
~Bolehkah aku marah? Bolehkah aku kecewa? Tuhan, aku hanya ingin mengadu pada-Mu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Hoekkk hoekkk"
Bulan mengerjapkan matanya setelah mendengar suara yang sangat mengusik tidurnya. Ia menyapu ke seluruh ruangan bercat putih polos yang ia yakini ialah rumah sakit. Matanya terfokus pada sang suami yang tengah berusaha mengeluarkan isi perutnya.
Bulan sebenarnya ingin bangkit dan membantu memijit tenguk suaminya, namun urung saat memori tentang kejadian sebelumnya terputar di otaknya.
Dirga keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lemas dan pucat. Matanya menatap Bulan yang sudah sadarkan diri. Dengan segera ia menghampiri istri tercintanya itu.
"Sayang..." sapa Dirga sembari menggenggam tangan Bulan.
Bukannya menjawab Bulan malah menepis tangan Dirga sebagai tanda tolakan.
"Keluar." pinta Bulan datar
"Oke. Maafin mas ya sayang." ujar Dirga tanpa memaksakan Bulan. Dirga mengusap rambut Bulan lalu mencium keningnya dengan sayang.
Bulan hanya diam tak merespon. Ia memilih membuang muka ke arah lain tanpa menghiraukan suaminya.
brak
Bulan menghela nafasnya kasar saat suaminya telah keluar dari ruangan.
…
...Apartemen Marcel...
"Kak. bangun..." gugah Oliv pada Marcel yang tidur di sofa.
"Hmmm"
"Ayok bangun udah pagi." Oliv mengguncang tubuh Marcel.
"Bentar Ta," ujar Marcel tanpa sadar
"Ta?? Ta siapa sih kak. Nyebelin banget." kesal Oliv namun tak mendapat respon dari Marcel yang masih setia dengan mimpinya.
"Mau main-main lagi sama Olivia Ratu Baskara?" gumam Oliv sinis pada Marcel.
Oliv beranjak dari duduknya dan
"Kebakaran....!!! Kebakaran..!!!" teriak Oliv sembari memukul-mukul panci dengan sorak.
"Kebakaran?? Ya Tuhan, ayo keluar, Verta!" teriak Marcel tak kalah heboh.
Oliv tersenyum sinis pada Marcel. Akhirnya kekonyolannya bisa membangunkan badak Jawa itu. Marcel yang merasa ling lung pun menatap tajam pada Oliv yang masih setia berdiri.
"Oliv. Ayo cepet ada kebakaran!" tegas Marcel
"Ohh kebakaran ya?? Emang kak Marcel tau dimana kebakarannya?" tanya Oliv sinis.
Marcel mengerutkan keningnya. Bisa-bisanya Oliv sangat santai saat ada keadaan darurat seperti ini. Saat nyawa Marcel sudah terkumpul dengan sempurna, ia sadar akan perbuatan Oliv yang mengerjainya.
"Oliv kamu keterlaluan banget sih." kesal Marcel yang sudah memasang raut marah.
"Oh ya?? tapi disini memang ada kebakaran kak." ujar Oliv meyakinkan
"Dimana?" tanya Marcel sembari mengerutkan keningnya
"Disini..." jawab Oliv seraya menunjuk hatinya.
"Apaan sih Liv. Nggak jelas banget." sergah Marcel lalu mendudukkan diri di sofa.
"Aku mau pulang. Password-nya apa?" tanya Oliv sinis
"220811" jawab Marcel
__ADS_1
"Memperingati hari apa?
"Eh?" Marcel segera mencerna ucapan Oliv dengan glagapan
"Ya udah Assalamualaikum!" pamit Oliv dengan perasaan jengkel.
Marcel menjawab dengan gumaman yang sangat pelan takut Oliv akan mendengarnya.
"Cepetan bangun. Sholat subuh!!" teriak Oliv tanpa menolehkan kepalanya.
Marcel hanya tersenyum kecut melihat kepergian Oliv.
"Aku takut suatu saat nanti kamu kecewa Liv. Aku nggak yakin kamu bisa nerima aku." gumam Marcel dalam hati
drrrrttt drrrrttt
Ponsel Marcel berdering tanda ada yang menghubunginya.
"Halo" sapa Marcel
"Tangan kananku akan mendampingi mu rapat dengan klien dari Negara tetangga. Aku akan cuti beberapa hari." ujar orang dari seberang sana.
"Baik Tuan." patuh Marcel
"Dan satu lagi. Jangan menjenguk istriku!" perintah Dirga
"Nyonya Dirga sakit Tuan?" kejut Marcel yang sudah cemas.
"Iya. Dan kau tidak boleh menjenguknya."
tuuut
Panggilan di putuskan sepihak. Marcel menghela nafas. Ia mencoba untuk menggali informasi tentang sakit yang dialami istri bossnya itu namun nihil. Seperti biasa, Tuannya memerintahkan genius untuk meredam semua sumber informasi.
"Sial. Seperti apa dirimu itu genius? Sampai-sampai Dirga menyembunyikan identitas mu." ujar Marcel dengan kesal
…
Rumah sakit
"Permisi Nona, saya akan memeriksa keadaan anda dulu." ujar dokter Vera sopan
"Baik dok."
"Semuanya sudah oke. Tapi tekanan darah Nona rendah. Saya akan memberikan obat penambah darah nanti. Tolong diminum ya."
"Sebentar lagi akan datang dokter spesialis kandungan."
"Untuk apa dok?" tanya Bulan kebingungan
"Oh iya saya lupa memberi tahu anda bahwa anda sekarang tengah mengandung Nona."
"Sa... saya hamil dok?" tanya Bulan gugup
"Benar Nona, menurut prediksi saya usia kandungan anda sudah memasuki 5 Minggu." jawab dokter Vera
Bulan tersenyum bahagia. Ia tak menyangka bahwa sebentar lagi dirinya akan menyandang gelar ibu.
"Selamat Nona. Anda sangat beruntung memiliki suami siaga seperti tuan Dirga." ujar dokter itu
"Cih siaga. Posesif iya. Kalau sampe anak aku kenapa-kenapa nggak akan pernah aku maafin." kesal Bulan dalam hati
"Saya tau anda sangat kesal dengan suami anda, Nona. Tapi suami anda juga tidak tahu kalau anda sedang mengandung. Saat mendengar bahwa anda hamil, suami anda sangat antusias untuk menjaga anda." Dokter Vera memberi pengertian pada Bulan agar tidak membenci Dirga.
"Terimakasih sebelumnya dokter. Tapi maaf, biarkan masalah pribadi saya, saya yang menyelesaikan sendiri." ujar Bulan menanggapi
"Huuuh. Kalau bukan karna elo nggak sudi gue ikut campur urusan masalah elo Ga." kesal dokter Vera dalam hati.
"Baik Nona, Seperempat jam lagi dokter kandungan akan datang. Saya permisi dulu." pamit dokter Vera
"Baik dok. Terimakasih banyak."
cklek
Setelah kepergian dokter Vera, ibu dan kedua mertua Bulan datang untuk menjenguknya.
"Hai sayang." sapa ibu
"Hai menantu mama paling cantik." sapa mama mertua Bulan
"Hai..." sapa Bulan sembari tersenyum
"Gimana kondisi kamu nak?" tanya ibu
"Kamu harus jaga kondisi ya nak. Semoga bayi kamu sehat wal afiat." nasihat papa mertua
__ADS_1
"Bulan udah nggak papa kok buk, pa, ma. Cuma dokter menyarankan Bulan untuk pake kursi roda dulu untuk menghindari kontraksi." ujar Bulan
"Ya udah nggak papa. Yang penting kamu harus sehat ya nak." sahut mama yang dibalas anggukan kepala Bulan
"Oh iya, sementara kamu sama nak Dirga tinggal di rumah ibuk dulu ya nak. Karna ini kan kehamilan pertama kamu, jadi ibuk pengen kamu sekalian belajar menjaga kondisi kamu dan kandungan kamu."
"Bulan sama mas Dirga buk?" tanya Bulan lagi
"Ya iyalah. Emang siapa lagi suami kamu kalo bukan Dirga." sahut papa yang membuat mereka tergelak.
"Maaf ya nak, mama sama papa nggak bisa lama-lama disini. Soalnya kami mau ke luar kota untuk menghadiri acara pernikahan anak teman papa." ujar mama
"Iya ma, nggak papa kok. Bulan juga udah nggak papa. Mama sama papa hati-hati di jalan ya." ucap Bulan
"Ya udah kami pamit ya nak. Semoga cepet sembuh ya" pamit mama dan papa sembari mengusap kepala Bulan
Kedua mertua Bulan pun meninggalkan ruang rawat Bulan.
"Buk..." panggil Bulan saat telah memastikan mertuanya keluar dari ruangan
"Iya nak?"
"Mas Dirga kemana?" tanya Bulan
"Nak Dirga tadi tiba-tiba ada urusan mendesak di kantor nak. Kenapa?"
"Nggak papa kok buk."
"Kamu nggak boleh lama-lama marah sama suami kamu ya nak. Nggak baik, seharusnya seorang istri itu berbakti sama suami." nasihat ibu
"Tapi karna mas Dirga, sekarang Bulan harus di rawat buk. Gimana kalo semalam janin Bulan kenapa-napa."
"Semua orang punya salah nak. Mungkin nak Dirga sangat takut kehilangan kamu saat kamu dekat dengan pria lain. Tapi manusia tetaplah manusia nak, semua manusia punya salah termasuk suami kamu yang salah mengambil tindakan."
Bulan menghela nafas setelah mendengarkan penuturan ibunya "Gimana keadaan Bintang buk?" tanya Bulan
"Bintang masih koma nak. Tapi kamu nggak perlu cemas ya nak. Bintang itu pria yang kuat. Dia pasti bisa melawan semua sakitnya."
"Boleh Bulan ketemu Bintang buk?" tanya Bulan lagi
Ibu hanya diam sambil menimbang-nimbang permintaan Bulan. Ia takut Dirga akan marah jika melihat istrinya menemui laki-laki lain lagi.
"Sebaiknya kamu izin sama suami kamu dulu ya nak." saran ibu
"Buk, Bulan nggak kemana-mana. Bintang ada di rumah sakit ini. Bulan mau nemuin sahabat Bulan buk." ujar Bulan
Bunda hanya diam sambil berpikir keras.
"Cuma untuk sahabat buk." imbuh Bulan meyakinkan
"Temui lah sahabatmu," sahut seorang pria yang tengah berdiri di pintu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sorry ya author telat update. Soalnya semalem sibuk jagain baby😁
__ADS_1
Next ya. Jangan lupa tinggalkan jejak sahabat-sahabat PFF♥️