
Setelah pentuan tanggal pernikahan Daniel dan Karima mulai melakukan persiapan pernikahan mereka. Mulai dari mencari wedding organizer, mencari ballroom, memilih menu sampai kartu undangan. Semuanya mereka mencari berdua dan memilih berdua.
Pesta pernikahan Karima dan Daniel akan diadakan dengan mewah di sebuah ballroom hotel. Sebetul Karima ingin dengan cara sederhana saja karena ini adalah pernikahan yang kedua. Namun, karena ini pernikahan yang pertama untuk Daniel. Ibu Gita ingin supaya pesta pernikahan mereka diadakan besar-besaran.
Hari terus berlalu, tak terasa hari pernikahan Daniel dan Karima sudah semakin dekat. Daniel menyuruh Karima untuk mengambil cuti agar Karima beristirahat di rumah. Namun, Karima menolaknya. Ia masih ingin menemani Daniel bekerja, karena jadwal Daniel sangat padat.
H min dua Karima cuti bekerja karena ia harus melakukan serangkaian perawatan kecantikan. Daniel juga memutuskan untuk cuti juga karena tidak ada Karima yang menemani bekerja.
Selama dua hari mereka tidak pernah bertemu. Daniel sering mengajak video call tapi direject oleh Karima. Lalu Karima menulis pesan kepada Daniel.
Karima :
[Kalau mau membicarakan sesuatu kirim pesan saja.]
Mas Daniel :
[Mas, kangen ingin melihat wajah kamu.]
Karima :
[Lihatnya nanti pas akad nikah.]
Mas Daniel ;
[Emot menangis.]
***
Hari pernikahan Daniel dan Karima tiba. Akad nikah diselenggarakan di ballroom di sebuah hotel mewah di Jakarta. Sehari sebelumnya Karima dan keluarganya menginap di hotel tersebut. Daniel menyediakan kamar untuk Karima dan kakak-kakaknya.
Dari subuh Karima sudah di dandani oleh perias pengantin. Ia terlihat cantik dengan menggunakan gaun pengantin muslimah. Gaun itu di design oleh seorang designer pakaian muslimah ternama. Hari dan Gathan menggunakan suit. Rachel menggunakan gaun yang senada dengan mamahnya.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar. Mpok Minah membuka pintu kamar. Seorang petugas wedding organizer berdiri di depan pintu.
“Bu, Mas Daniel sudah datang. Mbak Karima diminta menuju ke ballroom sekarang juga,” kata petugas wedding organizer.
Mpok Minah menghampiri Karima yang sedang duduk di kursi sofa.
“Bu, Pak Daniel sudah datang. Ibu di suruh menuju ke ballroom,” kata Mpok Minah.
“Ayo kita ke sana sekarang.” Karima beranjak dari tempat duduk lalu mengajak anak-anaknya keluar dari kamar. Mpok Minah menutup pintu kamar. Lalu mereka berjalan menuju liff. Petugas WO menekan tombol liff. Mereka harus menunggu sampai pintu liff terbuka. Akhirnya pintu liff terbuka, mereka masuk ke dalam liff. Liff yang mereka naiki berhenti di lantai tempat ballroom berada. Mereka keluar dari liff lalu berjalan menuju ke ballroom.
__ADS_1
Di depan ballroom sudah ada perugas WO lainnya yang menunggu kedatangan mereka. Petugas WO mengatur barisan Karima dan anak-anaknya. Rachel berada di depan sendiri. Barisan kedua Gathan dan Hari. Barisan ketiga baru Karima. Mereka masuk ke dalam ballroom diiringi musik nan syahdu.
Karima duduk di sebelah Daniel. Di depan Daniel ada Aziz yang menjadi wali nikah Karima. Yang menjadi saksi dari kelurga Karima adalah Edwin dan yang menjadi saksi dari keluarga Daniel adalah Adrian. Acara akad nikahpun dimulai. Dengan satu tarikan saja Karima sah menjadi istri Daniel.
Selesai akad nikah mereka berfoto bersama dengan anak-anak mereka. Mereka nampak seperti keluarga yang bahagia. Setelah itu mereka berfoto bersama dengan keluarga. Selesai berfoto, kedua mempelai bersama dengan para tamu menikmati hidangan sarapan pagi yang sudah disiapkan oleh catering hotel.
Ketika sedang makan Rachel datang menghampiri Karima dan Daniel sambil menuntun tangan Safina. Di belakang mereka ada Mpok Minah dan pengasuh Safina. Mereka sedang menyuapi Safina dan Rachel.
“Mama liat. Adenya cudah bica jalan,” kata Rachel.
Karima dan Daniel yang sedang menikmati sarapannya menoleh ke Rachel.
“Hati-hati nuntun ade! Nanti adenya jatuh,” ujar Karima.
“Ade janyannya peyan-peyan,” kata Rachel.
Daniel tersenyum melihat Rachel menuntun tangan Safina.
“Rachel mau punya ade?” tanya Daniel.
“Mau. Lahel mau ade yang kuncil dua. Lahel nggak mau ade yang botak,” jawab Rachel.
“Cuka nakal. Nanti ngacak-ngacak mainan Lahel,” jawab Rachel.
“Dikasih tau baik-baik sama Rachel. Nanti juga tidak ngacak-ngacak mainan Rachel,” ujar Ibu Gita.
“Nga ah, yang kuncil dua aja lebih lucu,” jawab Rachel.
“Ayo, de. Kita jayan-jayan lagi.” Rachel mengajak Safina berjalan.
Semua orang memperhatikan Rachel dan Safina dari belakang.
“Mereka mirip, ya. Seperti adik kakak,” kata Ibu Gita. Karima hanya tersenyum menanggapi perkataan Ibu Gita.
Setelah selesai mengganti baju Karima dan Daniel kembali ke kamar untuk berganti baju. Kali ini mereka mengganti dengan baju adat Minang karena pesta pernikahan mereka dilakukan dengan adat Minang. Daniel memilih adat Minang untuk menghormati keluarga Karima. Karena Karima berasal dari Minang.
Karima memakai hiasan kepala yang sangat tinggi. Daniel memperhatikan istrinya dipakaikan suntiang. Ia mendekati istrinya.
“Berat, ya?” tanya Daniel.
Karima tersenyum kepada Daniel. “Lumayan berat,” jawab Karima.
__ADS_1
“Sabar, ya! Hanya sampai jam dua,” ujar Daniel.
“Iya, Mas,” jawab Karima.
Setelah berganti pakaian Daniel dan Karima kembali ke ballroom. Di depan ballroom sudah ada keluarga Daniel dan Karima yang menanti kedua mempelai. Mereka membentuk barisan iring-iringan pengantin. Anak-anak berbaring di depan Karima dan Daniel.
Kemudian iring-iringan pengantin memasuki ballroom. Iring-iringan pengantin disambut dengan tarian adat Minang. Setelah acara penyambutan pengantin selesai Daniel dan Karima duduk di pelaminan. Para tamu di persilahkan untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua pengantin yang berbahagia ini.
Acara resepsi pernikahan berakhir jam dua siang. Akhirnya kedua mempelai dan orang tua mempelai bisa menikmati hidangan makan siang. Rachel menghampiri Karima sambil mengucek-ucek mata.
“Mama, ngantuk. Mau bobo cama Mama,” kata Rachel dengan manja.
Karima menggendong Rachel lalu ia menidurkan Rachel di atas pangkuannya. Karima menepuk-nepuk badan bagian belakang Rachel. Daniel melihat Karima yang sedang menidurkan Rachel sehingga Karima tidak bisa makan.
“Mas suapi, ya?” tanya Daniel.
“Tidak usah, Mas. Karima bisa makan sendiri,” jawab Karima.
Karima mengambil sedok lalu ia memakan makanannya. Daniel memperhatikan Karima makan sambil menimang-nimang Rachel. Gathan dan Hari datang menghampiri Karima.
“De. Kita ke kamar, yuk,” kata Hari.
“Sssttt ade bobo. Abang saja ke kamar sama Gathan diantar Mpok Minah,” kata Karima.
Karima menolek ke Mpok Minah.
“Mpok, temani anak-anak ke kamar!” ujar Karima.
“Iya, Bu,” jawab Mpok Minah.
Hari dan Gathan pergi ke kamar di temani Mpok Minah. Karima melanjutkan makannya. Ibu Gita memperhatikan menantunya yang sibuk oleh anak-anak. Ia melihat Karima makan dengan tenang sambil memangku Rachel.
Akhirnya Karima selesai makan, mereka hendak kembali ke kamar. Tapi ada Rachel yang tidur di atas pangkuan Karima.
“Biar Mas yang gendong Rachel.” Daniel menggendong Rachel dari atas pangkuan Karima. Rachel merebahkan kepalanya di atas bahu Daniel.
“Ayo kita ke kamar,” ujar Daniel. Karima beranjak dari tempat duduk.
Daniel menoleh ke Adrian. “Dri, tolong anterin koper gue ke kamar!” kata Daniel.
“Siap, Bos,” jawab Adrian. Daniel dan Karima meninggalkan ballroom.
__ADS_1