Past For Future

Past For Future
Hari dan kabar buruk


__ADS_3

Bulan kembali ke ruangannya dan Dirga kembali ke meja kerjanya. Keduanya masih saling diam membisu.


"Pulang nanti kayaknya aku harus membasuh bibir ku pake bunga tujuh rupa biar nggak sial terus. Pak tua itu ternyata sangat mesum. aaaaaa ingin sekali aku menamparnya." Bulan menggerutu dalam hati


"ehemmm" suara deheman seseorang membuyarkan lamunan Bulan kemudian berdiri


"Marcel. Aku kira siapa" ujar Bulan yang terkejut


"Kamu berharap tuan Dirga yang disini?" goda Marcel


"Eh eng..nggak" Bulan dengan nada gugup


"Oh jadi ini sekertaris baru kak Dirga. Wahhh cantik juga. Kak Dirga pinter milihnya" Ucap seorang gadis yang usianya sekitar 20 tahunan


"Terimakasih " Bulan tersenyum pada gadis itu


"Sama-sama kak. Kenalin aku Olivia adiknya kak Dirga" gadis itu menjulurkan tangannya untuk di jabat oleh Bulan


"Nama saya Bulan nona. Senang bisa berkenalan dengan anda" Bulan meraih tangan gadis itu dan berbicara sopan


"Jangan terlalu formal kak. Panggil aja Oliv tanpa embel-embel" Oliv menampilkan senyum manisnya


"Baiklah Oliv" Bulan pun ikut tersenyum


"Manisnyaaa" Marcel tak berhenti menatap Bulan


"Whattt??" Oliv tersentak dengan perkataan Marcel "Hei Mr. ice apa yang baru saja kau katakan?" Oliv menatap tak percaya pada Marcel


"Ehem" Marcel segera menormalkan raut wajahnya. Marcel memang terkenal dingin dan cuek di depan semua orang. Namun tidak di hadapan Dirga dan Bulan.


"Jangan-jangan kak Marcel suka sama kak Bulan ya. Awas aja kalo berani macem-macem di belakang Oliv. Pokoknya kak Marcel harus nunggu Oliv selesai kuliah baru nikah sama Oliv!! titik nggak pake koma" seloroh Oliv dengan nada yang ber api-api


Marcel pun hanya diam dan tak bereaksi untuk membalas ucapan Oliv


"Nyebeliiiin" Oliv menghentakkan kakinya ke lantai dan masuk ke ruangan kakaknya


Cklekk


"Kakaaak" Oliv nyelonong masuk dan memeluk kakaknya


"Cepet ngomong ada apa mau apa? kakak sibuk" ucap Dirga tanpa basa-basi


"Ya ampun kak. Emang kakak nggak kangen sama Oliv?? Kakak tu sama aja kayak mama papa. Sibuk, sibuk, dan sibuk. Nggak pernah ada waktu untuk Oliv" Oliv mulai dengan dramanya dan pura-pura sedih


"Oke. Weekend kita jalan-jalan. Mau kemana?"


"Are you serious??" ucap Oliv dengan mata berbinar


"of course" Dirga mengusap rambut adiknya dengan sayang


"Tapi sebelumnya Oliv boleh minjem mobil kakak nggak? hehehe" Oliv cengengesan


"Emang mobil kamu kemana?" Dirga menatap adiknya


"Biasalah kak. Mobilnya lagi ngambek" Oliv mengerucutkan bibirnya


"Ya udah, pake mobil yang mana aja terserah kamu. Minta kuncinya sama Pak Adi"


"Yeeeay. makasih kakak. Oliv udah suruh Kak Marcel urus surat tilangnya kok. Jadi besok langsung Oliv balikin" Oliv tidak sadar dengan apa yang ia ucapkan saking bersemangatnya "Oopss" Oliv menutup mulutnya

__ADS_1


Dirga hanya melotot ke adiknya


"Suruh sopir anter jemput kamu. Kamu itu, masih aja berulah. Kapan mau berubahnya? Pulang sekarang!" Dirga berbicara dengan nada penekanan pada adiknya


"Oke. i'm sorry" Oliv diam tak berkutik saat kakaknya sudah marah.


"Uang jajan nanti kakak transfer dua kali lipat" ucap Dirga yang membuat mata Oliv berbinar


"OMG... Thank you very much brother. I'm going home first, bye" Oliv mengecup pipi sang kakak dan keluar ruangan dengan berlari kegirangan.


Setelah Oliv keluar, Bulan masuk ke ruangan Dirga dengan membawa berkas.


"Permisi Tuan. Ini berkas yang harus ditandatangani" ucap Bulan tanpa menatap atasannya


"Tatap lawan bicara mu. Kemana keberanian mu yang kemarin itu??" Dirga berbicara dan tak berhenti menatap Bulan agar Bulan salah tingkah.


Bulan menatap manik mata Dirga dengan menguasai raut wajahnya agar terlihat biasa saja. "Kalau begitu saya permisi tuan" pamit Bulan


"Tunggu" Dirga menghentikan langkah Bulan. Entah kenapa Dirga selalu penasaran dengan Bulan yang terlihat biasa-biasa saja setelah apa yang terjadi pada mereka


"Mendekat lah kemari. Saya ingin kamu memilih desain rumah yang cocok untukku dan Alyssa. Aku ingin memberi kejutan untuknya"


Bulan pun mendekat namun dengan jarak yang agak jauh


"Hei. kenapa jauh sekali? saya tidak akan menggigit mu" Dirga merasa aneh dengan Bulan


"Maaf tuan, saya takut anda khilaf. Dan juga, anda memang sudah menggigit bibir saya tadi. Jadi sekarang saya berjaga-jaga" Ujar Bulan dengan nada datar


Dirga pun dibuat glagapan dengan perkataan Bulan


"Eh.. em maaf tadi saya tidak sengaja. Lagipula itu hanya sebuah ciuman" Dirga sudah mulai grogi dan mengatakan "hanya" padahal ciumannya dengan Bulan saat di apartemen itu juga yang pertama untuknya.


"Baiklah. Karna itu ciuman pertamamu, maka saya akan menaikkan gaji mu tiga kali lipat" Dirga menenangkan Bulan agar tidak memojokkan dirinya.


Bulan merasa terhina dengan perkataan Dirga yang seakan merendahkan harga dirinya dan akan membayarnya dengan uang. Bulan pun angkat bicara


"Tidak perlu tuan. Saya juga tidak pernah menjual bagian-bagian tubuh saya. Jadi simpan saja uang anda. Dan seharusnya anda tidak melakukan itu di belakang kakak saya. Karna sama saja anda telah berkhianat. Permisi tuan" ucap Bulan dengan penuh penekanan namun masih dengan raut wajah yang tenang.


Dirga pun langsung kincep dengan perkataan Bulan. Sungguh di luar dugaan.



...kediaman keluarga Bulan...


"Buk, kok kakak belum sampe rumah sih" Bulan cemas karna Pak Maman sudah sedari sore berangkat ke Bandara


"Ibuk telepon juga dari tadi nomer nya nggak ada yang aktif nak. Apa mungkin kakakmu mampir dulu ke tempat lain" Ibu juga sebenarnya tak kalah panik, tapi mencoba untuk tenang.


satu jam kemudian


drrrrttt drrrrttt... Suara ponsel Bulan yang menandakan ada seseorang yang menelfon.


"Ini kakak nelfon buk" Bulan segera mengangkat telefon itu.


"Halo kak"


"Selamat siang, dengan keluarga Alyssa Leo Putri dan Sumaman?" Suara orang dari seberang sana


"Iya benar, saya keluarganya" Bulan sudah sedikit panik karna yang menelfon ternyata bukan kakaknya

__ADS_1


"Kami dari Pelita Hospital mengabarkan bahwa pemilik handphone ini telah mengalami kecelakaan dan sedang mengalami kritis. Bagi pihak keluarga pasien, tolong segera mengunjungi rumah sakit. Terimakasih."


deg


"Gimana nak, kakak mu nggak papa kan?" ibu mencemaskan keadaan putrinya


"Kita ke rumah sakit sekarang buk. Kakak sama Pak maman kecelakaan" ucap Bulan


"Kecelakaan?? Ya Allah gimana keadaan kakakmu nak?" ibu sangat shok mendengar kabar tentang putrinya.


"Udah ibuk tenang dulu. Kita kesana sekarang, semoga nggak terjadi apa-apa ya. Bik Yun... Bik..." Bulan menenangkan ibunya dan memanggil Bik Yun


"Ada apa neng?" Bik Yun terlihat sedikit berlari


"Ikut kami ke rumah sakit ya bik. Bulan ambil kunci mobil dulu"


" Siapa yang sakit non? " Bik Yun masih sedikit bingung


"Pak Maman sama Alyssa kecelakaan Yun." ibu yang menjawab pertanyaan Bik Yun dengan sedikit menahan air mata


"Innalilahi. Ya Allah" Bik Yun tak kalah shok dengan pernyataan itu


"Kita jalan sekarang. Ayok" Bulan segera membawa kedua wanita itu menuju Rumah sakit



...Pelita Hospital...


"Bagaimana keadaan anak saya dan pak Maman dok? Baik-baik saja kan?" Tanya ibu saat dokter telah keluar dari UGD


"Kondisi keduanya sangat parah buk. Dan keduanya juga sama-sama dalam masa kritis. Menurut keterangan dari polisi tadi, mobil yang di kendarai keluarga anda mengalami tabrakan dengan mobil truk. Tapi kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien. Segera anda urus administrasinya karna kami akan segera melakukan operasi" ujar dokter itu


Ibu dan Bik Yun sudah terduduk lemas di kursi dan menangis sesenggukan.


"Baik dok, akan segera saya urus. Lakukan yang terbaik untuk kakak dan paman saya dok" Bulan segera mengurus administrasi seraya menahan air matanya yang sudah terus mengalir. Ia pun segera menghubungi keluarga dan juga Dirga


"Gimana keadaan Alyssa?" Dirga yang baru sampai dengan hanya menggunakan kaos oblong dan celana pendek


"Semua baik. Kita doakan saja operasi nya berjalan lancar" Bang Wisnu mencoba untuk menenangkan calon suami adiknya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Apa yang akan terjadi selanjutnya setelah Alyssa sadar? Simak terus kelanjutan Past for future. Jangan lupa tinggalkan jejak readers tersayang 🤗


__ADS_2