel menawarkan


"Ada yang ingin ku bicarakan denganmu. Duduklah di sofa saja." perintah Dirga saat ia keluar dari toilet.


"Ada apa denganmu dan Oliv?" tanya Dirga saat telah duduk di kursi kebesarannya


"Itu masalah pribadi kami tuan." jawab Marcel


"Gue udah denger semuanya dari genius. Tapi gue mau denger langsung dari mulut elo." ucap Dirga dalam mode santai.


"Dia yang mengakhiri hubungan kami." jawab Marcel


"Gue nggak mau adik gue tertekan. Apapun masalah kalian gue minta selesaikan baik-baik. Jangan kayak anak kecil yang main umpet-umpetan." titah Dirga


"Dia selalu ngehindar dari gue. Kayaknya emang dia udah nggak mau ada apa-apa lagi di antara kami." jelas Marcel


"Culik dia." ujar Dirga yang membuat Marcel mendelik.


"Lo serius bro?" tanya Marcel terkejut


"Malam nanti dia mau balapan lagi. Culik dia nanti sore. Kalau perlu tahan dia sampe pagi." ujar Dirga


"Apa lo nggak takut Oliv gue apa-apain?" tanya Marcel


"Elo tau aturan agama kan? sampe elo macem-macem gue runtuhin semua Mall elo." Gertak Dirga


"Oke-oke santai. Gue akan culik dia nanti." jawab Marcel dengan senyum licik di bibirnya.


"Beliin gue pecel lele Cel." perintah Dirga tiba-tiba.


"Eh, gue??" tanya Marcel sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya cepetan. Gue belum makan dari tadi pagi. Tiba-tiba pengen pecel lele."


"Kayak orang ngidam aja lo." ledek Marcel


"Yang harusnya ngidam bini gue, tapi belum ada tanda-tanda." Dirga menghela nafas. " Udah cepetan gue laper" imbuhnya memberi perintah.

__ADS_1


"Siap boss" jawab Marcel



Sore menjelang, Oliv pergi ke sebuah kafe untuk bertemu teman satu kampusnya. Rencananya ia akan mengajak temannya untuk mendukung di ajang balapan yang ia ikuti. Oliv duduk di pojokan kafe sembari memainkan ponselnya. Saat tengah fokus, tiba-tiba ada suara deheman seorang pria dari belakangnya. Oliv menoleh


"Stef??" kejut Oliv


"Boleh gabung?" tanyanya pada Oliv


"It's oke. Gue jomblo dia jomblo. Ga ada salahnya ngobrol yang penting gue nggak jatuh lagi di lubang yang sama." Gumam Oliv dalam hati


"Gabung aja." jawab Oliv santai.


"Apa kabar kamu?" Tanya Stefan saat telah duduk di hadapan Oliv


"Baik. Kamu gimana?" tanya Oliv balik


"Aku ba...


"Oliv kita pulang sekarang!" timpal pria yang baru saja datang


"Kak Marcel ngapain sih." kesal Oliv


"Ayo pulang!" Marcel mencengkeram tangan Oliv


Stefan bangkit dari duduknya


"Jangan kasar sama cewek breng**k!" Stefan melepas paksa tangan Marcel dari Oliv


"Jangan ikut campur elo. Nyokap Oliv sakit. Dia harus pulang sekarang." hardik Marcel pada Stefan


"Mama sakit?? kita pulang sekarang kak"


"Oke." jawab Marcel singkat


Marcel menoleh kearah Stefan yang menatapnya geram. Ia tersenyum miring penuh kemenangan.


Saat Oliv hendak menaiki motornya, tiba-tiba mulutnya dibekap seseorang.


"eeeemmmphh" teriak Oliv sambil meronta. Namun perlahan matanya terasa berat dan melemas.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Author butuh dukungan dan support. Jangan lupa like, komen, and vote okeeee😍😍

__ADS_1


__ADS_2