Past For Future

Past For Future
Obat Rindu


__ADS_3

~Rindu ini bukan tak beralasan. Rindu ini hadir karna terbiasa bersama


"Assalamualaikum my wife" Sapa Dirga dari seberang telepon


"Waalaikumsalam my hubby" sapa Bulan


"Udah mau tidur?" tanya Dirga


"Iya nih" Jawab Bulan


"Saya nggak bisa tidur dari tadi. Biasanya saya gulingan istri saya" ucap Dirga dengan meraba-raba wajah istrinya dari ponsel


"Oh ya?" tanya Bulan "Saya juga kalo gitu" ucap Bulan dengan menutupi wajahnya dengan bantal menahan malu


"Jangan ditutupi dong. saya kangen sama kamu" ujar Dirga


"Belum sehari udah kangen?" Bulan tersenyum malu


"Saya kangen sama kamu every time" goda Dirga


Mereka melepas rindu hingga larut malam. Ada perasaan aneh yang mereka rasakan saat ini. Rasa kehilangan karna ini kali pertama mereka tidak tidur bersama selama pernikahan.



pagi harinya di rumah Bulan


"Morning kak" sapa Oliv


"Morning Oliv, Bik Yun" sapa Bulan


"Ibuk belum keluar kamar?" tanya Bulan


"Tadi udah keluar lari-lari kecil di taman kak. Mungkin sekarang lagi mandi" jawab Oliv yang hanya di balas oh tanpa bicara oleh Bulan


"Kakak nggak tidur tadi malem?"


"Kenapa emang Liv?"


"Mata kakak udah kayak panda tuh" ucap Oliv


"Iya kakak baru bisa tidur habis sholat subuh tadi Liv" Jawab Bulan


"Ohhh Oliv tau nih. Kayaknya gara-gara kak Dirga nggak ada ya?" tebak Oliv


"Gara-gara Dirga kenapa Liv?" tanya ibu yang baru ikut bergabung di meja makan


"Itu tuh buk. Kak Bulan nggak bisa tidur semaleman gara-gara nggak dipeluk kak Dirga" Oliv terkekeh


"Ya ampun Lan. Sabar ya. Kan Dirga perginya cuma dua hari. Besok pagi bukannya udah sampe sini?" Ibu mengusap punggung putrinya


"Apaan sih buk. Oliv tu ngaco. Orang Bulan biasa aja kok" ucap Bulan


"Kalo iya juga nggak papa kok nak. Ibu bersyukur kalo kamu udah mau buka hati untuk suami kamu" ujar Ibu


Bulan langsung tertegun. Seketika rasa ngantuk nya hilang "Apa aku bener-bener udah buka hati untuk mas Dirga?" gumam Bulan dalam hati


"Udah-udah nanti lagi ngobrolnya. Makan dulu yuk. Masakan spesial dari koki handal" Oliv membuyarkan lamunan Bulan


"Wah. wanginya enak banget kayaknya" puji ibu


"Ayok Bik Yun. Gak sabar nih" ajak Bulan. Bik Yun dan alm. pak Maman memang sudah di anggap keluarga sendiri oleh keluarga Bulan. Jadi sudah hal biasa untuk makan satu meja dengan mereka


"Itu yang di rantang untuk siapa nak Oliv?" tanya Ibu


"Biasalah buk. lagi Bucin sama pacarnya" seloroh Bulan


"Apaan sih kak. Oliv jadi malu sama ibuk" ujar Oliv dengan ekspresi wajah pura-pura malu


...…...


Sedangkan di Negara tetangga yang sedang dikunjungi Dirga. Terlihat beberapa orang tengah melakukan meeting dengan Dirga. Hingga sore hari ia baru menyelesaikan urusan bisnisnya.


"Beli oleh-oleh apa ya?" gumam Dirga saat berada di perjalanan menuju ke bandara. Akhirnya ia meminta supir untuk mampir di pusat perbelanjaan yang ada di kota itu. Kemudian membawa beberapa paper bag di tangannya.


"Bulan pasti seneng banget aku kasih surprise kalo aku pulang malam ini" gumam Dirga



"Oliv, kamu nanti temenin kakak ya. Kakak mau kumpul sama temen-temen" pinta Bulan

__ADS_1


"Oke deh. Apa sih yang nggak" ujar Oliv


Bulan pun mengirim pesan pada suaminya


Bulan to Tuan Dirga


"Mas. Aku mau keluar sama Oliv ketemu sama temen-temen boleh kan?🙏🥺" pesan terkirim


Tuan Dirga


"Boleh. Tapi nggak boleh peluk-peluk 😏"


Bulan


"Siap boss😘😘"


Tuan Dirga


"Mau kiss kalo udah sampe rumah"


Namun tak ada lagi balasan dari Bulan. Dasar cewek kalo ada maunya aja manis banget.



...Kafe Angkringan Mudo...


"Hai guys!! Sorry telat" sapa Bulan pada teman-temannya


"Lan sabit kangeeeen." Bayu hendak memeluk sahabatnya Bulan namun Bulan menghindar


"Apaan sih mbul. Gue udah nikah kalo elo lupa" Bulan dalam mode peringatan


"Yaelah. Iya-iya yang udah nikah. Pasti gara-gara suami elo yang posesif itu kan makanya elo nggak mau dipeluk. Biasanya juga elo yang nyelonong duluan" nyinyir David


"Apaan sih lo. Gue sumpahin elo dapet istri yang lebih posesif ya. Biar ke kurung terus elo di rumah" kesal Bulan


"Santai dong sabit. Elo makin imut aja kalo marah" rayu David "Ehem. Bolehlah kenalin yang elo bawa" lirik David ke arah Oliv


"Oh iya kenalin Ini adek ipar gue" Bulan meraih tangan Oliv dan menyodorkan pada Bayu dan David


"Olivia"


"Olivia"


"David ganteng" ucap David dengan senyum semanis mungkin dan mengedipkan sebelah matanya


"Dia udah punya pacar vid. Jangan aneh-aneh. Kasian Sandra" Ujar Bulan


"Dihhh jangan bawa-bawa cewek ceking itu. Tapi sebelum janur kuning melengkung kan masih milik bersama Lan" ujar David cengengesan yang langsung dapat sikutan dari Bayu


"Jangan malu-maluin" Bayu memperingatkan


"Bima sama Sandra mana?" tanya Bulan yang tak melihat kedua sahabatnya


"Sandra masih ngantor. Bima masih marah sama elo gara-gara elo nikah" jawab Bayu


"Bima suka sama Kak Bulan?" tanya Oliv


"Iya baby. Udah dari jaman orok sebenernya. Tapi noh udah keburu di ambil orang lain" jawab David


"Woow. Hebat banget kak Bulan bisa di sukain tiga cowok sekaligus loh. Beruntung banget kak Dirga" Seloroh Oliv


" Oliv. Apaan sih. Santai dong ngomong nya jangan keras-keras" Bulan menoleh ke arah bodyguard nya di belakang


"Buseeeet dah Tuan Baskara emang the best banget jagain bini nya" heboh Bayu


"Tauk ni. Jangan deket-deket sama Bulan deh Mbul. Takut kena bogem. Lihat aja tu badannya gede banget" ujar David dengan gaya bisik-bisik namun masih terdengar jelas


"Gue pengen peluk kalian boleh?" goda Bulan. Yang membuat mereka refleks mundur dan mengibaskan tangan


"Jangan main api deh Lan. Kami berdua takut jadi korban kebakaran" ucap Bayu


"Kami juga masih mau hidup Lan. Diem disitu aja ya" sambung Bayu


"Yaelah kalian berdua lucu banget sih. Tadi gayaan mau meluk-meluk. sekarang mau di peluk takut. hahaha" ucap Oliv yang membuat Bulan tertawa


"Gue sama David pulang dulu deh Lan. Next time jangan bawa bodyguard ya. Ngeri gue." ucap David. Mereka berdua pun berdiri namun suara absurd terdengar


kreeeek

__ADS_1


Semua orang menoleh ke arah mereka. Semua orang langsung tertawa bahkan ada yang sampai terpingkal-pingal tak terkecuali Bulan, Oliv, dan David saat melihat celana Bayu sobek.


Bayu refleks hendak duduk lagi ke kursi namun


brukk


"aaaaaaaaa" Bukan teriakan Bayu. Namun teriakan David yang tangannya di duduki oleh anakan gajah


"Sorry vid" Bayu berdiri lagi dan


"Hahahahaha" Cafe kembali pecah dengan tawa pengunjung saat Bayu berdiri dan cel*na dlmnya terlihat lagi


Setelah kejadian itu, Bulan meminta bodyguardnya meminjamkan jas untuk menutupi bagian belakang celana Bayu yang sobek. Ini bahkan bukan pertama kalinya terjadi. Dari SD sampai SMA Bayu seringkali mengalami apes nya.



Malam harinya Bulan telah bergelimpungan di kasur. Ini malam keduanya tanpa sang suami. Ia mencoba memejamkan matanya namun sangat sulit. Tiba-tiba ada tangan kekar yang memeluknya dari belakang. Bulan yang refleks langsung menyikut perut dan menendang orang yang lancang itu sampai tersungkur.


"Aaaaaaaargghh" Pria yang tak lain adalah Dirga itu meringis kesakitan


"Masssss" teriak Bulan dan langsung menolong suaminya yang tersungkur ke lantai


"Ya ampun mas maaf. Saya kira orang jahat" ucap Bulan


"Gagal romantis duuh" Dirga mengusap-usap perut dan pinggangnya yang sakit


"Lagian mas ngagetin sih" Bulan memapah Suaminya ke atas ranjang


"Ya kan saya mau ngasih kamu surprise Lan" ucap Dirga


"Ya udah. mana yang sakit?" Bulan mengelus-elus perut sixpack Dirga


"Turun lagi"


"Sini?"


"Turun lagi "


Bulan mencubit perut Dirga "Mes*m!" ucapnya yang membuat Dirga terkekeh


"Sayang" Panggil Dirga


"hmmm"


cuuup


Tak cukup di bibir, Dirga menuruni leher dan tangan nakalnya sudah sampai mana-mana


"Nggak ada perlawanan" Batin Dirga


"I love you Bulan Leo Baskara" Dirga mecium kening Bulan sebelum memulai


Dirga pun tak menyia-nyiakan kesempatan dan menjadikan malam ini malam bersejarah bagi mereka.'


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Readers traveling sendiri deh ya. Pasti udah tau


Jangan lupa jejaknya cuyyy♥️

__ADS_1


__ADS_2